{"id":1096,"date":"2023-07-27T16:38:31","date_gmt":"2023-07-27T16:38:31","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-regresi-logistik\/"},"modified":"2023-07-27T16:38:31","modified_gmt":"2023-07-27T16:38:31","slug":"hipotesis-regresi-logistik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-regresi-logistik\/","title":{"rendered":"6 hipotesis regresi logistik (dengan contoh)"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Regresi logistik<\/strong> adalah metode yang dapat kita gunakan untuk menyesuaikan model regresi ketika <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-tanggapan-penjelas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">variabel responnya<\/a> adalah biner.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebelum menyesuaikan model ke kumpulan data, regresi logistik membuat asumsi berikut:<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Asumsi #1: variabel respon adalah biner<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Regresi logistik mengasumsikan bahwa variabel respon hanya memiliki dua kemungkinan hasil. Berikut beberapa contohnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">ya atau tidak<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Laki laki atau perempuan<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Berhasil atau gagal<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Tertulis atau tidak tertulis<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Ganas atau jinak<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Cara memeriksa asumsi ini:<\/strong> Cukup hitung jumlah hasil unik yang terjadi pada variabel respon. Jika terdapat lebih dari dua kemungkinan hasil, Anda perlu melakukan <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Ordinal_regression\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">regresi ordinal<\/a> .<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis #2: observasi bersifat independen<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Regresi logistik mengasumsikan bahwa observasi dalam kumpulan data tidak bergantung satu sama lain. Artinya, observasi tidak boleh berasal dari pengukuran berulang terhadap individu yang sama atau terkait satu sama lain dengan cara apa pun.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Cara menguji hipotesis ini:<\/strong> Cara paling sederhana untuk menguji hipotesis ini adalah dengan membuat plot residu terhadap waktu (yaitu urutan pengamatan) dan mengamati apakah terdapat tren acak atau tidak. Jika <em>tidak<\/em> ada pola acak, asumsi ini bisa dilanggar.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis #3: tidak terdapat multikolinearitas antar variabel penjelas<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Regresi logistik mengasumsikan bahwa tidak ada <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-multikolinearitas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">multikolinearitas<\/a> yang serius antara <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-tanggapan-penjelas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">variabel penjelas<\/a> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Multikolinearitas terjadi ketika dua atau lebih variabel penjelas berkorelasi tinggi satu sama lain, sehingga tidak memberikan informasi unik atau independen dalam model regresi. Jika tingkat korelasi antar variabel cukup tinggi, hal ini dapat menimbulkan masalah saat menyesuaikan dan menafsirkan model.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, Anda ingin melakukan regresi logistik menggunakan <strong>lompatan vertikal maksimum<\/strong> sebagai variabel respons dan variabel berikut sebagai variabel penjelas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Ukuran pemain<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Ukuran pemain<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Berjam-jam dihabiskan untuk berlatih per hari<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam hal ini, <strong>tinggi badan<\/strong> dan <strong>ukuran sepatu<\/strong> kemungkinan besar berkorelasi karena orang yang lebih tinggi cenderung memiliki ukuran sepatu yang lebih besar. Artinya multikolinearitas kemungkinan besar akan menjadi masalah jika kita menggunakan kedua variabel tersebut dalam regresi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Cara memeriksa asumsi ini:<\/strong> Cara paling umum untuk mendeteksi multikolinearitas adalah dengan menggunakan variance inflasi faktor (VIF), yang mengukur korelasi dan kekuatan korelasi antar variabel prediktor dalam model regresi. Lihat <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-multikolinearitas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">tutorial ini<\/a> untuk penjelasan mendetail tentang cara menghitung dan menafsirkan nilai VIF.<\/span><\/p>\n<h3> <strong>Asumsi #4: Tidak ada outlier yang ekstrim<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Regresi logistik mengasumsikan bahwa tidak ada outlier ekstrim atau observasi yang berpengaruh dalam kumpulan data.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Cara memeriksa asumsi ini:<\/strong> Cara paling umum untuk menguji outlier ekstrem dan observasi berpengaruh dalam kumpulan data adalah dengan menghitung <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-mengidentifikasi-titik-data-yang-berpengaruh-menggunakan-jarak-juru-masak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">jarak Cook<\/a> untuk setiap observasi. Jika memang terdapat outlier, Anda dapat memilih untuk (1) menghapusnya, (2) menggantinya dengan nilai seperti mean atau median, atau (3) menyimpannya dalam model namun mencatatnya saat melaporkan regresi. . hasil.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis #5: Terdapat hubungan linier antara variabel penjelas dan logit variabel respon<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Regresi logistik mengasumsikan adanya hubungan linier antara setiap variabel penjelas dan logit variabel respon. Ingatlah bahwa logit didefinisikan sebagai:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Logit(p) = log(p \/ (1-p)) dengan p adalah probabilitas hasil positif.