{"id":1043,"date":"2023-07-27T21:14:19","date_gmt":"2023-07-27T21:14:19","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-dunnett\/"},"modified":"2023-07-27T21:14:19","modified_gmt":"2023-07-27T21:14:19","slug":"tes-dunnett","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-dunnett\/","title":{"rendered":"Cara menggunakan uji dunnett untuk beberapa perbandingan"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ANOVA (Analysis of Variance)<\/a> digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata tiga atau lebih kelompok independen.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika<\/span> nilai p <span style=\"color: #000000;\">dari ANOVA berada di bawah tingkat signifikansi tertentu yang dipilih, kita dapat menolak hipotesis nol dan menyimpulkan bahwa kita memiliki cukup bukti untuk mengatakan bahwa setidaknya salah satu mean kelompok berbeda dari mean kelompok lainnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, hal ini tidak memberi tahu kita kelompok <em>mana<\/em> yang berbeda satu sama lain. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa tidak semua rata-rata kelompok adalah sama. Untuk mengetahui secara pasti kelompok mana yang berbeda satu sama lain, kita perlu melakukan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-post-hoc-anova\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">uji post-hoc<\/a> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika salah satu kelompok dalam penelitian ini dianggap sebagai <em>kelompok kontrol<\/em> , maka kita harus menggunakan <strong>uji Dunnett<\/strong> sebagai uji post-hoc setelah ANOVA.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Tes Dunnett: definisi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan dua langkah berikut untuk melakukan tes Dunnett:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Temukan nilai kritis Dunnett.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pertama, kita perlu mencari nilai kritis Dunnett. Ini dihitung sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Nilai kritis Dunnett: t <sub>d<\/sub> \u221a <span style=\"border-top: 1px solid black;\">2MS <sub>w<\/sub> \/n<\/span><\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>t <sub>d<\/sub> :<\/strong> Nilai yang ditemukan dalam tabel Dunnett untuk tingkat alfa tertentu, jumlah kelompok, dan ukuran sampel kelompok.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>MS <sub>w<\/sub> :<\/strong> Kuadrat rata-rata \u201cdalam kelompok\u201d pada tabel keluaran ANOVA<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>n:<\/strong> Ukuran sampel kelompok<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Bandingkan perbedaan antara rata-rata kelompok dengan nilai kritis Dunnett.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, kami menghitung selisih absolut antara rata-rata tiap kelompok dan rata-rata kelompok kontrol. Jika selisihnya melebihi nilai kritis Dunnett, maka selisih tersebut dikatakan signifikan secara statistik.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut menunjukkan cara melakukan tes Dunnett dalam praktiknya.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Tes Dunnett: contoh<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan seorang guru ingin mengetahui apakah dua teknik belajar baru mempunyai potensi untuk meningkatkan nilai ujian siswanya. Untuk mengujinya, dia secara acak membagi kelasnya yang terdiri dari 30 siswa menjadi tiga kelompok berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Kelompok kontrol: 10 siswa<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Studi teknis baru 1: 10 siswa<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Studi teknis baru 2: 10 siswa<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Setelah seminggu menggunakan teknik belajar yang ditugaskan kepada mereka, setiap siswa mengikuti ujian yang sama. Hasilnya adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata nilai ujian kelompok kontrol: <strong>81,6<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata nilai ujian kelompok teknik belajar baru 1 : <strong>85,8<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai rata-rata ujian kelompok Teknik Studi Baru 2: <strong>87,7<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata kuadrat \u201cDalam Grup\u201d dalam tabel keluaran ANOVA: <strong>23.3<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan informasi ini, kita dapat melakukan uji Dunnett untuk menentukan apakah salah satu dari dua teknik belajar baru menghasilkan rata-rata nilai ujian yang berbeda secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Temukan nilai kritis Dunnett.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan menggunakan \u03b1 = 0,05, ukuran sampel kelompok n = 10, dan total kelompok = 3, tabel Dunnett memberitahu kita untuk menggunakan nilai <strong>2,57<\/strong> dalam menghitung nilai kritis.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-10782 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/dunnets1.png\" alt=\"Contoh penggunaan tabel Dunnett untuk beberapa perbandingan\" width=\"410\" height=\"347\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kemudian kita dapat memasukkan angka ini ke dalam rumus untuk mencari nilai kritis Dunnett:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Nilai kritis Dunnett:<\/strong> t <sub>d<\/sub> \u221a <span style=\"border-top: 1px solid black;\">2MS <sub>w<\/sub> \/n<\/span> = 2,57\u221a <span style=\"border-top: 1px solid black;\">2(23,3)\/10<\/span> = <strong>5,548<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Bandingkan perbedaan antara rata-rata kelompok dengan nilai kritis Dunnett.