{"id":1044,"date":"2023-07-27T21:10:05","date_gmt":"2023-07-27T21:10:05","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-dunnetts-r\/"},"modified":"2023-07-27T21:10:05","modified_gmt":"2023-07-27T21:10:05","slug":"tes-dunnetts-r","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-dunnetts-r\/","title":{"rendered":"Bagaimana melakukan tes dunnett di r"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-post-hoc-anova\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Tes post hoc<\/a> adalah jenis tes yang dilakukan mengikuti <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ANOVA<\/a> untuk menentukan mean kelompok mana yang secara statistik berbeda secara signifikan satu sama lain.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika salah satu kelompok belajar dianggap sebagai <em>kelompok kontrol<\/em> , maka kita harus menggunakan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-dunnett\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">uji Dunnett<\/a> sebagai tes post-hoc.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini menjelaskan cara melakukan tes Dunnett di R.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: Tes Dunnett di R<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan seorang guru ingin mengetahui apakah dua teknik belajar baru mempunyai potensi untuk meningkatkan nilai ujian siswanya. Untuk mengujinya, dia secara acak membagi kelasnya yang terdiri dari 30 siswa menjadi tiga kelompok berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Kelompok kontrol: 10 siswa<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Studi teknis baru 1: 10 siswa<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Studi teknis baru 2: 10 siswa<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Setelah seminggu menggunakan teknik belajar yang ditugaskan kepada mereka, setiap siswa mengikuti ujian yang sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan langkah-langkah berikut dalam R untuk membuat kumpulan data, memvisualisasikan rata-rata kelompok, melakukan ANOVA satu arah, dan terakhir melakukan uji Dunnett untuk menentukan teknik studi baru mana (jika ada) yang menghasilkan hasil berbeda jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. .<\/span><\/p>\n<p> <strong><span style=\"color: #000000;\">Langkah 1: Buat kumpulan data.<\/span><\/strong><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara membuat kumpulan data yang berisi hasil ujian seluruh 30 siswa:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#create data frame<\/span>\ndata &lt;- data.frame(technique = <span style=\"color: #3366ff;\">rep<\/span> (c(\"control\", \"new1\", \"new2\"), <span style=\"color: #3366ff;\">each<\/span> = <span style=\"color: #008000;\">10<\/span> ),\n                   score = c(76, 77, 77, 81, 82, 82, 83, 84, 85, 89,\n                             81, 82, 83, 83, 83, 84, 87, 90, 92, 93,\n                             77, 78, 79, 88, 89, 90, 91, 95, 95, 98))\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view first six rows of data frame<\/span>\nhead(data)\n\n  technical score\n1 control 76\n2 controls 77\n3 controls 77\n4 controls 81\n5 controls 82\n6 controls 82\n<\/strong><\/pre>\n<p> <strong><span style=\"color: #000000;\">Langkah 2: Lihat hasil ujian untuk setiap kelompok.<\/span><\/strong><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara membuat diagram kotak untuk memvisualisasikan sebaran hasil ujian tiap kelompok:<\/span> <\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong>boxplot(score ~ technique,\n        data = data,\n        main = \"Exam Scores by Studying Technique\",\n        xlab = \"Studying Technique\",\n        ylab = \"Exam Scores\",\n        col = \"steelblue\",\n        border = \"black\")\n<\/strong><\/pre>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-10788 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/dunnettsr.png\" alt=\"\" width=\"378\" height=\"369\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari box plot saja kita dapat melihat bahwa sebaran nilai ujian untuk setiap teknik pembelajaran sangat berbeda-beda. Kami kemudian akan melakukan ANOVA satu arah untuk menentukan apakah perbedaan ini signifikan secara statistik.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Terkait:<\/strong> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/beberapa-plot-kotak-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Cara Membuat Plot Beberapa Plot Kotak dalam Satu Bagan di R<\/a><\/span><\/p>\n<p> <strong><span style=\"color: #000000;\">Langkah 3: Lakukan ANOVA satu arah.<\/span><\/strong><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara melakukan ANOVA satu arah untuk menguji perbedaan antara rata-rata nilai ujian di setiap kelompok:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#fit the one-way ANOVA model<\/span>\nmodel &lt;- aov(score ~ technique, data = data)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view model output\n<\/span>summary(model)\n\n            Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(&gt;F)  \ntechnical 2 211.5 105.73 3.415 0.0476 *\nResiduals 27 836.0 30.96                 \n---\nSignificant. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p keseluruhan ( <strong>0,0476<\/strong> ) kurang dari 0,05, hal ini menunjukkan bahwa setiap kelompok tidak memiliki rata-rata nilai ujian yang sama. Selanjutnya, kita akan melakukan tes Dunnett untuk menentukan teknik belajar mana yang menghasilkan rata-rata nilai ujian yang berbeda dari rata-rata nilai ujian kelompok kontrol.<\/span><\/p>\n<p> <strong><span style=\"color: #000000;\">Langkah 4: Lakukan tes Dunnett.