{"id":1019,"date":"2023-07-27T23:33:02","date_gmt":"2023-07-27T23:33:02","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/aturan-umum-perkalian\/"},"modified":"2023-07-27T23:33:02","modified_gmt":"2023-07-27T23:33:02","slug":"aturan-umum-perkalian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/aturan-umum-perkalian\/","title":{"rendered":"Aturan umum perkalian (penjelasan dan contoh)"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Aturan umum perkalian<\/strong> menyatakan bahwa peluang terjadinya dua kejadian, A dan B, keduanya dapat dihitung sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>P(A dan B) = P(A) * P(B|A)<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Bilah vertikal | berarti \u201cdiberikan\u201d. Jadi, P(B|A) dapat dibaca sebagai &#8220;probabilitas terjadinya B, <em>jika<\/em> A telah terjadi&#8221;.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kejadian A dan B saling bebas, maka P(B|A) sama dengan P(B) dan aturannya dapat disederhanakan sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>P(A dan B) = P(A) * P(B)<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Mari kita tinjau beberapa contoh kejadian independen dan dependen untuk melihat bagaimana kita dapat menerapkan aturan perkalian umum ini dalam praktik.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Aturan perkalian umum untuk kejadian-kejadian tak bebas<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut mengilustrasikan cara menggunakan aturan perkalian umum untuk mencari probabilitas yang berkaitan dengan dua kejadian saling bergantung. Dalam setiap contoh, peluang terjadinya peristiwa kedua dipengaruhi oleh hasil peristiwa pertama.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 1: bola di dalam guci<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebuah guci berisi 4 bola merah dan 3 bola hijau. Bob akan secara acak memilih 2 bola dari guci, tanpa menggantinya. Berapa peluang terambilnya 2 bola merah?<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Penyelesaian:<\/strong> Peluang terambilnya bola merah pada percobaan pertama adalah 4\/7. Setelah bola ini diambil, peluang terambilnya bola merah pada percobaan kedua adalah 3\/6. Jadi peluang terambilnya 2 bola merah dapat dihitung sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">P (keduanya merah) = 4\/7 * 3\/7 \u2248 <strong>0,2249<\/strong><\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 2: kartu dalam satu dek<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Setumpuk kartu berisi 26 kartu hitam dan 26 kartu merah. Debbie akan memilih 2 kartu secara acak dari tumpukan kartu, tanpa menggantinya. Berapa peluang terambilnya 2 kartu merah?<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Penyelesaian:<\/strong> Peluang dia mengambil kartu merah pada percobaan pertama adalah 26\/52. Setelah kartu ini dikeluarkan, peluang dia memilih kartu merah pada percobaan kedua adalah 25\/51. Jadi peluang dia terpilihnya 2 kartu merah dapat dihitung sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">P (keduanya merah) = 26\/52 * 25\/51 \u2248 <strong>0,2451<\/strong><\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Aturan perkalian umum untuk kejadian independen<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut mengilustrasikan cara menggunakan aturan perkalian umum untuk mencari probabilitas yang berkaitan dengan dua kejadian independen. Dalam setiap contoh, probabilitas terjadinya peristiwa kedua <em>tidak<\/em> dipengaruhi oleh hasil peristiwa pertama.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 1: melempar dua koin<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita menarik dua koin. Berapa peluang munculnya kedua koin tersebut?<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Penyelesaian:<\/strong> Peluang munculnya mata uang pertama adalah 1\/2. Terlepas dari sisi mana koin pertama mendarat, kemungkinan koin kedua mendarat juga 1\/2. Jadi, peluang munculnya dua koin dapat dihitung sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">P (keduanya mendarat di kepala) = 1\/2 * 1\/2 = <strong>0,25<\/strong><\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 2: Melempar dua dadu<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita melempar dua dadu sekaligus. Berapa peluang terambilnya kedua dadu pada angka 1?<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Penyelesaian:<\/strong> Peluang munculnya dadu pertama pada \u201c1\u201d adalah 1\/6. Terlepas dari sisi mana dadu pertama mendarat, peluang munculnya dadu kedua di \u201c1\u201d juga adalah 1\/6. Jadi peluang kedua dadu mendarat pada \u201c1\u201d dapat dihitung sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">P(Keduanya mendarat di \u201c1\u201d) = 1\/6 * 1\/6 = 1\/36 \u2248 <strong>0,0278<\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aturan umum perkalian menyatakan bahwa peluang terjadinya dua kejadian, A dan B, keduanya dapat dihitung sebagai berikut: P(A dan B) = P(A) * P(B|A) Bilah vertikal | berarti \u201cdiberikan\u201d. Jadi, P(B|A) dapat dibaca sebagai &#8220;probabilitas terjadinya B, jika A telah terjadi&#8221;. Jika kejadian A dan B saling bebas, maka P(B|A) sama dengan P(B) dan aturannya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Aturan umum perkalian (penjelasan dan contoh)<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang aturan perkalian umum, termasuk definisi dan beberapa contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/aturan-umum-perkalian\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Aturan umum perkalian (penjelasan dan contoh)\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang aturan perkalian umum, termasuk definisi dan beberapa contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/aturan-umum-perkalian\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-27T23:33:02+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/aturan-umum-perkalian\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/aturan-umum-perkalian\/\",\"name\":\"Aturan umum perkalian (penjelasan dan contoh)\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-27T23:33:02+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-27T23:33:02+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Penjelasan sederhana tentang aturan perkalian umum, termasuk definisi dan beberapa contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/aturan-umum-perkalian\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/aturan-umum-perkalian\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/aturan-umum-perkalian\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Aturan umum perkalian (penjelasan dan contoh)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Aturan umum perkalian (penjelasan dan contoh)","description":"Penjelasan sederhana tentang aturan perkalian umum, termasuk definisi dan beberapa contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/aturan-umum-perkalian\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Aturan umum perkalian (penjelasan dan contoh)","og_description":"Penjelasan sederhana tentang aturan perkalian umum, termasuk definisi dan beberapa contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/aturan-umum-perkalian\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-27T23:33:02+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/aturan-umum-perkalian\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/aturan-umum-perkalian\/","name":"Aturan umum perkalian (penjelasan dan contoh)","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-27T23:33:02+00:00","dateModified":"2023-07-27T23:33:02+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Penjelasan sederhana tentang aturan perkalian umum, termasuk definisi dan beberapa contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/aturan-umum-perkalian\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/aturan-umum-perkalian\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/aturan-umum-perkalian\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Aturan umum perkalian (penjelasan dan contoh)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1019"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1019"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1019\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1019"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1019"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1019"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}