{"id":1069,"date":"2023-07-27T19:00:49","date_gmt":"2023-07-27T19:00:49","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-normalitas-multivariat-r\/"},"modified":"2023-07-27T19:00:49","modified_gmt":"2023-07-27T19:00:49","slug":"uji-normalitas-multivariat-r","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-normalitas-multivariat-r\/","title":{"rendered":"Cara melakukan uji normalitas multivariat di r"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Saat kita ingin menguji apakah suatu variabel terdistribusi normal atau tidak, kita dapat membuat <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/seseorang-membuat-penasaran-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">plot QQ<\/a> untuk memvisualisasikan distribusinya atau melakukan uji statistik formal seperti<a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-anderson-cheri-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">uji Anderson Darling<\/a> atau <a href=\"https:\/\/Statorials.org\/how-to-conduct-a-jarque-bera-test-in-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">uji Jarque-Bera<\/a> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, ketika kita ingin menguji apakah <em>beberapa<\/em> variabel terdistribusi normal sebagai suatu kelompok, kita perlu melakukan <strong>uji normalitas multivariat<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini menjelaskan cara melakukan uji normalitas multivariat berikut untuk kumpulan data tertentu di R:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">ujian Mardia<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Tes energi<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Tes kurtosis dan skewness multivariat<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Terkait:<\/strong> Jika kita ingin mengidentifikasi outlier dalam konteks multivariat, kita dapat menggunakan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/jarak-mahalanobis-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">jarak Mahalanobis<\/a> .<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh : Uji Mardia pada R<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Uji Mardia<\/strong> menentukan apakah suatu kelompok variabel mengikuti distribusi normal multivariat atau tidak. Hipotesis nol dan alternatif dari pengujian tersebut adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">H <sub>0<\/sub> (null): Variabel mengikuti distribusi normal multivariat.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">H <sub>a<\/sub> (alternatif): Variabel <em>tidak mengikuti<\/em> distribusi normal multivariat.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara melakukan pengujian ini di R menggunakan paket <strong>QuantPsyc<\/strong> :<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #993300;\">library<\/span> (QuantPsyc)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#create dataset\n<span style=\"color: #000000;\">set.seed(0)\n\ndata &lt;- data.frame(x1 = rnorm(50),\n                   x2 = rnorm(50),\n                   x3 = rnorm(50))<\/span>\n\n#perform Multivariate normality test\n<span style=\"color: #000000;\">mult.norm(data)$ <span style=\"color: #800080;\">mult.test\n\n<\/span><\/span><\/span>Beta-hat kappa p-val\nSkewness 1.630474 13.5872843 0.1926626\nKurtosis 13.895364 -0.7130395 0.4758213\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Fungsi <strong>mult.norm()<\/strong> menguji normalitas multivariat pada kemiringan dan kurtosis kumpulan data. Karena kedua nilai p tidak kurang dari 0,05, kami gagal menolak hipotesis nol dari pengujian tersebut. Kami tidak memiliki bukti bahwa ketiga variabel dalam kumpulan data kami tidak mengikuti distribusi multivariat.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: uji energi di R<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Uji<\/strong> <strong>energi<\/strong> adalah uji statistik lain yang menentukan apakah sekelompok variabel mengikuti distribusi normal multivariat atau tidak. Hipotesis nol dan alternatif dari pengujian tersebut adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">H <sub>0<\/sub> (null): Variabel mengikuti distribusi normal multivariat.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">H <sub>a<\/sub> (alternatif): Variabel <em>tidak mengikuti<\/em> distribusi normal multivariat.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara melakukan pengujian ini di R menggunakan paket <b>energi<\/b> :<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #993300;\">library<\/span> (energy)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#create dataset\n<span style=\"color: #000000;\">set.seed(0)\n\ndata &lt;- data.frame(x1 = rnorm(50),\n                   x2 = rnorm(50),\n                   x3 = rnorm(50))<\/span>\n\n#perform Multivariate normality test\n<span style=\"color: #000000;\">mvnorm.etest(data, R= <span style=\"color: #008000;\">100<\/span> )\n\n<\/span><\/span>Energy test of multivariate normality: estimated parameters\n\ndata: x, sample size 50, dimension 3, replicates 100\nE-statistic = 0.90923, p-value = 0.31\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai p dari tes ini adalah <strong>0,31<\/strong> . Karena angka ini tidak kurang dari 0,05, kami gagal menolak hipotesis nol pengujian tersebut. Kami tidak memiliki bukti bahwa ketiga variabel dalam kumpulan data kami tidak mengikuti distribusi multivariat.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><em><strong>Catatan:<\/strong> Argumen R=100 menentukan 100 replika yang dipetakan peningkatan untuk digunakan saat menjalankan pengujian. Untuk kumpulan data dengan ukuran sampel yang lebih kecil, Anda dapat meningkatkan jumlah ini untuk menghasilkan estimasi statistik pengujian yang lebih andal.<\/em><\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/seseorang-membuat-penasaran-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Cara membuat dan menafsirkan plot QQ di R<\/a><br \/><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-anderson-cheri-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Cara melakukan tes Anderson-Darling di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-melakukan-tes-jarque-bera-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Cara melakukan tes Jarque-Bera di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-shapiro-wilk-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Cara melakukan tes Shapiro-Wilk di R<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat kita ingin menguji apakah suatu variabel terdistribusi normal atau tidak, kita dapat membuat plot QQ untuk memvisualisasikan distribusinya atau melakukan uji statistik formal sepertiuji Anderson Darling atau uji Jarque-Bera . Namun, ketika kita ingin menguji apakah beberapa variabel terdistribusi normal sebagai suatu kelompok, kita perlu melakukan uji normalitas multivariat . Tutorial ini menjelaskan cara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara melakukan uji normalitas multivariat di R - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan uji normalitas multivariat di R, termasuk beberapa contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-normalitas-multivariat-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara melakukan uji normalitas multivariat di R - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan uji normalitas multivariat di R, termasuk beberapa contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-normalitas-multivariat-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-27T19:00:49+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-normalitas-multivariat-r\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-normalitas-multivariat-r\/\",\"name\":\"Cara melakukan uji normalitas multivariat di R - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-27T19:00:49+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-27T19:00:49+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan uji normalitas multivariat di R, termasuk beberapa contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-normalitas-multivariat-r\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-normalitas-multivariat-r\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-normalitas-multivariat-r\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara melakukan uji normalitas multivariat di r\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara melakukan uji normalitas multivariat di R - Statorials","description":"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan uji normalitas multivariat di R, termasuk beberapa contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-normalitas-multivariat-r\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara melakukan uji normalitas multivariat di R - Statorials","og_description":"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan uji normalitas multivariat di R, termasuk beberapa contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-normalitas-multivariat-r\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-27T19:00:49+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-normalitas-multivariat-r\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-normalitas-multivariat-r\/","name":"Cara melakukan uji normalitas multivariat di R - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-27T19:00:49+00:00","dateModified":"2023-07-27T19:00:49+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan uji normalitas multivariat di R, termasuk beberapa contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-normalitas-multivariat-r\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/uji-normalitas-multivariat-r\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-normalitas-multivariat-r\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara melakukan uji normalitas multivariat di r"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1069"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1069"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1069\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1069"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1069"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1069"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}