{"id":1221,"date":"2023-07-27T06:02:37","date_gmt":"2023-07-27T06:02:37","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/pohon-klasifikasi-dan-regresi-di-r\/"},"modified":"2023-07-27T06:02:37","modified_gmt":"2023-07-27T06:02:37","slug":"pohon-klasifikasi-dan-regresi-di-r","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/pohon-klasifikasi-dan-regresi-di-r\/","title":{"rendered":"Cara menyesuaikan pohon klasifikasi dan regresi di r"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika hubungan antara sekumpulan variabel prediktor dan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-tanggapan-penjelas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">variabel respons<\/a> bersifat linier, metode seperti <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">regresi linier berganda<\/a> dapat menghasilkan model prediksi yang akurat.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, ketika hubungan antara sekumpulan prediktor dan respons lebih kompleks, metode nonlinier seringkali dapat menghasilkan model yang lebih akurat.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Salah satu metode tersebut adalah <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pohon-klasifikasi-dan-regresi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">pohon klasifikasi dan regresi<\/a> (CART), yang menggunakan sekumpulan variabel prediktor untuk membuat pohon keputusan yang memprediksi nilai variabel respons.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika variabel responnya kontinu kita dapat membuat pohon regresi dan jika variabel responnya bersifat kategoris kita dapat membuat pohon klasifikasi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini menjelaskan cara membuat pohon regresi dan klasifikasi di R.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 1: Membangun Pohon Regresi di R<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk contoh ini, kami akan menggunakan dataset <strong>Hitters<\/strong> dari paket <strong>ISLR<\/strong> , yang berisi berbagai informasi tentang 263 pemain baseball profesional.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami akan menggunakan kumpulan data ini untuk membuat pohon regresi yang menggunakan variabel prediktor <em>home run<\/em> dan <em>tahun bermain<\/em> untuk memprediksi <em>gaji<\/em> pemain tertentu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Gunakan langkah-langkah berikut untuk membuat pohon regresi ini.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Muat paket yang diperlukan.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pertama, kami akan memuat paket yang diperlukan untuk contoh ini:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #993300;\">library<\/span> (ISLR) <span style=\"color: #008080;\">#contains Hitters dataset<\/span>\n<span style=\"color: #993300;\">library<\/span> (rpart) <span style=\"color: #008080;\">#for fitting decision trees<\/span>\n<span style=\"color: #993300;\">library<\/span> (rpart.plot) <span style=\"color: #008080;\">#for plotting decision trees\n<\/span><\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Bangun pohon regresi awal.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pertama, kita akan membuat pohon regresi awal yang besar. Kami dapat menjamin bahwa pohonnya besar dengan menggunakan nilai <strong>cp<\/strong> yang kecil, yang merupakan singkatan dari &#8220;parameter kompleksitas&#8221;.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Artinya kita akan melakukan pemisahan lebih lanjut pada pohon regresi selama keseluruhan R-kuadrat model meningkat setidaknya sebesar nilai yang ditentukan oleh cp.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami kemudian akan menggunakan fungsi <strong>printcp()<\/strong> untuk mencetak hasil model:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #993300;\"><span style=\"color: #008080;\">#build the initial tree\n<\/span><span style=\"color: #000000;\">tree &lt;- rpart(Salary ~ Years + HmRun, data=Hitters, control=rpart. <span style=\"color: #3366ff;\">control<\/span> (cp= <span style=\"color: #008000;\">.0001<\/span> ))\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view results<\/span>\nprintcp(tree)\n\nVariables actually used in tree construction:\n[1] HmRun Years\n\nRoot node error: 53319113\/263 = 202734\n\nn=263 (59 observations deleted due to missingness)\n\n           CP nsplit rel error xerror xstd\n1 0.24674996 0 1.00000 1.00756 0.13890\n2 0.10806932 1 0.75325 0.76438 0.12828\n3 0.01865610 2 0.64518 0.70295 0.12769\n4 0.01761100 3 0.62652 0.70339 0.12337\n5 0.01747617 4 0.60891 0.70339 0.12337\n6 0.01038188 5 0.59144 0.66629 0.11817\n7 0.01038065 6 0.58106 0.65697 0.11687\n8 0.00731045 8 0.56029 0.67177 0.11913\n9 0.00714883 9 0.55298 0.67881 0.11960\n10 0.00708618 10 0.54583 0.68034 0.11988\n11 0.00516285 12 0.53166 0.68427 0.11997\n12 0.00445345 13 0.52650 0.68994 0.11996\n13 0.00406069 14 0.52205 0.68988 0.11940\n14 0.00264728 15 0.51799 0.68874 0.11916\n15 0.00196586 16 0.51534 0.68638 0.12043\n16 0.00016686 17 0.51337 0.67577 0.11635\n17 0.00010000 18 0.51321 0.67576 0.11615\nn=263 (59 observations deleted due to missingness)\n<\/span><\/span><\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3: Pangkas pohonnya.