{"id":1206,"date":"2023-07-27T07:23:11","date_gmt":"2023-07-27T07:23:11","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-komponen-utama-di-r\/"},"modified":"2023-07-27T07:23:11","modified_gmt":"2023-07-27T07:23:11","slug":"regresi-komponen-utama-di-r","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-komponen-utama-di-r\/","title":{"rendered":"Regresi komponen utama di r (langkah demi langkah)"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mengingat sekumpulan variabel prediktor <em>p<\/em> dan variabel respons, <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">regresi linier berganda<\/a> menggunakan metode yang dikenal sebagai kuadrat terkecil untuk meminimalkan jumlah sisa kuadrat (RSS):<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>RSS = \u03a3(y <sub>saya<\/sub> \u2013 \u0177 <sub>saya<\/sub> ) <sup>2<\/sup><\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03a3<\/strong> : Simbol Yunani yang berarti <em>jumlah<\/em><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>y <sub>i<\/sub><\/strong> : nilai respon sebenarnya untuk observasi <sup>ke-i<\/sup><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u0177 <sub>i<\/sub><\/strong> : Nilai respons yang diprediksi berdasarkan model regresi linier berganda<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, ketika variabel prediktor berkorelasi tinggi,<\/span> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-multikolinearitas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">multikolinearitas<\/a> <span style=\"color: #000000;\">bisa menjadi masalah. Hal ini dapat membuat estimasi koefisien model tidak dapat diandalkan dan menunjukkan varians yang tinggi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Salah satu cara untuk menghindari masalah ini adalah dengan menggunakan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-komponen-utama\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">regresi komponen utama<\/a> , yang menemukan <em>M<\/em> kombinasi linier (disebut &#8220;komponen utama&#8221;) dari prediktor <em>p<\/em> asli dan kemudian menggunakan kuadrat terkecil agar sesuai dengan model regresi linier yang menggunakan komponen utama sebagai prediktor.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini memberikan contoh langkah demi langkah tentang cara melakukan regresi komponen utama di R.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Muat paket yang diperlukan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara termudah untuk melakukan regresi komponen utama di R adalah dengan menggunakan fungsi dalam paket <a href=\"https:\/\/cran.r-project.org\/web\/packages\/pls\/pls.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">pls<\/a> .<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#install pls package (if not already installed)<\/span>\ninstall.packages(\" <span style=\"color: #008000;\">pls<\/span> \")\n\n<span style=\"color: #008080;\">load pls package\n<\/span>library(pls)\n<\/strong><\/pre>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Sesuaikan model PCR<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk contoh ini, kita akan menggunakan kumpulan data R bawaan yang disebut <strong>mtcars<\/strong> yang berisi data tentang berbagai jenis mobil:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#view first six rows of mtcars dataset<\/span>\nhead(mtcars)\n\n                   mpg cyl disp hp drat wt qsec vs am gear carb\nMazda RX4 21.0 6 160 110 3.90 2.620 16.46 0 1 4 4\nMazda RX4 Wag 21.0 6 160 110 3.90 2.875 17.02 0 1 4 4\nDatsun 710 22.8 4 108 93 3.85 2.320 18.61 1 1 4 1\nHornet 4 Drive 21.4 6 258 110 3.08 3.215 19.44 1 0 3 1\nHornet Sportabout 18.7 8 360 175 3.15 3.440 17.02 0 0 3 2\nValiant 18.1 6 225 105 2.76 3,460 20.22 1 0 3 1\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk contoh ini, kami akan menyesuaikan model regresi komponen utama (PCR) dengan menggunakan <em>hp<\/em> sebagai <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-tanggapan-penjelas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">variabel respons<\/a> dan variabel berikut sebagai variabel prediktor:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">mpg<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">menampilkan<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">kotoran<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">berat<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">qdetik<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara menyesuaikan model PCR dengan data ini. Perhatikan argumen berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>scale=TRUE<\/strong> : Ini memberi tahu R bahwa setiap variabel prediktor harus diskalakan agar memiliki rata-rata 0 dan deviasi standar 1. Hal ini memastikan bahwa tidak ada variabel prediktor yang memiliki pengaruh terlalu besar dalam model jika diukur dalam satuan yang berbeda. .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>validation=\u201dCV\u201d<\/strong> : Ini memberitahu R untuk menggunakan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/k-lipat-validasi-silang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">validasi k-fold cross<\/a> untuk mengevaluasi kinerja model. Perhatikan bahwa ini menggunakan k=10 lipatan secara default. Perhatikan juga bahwa Anda dapat menentukan &#8220;LOOCV&#8221; untuk melakukan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tinggalkan-satu-validasi-silang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">validasi silang Leave-One-Out<\/a> .