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Cara menguji hipotesis ini:<\/strong> Cara termudah untuk mengetahui apakah hipotesis ini benar adalah dengan menggunakan uji Box-Tidwell.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Asumsi #6: Ukuran sampel cukup besar<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> Regresi logistik mengasumsikan bahwa ukuran sampel kumpulan data cukup besar untuk menarik kesimpulan yang valid dari model regresi logistik yang sesuai.<\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Cara memeriksa hipotesis ini:<\/strong> Sebagai aturan praktis, Anda harus memiliki minimal 10 kasus dengan hasil paling jarang untuk setiap variabel penjelas. Misalnya, jika Anda memiliki 3 variabel penjelas dan probabilitas yang diharapkan dari hasil yang paling jarang terjadi adalah 0,20, maka Anda harus memiliki ukuran sampel minimal (10*3) \/ 0,20 = <strong>150<\/strong> .<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Asumsi Regresi Logistik vs. Regresi linier<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berbeda dengan regresi linier, regresi logistik tidak memerlukan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Hubungan linier antara variabel penjelas dan variabel respon.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Residual model akan berdistribusi normal.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Residual harus memiliki varian yang konstan, disebut juga <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-heteroskedastisitas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">homoskedastisitas<\/a> .<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <strong><span style=\"color: #000000;\">Terkait:<\/span><\/strong> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/asumsi-regresi-linier\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Empat Asumsi Regresi Linier<\/a><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/contoh-nyata-regresi-logistik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">4 Contoh Penggunaan Regresi Logistik dalam Kehidupan Nyata<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-logistik-spss\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Cara melakukan regresi logistik di SPSS<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-logistik-unggul\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Cara Melakukan Regresi Logistik di Excel<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-regresi-logistik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Cara melakukan regresi logistik di Stata<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Regresi logistik adalah metode yang dapat kita gunakan untuk menyesuaikan model regresi ketika variabel responnya adalah biner. Sebelum menyesuaikan model ke kumpulan data, regresi logistik membuat asumsi berikut: Asumsi #1: variabel respon adalah biner Regresi logistik mengasumsikan bahwa variabel respon hanya memiliki dua kemungkinan hasil. Berikut beberapa contohnya: ya atau tidak Laki laki atau perempuan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>6 hipotesis regresi logistik (dengan contoh)<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan enam asumsi regresi logistik, dengan beberapa contoh untuk masing-masing asumsi.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-regresi-logistik\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"6 hipotesis regresi logistik (dengan contoh)\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan enam asumsi regresi logistik, dengan beberapa contoh untuk masing-masing asumsi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-regresi-logistik\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-27T16:38:31+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-regresi-logistik\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-regresi-logistik\/\",\"name\":\"6 hipotesis regresi logistik (dengan contoh)\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-27T16:38:31+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-27T16:38:31+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan enam asumsi regresi logistik, dengan beberapa contoh untuk masing-masing asumsi.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-regresi-logistik\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-regresi-logistik\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-regresi-logistik\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"6 hipotesis regresi logistik (dengan contoh)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"6 hipotesis regresi logistik (dengan contoh)","description":"Tutorial ini menjelaskan enam asumsi regresi logistik, dengan beberapa contoh untuk masing-masing asumsi.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-regresi-logistik\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"6 hipotesis regresi logistik (dengan contoh)","og_description":"Tutorial ini menjelaskan enam asumsi regresi logistik, dengan beberapa contoh untuk masing-masing asumsi.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-regresi-logistik\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-27T16:38:31+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-regresi-logistik\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-regresi-logistik\/","name":"6 hipotesis regresi logistik (dengan contoh)","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-27T16:38:31+00:00","dateModified":"2023-07-27T16:38:31+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan enam asumsi regresi logistik, dengan beberapa contoh untuk masing-masing asumsi.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-regresi-logistik\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-regresi-logistik\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-regresi-logistik\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"6 hipotesis regresi logistik (dengan contoh)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1096"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1096"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1096\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1096"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1096"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1096"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}