{"id":1162,"date":"2023-07-27T11:05:15","date_gmt":"2023-07-27T11:05:15","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-linier\/"},"modified":"2023-07-27T11:05:15","modified_gmt":"2023-07-27T11:05:15","slug":"analisis-diskriminan-linier","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-linier\/","title":{"rendered":"Pengantar analisis diskriminan linier"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ketika kita memiliki sekumpulan variabel prediktor dan ingin mengklasifikasikan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-tanggapan-penjelas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">variabel respons<\/a> ke dalam salah satu dari dua kelas, biasanya kita menggunakan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-logistik-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">regresi logistik<\/a> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita dapat menggunakan regresi logistik dalam skenario berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Kami ingin menggunakan <em>skor kredit<\/em> dan <em>saldo bank<\/em> untuk memprediksi apakah pelanggan tertentu akan gagal membayar pinjaman. (Variabel respons = \u201cDefault\u201d atau \u201cTidak ada default\u201d)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, ketika variabel respon mempunyai lebih dari dua kemungkinan kelas, kita umumnya lebih suka menggunakan metode yang dikenal sebagai <strong>analisis diskriminan linier<\/strong> , yang sering disebut LDA.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita dapat menggunakan LDA dalam skenario berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Kami ingin menggunakan <em>poin per game<\/em> dan <em>rebound per game<\/em> untuk memprediksi apakah pemain bola basket sekolah menengah tertentu akan diterima di salah satu dari tiga sekolah: Divisi 1, Divisi 2, atau Divisi 3.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Meskipun model LDA dan regresi logistik digunakan untuk <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-vs.-klasifikasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">klasifikasi<\/a> , ternyata LDA jauh lebih stabil daripada regresi logistik ketika membuat prediksi untuk beberapa kelas dan oleh karena itu merupakan algoritma yang lebih disukai untuk digunakan ketika variabel respons dapat mengambil lebih dari dua kelas.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">LDA juga berfungsi paling baik ketika ukuran sampel kecil dibandingkan dengan regresi logistik, menjadikannya metode yang disukai ketika Anda tidak dapat mengumpulkan sampel dalam jumlah besar.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Cara membuat model LDA<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">LDA membuat asumsi berikut pada kumpulan data tertentu:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>(1)<\/strong> Nilai setiap variabel prediktor berdistribusi normal . Artinya, jika kita membuat histogram untuk memvisualisasikan distribusi nilai untuk prediktor tertentu, histogram tersebut secara kasar akan berbentuk \u201clonceng\u201d.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>(2)<\/strong> Setiap variabel prediktor mempunyai <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/penjelasan-sederhana-tentang-cara-menafsirkan-varians\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">varians<\/a> yang sama. Hal ini hampir tidak pernah terjadi pada data di dunia nyata, itulah sebabnya kami biasanya menskalakan setiap variabel agar memiliki mean dan varians yang sama sebelum benar-benar menyesuaikan model LDA.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Setelah hipotesis ini diverifikasi, LDA kemudian memperkirakan nilai-nilai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03bc <sub>k<\/sub><\/strong> : Rata-rata seluruh observasi latihan kelas <sup>k<\/sup> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03c3 <sup>2<\/sup><\/strong> : Rata-rata tertimbang varians sampel untuk masing-masing kelas <em>k<\/em> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03c0 <sub>k<\/sub><\/strong> : Proporsi observasi latihan yang dimiliki kelas <sup>k<\/sup> .<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">LDA kemudian memasukkan angka-angka ini ke dalam rumus berikut dan menugaskan setiap observasi X = x ke kelas yang rumusnya menghasilkan nilai terbesar:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>d <sub>k<\/sub> (x) = x * (\u03bc <sub>k<\/sub> \/\u03c3 <sup>2<\/sup> ) \u2013 (\u03bc <sub>k<\/sub> <sup>2<\/sup> \/2\u03c3 <sup>2<\/sup> ) + log(\u03c0 <sub>k<\/sub> )<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bahwa LDA memiliki nama <em>linier<\/em> karena nilai yang dihasilkan oleh fungsi di atas berasal dari hasil <em>fungsi linier<\/em> x.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Bagaimana mempersiapkan data untuk LDA<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pastikan data Anda memenuhi persyaratan berikut sebelum menerapkan model LDA ke dalamnya:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Variabel respon bersifat kategorikal<\/strong> . Model LDA dirancang untuk digunakan pada masalah klasifikasi, yaitu variabel respon dapat ditempatkan ke dalam kelas atau kategori.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Variabel prediktor mengikuti distribusi normal<\/strong> . Pertama, verifikasi bahwa setiap variabel prediktor berdistribusi normal. Jika tidak, Anda dapat memilih untuk <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/mengubah-data-menjadi-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">mengubah data terlebih dahulu<\/a> agar distribusinya lebih normal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Setiap variabel prediktor mempunyai variansi yang sama<\/strong> . Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, LDA mengasumsikan bahwa setiap variabel prediktor memiliki varian yang sama. Karena hal ini jarang terjadi dalam praktiknya, sebaiknya skalakan setiap variabel dalam kumpulan data sedemikian rupa sehingga memiliki rata-rata 0 dan deviasi standar 1.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>4. Perhitungkan outlier ekstrim.