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, kita akan memangkas pohon regresi untuk menemukan nilai optimal yang digunakan untuk cp (parameter kompleksitas) yang menghasilkan kesalahan pengujian terendah.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bahwa nilai optimal untuk cp adalah nilai yang mengarah ke <strong>kesalahan x<\/strong> terendah pada keluaran sebelumnya, yang mewakili kesalahan observasi dari data validasi silang.<\/span> <\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #993300;\"><span style=\"color: #008080;\">#identify best cp value to use\n<span style=\"color: #000000;\">best &lt;- tree$cptable[which. <span style=\"color: #3366ff;\">min<\/span> (tree$cptable[,\" <span style=\"color: #008000;\">xerror<\/span> \"]),\" <span style=\"color: #008000;\">CP<\/span> \"]\n\n<span style=\"color: #008080;\">#produce a pruned tree based on the best cp value\n<\/span>pruned_tree &lt;- <span style=\"color: #3366ff;\">prune<\/span> (tree, cp=best)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#plot the pruned tree\n<\/span>prp(pruned_tree,\n    faclen= <span style=\"color: #008000;\">0<\/span> , <span style=\"color: #008080;\">#use full names for factor labels<\/span>\n    extra= <span style=\"color: #008000;\">1<\/span> , <span style=\"color: #008080;\">#display number of obs. for each terminal node<\/span>\n    roundint= <span style=\"color: #008000;\">F<\/span> , <span style=\"color: #008080;\">#don't round to integers in output<\/span>\n    digits= <span style=\"color: #008000;\">5<\/span> ) <span style=\"color: #008080;\">#display 5 decimal places in output\n<\/span><\/span><\/span><\/span><\/strong><\/pre>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-12094 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/arbre3.png\" alt=\"Pohon regresi di R\" width=\"425\" height=\"326\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat melihat bahwa pohon terakhir yang dipangkas memiliki enam simpul terminal. Setiap node daun menampilkan prediksi gaji pemain di node tersebut serta jumlah observasi dari kumpulan data asli milik kelas tersebut.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita dapat melihat bahwa dalam kumpulan data asli, terdapat 90 pemain dengan pengalaman kurang dari 4,5 tahun dan gaji rata-rata mereka adalah $225,83K.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-12095 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/arbre4.png\" alt=\"Menafsirkan pohon regresi di R\" width=\"403\" height=\"302\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 4: Gunakan pohon untuk membuat prediksi.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan pohon yang dipangkas terakhir untuk memprediksi gaji pemain tertentu berdasarkan pengalamannya selama bertahun-tahun dan rata-rata home run.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, seorang pemain yang memiliki pengalaman 7 tahun dan rata-rata 4 home run memiliki gaji yang diharapkan sebesar <strong>$502,81k<\/strong> .<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-12096 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/arbre5.png\" alt=\"Contoh pohon regresi di R\" width=\"422\" height=\"306\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan fungsi <strong>prediksi()<\/strong> di R untuk mengonfirmasi hal ini:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #993300;\"><span style=\"color: #008080;\">#define new player\n<span style=\"color: #000000;\">new &lt;- data.frame(Years=7, HmRun=4)\n\n<\/span>#use pruned tree to predict salary of this player\n<span style=\"color: #000000;\">predict(pruned_tree, newdata=new)\n\n502.8079<\/span><\/span><\/span><\/strong><\/pre>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 2: Membangun pohon klasifikasi di R<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk contoh ini, kami akan menggunakan dataset <strong>ptitanic<\/strong> dari paket <strong>rpart.plot<\/strong> , yang berisi berbagai informasi tentang penumpang kapal Titanic.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami akan menggunakan kumpulan data ini untuk membuat pohon klasifikasi yang menggunakan variabel prediktor <em>kelas<\/em> , <em>jenis kelamin<\/em> , dan <em>usia<\/em> untuk memprediksi apakah penumpang tertentu selamat atau tidak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Gunakan langkah-langkah berikut untuk membuat pohon klasifikasi ini.