{"id":1013,"date":"2023-07-28T00:06:04","date_gmt":"2023-07-28T00:06:04","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kesalahan-keluarga\/"},"modified":"2023-07-28T00:06:04","modified_gmt":"2023-07-28T00:06:04","slug":"tingkat-kesalahan-keluarga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kesalahan-keluarga\/","title":{"rendered":"Berapa tingkat kesalahan per keluarga?"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam pengujian hipotesis , selalu ada tingkat kesalahan Tipe I yang memberi tahu kita kemungkinan menolak hipotesis nol yang sebenarnya benar. Dengan kata lain, ini adalah probabilitas untuk memperoleh &#8220;positif palsu&#8221;, yaitu ketika kita menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik, padahal kenyataannya tidak ada, maka tidak ada.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Saat kita melakukan pengujian hipotesis, tingkat kesalahan Tipe I sama dengan tingkat signifikansi (\u03b1), yang biasanya dipilih sebesar 0,01, 0,05, atau 0,10. Namun, ketika kita menjalankan beberapa uji hipotesis sekaligus, kemungkinan mendapatkan hasil positif palsu meningkat.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, bayangkan kita melempar sebuah dadu bersisi 20. Peluang munculnya dadu pada angka \u201c1\u201d hanya 5%. Namun jika Anda melempar dua dadu sekaligus, kemungkinan salah satu dadu mendarat di angka \u201c1\u201d meningkat menjadi 9,75%. Jika kita melempar lima dadu sekaligus, probabilitasnya meningkat menjadi 22,6%.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Semakin banyak dadu yang kita lempar, semakin tinggi kemungkinan salah satu dadu akan mendarat di angka 1. Demikian pula, jika kita menjalankan beberapa uji hipotesis sekaligus menggunakan tingkat signifikansi 0,05, kemungkinan kita mendapatkan hasil positif palsu akan meningkat melebihi 0,05. 0,05.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Bagaimana memperkirakan tingkat kesalahan per keluarga<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Rumus untuk memperkirakan tingkat kesalahan per keluarga adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Tingkat kesalahan per keluarga = 1 \u2013 (1-\u03b1) <sup>n<\/sup><\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03b1 :<\/strong> tingkat signifikansi untuk uji hipotesis tunggal<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>n:<\/strong> Jumlah total tes<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita melakukan 5 perbandingan berbeda menggunakan tingkat alfa \u03b1 = 0,05. Tingkat kesalahan per keluarga akan dihitung sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tingkat kesalahan per keluarga = 1 \u2013 (1-\u03b1) <sup>c<\/sup> = 1 \u2013 (1-.05) <sup>5<\/sup> = <strong>0.2262<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan kata lain, kemungkinan memperoleh kesalahan tipe I pada setidaknya satu uji hipotesis lebih besar dari 22%!<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Bagaimana mengontrol tingkat kesalahan berdasarkan keluarga<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengendalikan tingkat kesalahan berdasarkan keluarga, antara lain:<\/span><\/p>\n<p> <strong><span style=\"color: #000000;\">1. Koreksi Bonferroni.<\/span><\/strong><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sesuaikan nilai \u03b1 yang digunakan untuk menilai signifikansi sedemikian rupa sehingga:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03b1 <sub>baru<\/sub><\/strong> = \u03b1 <sub>lama<\/sub> \/ n<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, jika kita melakukan 5 perbandingan berbeda menggunakan tingkat alfa \u03b1 = 0,05, maka dengan menggunakan koreksi Bonferroni, tingkat alfa baru kita akan menjadi:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">\u03b1 <sub>baru<\/sub> = \u03b1 <sub>lama<\/sub> \/ n = 0,05 \/ 5 = <strong>0,01<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Koreksi Sidak.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sesuaikan nilai \u03b1 yang digunakan untuk menilai signifikansi sedemikian rupa sehingga:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03b1 <sub>baru<\/sub><\/strong> = 1 \u2013 (1-\u03b1 <sub>lama<\/sub> ) <sup>1\/n<\/sup><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, jika kita melakukan 5 perbandingan berbeda menggunakan level alpha \u03b1 = 0,05, maka dengan menggunakan koreksi Sidak, level alpha baru kita akan menjadi:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">\u03b1 <sub>baru<\/sub> = 1 \u2013 (1-\u03b1 <sub>lama<\/sub> ) <sup>1\/n<\/sup> = 1 \u2013 (1-.05) <sup>1\/5<\/sup> = <strong>.010206<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Koreksi Bonferroni-Holm.