{"id":104,"date":"2023-08-05T10:46:17","date_gmt":"2023-08-05T10:46:17","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/petak-sebar\/"},"modified":"2023-08-05T10:46:17","modified_gmt":"2023-08-05T10:46:17","slug":"petak-sebar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/petak-sebar\/","title":{"rendered":"Plot sebar"},"content":{"rendered":"<p>Artikel ini menjelaskan apa itu plot sebar. Oleh karena itu, Anda akan menemukan kegunaan point cloud, cara membuat point cloud, cara menafsirkannya, dan contoh point cloud. <\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"%c2%bfque-es-un-diagrama-de-dispersion\"><\/span> Apa itu awan titik?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> <strong>Scatterplot<\/strong> , atau <strong>scatterplot<\/strong> , adalah jenis diagram statistik di mana kumpulan data dua variabel digambarkan pada dua sumbu koordinat Cartesian.<\/p>\n<p> Oleh karena itu, scatter plot digunakan untuk menganalisis hubungan antara dua variabel statistik. <\/p>\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/diagramme-de-dispersion.png\" alt=\"Plot sebar\" class=\"wp-image-2247\" width=\"226\" height=\"226\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/figure>\n<p> Scatterplot memiliki beberapa nama berbeda, seperti <strong>diagram korelasi<\/strong> atau <strong>scatterplot<\/strong> .<\/p>\n<p> Perlu dicatat bahwa diagram sebar dianggap sebagai salah satu alat dasar pengendalian kualitas, seperti halnya diagram Pareto, diagram sebab dan akibat, diagram alur, dll. <\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"como-hacer-un-diagrama-de-dispersion\"><\/span> Cara membuat plot pencar<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Untuk <strong>membuat plot sebar,<\/strong> Anda perlu mengikuti langkah-langkah berikut:<\/p>\n<ol style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Kumpulkan data statistik dari sampel yang ingin Anda analisis. Perlu diingat bahwa untuk membuat plot sebar, setidaknya harus ada dua variabel kuantitatif.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Plot kedua sumbu plot pencar.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Tentukan dua variabel statistik yang akan dibuat grafiknya.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Kalibrasi skala setiap sumbu grafik. Untuk melakukan ini, disarankan untuk terlebih dahulu mencari minimum dan maksimum setiap variabel dan, berdasarkan nilai-nilai ini, menskalakan setiap sumbu.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Mewakili setiap pasangan data pada diagram sebar dengan sebuah titik.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Menganalisis dan menafsirkan diagram sebar yang diperoleh.<\/span> <\/li>\n<\/ol>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"ejemplo-de-diagrama-de-dispersion\"><\/span> Contoh plot sebar<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Setelah melihat pengertian diagram sebar dan teori pembuatannya, bagian ini akan menyajikan diagram jenis ini sebagai contoh.<\/p>\n<ul>\n<li> Pada tabel frekuensi berikut, nilai matematika dan statistik dari sampel 20 siswa dikumpulkan sebagai data. Plot kumpulan data pada plot sebar dan analisis. <\/li>\n<\/ul>\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/exemples-de-paires-de-donnees.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2254\" width=\"453\" height=\"334\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/figure>\n<p> Untuk merepresentasikan rangkaian data dalam plot sebar, kita hanya perlu memplot dua sumbu, mengkalibrasinya, dan memplot sebuah titik pada grafik untuk setiap pasangan data. Ingatlah bahwa sebuah titik pada grafik ditempatkan pada perpotongan garis imajiner yang bersesuaian dengan masing-masing nilainya. <\/p>\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/exemple-de-nuage-de-points.png\" alt=\"contoh titik cloud\" class=\"wp-image-2256\" width=\"476\" height=\"296\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/figure>\n<p> Setiap sumbu plot sebar mewakili sebuah variabel. Lebih tepatnya, sumbu horizontal milik nilai yang diperoleh dalam matematika dan, sebaliknya, sumbu vertikal sesuai dengan nilai yang diperoleh dalam statistik.<\/p>\n<p> Terlihat dari scatterplot kedua variabel mempunyai korelasi positif, karena variabel yang satu meningkat seiring dengan kenaikan variabel yang lain. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa jika seorang siswa mendapat nilai matematika yang lebih baik, kemungkinan besar dia juga akan mendapat nilai statistik yang lebih baik, dan sebaliknya.