{"id":1167,"date":"2023-07-27T10:36:37","date_gmt":"2023-07-27T10:36:37","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-kuadrat\/"},"modified":"2023-07-27T10:36:37","modified_gmt":"2023-07-27T10:36:37","slug":"analisis-diskriminan-kuadrat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-kuadrat\/","title":{"rendered":"Pengantar analisis diskriminan kuadrat"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ketika kita memiliki sekumpulan variabel prediktor dan ingin mengklasifikasikan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-tanggapan-penjelas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">variabel respons<\/a> ke dalam salah satu dari dua kelas, biasanya kita menggunakan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-logistik-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">regresi logistik<\/a> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, ketika variabel respon mempunyai lebih dari dua kemungkinan kelas, kita biasanya menggunakan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-linier\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">analisis diskriminan linier<\/a> , yang sering disebut LDA.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">LDA mengasumsikan bahwa <strong>(1)<\/strong> observasi di setiap kelas berdistribusi normal dan <strong>(2)<\/strong> observasi di setiap kelas memiliki matriks kovarians yang sama. Dengan menggunakan asumsi ini, LDA kemudian menemukan nilai-nilai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03bc <sub>k<\/sub><\/strong> : Rata-rata seluruh observasi latihan pada kelas ke- <sup>k<\/sup> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03c3 <sup>2<\/sup><\/strong> : Rata-rata tertimbang varians sampel untuk masing-masing kelas <em>k<\/em> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03c0 <sub>k<\/sub><\/strong> : Proporsi observasi latihan yang dimiliki kelas ke- <sup>k<\/sup> .<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">LDA kemudian memasukkan angka-angka ini ke dalam rumus berikut dan menugaskan setiap observasi X = x ke kelas yang rumusnya menghasilkan nilai terbesar:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>d <sub>k<\/sub> (x) = x * (\u03bc <sub>k<\/sub> \/\u03c3 <sup>2<\/sup> ) \u2013 (\u03bc <sub>k<\/sub> <sup>2<\/sup> \/2\u03c3 <sup>2<\/sup> ) + log(\u03c0 <sub>k<\/sub> )<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">LDA mempunyai nama <em>linier<\/em> karena nilai yang dihasilkan fungsi di atas berasal dari hasil <em>fungsi linier<\/em> x.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perpanjangan dari analisis diskriminan linier adalah <strong>analisis diskriminan kuadrat<\/strong> , sering disebut QDA.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Metode ini mirip dengan LDA dan juga mengasumsikan bahwa observasi setiap kelas berdistribusi normal, namun tidak mengasumsikan bahwa setiap kelas memiliki matriks kovarians yang sama. Sebaliknya, QDA mengasumsikan bahwa setiap kelas memiliki matriks kovariansnya sendiri.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan kata lain, diasumsikan observasi kelas <sup>k<\/sup> berbentuk X ~ N(\u03bc <sub>k<\/sub> , \u03a3 <sub>k<\/sub> ).<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan menggunakan asumsi ini, QDA kemudian menemukan nilai-nilai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03bc <sub>k<\/sub><\/strong> : Rata-rata seluruh observasi latihan kelas <sup>k<\/sup> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03a3 <sub>k<\/sub> :<\/strong> Matriks kovarians kelas <sup>ke-k<\/sup> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03c0 <sub>k<\/sub><\/strong> : Proporsi observasi latihan yang dimiliki kelas ke- <sup>k<\/sup> .<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">QDA kemudian memasukkan angka-angka ini ke dalam rumus berikut dan menugaskan setiap observasi X = x ke kelas yang rumusnya menghasilkan nilai terbesar:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>D <sub>k<\/sub> (x) = -1\/2*(x-\u03bc <sub>k<\/sub> ) <sup>T<\/sup> \u03a3 <sub>k<\/sub> <sup>-1<\/sup> (x-\u03bc <sub>k<\/sub> ) \u2013 1\/2*log|\u03a3 <sub>k<\/sub> | + catatan( <sub>\u03c0k<\/sub> )<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bahwa QDA memiliki nama <em>kuadrat<\/em> karena nilai yang dihasilkan oleh fungsi di atas berasal dari hasil <em>fungsi kuadrat<\/em> x.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>LDA vs QDA: Kapan Menggunakan Salah Satunya<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perbedaan utama antara LDA dan QDA adalah LDA mengasumsikan bahwa setiap kelas berbagi matriks kovarians, menjadikannya pengklasifikasi yang kurang fleksibel dibandingkan QDA.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hal ini berarti bahwa ia memiliki variansi yang rendah, yaitu ia akan melakukan hal yang sama pada kumpulan data pelatihan yang berbeda.<\/span> <span style=\"color: #000000;\">Kelemahannya adalah jika asumsi bahwa kelas <em>K<\/em> memiliki kovarians yang sama salah, maka LDA mungkin mengalami <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kompromi-varians-bias\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">bias yang tinggi<\/a> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">QDA umumnya lebih disukai daripada LDA dalam situasi berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>(1)<\/strong> Set pelatihannya besar.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>(2)<\/strong> Kecil kemungkinannya kelas <em>K<\/em> memiliki matriks kovarians yang sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kondisi tersebut terpenuhi, QDA cenderung berkinerja lebih baik karena lebih fleksibel dan dapat beradaptasi dengan data dengan lebih baik.