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Muat paket yang diperlukan.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pertama, kami akan memuat paket yang diperlukan untuk contoh ini:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #993300;\">library<\/span> (rpart) <span style=\"color: #008080;\">#for fitting decision trees<\/span>\n<span style=\"color: #993300;\">library<\/span> (rpart.plot) <span style=\"color: #008080;\">#for plotting decision trees\n<\/span><\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Bangun pohon klasifikasi awal.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pertama, kita akan membangun pohon klasifikasi awal yang besar. Kami dapat menjamin bahwa pohonnya besar dengan menggunakan nilai <strong>cp<\/strong> yang kecil, yang merupakan singkatan dari &#8220;parameter kompleksitas&#8221;.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Artinya kita akan melakukan pemisahan lebih lanjut pada pohon klasifikasi selama kecocokan model secara keseluruhan meningkat setidaknya sebesar nilai yang ditentukan oleh cp.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami kemudian akan menggunakan fungsi <strong>printcp()<\/strong> untuk mencetak hasil model:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #993300;\"><span style=\"color: #008080;\">#build the initial tree\n<\/span><span style=\"color: #000000;\">tree &lt;- rpart(survived~pclass+sex+age, data=ptitanic, control=rpart. <span style=\"color: #3366ff;\">control<\/span> (cp= <span style=\"color: #008000;\">.0001<\/span> ))\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view results<\/span>\nprintcp(tree)\n\nVariables actually used in tree construction:\n[1] age pclass sex   \n\nRoot node error: 500\/1309 = 0.38197\n\nn=1309 \n\n      CP nsplit rel error xerror xstd\n1 0.4240 0 1.000 1.000 0.035158\n2 0.0140 1 0.576 0.576 0.029976\n3 0.0095 3 0.548 0.578 0.030013\n4 0.0070 7 0.510 0.552 0.029517\n5 0.0050 9 0.496 0.528 0.029035\n6 0.0025 11 0.486 0.532 0.029117\n7 0.0020 19 0.464 0.536 0.029198\n8 0.0001 22 0.458 0.528 0.029035\n<\/span><\/span><\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3: Pangkas pohonnya.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, kita akan memangkas pohon regresi untuk menemukan nilai optimal yang digunakan untuk cp (parameter kompleksitas) yang menghasilkan kesalahan pengujian terendah.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bahwa nilai optimal untuk cp adalah nilai yang mengarah ke <strong>kesalahan x<\/strong> terendah pada keluaran sebelumnya, yang mewakili kesalahan observasi dari data validasi silang.<\/span> <\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #993300;\"><span style=\"color: #008080;\">#identify best cp value to use\n<span style=\"color: #000000;\">best &lt;- tree$cptable[which. <span style=\"color: #3366ff;\">min<\/span> (tree$cptable[,\" <span style=\"color: #008000;\">xerror<\/span> \"]),\" <span style=\"color: #008000;\">CP<\/span> \"]\n\n<span style=\"color: #008080;\">#produce a pruned tree based on the best cp value\n<\/span>pruned_tree &lt;- <span style=\"color: #3366ff;\">prune<\/span> (tree, cp=best)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#plot the pruned tree\n<\/span>prp(pruned_tree,\n    faclen= <span style=\"color: #008000;\">0<\/span> , #use full names for factor labels\n    extra= <span style=\"color: #008000;\">1<\/span> , #display number of obs. for each terminal node\n    roundint= <span style=\"color: #008000;\">F<\/span> , #don't round to integers in output\n    digits= <span style=\"color: #008000;\">5<\/span> ) #display 5 decimal places in output\n<\/span><\/span><\/span><\/strong><\/pre>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-12098 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/arbre6.png\" alt=\"Klasifikasi pohon di R\" width=\"415\" height=\"422\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat melihat bahwa pohon terakhir yang dipangkas memiliki 10 simpul terminal. Setiap simpul terminal menunjukkan jumlah penumpang yang meninggal serta jumlah yang selamat.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, pada node paling kiri kita melihat 664 penumpang meninggal dan 136 selamat.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-12099 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/arbre7.png\" alt=\"Menafsirkan pohon klasifikasi di R\" width=\"462\" height=\"463\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 4: Gunakan pohon untuk membuat prediksi.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan pohon terakhir yang dipangkas untuk memprediksi kemungkinan penumpang tertentu bertahan hidup berdasarkan kelas, usia, dan jenis kelamin mereka.