{"id":1099,"date":"2023-07-27T16:27:00","date_gmt":"2023-07-27T16:27:00","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-di-sungai\/"},"modified":"2023-07-27T16:27:00","modified_gmt":"2023-07-27T16:27:00","slug":"pengukuran-berulang-anova-di-sungai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-di-sungai\/","title":{"rendered":"Bagaimana melakukan pengukuran berulang anova di r"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-pengukuran-berulang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ANOVA pengukuran berulang<\/a> digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata tiga kelompok atau lebih di mana subjek yang sama muncul di setiap kelompok.<\/span><\/p>\n<p data-slot-rendered-dynamic=\"true\"> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA pengukuran berulang satu arah di R.<\/span><\/p>\n<h3 data-slot-rendered-dynamic=\"true\"> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: Pengukuran Berulang ANOVA di R<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Para peneliti ingin mengetahui apakah empat obat berbeda menyebabkan waktu reaksi berbeda. Untuk mengujinya, mereka mengukur waktu reaksi lima pasien terhadap empat obat berbeda. Karena setiap pasien diukur pada masing-masing empat obat, kami akan menggunakan ANOVA pengukuran berulang untuk menentukan apakah waktu reaksi rata-rata berbeda antar obat.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Gunakan langkah-langkah berikut untuk melakukan pengukuran berulang ANOVA di R.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Masukkan datanya.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pertama, kita akan membuat bingkai data untuk menampung data kita:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#create data<\/span>\ndf &lt;- data.frame(patient= <span style=\"color: #3366ff;\">rep<\/span> (1:5, <span style=\"color: #008000;\">each<\/span> =4),\n                 drug= <span style=\"color: #3366ff;\">rep<\/span> (1:4, <span style=\"color: #008000;\">times<\/span> =5),\n                 response=c(30, 28, 16, 34,\n                            14, 18, 10, 22,\n                            24, 20, 18, 30,\n                            38, 34, 20, 44,\n                            26, 28, 14, 30))\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view data<\/span>\ndf\n\n   patient drug response\n1 1 1 30\n2 1 2 28\n3 1 3 16\n4 1 4 34\n5 2 1 14\n6 2 2 18\n7 2 3 10\n8 2 4 22\n9 3 1 24\n10 3 2 20\n11 3 3 18\n12 3 4 30\n13 4 1 38\n14 4 2 34\n15 4 3 20\n16 4 4 44\n17 5 1 26\n18 5 2 28\n19 5 3 14\n20 5 4 30<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Lakukan tindakan berulang ANOVA.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, kita akan melakukan pengukuran berulang ANOVA menggunakan fungsi <strong>aov()<\/strong> :<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #008080;\">#fit repeated measures ANOVA model<\/span>\nmodel &lt;- aov(response~ <span style=\"color: #008000;\">factor<\/span> (drug)+ <span style=\"color: #008000;\">Error<\/span> ( <span style=\"color: #008000;\">factor<\/span> (patient)), data = df)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view model summary<\/span>\nsummary(model)\n<\/span>\nError: factor(patient)\n          Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(&gt;F)\nResiduals 4 680.8 170.2               \n\nError: Within\n             Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(&gt;F)    \nfactor(drug) 3 698.2 232.7 24.76 1.99e-05 ***\nResiduals 12 112.8 9.4                     \n---\nSignificant. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3: Interpretasikan hasilnya.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">ANOVA pengukuran berulang menggunakan hipotesis nol dan alternatif berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis nol (H <sub>0<\/sub> ):<\/strong> \u00b5 <sub>1<\/sub> = \u00b5 <sub>2<\/sub> = \u00b5 <sub>3<\/sub> (rata-rata populasi semuanya sama)<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis alternatif: (Ha):<\/strong> setidaknya satu rata-rata populasi berbeda dari rata-rata populasi lainnya<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam contoh ini, statistik uji F adalah <strong>24,76<\/strong> dan nilai p yang sesuai adalah <strong>1,99e-05<\/strong> . Karena nilai p ini kurang dari 0,05, kami menolak hipotesis nol dan menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik dalam waktu respons rata-rata antara keempat obat.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 4: Laporkan hasilnya.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Terakhir, kami akan melaporkan hasil pengukuran ANOVA yang kami lakukan berulang kali.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut ini contoh cara melakukan ini:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">ANOVA pengukuran berulang satu arah dilakukan pada lima orang untuk menguji pengaruh empat obat berbeda pada waktu respons.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis obat yang digunakan menghasilkan perbedaan waktu respons yang signifikan secara statistik (F(3, 12) = 24,76, p &lt;0,001).<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-pengukuran-berulang\/\">Pengukuran berulang ANOVA: definisi, rumus dan contoh<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-mengulangi-pengukuran-dengan-tangan\/\">Cara Melakukan ANOVA Pengukuran Berulang Secara Manual<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-python\/\">Cara Melakukan Tindakan Berulang ANOVA dengan Python<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-excel\/\">Cara Melakukan ANOVA Pengukuran Berulang di Excel<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-spss\/\">Cara Melakukan Pengukuran Berulang ANOVA di SPSS<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-stata\/\">Bagaimana melakukan pengukuran berulang ANOVA di Stata<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANOVA pengukuran berulang digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata tiga kelompok atau lebih di mana subjek yang sama muncul di setiap kelompok. Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA pengukuran berulang satu arah di R. Contoh: Pengukuran Berulang ANOVA di R Para peneliti ingin mengetahui apakah empat obat berbeda menyebabkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bagaimana melakukan pengukuran berulang ANOVA di R - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan pengukuran berulang ANOVA di R, dengan sebuah contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-di-sungai\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bagaimana melakukan pengukuran berulang ANOVA di R - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan pengukuran berulang ANOVA di R, dengan sebuah contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-di-sungai\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-27T16:27:00+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-di-sungai\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-di-sungai\/\",\"name\":\"Bagaimana melakukan pengukuran berulang ANOVA di R - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-27T16:27:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-27T16:27:00+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan pengukuran berulang ANOVA di R, dengan sebuah contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-di-sungai\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-di-sungai\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-di-sungai\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bagaimana melakukan pengukuran berulang anova di r\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bagaimana melakukan pengukuran berulang ANOVA di R - Statorials","description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan pengukuran berulang ANOVA di R, dengan sebuah contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-di-sungai\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Bagaimana melakukan pengukuran berulang ANOVA di R - Statorials","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan pengukuran berulang ANOVA di R, dengan sebuah contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-di-sungai\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-27T16:27:00+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-di-sungai\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-di-sungai\/","name":"Bagaimana melakukan pengukuran berulang ANOVA di R - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-27T16:27:00+00:00","dateModified":"2023-07-27T16:27:00+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan pengukuran berulang ANOVA di R, dengan sebuah contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-di-sungai\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-di-sungai\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-di-sungai\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bagaimana melakukan pengukuran berulang anova di r"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1099"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1099"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1099\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1099"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1099"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1099"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}