<\/strong> Pastikan untuk memeriksa outlier ekstrem dalam kumpulan data sebelum menerapkan LDA. Biasanya, Anda dapat memeriksa outlier secara visual hanya dengan menggunakan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kumis-kotak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">plot kotak<\/a> atau plot sebar.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh penggunaan analisis diskriminan linier<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Model LDA diterapkan di berbagai domain dalam kehidupan nyata. Berikut beberapa contohnya:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><b>1. Pemasaran<\/b> . Perusahaan ritel sering menggunakan LDA untuk mengklasifikasikan pembeli ke dalam salah satu dari beberapa kategori. Misalnya, mereka dapat membuat model LDA untuk memprediksi apakah pembeli tertentu akan termasuk dalam kelompok pembelanja rendah, sedang, atau tinggi menggunakan variabel prediktor seperti <em>pendapatan<\/em> , <em>total pengeluaran tahunan,<\/em> dan <i>ukuran rumah tangga<\/i> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Medis<\/strong> . Rumah sakit dan tim peneliti medis sering menggunakan LDA untuk memprediksi apakah sekelompok sel abnormal tertentu cenderung menyebabkan penyakit ringan, sedang, atau berat.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Pengembangan produk<\/strong> . Perusahaan dapat membuat model LDA untuk memprediksi apakah konsumen tertentu akan menggunakan produknya setiap hari, mingguan, bulanan, atau tahunan, berdasarkan berbagai variabel prediktor seperti <em>jenis kelamin<\/em> , <em>pendapatan tahunan<\/em> , dan <em>frekuensi penggunaan produk serupa<\/em> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>4. Ekologi.<\/strong> Para peneliti dapat membuat model LDA untuk memprediksi apakah terumbu karang tertentu akan memiliki kesehatan keseluruhan yang baik, sedang, buruk, atau terancam punah, berdasarkan berbagai variabel prediktor seperti <em>ukuran<\/em> , <em>kontaminasi tahunan<\/em> , dan <em>kehilangan<\/em> . <em>usia<\/em> .<\/span><\/p>\n<h3> <strong><span style=\"color: #000000;\">LDA dalam R dan Python<\/span><\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut memberikan contoh langkah demi langkah tentang cara melakukan analisis diskriminan linier dalam R dan Python:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-linier-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Analisis Diskriminan Linier di R (langkah demi langkah)<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-linier-dengan-python\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Analisis Diskriminan Linier dengan Python (Langkah demi Langkah)<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika kita memiliki sekumpulan variabel prediktor dan ingin mengklasifikasikan variabel respons ke dalam salah satu dari dua kelas, biasanya kita menggunakan regresi logistik . Misalnya, kita dapat menggunakan regresi logistik dalam skenario berikut: Kami ingin menggunakan skor kredit dan saldo bank untuk memprediksi apakah pelanggan tertentu akan gagal membayar pinjaman. (Variabel respons = \u201cDefault\u201d atau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengantar Analisis Diskriminan Linier - Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini memberikan pengenalan analisis diskriminan linier, termasuk beberapa contoh dunia nyata.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-linier\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengantar Analisis Diskriminan Linier - Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini memberikan pengenalan analisis diskriminan linier, termasuk beberapa contoh dunia nyata.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-linier\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-27T11:05:15+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-linier\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-linier\/\",\"name\":\"Pengantar Analisis Diskriminan Linier - Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-27T11:05:15+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-27T11:05:15+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini memberikan pengenalan analisis diskriminan linier, termasuk beberapa contoh dunia nyata.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-linier\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-linier\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-linier\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengantar analisis diskriminan linier\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengantar Analisis Diskriminan Linier - Statologi","description":"Tutorial ini memberikan pengenalan analisis diskriminan linier, termasuk beberapa contoh dunia nyata.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-linier\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pengantar Analisis Diskriminan Linier - Statologi","og_description":"Tutorial ini memberikan pengenalan analisis diskriminan linier, termasuk beberapa contoh dunia nyata.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-linier\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-27T11:05:15+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-linier\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-linier\/","name":"Pengantar Analisis Diskriminan Linier - Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-27T11:05:15+00:00","dateModified":"2023-07-27T11:05:15+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini memberikan pengenalan analisis diskriminan linier, termasuk beberapa contoh dunia nyata.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-linier\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-linier\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-linier\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengantar analisis diskriminan linier"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1162"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1162"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1162\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1162"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1162"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1162"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}