{"id":1228,"date":"2023-07-27T05:25:49","date_gmt":"2023-07-27T05:25:49","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/lokasi-untuk-diukur\/"},"modified":"2023-07-27T05:25:49","modified_gmt":"2023-07-27T05:25:49","slug":"lokasi-untuk-diukur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/lokasi-untuk-diukur\/","title":{"rendered":"Cara menafsirkan plot skala dan lokasi: dengan contoh"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Bagan lokasi berskala<\/strong> adalah jenis bagan yang menampilkan nilai pas <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-sederhana-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">model regresi<\/a> di sepanjang sumbu x dan akar kuadrat dari residu standar di sepanjang sumbu y.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-12171 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/echelleemplacement1.png\" alt=\"Bagan lokasi berskala\" width=\"437\" height=\"416\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Melihat grafik ini, kami memeriksa dua hal:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1.<\/strong> Pastikan garis merah kira-kira horizontal pada plot. Jika hal ini terjadi, maka asumsi <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-heteroskedastisitas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">homoskedastisitas<\/a> kemungkinan terpenuhi untuk model regresi tertentu. Artinya, distribusi residu kira-kira sama untuk semua nilai yang dipasang.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2.<\/strong> Periksa apakah tidak ada tren yang jelas di antara residu. Dengan kata lain, residu harus tersebar secara acak di sekitar garis merah dengan variabilitas yang kira-kira sama untuk semua nilai yang sesuai.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Plot skala dan lokasi di R<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan kode berikut untuk menyesuaikan model regresi linier sederhana di R dan menghasilkan plot skala dan lokasi untuk model yang dihasilkan:<\/span> <\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#fit simple linear regression model\n<\/span>model &lt;- lm(Ozone ~ Temp, data = airquality)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#produce scale-location plot\n<\/span>plot(model)\n<\/strong><\/pre>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-12172 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/echelleemplacement2.png\" alt=\"Plot Lokasi Skala di R\" width=\"420\" height=\"406\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dua hal berikut dapat kita amati dari plot skala-lokasi model regresi ini.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1.<\/strong> Garis merah kira-kira horizontal pada plot. Jika hal ini terjadi, maka asumsi <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-heteroskedastisitas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">homoskedastisitas<\/a> terpenuhi untuk model regresi tertentu. Artinya, distribusi residu kira-kira sama untuk semua nilai yang dipasang.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2.<\/strong> Periksa apakah tidak ada tren yang jelas di antara residu. Dengan kata lain, residu harus tersebar secara acak di sekitar garis merah dengan variabilitas yang kira-kira sama untuk semua nilai yang sesuai.<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan teknis<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tiga observasi dari kumpulan data dengan residu terstandar tertinggi diberi label dalam grafik.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Terlihat observasi pada baris 30, 62 dan 117 mempunyai standardized residual tertinggi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hal ini tidak berarti bahwa pengamatan ini merupakan outlier, namun Anda mungkin ingin melihat data asli untuk memeriksa pengamatan ini lebih dekat.<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Meskipun kita dapat melihat bahwa garis merah kira-kira horizontal pada plot lokasi skala, ini hanya berfungsi sebagai cara visual untuk melihat apakah asumsi homoskedastisitas terpenuhi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Uji statistik formal yang dapat kita gunakan untuk melihat apakah asumsi homoskedastisitas terpenuhi adalah <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-pagan-breusch-sungai\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">uji Breusch-Pagan<\/a> .<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Tes Breusch-Pagan di R<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara menggunakan fungsi <strong>bptest()<\/strong> dari paket <strong>lmtest<\/strong> untuk melakukan pengujian Breusch-Pagan di R:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#load lmtest package\n<\/span>library(lmtest)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#perform Breusch-Pagan Test\n<\/span>bptest(model)\n\n\tstudentized Breusch-Pagan test\n\ndata: model\nBP = 1.4798, df = 1, p-value = 0.2238\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tes Breusch-Pagan menggunakan hipotesis nol dan alternatif berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Hipotesis nol (H <sub>0<\/sub> ): residu bersifat homoskedastik (yaitu terdistribusi secara merata)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Hipotesis alternatif ( <sub>HA<\/sub> ): Residunya bersifat heteroskedastis (yaitu tidak terdistribusi secara merata)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari hasil tersebut terlihat bahwa p-value pengujian tersebut adalah <strong>0,2238<\/strong> . Karena nilai p ini tidak kurang dari 0,05, kita gagal menolak hipotesis nol. Kami tidak memiliki cukup bukti untuk menyatakan bahwa terdapat heteroskedastisitas dalam model regresi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hasil ini cocok dengan inspeksi visual kami terhadap garis merah di plot skala-lokasi.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-heteroskedastisitas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Pengertian Heteroskedastisitas dalam Analisis Regresi<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/sisa-jejak-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Cara membuat plot sisa di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-pagan-breusch-sungai\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Cara melakukan tes Breusch-Pagan di R<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagan lokasi berskala adalah jenis bagan yang menampilkan nilai pas model regresi di sepanjang sumbu x dan akar kuadrat dari residu standar di sepanjang sumbu y. Melihat grafik ini, kami memeriksa dua hal: 1. Pastikan garis merah kira-kira horizontal pada plot. Jika hal ini terjadi, maka asumsi homoskedastisitas kemungkinan terpenuhi untuk model regresi tertentu. Artinya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Menafsirkan Plot Skala dan Lokasi: Dengan Contoh<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan plot berdasarkan skala dan lokasi, dengan sebuah contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/lokasi-untuk-diukur\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Menafsirkan Plot Skala dan Lokasi: Dengan Contoh\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan plot berdasarkan skala dan lokasi, dengan sebuah contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/lokasi-untuk-diukur\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-27T05:25:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/echelleemplacement1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/lokasi-untuk-diukur\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/lokasi-untuk-diukur\/\",\"name\":\"Cara Menafsirkan Plot Skala dan Lokasi: Dengan Contoh\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-27T05:25:49+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-27T05:25:49+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan plot berdasarkan skala dan lokasi, dengan sebuah contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/lokasi-untuk-diukur\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/lokasi-untuk-diukur\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/lokasi-untuk-diukur\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara menafsirkan plot skala dan lokasi: dengan contoh\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Menafsirkan Plot Skala dan Lokasi: Dengan Contoh","description":"Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan plot berdasarkan skala dan lokasi, dengan sebuah contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/lokasi-untuk-diukur\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Menafsirkan Plot Skala dan Lokasi: Dengan Contoh","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan plot berdasarkan skala dan lokasi, dengan sebuah contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/lokasi-untuk-diukur\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-27T05:25:49+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/echelleemplacement1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/lokasi-untuk-diukur\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/lokasi-untuk-diukur\/","name":"Cara Menafsirkan Plot Skala dan Lokasi: Dengan Contoh","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-27T05:25:49+00:00","dateModified":"2023-07-27T05:25:49+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan plot berdasarkan skala dan lokasi, dengan sebuah contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/lokasi-untuk-diukur\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/lokasi-untuk-diukur\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/lokasi-untuk-diukur\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara menafsirkan plot skala dan lokasi: dengan contoh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1228"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1228"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1228\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1228"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1228"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1228"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}