<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#make this example reproducible\n<\/span>set.seed(1)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#fit PCR model\n<\/span>model &lt;- pcr(hp~mpg+disp+drat+wt+qsec, data=mtcars, scale= <span style=\"color: #008000;\">TRUE<\/span> , validation=\" <span style=\"color: #008000;\">CV<\/span> \")<\/strong><\/pre>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3: Pilih jumlah komponen utama<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Setelah kita menyesuaikan modelnya, kita perlu menentukan berapa banyak komponen utama yang layak dipertahankan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk melakukannya, cukup lihat uji root mean square error (uji RMSE) yang dihitung dengan validasi k-cross:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#view summary of model fitting\n<\/span>summary(model)\n\nData: \n\tY dimension: 32 1\nFit method: svdpc\nNumber of components considered: 5\n\nVALIDATION: RMSEP\nCross-validated using 10 random segments.\n       (Intercept) 1 comp 2 comps 3 comps 4 comps 5 comps\nCV 69.66 44.56 35.64 35.83 36.23 36.67\nadjCV 69.66 44.44 35.27 35.43 35.80 36.20\n\nTRAINING: % variance explained\n    1 comp 2 comps 3 comps 4 comps 5 comps\nX 69.83 89.35 95.88 98.96 100.00\nhp 62.38 81.31 81.96 81.98 82.03\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hasilnya ada dua tabel menarik:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. VALIDASI: RMSEP<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tabel ini menunjukkan pengujian RMSE yang dihitung dengan validasi k-fold cross. Kita dapat melihat hal berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita hanya menggunakan istilah asli dalam model, RMSE pengujiannya adalah <strong>69.66<\/strong> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita menambahkan komponen utama pertama, pengujian RMSE turun menjadi <strong>44,56.<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita menambahkan komponen utama kedua, pengujian RMSE turun menjadi <strong>35,64.<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat melihat bahwa menambahkan komponen utama tambahan sebenarnya menghasilkan peningkatan RMSE pengujian. Oleh karena itu, tampaknya optimal jika hanya menggunakan dua komponen utama dalam model akhir.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. PELATIHAN: % varians dijelaskan<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tabel ini menunjukkan persentase variansi variabel respon yang dijelaskan oleh komponen utama. Kita dapat melihat hal berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Dengan hanya menggunakan komponen utama pertama, kita dapat menjelaskan <strong>69,83%<\/strong> variasi variabel respon.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Dengan menambahkan komponen utama kedua, kita dapat menjelaskan <strong>89,35%<\/strong> variasi variabel respon.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bahwa kita masih dapat menjelaskan lebih banyak varians dengan menggunakan lebih banyak komponen utama, namun kita dapat melihat bahwa menambahkan lebih dari dua komponen utama tidak benar-benar meningkatkan persentase varians yang dijelaskan sebanyak itu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita juga dapat memvisualisasikan pengujian RMSE (bersama dengan pengujian MSE dan R-squared) sebagai fungsi dari jumlah komponen utama menggunakan fungsi <strong>validationplot()<\/strong> .<\/span> <\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#visualize cross-validation plots\n<\/span>validationplot(model)\nvalidationplot(model, val.type=\"MSEP\")\nvalidationplot(model, val.type=\"R2\")<\/strong> <\/pre>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-11943 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/pcr1.png\" alt=\"Regresi komponen utama di R\" width=\"403\" height=\"398\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-11944 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/pcr2.png\" alt=\"Plot validasi silang regresi komponen utama di R\" width=\"403\" height=\"386\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-11945 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/pcr3.png\" alt=\"Regresi komponen utama R-kuadrat di R\" width=\"401\" height=\"394\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Di setiap grafik, kita dapat melihat bahwa kecocokan model meningkat dengan menambahkan dua komponen utama, namun cenderung memburuk ketika kita menambahkan lebih banyak komponen utama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan demikian, model optimal hanya mencakup dua komponen utama pertama.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 4: Gunakan model akhir untuk membuat prediksi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan model PCR dua komponen utama terakhir untuk membuat prediksi tentang observasi baru.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara membagi kumpulan data asli menjadi kumpulan pelatihan dan pengujian serta menggunakan model PCR dengan dua komponen utama untuk membuat prediksi pada kumpulan pengujian.