{"id":1093,"date":"2023-07-27T16:55:18","date_gmt":"2023-07-27T16:55:18","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-shapiro-wilk-r\/"},"modified":"2023-07-27T16:55:18","modified_gmt":"2023-07-27T16:55:18","slug":"tes-shapiro-wilk-r","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-shapiro-wilk-r\/","title":{"rendered":"Cara melakukan tes shapiro-wilk di r (dengan contoh)"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Uji Shapiro-Wilk<\/strong> merupakan uji normalitas. Ini digunakan untuk menentukan apakah suatu sampel berasal dari distribusi normal atau tidak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jenis pengujian ini berguna untuk menentukan apakah suatu kumpulan data berasal dari distribusi normal atau tidak, yang merupakan asumsi yang umum digunakan dalam banyak pengujian statistik, termasuk <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">regresi<\/a> , <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ANOVA<\/a> , <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-sampel-t\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">uji-t<\/a> , dan banyak lainnya. &#8216;yang lain.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat dengan mudah melakukan pengujian Shapiro-Wilk pada kumpulan data tertentu menggunakan fungsi bawaan berikut di R:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>shapiro.test(x)<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>x:<\/strong> vektor numerik dari nilai data.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Fungsi ini menghasilkan statistik uji <em>W<\/em> bersama dengan nilai p yang sesuai. Jika p-value kurang dari \u03b1 = 0,05, terdapat cukup bukti untuk mengatakan bahwa sampel tersebut bukan berasal dari populasi yang berdistribusi normal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><em><strong>Catatan:<\/strong> Ukuran sampel harus antara 3 dan 5.000 untuk menggunakan fungsi shapiro.test().<\/em><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini menunjukkan beberapa contoh penggunaan praktis fungsi ini.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 1: Uji Shapiro-Wilk pada data normal<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara melakukan pengujian Shapiro-Wilk pada kumpulan data dengan ukuran sampel n=100:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#make this example reproducible<\/span>\nset.seed(0)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#create dataset of 100 random values generated from a normal distribution<\/span>\ndata &lt;- rnorm(100)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#perform Shapiro-Wilk test for normality<\/span>\nshapiro.test(data)\n\n\tShapiro-Wilk normality test\n\ndata:data\nW = 0.98957, p-value = 0.6303\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai p dari tes tersebut ternyata <strong>0,6303<\/strong> . Karena nilai ini tidak kurang dari 0,05, maka kita dapat berasumsi bahwa data sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hasil ini seharusnya tidak mengejutkan karena kami membuat data sampel menggunakan fungsi rnorm(), yang menghasilkan nilai acak dari distribusi normal dengan mean = 0 dan standar deviasi = 1.<\/span><\/p>\n<p> <strong><span style=\"color: #000000;\">Terkait:<\/span><\/strong> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/dnorm-pnorm-rnorm-qnorm-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Panduan untuk dnorm, pnorm, qnorm dan rnorm di R<\/a><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami juga dapat membuat histogram untuk memverifikasi secara visual bahwa data sampel terdistribusi secara normal:<\/span> <\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong>hist(data, col=' <span style=\"color: #008000;\">steelblue<\/span> ')<\/strong> <\/pre>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-11164 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/shapiror1.png\" alt=\"Uji Shapiro-Wilk untuk normalitas pada R\" width=\"391\" height=\"401\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat melihat bahwa distribusinya berbentuk lonceng dengan puncak di tengah distribusi, yang merupakan ciri khas dari data yang berdistribusi normal.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 2: Uji Shapiro-Wilk pada data tidak normal<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara melakukan pengujian Shapiro-Wilk pada dataset dengan ukuran sampel n=100 yang nilainya dihasilkan secara acak dari <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-ikan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">distribusi Poisson<\/a> :<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#make this example reproducible<\/span>\nset.seed(0)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#create dataset of 100 random values generated from a Poisson distribution<\/span>\ndata &lt;- rpois(n=100, lambda=3)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#perform Shapiro-Wilk test for normality<\/span>\nshapiro.test(data)\n\n\tShapiro-Wilk normality test\n\ndata:data\nW = 0.94397, p-value = 0.0003393\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai p dari tes tersebut ternyata <strong>0,0003393<\/strong> . Karena nilai ini kurang dari 0,05, kita mempunyai cukup bukti untuk mengatakan bahwa data sampel <em>tidak<\/em> berasal dari populasi yang berdistribusi normal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hasil ini seharusnya tidak mengejutkan karena kami membuat data sampel menggunakan fungsi rpois(), yang menghasilkan nilai acak dari distribusi Poisson.