{"id":1005,"date":"2023-07-28T00:52:48","date_gmt":"2023-07-28T00:52:48","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-pra-tes-pasca-tes\/"},"modified":"2023-07-28T00:52:48","modified_gmt":"2023-07-28T00:52:48","slug":"desain-pra-tes-pasca-tes","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-pra-tes-pasca-tes\/","title":{"rendered":"Desain pretest-posttest: definisi &amp; contoh"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Desain pretest-posttest<\/strong> adalah eksperimen di mana pengukuran dilakukan pada individu <em>sebelum<\/em> dan <em>sesudah<\/em> mereka berpartisipasi dalam suatu perlakuan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Desain pretest-posttest dapat digunakan dalam penelitian eksperimental dan kuasi-eksperimental dan mungkin menyertakan kelompok kontrol atau tidak. Proses masing-masing pendekatan penelitian adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Penelitian kuasi-eksperimental<\/strong><\/span> <\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-10401 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/pretest-posttest1.png\" alt=\"Desain pretes-postes\" width=\"671\" height=\"92\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1.<\/strong> Lakukan tes awal kepada sekelompok individu dan catat skor mereka.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2.<\/strong> Berikan pengobatan yang dirancang untuk mengubah skor individu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>3.<\/strong> Lakukan post-test pada kelompok individu yang sama dan catat skor mereka.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>4.<\/strong> Menganalisis perbedaan skor pre-test dan post-test.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh:<\/strong> semua siswa di kelas tertentu mengikuti tes awal. Guru kemudian menggunakan teknik pengajaran tertentu selama seminggu dan melaksanakan post-test dengan tingkat kesulitan serupa. Dia kemudian menganalisis perbedaan antara skor pre-test dan post-test untuk melihat apakah teknik pengajaran mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap skor.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Penelitian eksperimental<\/strong><\/span> <\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-10402\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/pretest-posttest2.png\" alt=\"Desain pretest-posttest dengan kelompok kontrol\" width=\"674\" height=\"210\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1.<\/strong> Secara acak tetapkan individu ke dalam kelompok perlakuan atau kelompok kontrol.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2.<\/strong> Lakukan tes awal yang sama kepada semua individu dan catat skor mereka.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>3.<\/strong> Memberikan prosedur pengobatan kepada individu dalam kelompok perlakuan dan memberikan prosedur standar kepada individu dalam kelompok kontrol.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>4.<\/strong> Berikan post-test yang sama kepada individu di kedua kelompok.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>5.<\/strong> Menganalisis perbedaan skor pre-test dan post-test antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh:<\/strong> Seorang guru secara acak menugaskan separuh kelasnya ke kelompok kontrol dan separuh lainnya ke kelompok perlakuan. Dia kemudian menggunakan teknik pengajaran standar dan teknik pengajaran baru dengan masing-masing kelompok selama satu minggu, kemudian memberikan post-test dengan tingkat kesulitan yang sama kepada semua siswa. Dia kemudian menganalisis perbedaan antara skor pre-test dan post-test untuk melihat apakah teknik pengajaran mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap skor antara kedua kelompok.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Potensi masalah dengan validitas internal<\/span><\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Validitas internal<\/strong> mengacu pada sejauh mana suatu penelitian menetapkan hubungan sebab-akibat yang dapat diandalkan antara pengobatan dan hasil.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam eksperimen desain pretest-posttest, beberapa faktor dapat mempengaruhi validitas internal, antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Riwayat<\/strong> \u2013 Individu mengalami peristiwa di luar penelitian yang mempengaruhi pengukuran sebelum dan sesudah pengobatan.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kedewasaan<\/strong> \u2013 Perubahan biologis pada peserta mempengaruhi pengukuran sebelum dan sesudah pengobatan.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><b>Atrisi<\/b> \u2013 Seseorang meninggalkan ruang belajar sebelum pengukuran pasca dapat dilakukan.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Regresi terhadap rata-rata<\/strong> \u2013 Orang yang mendapat skor sangat tinggi atau rendah pada ukuran tertentu cenderung mendapat skor yang mendekati rata-rata pada pengukuran berikutnya, terlepas dari perlakuan yang mereka ikuti.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Bias seleksi<\/strong> \u2013 Individu dalam kelompok perlakuan dan kelompok kontrol tidak benar-benar dapat dibandingkan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Seringkali, pemilihan acak dan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pemilihan-acak-vs.-penugasan-acak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">penugasan acak<\/a> individu ke dalam kelompok dapat meminimalkan ancaman terhadap validitas internal, namun tidak di semua kasus.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut memberikan informasi tambahan tentang berbagai jenis desain eksperimen:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/rancangan-petak-terpisah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Desain Split Plot: Pengertian dan Contoh<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-pasangan-yang-serasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Desain Pasangan Cocok: Pengertian dan Contoh<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-panel-silang-offset\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Desain Panel Cross-Offset: Pengertian dan Contoh<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Desain pretest-posttest adalah eksperimen di mana pengukuran dilakukan pada individu sebelum dan sesudah mereka berpartisipasi dalam suatu perlakuan. Desain pretest-posttest dapat digunakan dalam penelitian eksperimental dan kuasi-eksperimental dan mungkin menyertakan kelompok kontrol atau tidak. Proses masing-masing pendekatan penelitian adalah sebagai berikut: Penelitian kuasi-eksperimental 1. Lakukan tes awal kepada sekelompok individu dan catat skor mereka. 2. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Desain pretest-posttest: definisi dan contoh - Statorial<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penjelasan sederhana mengenai desain pretest-posttest beserta definisi dan beberapa contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-pra-tes-pasca-tes\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Desain pretest-posttest: definisi dan contoh - Statorial\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penjelasan sederhana mengenai desain pretest-posttest beserta definisi dan beberapa contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-pra-tes-pasca-tes\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-28T00:52:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/pretest-posttest1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-pra-tes-pasca-tes\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-pra-tes-pasca-tes\/\",\"name\":\"Desain pretest-posttest: definisi dan contoh - Statorial\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-28T00:52:48+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-28T00:52:48+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Penjelasan sederhana mengenai desain pretest-posttest beserta definisi dan beberapa contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-pra-tes-pasca-tes\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-pra-tes-pasca-tes\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-pra-tes-pasca-tes\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Desain pretest-posttest: definisi &amp; contoh\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Desain pretest-posttest: definisi dan contoh - Statorial","description":"Penjelasan sederhana mengenai desain pretest-posttest beserta definisi dan beberapa contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-pra-tes-pasca-tes\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Desain pretest-posttest: definisi dan contoh - Statorial","og_description":"Penjelasan sederhana mengenai desain pretest-posttest beserta definisi dan beberapa contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-pra-tes-pasca-tes\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-28T00:52:48+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/pretest-posttest1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-pra-tes-pasca-tes\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-pra-tes-pasca-tes\/","name":"Desain pretest-posttest: definisi dan contoh - Statorial","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-28T00:52:48+00:00","dateModified":"2023-07-28T00:52:48+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Penjelasan sederhana mengenai desain pretest-posttest beserta definisi dan beberapa contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-pra-tes-pasca-tes\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/desain-pra-tes-pasca-tes\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-pra-tes-pasca-tes\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Desain pretest-posttest: definisi &amp; contoh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1005"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1005"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1005\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1005"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1005"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1005"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}