{"id":1030,"date":"2023-07-27T22:19:47","date_gmt":"2023-07-27T22:19:47","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/kondisi-ada-10\/"},"modified":"2023-07-27T22:19:47","modified_gmt":"2023-07-27T22:19:47","slug":"kondisi-ada-10","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/kondisi-ada-10\/","title":{"rendered":"Kondisi 10% dalam statistik: definisi &amp; contoh"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Uji coba Bernoulli<\/strong> adalah eksperimen yang hanya memiliki dua kemungkinan hasil \u2013 \u201cberhasil\u201d atau \u201cgagal\u201d \u2013 dan probabilitas keberhasilannya sama setiap kali eksperimen dilakukan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh esai Bernoulli adalah lemparan koin. Koin hanya dapat mendarat pada dua kepala (kita mungkin menyebut kepala sebagai &#8220;pukulan&#8221; dan ekor sebagai &#8220;gagal&#8221;) dan probabilitas keberhasilan pada setiap pelemparan adalah 0,5, dengan asumsi koin tersebut adil.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Seringkali dalam statistik, ketika kita ingin menghitung probabilitas yang melibatkan lebih dari beberapa percobaan Bernoulli, kita menggunakan distribusi normal sebagai perkiraan. Namun, untuk melakukan hal ini kita harus berasumsi bahwa uji coba tersebut bersifat independen.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam kasus di mana uji coba <em>tidak<\/em> benar-benar independen, kita selalu dapat berasumsi bahwa uji coba tersebut independen jika ukuran sampel yang kita gunakan tidak melebihi 10% dari ukuran populasi. Ini disebut <strong>kondisi 10%<\/strong> .<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kondisi 10%:<\/strong> Selama ukuran sampel kurang dari atau sama dengan 10% dari ukuran populasi, kita selalu dapat berasumsi bahwa uji Bernoulli bersifat independen.<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<h3> <strong>Intuisi di balik kondisi 10%.<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk mengembangkan intuisi di balik kondisi 10%, perhatikan contoh berikut.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Asumsikan<\/span> <span style=\"color: #000000;\">proporsi sebenarnya siswa di kelas tertentu yang lebih memilih sepak bola daripada bola basket adalah 50%. Misalkan variabel acak <em>X<\/em> adalah jumlah siswa yang dipilih secara acak dalam 4 percobaan yang lebih menyukai sepak bola daripada bola basket. Katakanlah kita ingin memahami probabilitas bahwa 4 siswa yang dipilih secara acak lebih memilih sepak bola daripada bola basket.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika ukuran kelas kita adalah 20 siswa dan uji coba kita bersifat independen (misalnya, kita dapat mengambil sampel berulang dari seluruh 20 siswa), maka probabilitas setiap siswa lebih memilih sepak bola daripada bola basket dapat dihitung sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">P(Keempat siswa tersebut lebih menyukai sepak bola) = 10\/20 * 10\/20 * 10\/20 * 10\/20 = <strong>.0625<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, jika uji coba kami <em>tidak<\/em> independen (misalnya, setelah kami mengambil sampel seorang siswa, siswa tersebut tidak dapat dikembalikan ke kelas), maka probabilitas bahwa keempat siswa tersebut akan memilih sepak bola akan dihitung sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">P(Keempat siswa tersebut lebih menyukai sepak bola) = 10\/20 * 9\/19 * 8\/18 * 7\/17 = <strong>.0433<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kedua kemungkinan ini sangat berbeda. Misalkan dalam contoh ini, ukuran sampel kita (4 siswa) tidak kurang dari atau sama dengan 10% populasi (20 siswa), sehingga kita tidak dapat menggunakan kondisi 10%.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, perhatikan tabel berikut yang menunjukkan probabilitas bahwa 4 siswa yang dipilih secara acak akan menyukai sepak bola, berdasarkan ukuran kelas:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-10667 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/dixpourcentcondition1.png\" alt=\"10 persen menyatakan dalam statistik\" width=\"675\" height=\"122\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ketika ukuran sampel relatif terhadap ukuran populasi (misalnya &#8220;ukuran kelas&#8221; dalam contoh ini) berkurang, probabilitas yang dihitung antara uji coba independen dan uji coba non-independen semakin dekat.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bahwa ketika ukuran sampel tepat 10% dari ukuran populasi, perbedaan antara probabilitas uji coba independen dan uji non-independen relatif sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dan ketika ukuran sampel jauh lebih kecil dari 10% dari ukuran populasi (misalnya hanya 0,4% dari ukuran populasi pada baris terakhir tabel), probabilitas antara uji coba independen dan non-independen sangatlah dekat.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kondisi 10%<\/strong> menyatakan bahwa ukuran sampel kita harus kurang dari atau sama dengan 10% dari ukuran populasi agar dapat mengasumsikan bahwa serangkaian uji coba Bernoulli bersifat independen.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tentu saja, yang terbaik adalah ukuran sampel kita berada di bawah 10% dari ukuran populasi sehingga kesimpulan kita tentang populasi tersebut seakurat mungkin. Misalnya, kami lebih memilih ukuran sampel kami hanya 5% dari populasi, bukan 10%.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> Pengenalan distribusi normal<br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-binomial-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Pengenalan distribusi binomial<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/teorema-limit-pusat\/\">Pengantar Teorema Limit Pusat<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Uji coba Bernoulli adalah eksperimen yang hanya memiliki dua kemungkinan hasil \u2013 \u201cberhasil\u201d atau \u201cgagal\u201d \u2013 dan probabilitas keberhasilannya sama setiap kali eksperimen dilakukan. Contoh esai Bernoulli adalah lemparan koin. Koin hanya dapat mendarat pada dua kepala (kita mungkin menyebut kepala sebagai &#8220;pukulan&#8221; dan ekor sebagai &#8220;gagal&#8221;) dan probabilitas keberhasilan pada setiap pelemparan adalah 0,5, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kondisi 10% dalam statistik: definisi dan contoh<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang syarat 10% dalam statistika beserta definisi dan contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kondisi-ada-10\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kondisi 10% dalam statistik: definisi dan contoh\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang syarat 10% dalam statistika beserta definisi dan contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kondisi-ada-10\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-27T22:19:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/dixpourcentcondition1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kondisi-ada-10\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kondisi-ada-10\/\",\"name\":\"Kondisi 10% dalam statistik: definisi dan contoh\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-27T22:19:47+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-27T22:19:47+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Penjelasan sederhana tentang syarat 10% dalam statistika beserta definisi dan contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kondisi-ada-10\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/kondisi-ada-10\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kondisi-ada-10\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kondisi 10% dalam statistik: definisi &amp; contoh\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kondisi 10% dalam statistik: definisi dan contoh","description":"Penjelasan sederhana tentang syarat 10% dalam statistika beserta definisi dan contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/kondisi-ada-10\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kondisi 10% dalam statistik: definisi dan contoh","og_description":"Penjelasan sederhana tentang syarat 10% dalam statistika beserta definisi dan contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/kondisi-ada-10\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-27T22:19:47+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/dixpourcentcondition1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/kondisi-ada-10\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/kondisi-ada-10\/","name":"Kondisi 10% dalam statistik: definisi dan contoh","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-27T22:19:47+00:00","dateModified":"2023-07-27T22:19:47+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Penjelasan sederhana tentang syarat 10% dalam statistika beserta definisi dan contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/kondisi-ada-10\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/kondisi-ada-10\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/kondisi-ada-10\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kondisi 10% dalam statistik: definisi &amp; contoh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1030"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1030"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1030\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1030"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1030"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1030"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}