{"id":1202,"date":"2023-07-27T07:44:59","date_gmt":"2023-07-27T07:44:59","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-komponen-utama\/"},"modified":"2023-07-27T07:44:59","modified_gmt":"2023-07-27T07:44:59","slug":"regresi-komponen-utama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-komponen-utama\/","title":{"rendered":"Pengantar regresi komponen utama"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Salah satu masalah paling umum yang akan Anda temui saat membuat model adalah <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-multikolinearitas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">multikolinearitas<\/a> . Hal ini terjadi ketika dua atau lebih variabel prediktor dalam kumpulan data berkorelasi tinggi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika hal ini terjadi, model tertentu mungkin dapat menyesuaikan dengan kumpulan data pelatihan dengan baik, namun kemungkinan besar performa model tersebut akan buruk pada kumpulan data baru yang belum pernah dilihat karena model tersebut <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pembelajaran-mesin-yang-berlebihan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">terlalu cocok dengan<\/a> kumpulan data pelatihan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Salah satu cara untuk menghindari overfitting adalah dengan menggunakan beberapa jenis metode <strong>pemilihan subset<\/strong> seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pilihan-subset-terbaik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Pilihan subset terbaik<\/a><\/li>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/seleksi-secara-bertahap\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Seleksi bertahap<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Metode ini berupaya menghilangkan prediktor yang tidak relevan dari model sehingga hanya prediktor terpenting yang mampu memprediksi variasi variabel respons yang tersisa di model akhir.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara lain untuk menghindari overfitting adalah dengan menggunakan beberapa jenis metode <strong>regularisasi<\/strong> seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-punggungan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Regresi puncak<\/a><\/li>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-laso\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Regresi laso<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Metode ini berupaya untuk membatasi atau <em>mengatur<\/em> koefisien suatu model untuk mengurangi varians dan dengan demikian menghasilkan model yang mampu melakukan generalisasi dengan baik pada data baru.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pendekatan yang sama sekali berbeda untuk menangani multikolinearitas dikenal sebagai <strong>reduksi dimensi<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Metode pengurangan dimensi yang umum dikenal sebagai <strong>regresi komponen utama<\/strong> , yang cara kerjanya sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1.<\/strong> Asumsikan <sub>kumpulan<\/sub> data tertentu berisi <em>p<\/em> <sub>prediktor<\/sub> <sub>:<\/sub><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2.<\/strong> Hitung Z <sub>1<\/sub> , \u2026 , Z <sub>M<\/sub> sebagai kombinasi linier <em>M<\/em> dari prediktor <em>p<\/em> asli.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><sub>Z<\/sub> <sub>m<\/sub> <sub>=<\/sub> <sub>\u03a3\u03a6<\/sub> <sub>jm<\/sub> <sub>_<\/sub><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Z <sub>1<\/sub> adalah kombinasi linier dari prediktor yang menangkap varians sebanyak mungkin.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Z <sub>2<\/sub> adalah kombinasi linier berikutnya dari prediktor yang menangkap varian terbanyak namun <em>ortogonal<\/em> (yaitu, tidak berkorelasi) dengan Z <sub>1<\/sub> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Z <sub>3<\/sub> kemudian merupakan kombinasi linier berikutnya dari prediktor yang menangkap varian terbanyak namun ortogonal terhadap Z <sub>2<\/sub> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Dan seterusnya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>3.<\/strong> Gunakan metode kuadrat terkecil untuk menyesuaikan model regresi linier dengan menggunakan komponen utama <em>M<\/em> pertama Z <sub>1<\/sub> , \u2026, Z <sub>M<\/sub> sebagai prediktor.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Istilah <strong>reduksi dimensi<\/strong> berasal dari kenyataan bahwa metode ini hanya harus memperkirakan koefisien M+1 dan bukan koefisien p+1, dimana M &lt; p.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan kata lain, <em>dimensi<\/em> permasalahan telah dikurangi dari p+1 menjadi M+1.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam banyak kasus di mana terdapat multikolinearitas dalam kumpulan data, regresi komponen utama mampu menghasilkan model yang dapat menggeneralisasi data baru dengan lebih baik dibandingkan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">regresi linier berganda<\/a> konvensional.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah-Langkah Melakukan Regresi Komponen Utama<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam praktiknya, langkah-langkah berikut digunakan untuk melakukan regresi komponen utama:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Standarisasikan prediktor.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pertama, kami biasanya membakukan data sedemikian rupa sehingga setiap variabel prediktor memiliki nilai rata-rata 0 dan deviasi standar 1. Hal ini mencegah satu prediktor memiliki pengaruh yang terlalu besar, terutama jika diukur dalam satuan yang berbeda (c yaitu, jika <sub>1<\/sub> diukur dalam inci). dan X <sub>2<\/sub> diukur dalam yard).<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Menghitung komponen utama dan melakukan regresi linier dengan menggunakan komponen utama sebagai prediktor.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, kita menghitung komponen utama dan menggunakan metode kuadrat terkecil untuk menyesuaikan model regresi linier dengan menggunakan komponen utama <em>M<\/em> pertama Z <sub>1<\/sub> , \u2026, Z <sub>M<\/sub> sebagai prediktor.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Putuskan berapa banyak komponen utama yang harus disimpan.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, kami menggunakan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/k-lipat-validasi-silang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">validasi silang k-fold<\/a> untuk menemukan jumlah komponen utama yang optimal untuk dipertahankan dalam model. Jumlah komponen utama yang \u201coptimal\u201d untuk dipertahankan umumnya adalah jumlah yang menghasilkan mean square error (MSE) terendah dalam pengujian.