{"id":1145,"date":"2023-07-27T12:35:01","date_gmt":"2023-07-27T12:35:01","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/kurtosis-asimetri-di-sungai\/"},"modified":"2023-07-27T12:35:01","modified_gmt":"2023-07-27T12:35:01","slug":"kurtosis-asimetri-di-sungai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/kurtosis-asimetri-di-sungai\/","title":{"rendered":"Cara menghitung skewness &amp; kurtosis di r"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam statistik, <strong>skewness<\/strong> dan <strong>kurtosis<\/strong> adalah dua cara untuk mengukur bentuk suatu distribusi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Skewness<\/strong> adalah ukuran kemiringan suatu distribusi. Nilai ini bisa positif atau negatif.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Kemiringan negatif menunjukkan bahwa ekornya berada di sisi kiri distribusi, yang mengarah ke nilai yang lebih negatif.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Kemiringan positif menunjukkan bahwa ekornya berada di sisi kanan distribusi, yang mengarah ke nilai yang lebih positif.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai nol menunjukkan tidak adanya asimetri dalam distribusi, artinya distribusi tersebut simetris sempurna.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kurtosis<\/strong> merupakan ukuran apakah suatu distribusi tergolong berat atau ringan dibandingkan dengan distribusi normal .<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Kurtosis berdistribusi normal adalah 3.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Jika suatu distribusi mempunyai kurtosis kurang dari 3, maka dikatakan <em>playkurtic<\/em> , artinya distribusi tersebut cenderung menghasilkan outlier yang lebih sedikit dan tidak ekstrim dibandingkan distribusi normal.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Jika suatu distribusi mempunyai kurtosis lebih besar dari 3 maka dikatakan <em>leptokurtik<\/em> , artinya cenderung menghasilkan lebih banyak outlier dibandingkan distribusi normal.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan:<\/strong> Beberapa rumus (definisi Fisher) mengurangkan 3 dari kurtosis agar lebih mudah dibandingkan dengan distribusi normal. Dengan menggunakan definisi ini, suatu distribusi akan memiliki kurtosis yang lebih besar daripada distribusi normal jika nilai kurtosisnya lebih besar dari 0.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini menjelaskan cara menghitung skewness dan kurtosis dari kumpulan data tertentu di R.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: Skewness dan Flattening di R<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita memiliki kumpulan data berikut:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong>data = c(88, 95, 92, 97, 96, 97, 94, 86, 91, 95, 97, 88, 85, 76, 68)\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat dengan cepat memvisualisasikan distribusi nilai dalam kumpulan data ini dengan membuat histogram:<\/span> <\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong>hist(data, col=' <span style=\"color: #008000;\">steelblue<\/span> ')<\/strong> <\/pre>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-11471 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/biaisr1.png\" alt=\"Kemiringan dan kurtosis pada R\" width=\"440\" height=\"440\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Histogram menunjukkan kepada kita bahwa distribusinya tampak condong ke kiri. Artinya, sebagian besar nilai terkonsentrasi di sisi kanan distribusi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk menghitung skewness dan kurtosis dari dataset ini, kita dapat menggunakan fungsi <strong>skewness()<\/strong> dan <strong>kurtosis()<\/strong> dari perpustakaan <strong>momen<\/strong> di R:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #993300;\">library<\/span> (moments)\n<\/span><\/span><span style=\"color: #008080;\">\n#calculate skewness<\/span>\nskewness(data)\n\n[1] -1.391777\n\n<span style=\"color: #008080;\">#calculate kurtosis<\/span>\nkurtosis(data)\n\n[1] 4.177865\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Skewnessnya ternyata <strong>-1.391777<\/strong> dan kurtosisnya jadi <b>4.177865<\/b> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena kemiringannya negatif, hal ini menunjukkan bahwa distribusinya miring ke kiri. Ini menegaskan apa yang kita lihat di histogram.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena kurtosisnya lebih besar dari 3, hal ini menunjukkan bahwa distribusi tersebut memiliki nilai yang lebih banyak di bagian ekor dibandingkan dengan distribusi normal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pustaka <strong>momen<\/strong> juga menawarkan fungsi <strong>jarque.test()<\/strong> , yang melakukan uji kesesuaian yang menentukan apakah data sampel menunjukkan kemiringan dan kurtosis yang konsisten dengan distribusi normal. Hipotesis nol dan alternatif dari pengujian ini adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis nol<\/strong> : Kumpulan data memiliki skewness dan kurtosis yang sesuai dengan distribusi normal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis alternatif<\/strong> : Dataset memiliki kemiringan dan kurtosis yang <em>tidak sesuai<\/em> dengan distribusi normal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara melakukan tes ini:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <span style=\"color: #000000;\"><strong>jarque.test(data)\n\n\tJarque-Bera Normality Test\n\ndata:data\nJB = 5.7097, p-value = 0.05756\nalternative hypothesis: greater\n<\/strong><\/span><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai p dari tes tersebut ternyata <strong>0,05756<\/strong> . Karena nilai ini tidak kurang dari \u03b1 = 0,05, kita gagal menolak hipotesis nol. Kami tidak memiliki cukup bukti untuk mengatakan bahwa kumpulan data ini memiliki skewness dan kurtosis yang berbeda dari distribusi normal.