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Bagaimana mempersiapkan data untuk QDA<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pastikan data Anda memenuhi persyaratan berikut sebelum menerapkan model QDA ke dalamnya:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Variabel respon bersifat kategorikal<\/strong> . Model QDA dirancang untuk digunakan pada <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-vs.-klasifikasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">masalah klasifikasi<\/a> , yaitu ketika variabel respon dapat ditempatkan ke dalam kelas atau kategori.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Observasi pada setiap kelas mengikuti distribusi normal<\/strong> . Pertama, periksa apakah distribusi nilai di setiap kelas kira-kira terdistribusi normal. Jika tidak, Anda dapat memilih untuk <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/mengubah-data-menjadi-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">mengubah data terlebih dahulu<\/a> agar distribusinya lebih normal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Perhitungkan outlier ekstrim.<\/strong> Pastikan untuk memeriksa outlier ekstrem dalam kumpulan data sebelum menerapkan LDA. Biasanya, Anda dapat memeriksa outlier secara visual hanya dengan menggunakan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kumis-kotak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">plot kotak<\/a> atau plot sebar.<\/span><\/p>\n<h3> <strong>QDA dalam R dan Python<\/strong><\/h3>\n<p> Tutorial berikut memberikan contoh langkah demi langkah tentang cara melakukan analisis diskriminan kuadrat dalam R dan Python:<\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-kuadrat-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Analisis Diskriminan Kuadrat dalam R (langkah demi langkah)<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-kuadrat-dengan-python\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Analisis Diskriminan Kuadrat dengan Python (Langkah demi Langkah)<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika kita memiliki sekumpulan variabel prediktor dan ingin mengklasifikasikan variabel respons ke dalam salah satu dari dua kelas, biasanya kita menggunakan regresi logistik . Namun, ketika variabel respon mempunyai lebih dari dua kemungkinan kelas, kita biasanya menggunakan analisis diskriminan linier , yang sering disebut LDA. LDA mengasumsikan bahwa (1) observasi di setiap kelas berdistribusi normal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengantar Analisis Diskriminan Kuadrat - Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini memberikan pengenalan analisis diskriminan kuadrat, metode yang umum digunakan dalam pembelajaran mesin.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-kuadrat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengantar Analisis Diskriminan Kuadrat - Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini memberikan pengenalan analisis diskriminan kuadrat, metode yang umum digunakan dalam pembelajaran mesin.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-kuadrat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-27T10:36:37+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-kuadrat\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-kuadrat\/\",\"name\":\"Pengantar Analisis Diskriminan Kuadrat - Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-27T10:36:37+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-27T10:36:37+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini memberikan pengenalan analisis diskriminan kuadrat, metode yang umum digunakan dalam pembelajaran mesin.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-kuadrat\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-kuadrat\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-kuadrat\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengantar analisis diskriminan kuadrat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengantar Analisis Diskriminan Kuadrat - Statologi","description":"Tutorial ini memberikan pengenalan analisis diskriminan kuadrat, metode yang umum digunakan dalam pembelajaran mesin.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-kuadrat\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pengantar Analisis Diskriminan Kuadrat - Statologi","og_description":"Tutorial ini memberikan pengenalan analisis diskriminan kuadrat, metode yang umum digunakan dalam pembelajaran mesin.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-kuadrat\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-27T10:36:37+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-kuadrat\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-kuadrat\/","name":"Pengantar Analisis Diskriminan Kuadrat - Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-27T10:36:37+00:00","dateModified":"2023-07-27T10:36:37+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini memberikan pengenalan analisis diskriminan kuadrat, metode yang umum digunakan dalam pembelajaran mesin.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-kuadrat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-kuadrat\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-diskriminan-kuadrat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengantar analisis diskriminan kuadrat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1167"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1167"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1167\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1167"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1167"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1167"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}