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Prosedur ini berfungsi sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Gunakan koreksi Bonferroni untuk menghitung \u03b1 <sub>baru<\/sub> = \u03b1 <sub>lama<\/sub> \/ n.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Lakukan setiap pengujian hipotesis dan urutkan nilai p dari semua pengujian dari yang terkecil hingga yang terbesar.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Jika nilai p pertama lebih besar atau sama dengan \u03b1 <sub>baru<\/sub> , hentikan prosedur. Tidak ada nilai p yang signifikan.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Jika p-value pertama lebih kecil dari \u03b1 <sub>new<\/sub> , maka p-value tersebut signifikan. Sekarang bandingkan nilai p kedua dengan \u03b1 <sub>new<\/sub> . Jika lebih besar atau sama dengan \u03b1 <sub>new<\/sub> , hentikan prosedur. Tidak ada nilai p lain yang signifikan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan menggunakan salah satu koreksi tingkat signifikansi ini, kita dapat secara signifikan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan Tipe I di antara serangkaian pengujian hipotesis.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam pengujian hipotesis , selalu ada tingkat kesalahan Tipe I yang memberi tahu kita kemungkinan menolak hipotesis nol yang sebenarnya benar. Dengan kata lain, ini adalah probabilitas untuk memperoleh &#8220;positif palsu&#8221;, yaitu ketika kita menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik, padahal kenyataannya tidak ada, maka tidak ada. Saat kita melakukan pengujian hipotesis, tingkat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Berapa tingkat kesalahan per keluarga? - Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penjelasan sederhana mengenai tingkat kesalahan berdasarkan keluarga, disertai beberapa contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kesalahan-keluarga\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Berapa tingkat kesalahan per keluarga? - Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penjelasan sederhana mengenai tingkat kesalahan berdasarkan keluarga, disertai beberapa contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kesalahan-keluarga\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-28T00:06:04+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kesalahan-keluarga\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kesalahan-keluarga\/\",\"name\":\"Berapa tingkat kesalahan per keluarga? - Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-28T00:06:04+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-28T00:06:04+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Penjelasan sederhana mengenai tingkat kesalahan berdasarkan keluarga, disertai beberapa contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kesalahan-keluarga\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kesalahan-keluarga\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kesalahan-keluarga\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Berapa tingkat kesalahan per keluarga?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Berapa tingkat kesalahan per keluarga? - Statologi","description":"Penjelasan sederhana mengenai tingkat kesalahan berdasarkan keluarga, disertai beberapa contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kesalahan-keluarga\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Berapa tingkat kesalahan per keluarga? - Statologi","og_description":"Penjelasan sederhana mengenai tingkat kesalahan berdasarkan keluarga, disertai beberapa contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kesalahan-keluarga\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-28T00:06:04+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kesalahan-keluarga\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kesalahan-keluarga\/","name":"Berapa tingkat kesalahan per keluarga? - Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-28T00:06:04+00:00","dateModified":"2023-07-28T00:06:04+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Penjelasan sederhana mengenai tingkat kesalahan berdasarkan keluarga, disertai beberapa contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kesalahan-keluarga\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kesalahan-keluarga\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kesalahan-keluarga\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Berapa tingkat kesalahan per keluarga?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1013"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1013"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1013\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1013"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1013"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1013"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}