<\/p>\n<p> Namun kesimpulan sebelumnya tidak berarti bahwa satu variabel menjadi penyebab variabel lainnya, karena memperoleh nilai bagus dalam matematika tidak serta merta menjamin mendapat nilai bagus dalam statistika tanpa melakukan apa pun, melainkan harus mempelajari kedua mata pelajaran tersebut. Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas lebih detail tentang konsep ini. <\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"el-diagrama-de-dispersion-y-la-correlacion\"><\/span> Plot sebar dan korelasinya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Dari diagram sebar, dimungkinkan untuk mengidentifikasi jenis korelasi antara dua variabel:<\/p>\n<ul style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Korelasi langsung (atau korelasi positif)<\/strong> : satu variabel meningkat ketika variabel lainnya juga meningkat.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Korelasi terbalik (atau korelasi negatif)<\/strong> : jika satu variabel meningkat maka variabel lainnya menurun, dan sebaliknya jika satu variabel menurun maka variabel lainnya meningkat.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Korelasi Nol (Tidak Ada Korelasi)<\/strong> : Tidak ada hubungan antara kedua variabel.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> Begitu pula korelasi kedua variabel bersifat langsung atau terbalik, korelasi tersebut juga dapat diklasifikasikan berdasarkan kuat lemahnya hubungan kedua variabel tersebut.<\/p>\n<ul style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:18px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Korelasi kuat:<\/strong> kedua variabel mempunyai hubungan yang erat. Titik-titik tersebut disatukan pada titik cloud. Hal ini memudahkan untuk mengidentifikasi hubungan antar variabel.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Korelasi rendah<\/strong> : Terdapat hubungan antara kedua variabel, namun sulit diidentifikasi. Titik-titiknya berjauhan satu sama lain di titik cloud.<\/span> <\/li>\n<\/ul>\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/types-de-correlation.png\" alt=\"diagram sebar dan korelasi antara dua variabel\" class=\"wp-image-1848\" width=\"662\" height=\"425\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/figure>\n<p> Di sisi lain, korelasi juga dapat dihitung secara numerik menggunakan rumus, sehingga Anda dapat mengetahui secara matematis seberapa erat hubungan dua variabel berbeda. Untuk melihat cara kerjanya, klik tautan berikut: <\/p>\n<div style=\"background-color:#FFFDE7; padding-top: 10px; padding-bottom: 10px; padding-right: 20px; padding-left: 30px; border: 2.5px dashed #FFB74D; border-radius:20px;\"> <span style=\"color:#ff951b\">\u27a4<\/span> <strong>Lihat:<\/strong> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-pearson-1\/\">koefisien korelasi<\/a><\/div>\n<p> Perlu diingat bahwa walaupun ada korelasi antara dua variabel, bukan berarti ada hubungan sebab akibat di antara keduanya, yaitu korelasi antara dua variabel tidak berarti bahwa perubahan pada satu variabel menjadi penyebab perubahan pada variabel yang lain. variabel.<\/p>\n<p> Jadi seperti scatterplot pada bagian sebelumnya, walaupun ada korelasi positif antara nilai matematika dan nilai statistika, namun mendapat nilai bagus di matematika bukan berarti mendapat nilai bagus di statistika, karena kalau hanya belajar matematika pasti gagal. dalam statistik. Oleh karena itu, kedua variabel tersebut saling berhubungan tetapi bukan sebab akibat.<\/p>\n<p> Untuk mengetahui lebih lanjut, Anda dapat melanjutkan postingan berikut ini: <\/p>\n<div style=\"background-color:#FFFDE7; padding-top: 10px; padding-bottom: 10px; padding-right: 20px; padding-left: 30px; border: 2.5px dashed #FFB74D; border-radius:20px;\"> <span style=\"color:#ff951b\">\u27a4<\/span> <strong>Lihat:<\/strong> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi\/\">Apa itu korelasi?<\/a> <\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"ventajas-y-desventajas-del-diagrama-de-dispersion\"><\/span> Kelebihan dan kekurangan point cloud<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Karena karakteristik scatterplot, grafik statistik jenis ini memiliki kelebihan dan kekurangan.<\/p>\n<p> <strong><u style=\"text-decoration-color:#FF8A05\">Keuntungan:<\/u><\/strong><\/p>\n<ul style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:12px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Merepresentasikan serangkaian data pada plot sebar cukup sederhana.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:12px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Plot sebar memungkinkan Anda menganalisis hubungan antara dua variabel secara visual, sehingga memudahkan dalam menarik kesimpulan.