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, seorang penumpang laki-laki berusia 8 tahun dan duduk di kelas 1 memiliki probabilitas bertahan hidup 11\/29 = 37,9%.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-12100 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/arbre8.png\" alt=\"Klasifikasi pohon di R\" width=\"402\" height=\"417\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Anda dapat menemukan kode R lengkap yang digunakan dalam contoh ini <a href=\"https:\/\/github.com\/Statorials\/R-Guides\/blob\/main\/CART_models.R\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini<\/a> .<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika hubungan antara sekumpulan variabel prediktor dan variabel respons bersifat linier, metode seperti regresi linier berganda dapat menghasilkan model prediksi yang akurat. Namun, ketika hubungan antara sekumpulan prediktor dan respons lebih kompleks, metode nonlinier seringkali dapat menghasilkan model yang lebih akurat. Salah satu metode tersebut adalah pohon klasifikasi dan regresi (CART), yang menggunakan sekumpulan variabel [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara menyesuaikan pohon klasifikasi dan regresi di R<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menyesuaikan pohon klasifikasi dan regresi di R, dengan contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pohon-klasifikasi-dan-regresi-di-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara menyesuaikan pohon klasifikasi dan regresi di R\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menyesuaikan pohon klasifikasi dan regresi di R, dengan contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pohon-klasifikasi-dan-regresi-di-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-27T06:02:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/arbre3.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pohon-klasifikasi-dan-regresi-di-r\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pohon-klasifikasi-dan-regresi-di-r\/\",\"name\":\"Cara menyesuaikan pohon klasifikasi dan regresi di R\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-27T06:02:37+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-27T06:02:37+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara menyesuaikan pohon klasifikasi dan regresi di R, dengan contoh langkah demi langkah.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pohon-klasifikasi-dan-regresi-di-r\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/pohon-klasifikasi-dan-regresi-di-r\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pohon-klasifikasi-dan-regresi-di-r\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara menyesuaikan pohon klasifikasi dan regresi di r\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara menyesuaikan pohon klasifikasi dan regresi di R","description":"Tutorial ini menjelaskan cara menyesuaikan pohon klasifikasi dan regresi di R, dengan contoh langkah demi langkah.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/pohon-klasifikasi-dan-regresi-di-r\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara menyesuaikan pohon klasifikasi dan regresi di R","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara menyesuaikan pohon klasifikasi dan regresi di R, dengan contoh langkah demi langkah.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/pohon-klasifikasi-dan-regresi-di-r\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-27T06:02:37+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/arbre3.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/pohon-klasifikasi-dan-regresi-di-r\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/pohon-klasifikasi-dan-regresi-di-r\/","name":"Cara menyesuaikan pohon klasifikasi dan regresi di R","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-27T06:02:37+00:00","dateModified":"2023-07-27T06:02:37+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara menyesuaikan pohon klasifikasi dan regresi di R, dengan contoh langkah demi langkah.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/pohon-klasifikasi-dan-regresi-di-r\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/pohon-klasifikasi-dan-regresi-di-r\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/pohon-klasifikasi-dan-regresi-di-r\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara menyesuaikan pohon klasifikasi dan regresi di r"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1221"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1221"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1221\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1221"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1221"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1221"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}