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perbedaan mutlak antara rata-rata setiap teknik penelitian dan kelompok kontrol adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Abs. perbedaan antara teknik baru 1 dan kontrol: |85.8 \u2013 81.6| = <strong>4.2<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Abs. perbedaan antara teknik baru 2 dan kontrol: |87.7 \u2013 81.6| = <strong>6.1<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hanya selisih mutlak antara teknik 2 dan kelompok kontrol yang lebih besar dari nilai kritis Dunnett sebesar <strong>5,548<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan demikian, kita dapat mengatakan bahwa teknik belajar baru #2 menghasilkan hasil ujian yang berbeda secara signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol, namun tidak demikian halnya dengan teknik belajar baru #1.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Pengantar ANOVA Satu Arah<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-post-hoc-anova\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Panduan Menggunakan Pengujian Post-Hoc dengan ANOVA<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-dunnetts-r\/\">Bagaimana melakukan tes Dunnett di R<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANOVA (Analysis of Variance) digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata tiga atau lebih kelompok independen. Jika nilai p dari ANOVA berada di bawah tingkat signifikansi tertentu yang dipilih, kita dapat menolak hipotesis nol dan menyimpulkan bahwa kita memiliki cukup bukti untuk mengatakan bahwa setidaknya salah satu mean kelompok berbeda [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara menggunakan uji Dunnett untuk beberapa perbandingan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang cara menggunakan uji Dunnet untuk beberapa uji perbandingan mengikuti ANOVA.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-dunnett\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara menggunakan uji Dunnett untuk beberapa perbandingan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang cara menggunakan uji Dunnet untuk beberapa uji perbandingan mengikuti ANOVA.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-dunnett\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-27T21:14:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/dunnets1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-dunnett\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-dunnett\/\",\"name\":\"Cara menggunakan uji Dunnett untuk beberapa perbandingan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-27T21:14:19+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-27T21:14:19+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Penjelasan sederhana tentang cara menggunakan uji Dunnet untuk beberapa uji perbandingan mengikuti ANOVA.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-dunnett\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-dunnett\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-dunnett\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara menggunakan uji dunnett untuk beberapa perbandingan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara menggunakan uji Dunnett untuk beberapa perbandingan","description":"Penjelasan sederhana tentang cara menggunakan uji Dunnet untuk beberapa uji perbandingan mengikuti ANOVA.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-dunnett\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara menggunakan uji Dunnett untuk beberapa perbandingan","og_description":"Penjelasan sederhana tentang cara menggunakan uji Dunnet untuk beberapa uji perbandingan mengikuti ANOVA.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-dunnett\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-27T21:14:19+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/dunnets1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-dunnett\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-dunnett\/","name":"Cara menggunakan uji Dunnett untuk beberapa perbandingan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-27T21:14:19+00:00","dateModified":"2023-07-27T21:14:19+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Penjelasan sederhana tentang cara menggunakan uji Dunnet untuk beberapa uji perbandingan mengikuti ANOVA.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-dunnett\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/tes-dunnett\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-dunnett\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara menggunakan uji dunnett untuk beberapa perbandingan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1043"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1043"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1043\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1043"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1043"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1043"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}