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Scatterplot juga dapat digunakan dalam studi statistik mendalam sebagai eksplorasi data awal.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <strong><u style=\"text-decoration-color:#FF8A05\">Kekurangan:<\/u><\/strong><\/p>\n<ul style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:12px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Diagram jenis ini tidak berguna untuk merepresentasikan variabel kualitatif.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:12px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Menafsirkan plot sebar dapat menyebabkan kesimpulan sebab dan akibat yang salah antara dua variabel.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Scatterplot tidak memungkinkan Anda menganalisis hubungan antara lebih dari dua variabel.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini menjelaskan apa itu plot sebar. Oleh karena itu, Anda akan menemukan kegunaan point cloud, cara membuat point cloud, cara menafsirkannya, dan contoh point cloud. Apa itu awan titik? Scatterplot , atau scatterplot , adalah jenis diagram statistik di mana kumpulan data dua variabel digambarkan pada dua sumbu koordinat Cartesian. Oleh karena itu, scatter [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>\u25b7 Diagram sebar: apa itu, bagaimana melakukannya, contoh...<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Di sini Anda akan mengetahui apa itu point cloud, kegunaan point cloud, cara membuatnya dan contoh point cloud.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/petak-sebar\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"\u25b7 Diagram sebar: apa itu, bagaimana melakukannya, contoh...\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di sini Anda akan mengetahui apa itu point cloud, kegunaan point cloud, cara membuatnya dan contoh point cloud.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/petak-sebar\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-08-05T10:46:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/diagramme-de-dispersion.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/petak-sebar\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/petak-sebar\/\",\"name\":\"\u25b7 Diagram sebar: apa itu, bagaimana melakukannya, contoh...\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-08-05T10:46:17+00:00\",\"dateModified\":\"2023-08-05T10:46:17+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Di sini Anda akan mengetahui apa itu point cloud, kegunaan point cloud, cara membuatnya dan contoh point cloud.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/petak-sebar\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/petak-sebar\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/petak-sebar\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Plot sebar\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"\u25b7 Diagram sebar: apa itu, bagaimana melakukannya, contoh...","description":"Di sini Anda akan mengetahui apa itu point cloud, kegunaan point cloud, cara membuatnya dan contoh point cloud.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/petak-sebar\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"\u25b7 Diagram sebar: apa itu, bagaimana melakukannya, contoh...","og_description":"Di sini Anda akan mengetahui apa itu point cloud, kegunaan point cloud, cara membuatnya dan contoh point cloud.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/petak-sebar\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-08-05T10:46:17+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/diagramme-de-dispersion.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/petak-sebar\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/petak-sebar\/","name":"\u25b7 Diagram sebar: apa itu, bagaimana melakukannya, contoh...","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-08-05T10:46:17+00:00","dateModified":"2023-08-05T10:46:17+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Di sini Anda akan mengetahui apa itu point cloud, kegunaan point cloud, cara membuatnya dan contoh point cloud.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/petak-sebar\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/petak-sebar\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/petak-sebar\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Plot sebar"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=104"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=104"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=104"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=104"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}