<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#define training and testing sets\n<\/span>train &lt;- mtcars[1:25, c(\"hp\", \"mpg\", \"disp\", \"drat\", \"wt\", \"qsec\")]\ny_test &lt;- mtcars[26: <span style=\"color: #3366ff;\">nrow<\/span> (mtcars), c(\"hp\")]\ntest &lt;- mtcars[26: <span style=\"color: #3366ff;\">nrow<\/span> (mtcars), c(\"mpg\", \"disp\", \"drat\", \"wt\", \"qsec\")]\n    \n<span style=\"color: #008080;\">#use model to make predictions on a test set\n<\/span>model &lt;- pcr(hp~mpg+disp+drat+wt+qsec, data=train, scale= <span style=\"color: #008000;\">TRUE<\/span> , validation=\" <span style=\"color: #008000;\">CV<\/span> \")\npcr_pred &lt;- predict(model, test, ncomp= <span style=\"color: #008000;\">2<\/span> )\n\n<span style=\"color: #008080;\">#calculate RMSE\n<\/span><span style=\"color: #3366ff;\">sqrt<\/span> ( <span style=\"color: #3366ff;\">mean<\/span> ((pcr_pred - y_test)^2))\n\n[1] 56.86549\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita melihat bahwa RMSE pengujian tersebut ternyata <strong>56.86549<\/strong> . Ini adalah deviasi rata-rata antara nilai <em>hp<\/em> yang diprediksi dan nilai <em>hp<\/em> yang diamati untuk observasi set pengujian.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Penggunaan penuh kode R dalam contoh ini dapat ditemukan <a href=\"https:\/\/github.com\/Statorials\/R-Guides\/blob\/main\/principal_components_regression.R\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini<\/a> .<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengingat sekumpulan variabel prediktor p dan variabel respons, regresi linier berganda menggunakan metode yang dikenal sebagai kuadrat terkecil untuk meminimalkan jumlah sisa kuadrat (RSS): RSS = \u03a3(y saya \u2013 \u0177 saya ) 2 Emas: \u03a3 : Simbol Yunani yang berarti jumlah y i : nilai respon sebenarnya untuk observasi ke-i \u0177 i : Nilai respons [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Regresi Komponen Utama di R (Langkah demi Langkah)<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan regresi komponen utama di R, termasuk contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-komponen-utama-di-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Regresi Komponen Utama di R (Langkah demi Langkah)\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan regresi komponen utama di R, termasuk contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-komponen-utama-di-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-27T07:23:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/pcr1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-komponen-utama-di-r\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-komponen-utama-di-r\/\",\"name\":\"Regresi Komponen Utama di R (Langkah demi Langkah)\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-27T07:23:11+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-27T07:23:11+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan regresi komponen utama di R, termasuk contoh langkah demi langkah.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-komponen-utama-di-r\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-komponen-utama-di-r\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-komponen-utama-di-r\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Regresi komponen utama di r (langkah demi langkah)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Regresi Komponen Utama di R (Langkah demi Langkah)","description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan regresi komponen utama di R, termasuk contoh langkah demi langkah.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-komponen-utama-di-r\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Regresi Komponen Utama di R (Langkah demi Langkah)","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan regresi komponen utama di R, termasuk contoh langkah demi langkah.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-komponen-utama-di-r\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-27T07:23:11+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/pcr1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-komponen-utama-di-r\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-komponen-utama-di-r\/","name":"Regresi Komponen Utama di R (Langkah demi Langkah)","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-27T07:23:11+00:00","dateModified":"2023-07-27T07:23:11+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan regresi komponen utama di R, termasuk contoh langkah demi langkah.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-komponen-utama-di-r\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-komponen-utama-di-r\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-komponen-utama-di-r\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Regresi komponen utama di r (langkah demi langkah)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1206"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1206"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1206\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1206"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1206"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1206"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}