<\/span><\/strong><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk melakukan pengujian Dunnett di R kita dapat menggunakan fungsi <strong>DunnettTest()<\/strong> dari perpustakaan <strong>DescTools<\/strong> yang menggunakan sintaks berikut:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Tes Dunnett (x, g)<\/strong><\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>x:<\/strong> vektor numerik dari nilai data (misalnya hasil ujian)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>g:<\/strong> Vektor yang menentukan nama kelompok (misalnya teknik belajar)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara menggunakan fungsi ini untuk contoh kita:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#load DescTools library<\/span>\nlibrary(DescTools)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#perform Dunnett's Test\n<\/span>DunnettTest(x=data$score, g=data$technique)\n\n  Dunnett's test for comparing several treatments with a control:  \n    95% family-wise confidence level\n\n$control\n             diff lwr.ci upr.ci pval    \nnew1-control 4.2 -1.6071876 10.00719 0.1787    \nnew2-control 6.4 0.5928124 12.20719 0.0296 *  \n\n---\nSignificant. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1' '1.' 0.1 ' ' 1<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara menafsirkan hasilnya adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata selisih nilai ujian antara teknik belajar baru 1 dan kelompok kontrol adalah <strong>4,2.<\/strong> Nilai p yang sesuai adalah <strong>0,1787<\/strong> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata selisih nilai ujian antara teknik belajar baru 2 dengan kelompok kontrol adalah <strong>6,4.<\/strong> Nilai p yang sesuai adalah <strong>0,0296<\/strong> .<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan hasil, kita dapat melihat bahwa mempelajari Teknik 2 adalah satu-satunya teknik yang menghasilkan nilai rata-rata ujian yang berbeda secara signifikan (p = 0,0296) dibandingkan dengan kelompok kontrol.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Pengantar ANOVA Satu Arah<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Bagaimana melakukan ANOVA satu arah di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-tukey-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Cara melakukan tes Tukey di R<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tes post hoc adalah jenis tes yang dilakukan mengikuti ANOVA untuk menentukan mean kelompok mana yang secara statistik berbeda secara signifikan satu sama lain. Jika salah satu kelompok belajar dianggap sebagai kelompok kontrol , maka kita harus menggunakan uji Dunnett sebagai tes post-hoc. Tutorial ini menjelaskan cara melakukan tes Dunnett di R. Contoh: Tes Dunnett [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara melakukan tes Dunnett di R - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan tes Dunnett di R, beserta sebuah contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-dunnetts-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara melakukan tes Dunnett di R - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan tes Dunnett di R, beserta sebuah contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-dunnetts-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-27T21:10:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/dunnettsr.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-dunnetts-r\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-dunnetts-r\/\",\"name\":\"Cara melakukan tes Dunnett di R - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-27T21:10:05+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-27T21:10:05+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan tes Dunnett di R, beserta sebuah contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-dunnetts-r\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-dunnetts-r\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-dunnetts-r\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bagaimana melakukan tes dunnett di r\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara melakukan tes Dunnett di R - Statorials","description":"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan tes Dunnett di R, beserta sebuah contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-dunnetts-r\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara melakukan tes Dunnett di R - Statorials","og_description":"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan tes Dunnett di R, beserta sebuah contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-dunnetts-r\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-27T21:10:05+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/dunnettsr.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-dunnetts-r\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-dunnetts-r\/","name":"Cara melakukan tes Dunnett di R - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-27T21:10:05+00:00","dateModified":"2023-07-27T21:10:05+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan tes Dunnett di R, beserta sebuah contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-dunnetts-r\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/tes-dunnetts-r\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-dunnetts-r\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bagaimana melakukan tes dunnett di r"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1044"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1044"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1044\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1044"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1044"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1044"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}