{"id":1040,"date":"2023-07-27T21:26:27","date_gmt":"2023-07-27T21:26:27","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/bias-agregasi\/"},"modified":"2023-07-27T21:26:27","modified_gmt":"2023-07-27T21:26:27","slug":"bias-agregasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/bias-agregasi\/","title":{"rendered":"Apa itu bias agregasi? (penjelasan &amp; contoh)"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Bias agregasi<\/span><\/strong> <span style=\"color: #000000;\">terjadi ketika tren yang diamati dalam data gabungan secara keliru diasumsikan juga berlaku pada titik data individual.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara termudah untuk memahami bias jenis ini adalah dengan mengambil contoh sederhana.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: bias agregasi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan peneliti ingin memahami hubungan antara rata-rata lama pendidikan dan rata-rata pendapatan rumah tangga di suatu negara bagian. Mereka memperoleh data gabungan untuk 4 kota berbeda di negara bagian tersebut dan menghitung korelasi antara rata-rata pendidikan dan pendapatan rata-rata rumah tangga.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ternyata <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-pearson-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">korelasi<\/a> antara rata-rata lama pendidikan dan rata-rata pendapatan rumah tangga adalah <strong>0,9632<\/strong> . Ini adalah koefisien korelasi yang sangat positif.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Para peneliti bahkan membuat diagram sebar untuk memvisualisasikan hubungan antara rata-rata lama pendidikan dan rata-rata pendapatan rumah tangga:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-10742\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/agregationbias1.png\" alt=\"\" width=\"490\" height=\"423\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tanpa benar-benar melihat data individu, mereka dapat mengeluarkan laporan yang menyatakan bahwa lamanya pendidikan berkorelasi sangat positif dengan pendapatan rumah tangga.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, misalkan seorang peneliti baru datang satu tahun kemudian dan memperoleh data mengenai masing-masing rumah tangga di kota yang sama. Misalkan dia membuat diagram sebar data berikut:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-10743 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/agregationbias2.png\" alt=\"Bias agregasi\" width=\"477\" height=\"430\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ia menghitung korelasi antara kedua variabel dan menemukan bahwa sebenarnya hanya sebesar <strong>0,1788<\/strong> \u2013 masih merupakan korelasi positif, namun tidak sekuat korelasi yang<\/span> <span style=\"color: #000000;\">ditemukan oleh peneliti sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ternyata ketika data tersebut dikumpulkan, data tersebut mencakup tren sebenarnya antara pendidikan dan pendapatan yang terjadi pada tingkat individu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Faktanya, ketika kita melihat kota demi kota dalam diagram sebar, hubungan antara pendidikan dan pendapatan sebenarnya negatif!<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-10744 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/agregationbias3.png\" alt=\"Contoh bias agregasi dalam statistik\" width=\"486\" height=\"423\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<h3> <strong>Pengaruh bias agregasi<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Bias agregasi cukup sering terjadi dalam penelitian hanya karena sering kali terjadi kesalahan asumsi bahwa tren yang muncul pada tingkat agregat pasti juga muncul pada tingkat individu. Sayangnya, hal ini tidak selalu terjadi, seperti yang ditunjukkan pada contoh sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Bias agregasi dapat menyebabkan hasil penelitian mengambil kesimpulan yang salah dan menyesatkan. Jenis bias ini sangat berbahaya jika menyangkut korelasi antar variabel.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sekalipun korelasi antara data agregat dua variabel adalah positif, korelasi mendasar antara kedua variabel pada tingkat observasi individual sebenarnya bisa berupa:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Korelasi negatif<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Tidak ada korelasi<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Korelasi positif<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara untuk menghindari bias jenis ini adalah dengan melakukan penelitian menggunakan titik data individual, bukan titik data agregat, sehingga Anda dapat menemukan hubungan sebenarnya antara dua variabel.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bias agregasi terjadi ketika tren yang diamati dalam data gabungan secara keliru diasumsikan juga berlaku pada titik data individual. Cara termudah untuk memahami bias jenis ini adalah dengan mengambil contoh sederhana. Contoh: bias agregasi Misalkan peneliti ingin memahami hubungan antara rata-rata lama pendidikan dan rata-rata pendapatan rumah tangga di suatu negara bagian. Mereka memperoleh data [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa itu bias agregasi? (Penjelasan dan contoh)<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang bias agregasi dalam statistik, beserta definisi dan beberapa contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/bias-agregasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa itu bias agregasi? (Penjelasan dan contoh)\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang bias agregasi dalam statistik, beserta definisi dan beberapa contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/bias-agregasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-27T21:26:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/agregationbias1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/bias-agregasi\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/bias-agregasi\/\",\"name\":\"Apa itu bias agregasi? (Penjelasan dan contoh)\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-27T21:26:27+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-27T21:26:27+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Penjelasan sederhana tentang bias agregasi dalam statistik, beserta definisi dan beberapa contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/bias-agregasi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/bias-agregasi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/bias-agregasi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa itu bias agregasi? (penjelasan &amp; contoh)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa itu bias agregasi? (Penjelasan dan contoh)","description":"Penjelasan sederhana tentang bias agregasi dalam statistik, beserta definisi dan beberapa contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/bias-agregasi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa itu bias agregasi? (Penjelasan dan contoh)","og_description":"Penjelasan sederhana tentang bias agregasi dalam statistik, beserta definisi dan beberapa contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/bias-agregasi\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-27T21:26:27+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/agregationbias1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/bias-agregasi\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/bias-agregasi\/","name":"Apa itu bias agregasi? (Penjelasan dan contoh)","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-27T21:26:27+00:00","dateModified":"2023-07-27T21:26:27+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Penjelasan sederhana tentang bias agregasi dalam statistik, beserta definisi dan beberapa contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/bias-agregasi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/bias-agregasi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/bias-agregasi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa itu bias agregasi? (penjelasan &amp; contoh)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1040"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1040"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1040\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1040"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1040"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1040"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}