<\/span><\/p>\n<p> <em><span style=\"color: #000000;\">Anda dapat menemukan dokumentasi lengkap <strong>Moments<\/strong> Library <a href=\"https:\/\/cran.r-project.org\/web\/packages\/moments\/moments.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini<\/a> .<\/span><\/em><\/p>\n<h3> <strong>Bonus: kalkulator kemiringan dan kurtosis<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Anda juga dapat menghitung kemiringan untuk kumpulan data tertentu menggunakan<\/span> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Kalkulator Skewness dan Kurtosis Statistik<\/a> <span style=\"color: #000000;\">, yang secara otomatis menghitung kemiringan dan kurtosis untuk kumpulan data tertentu.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam statistik, skewness dan kurtosis adalah dua cara untuk mengukur bentuk suatu distribusi. Skewness adalah ukuran kemiringan suatu distribusi. Nilai ini bisa positif atau negatif. Kemiringan negatif menunjukkan bahwa ekornya berada di sisi kiri distribusi, yang mengarah ke nilai yang lebih negatif. Kemiringan positif menunjukkan bahwa ekornya berada di sisi kanan distribusi, yang mengarah ke [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara menghitung skewness dan kurtosis di R - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung skewness dan kurtosis untuk dataset tertentu di R, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kurtosis-asimetri-di-sungai\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara menghitung skewness dan kurtosis di R - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung skewness dan kurtosis untuk dataset tertentu di R, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kurtosis-asimetri-di-sungai\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-27T12:35:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/biaisr1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kurtosis-asimetri-di-sungai\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kurtosis-asimetri-di-sungai\/\",\"name\":\"Cara menghitung skewness dan kurtosis di R - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-27T12:35:01+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-27T12:35:01+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung skewness dan kurtosis untuk dataset tertentu di R, dengan beberapa contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kurtosis-asimetri-di-sungai\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/kurtosis-asimetri-di-sungai\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kurtosis-asimetri-di-sungai\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara menghitung skewness &amp; kurtosis di r\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara menghitung skewness dan kurtosis di R - Statorials","description":"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung skewness dan kurtosis untuk dataset tertentu di R, dengan beberapa contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/kurtosis-asimetri-di-sungai\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara menghitung skewness dan kurtosis di R - Statorials","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung skewness dan kurtosis untuk dataset tertentu di R, dengan beberapa contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/kurtosis-asimetri-di-sungai\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-27T12:35:01+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/biaisr1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/kurtosis-asimetri-di-sungai\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/kurtosis-asimetri-di-sungai\/","name":"Cara menghitung skewness dan kurtosis di R - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-27T12:35:01+00:00","dateModified":"2023-07-27T12:35:01+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung skewness dan kurtosis untuk dataset tertentu di R, dengan beberapa contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/kurtosis-asimetri-di-sungai\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/kurtosis-asimetri-di-sungai\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/kurtosis-asimetri-di-sungai\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara menghitung skewness &amp; kurtosis di r"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1145"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1145"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1145\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1145"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1145"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1145"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}