<\/span><\/p>\n<p> <strong><span style=\"color: #000000;\">Terkait:<\/span><\/strong> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/ppois-ppois-qpois-rpois-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Panduan untuk dpois, ppois, qpois, dan rpois di R<\/a><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita juga dapat membuat histogram untuk melihat secara visual bahwa data sampel tidak terdistribusi secara normal:<\/span> <\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong>hist(data, col=' <span style=\"color: #008000;\">coral2<\/span> ')<\/strong> <\/pre>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-11165 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/shapiror2.png\" alt=\"Histogram uji Shapiro-Wilk di R\" width=\"386\" height=\"388\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat melihat bahwa distribusinya miring ke kanan dan tidak memiliki \u201cbentuk lonceng\u201d khas yang diasosiasikan dengan distribusi normal. Dengan demikian, histogram kami cocok dengan hasil uji Shapiro-Wilk dan menegaskan bahwa data sampel kami tidak berasal dari distribusi normal.<\/span><\/p>\n<h3> <strong>Apa yang harus dilakukan dengan data yang tidak normal<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kumpulan data tertentu <em>tidak<\/em> terdistribusi secara normal, kita sering kali dapat melakukan salah satu transformasi berikut untuk membuatnya lebih normal:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Transformasi log:<\/strong> ubah variabel respons dari y menjadi <strong>log(y)<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Transformasi akar kuadrat:<\/strong> Transformasikan variabel respon dari y menjadi <strong>\u221ay<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Transformasi akar pangkat tiga:<\/strong> ubah variabel respon dari y menjadi <strong>y <sup>1\/3<\/sup><\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan melakukan transformasi ini, variabel respon secara umum mendekati distribusi normal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Lihat <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/mengubah-data-menjadi-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">tutorial ini<\/a> untuk melihat cara melakukan transformasi ini dalam praktiknya.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-anderson-cheri-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Cara melakukan tes Anderson-Darling di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-kolmogorov-smirnov-sungai\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan tes Kolmogorov-Smirnov di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/shapiro-akan-menguji-python\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Cara Melakukan Tes Shapiro-Wilk dengan Python<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Uji Shapiro-Wilk merupakan uji normalitas. Ini digunakan untuk menentukan apakah suatu sampel berasal dari distribusi normal atau tidak. Jenis pengujian ini berguna untuk menentukan apakah suatu kumpulan data berasal dari distribusi normal atau tidak, yang merupakan asumsi yang umum digunakan dalam banyak pengujian statistik, termasuk regresi , ANOVA , uji-t , dan banyak lainnya. &#8216;yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Melakukan Tes Shapiro-Wilk di R (Dengan Contoh)<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan uji normalitas Shapiro-Wilk di R, termasuk beberapa contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-shapiro-wilk-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Melakukan Tes Shapiro-Wilk di R (Dengan Contoh)\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan uji normalitas Shapiro-Wilk di R, termasuk beberapa contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-shapiro-wilk-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-27T16:55:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/shapiror1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-shapiro-wilk-r\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-shapiro-wilk-r\/\",\"name\":\"Cara Melakukan Tes Shapiro-Wilk di R (Dengan Contoh)\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-27T16:55:18+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-27T16:55:18+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan uji normalitas Shapiro-Wilk di R, termasuk beberapa contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-shapiro-wilk-r\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-shapiro-wilk-r\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-shapiro-wilk-r\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara melakukan tes shapiro-wilk di r (dengan contoh)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Melakukan Tes Shapiro-Wilk di R (Dengan Contoh)","description":"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan uji normalitas Shapiro-Wilk di R, termasuk beberapa contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-shapiro-wilk-r\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Melakukan Tes Shapiro-Wilk di R (Dengan Contoh)","og_description":"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan uji normalitas Shapiro-Wilk di R, termasuk beberapa contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-shapiro-wilk-r\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-27T16:55:18+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/shapiror1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-shapiro-wilk-r\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-shapiro-wilk-r\/","name":"Cara Melakukan Tes Shapiro-Wilk di R (Dengan Contoh)","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-27T16:55:18+00:00","dateModified":"2023-07-27T16:55:18+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan uji normalitas Shapiro-Wilk di R, termasuk beberapa contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-shapiro-wilk-r\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/tes-shapiro-wilk-r\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-shapiro-wilk-r\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara melakukan tes shapiro-wilk di r (dengan contoh)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1093"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1093"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1093\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1093"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1093"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1093"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}