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Keuntungan dan Kerugian Regresi Komponen Utama<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Regresi komponen utama (PCR) menawarkan <strong>keuntungan<\/strong> sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">PCR cenderung bekerja dengan baik ketika komponen utama pertama mampu menangkap sebagian besar variasi prediktor serta hubungannya dengan variabel respon.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">PCR dapat bekerja dengan baik meskipun variabel prediktornya sangat berkorelasi, karena PCR menghasilkan komponen utama yang ortogonal (yaitu tidak berkorelasi) satu sama lain.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">PCR tidak mengharuskan Anda memilih variabel prediktor mana yang akan dikeluarkan dari model karena setiap komponen utama menggunakan kombinasi linier dari semua variabel prediktor.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">PCR dapat digunakan ketika terdapat lebih banyak variabel prediktor daripada observasi, tidak seperti regresi linier berganda.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, PCR memiliki <strong>kelemahan:<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">PCR tidak memperhitungkan variabel respon ketika memutuskan komponen utama mana yang akan dipertahankan atau dihilangkan. Sebaliknya, pendekatan ini hanya mempertimbangkan besarnya varians antara variabel prediktor yang ditangkap oleh komponen utama. Ada kemungkinan bahwa dalam beberapa kasus, komponen utama yang memiliki perbedaan terbesar tidak dapat memprediksi variabel respon dengan baik.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam praktiknya, kami menyesuaikan berbagai jenis model (PCR, Ridge, Lasso, regresi linier berganda, dll.) dan menggunakan validasi silang k-fold untuk mengidentifikasi model yang menghasilkan uji MSE terendah pada data baru.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika terdapat multikolinearitas pada kumpulan data asli (hal ini sering terjadi), kinerja PCR cenderung lebih baik dibandingkan regresi kuadrat terkecil biasa. Namun, ada baiknya untuk menyesuaikan beberapa model berbeda sehingga Anda dapat mengidentifikasi model mana yang paling baik dalam menggeneralisasi data yang tidak terlihat.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Regresi Komponen Utama dalam R &amp; Python<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menunjukkan cara melakukan regresi komponen utama dalam R dan Python:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-komponen-utama-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Regresi Komponen Utama di R (Langkah demi Langkah)<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-komponen-utama-dengan-python\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Regresi Komponen Utama dengan Python (Langkah demi Langkah)<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu masalah paling umum yang akan Anda temui saat membuat model adalah multikolinearitas . Hal ini terjadi ketika dua atau lebih variabel prediktor dalam kumpulan data berkorelasi tinggi. Jika hal ini terjadi, model tertentu mungkin dapat menyesuaikan dengan kumpulan data pelatihan dengan baik, namun kemungkinan besar performa model tersebut akan buruk pada kumpulan data [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengantar Regresi Komponen Utama<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini memberikan pengenalan singkat tentang regresi komponen utama, sebuah teknik umum yang digunakan dalam pembelajaran mesin.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-komponen-utama\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengantar Regresi Komponen Utama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini memberikan pengenalan singkat tentang regresi komponen utama, sebuah teknik umum yang digunakan dalam pembelajaran mesin.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-komponen-utama\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-27T07:44:59+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-komponen-utama\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-komponen-utama\/\",\"name\":\"Pengantar Regresi Komponen Utama\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-27T07:44:59+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-27T07:44:59+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini memberikan pengenalan singkat tentang regresi komponen utama, sebuah teknik umum yang digunakan dalam pembelajaran mesin.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-komponen-utama\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-komponen-utama\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-komponen-utama\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengantar regresi komponen utama\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengantar Regresi Komponen Utama","description":"Tutorial ini memberikan pengenalan singkat tentang regresi komponen utama, sebuah teknik umum yang digunakan dalam pembelajaran mesin.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-komponen-utama\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pengantar Regresi Komponen Utama","og_description":"Tutorial ini memberikan pengenalan singkat tentang regresi komponen utama, sebuah teknik umum yang digunakan dalam pembelajaran mesin.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-komponen-utama\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-27T07:44:59+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-komponen-utama\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-komponen-utama\/","name":"Pengantar Regresi Komponen Utama","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-27T07:44:59+00:00","dateModified":"2023-07-27T07:44:59+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini memberikan pengenalan singkat tentang regresi komponen utama, sebuah teknik umum yang digunakan dalam pembelajaran mesin.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-komponen-utama\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-komponen-utama\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-komponen-utama\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengantar regresi komponen utama"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1202"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1202"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1202\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1202"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1202"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1202"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}