{"id":1231,"date":"2023-07-27T05:09:32","date_gmt":"2023-07-27T05:09:32","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-t\/"},"modified":"2023-07-27T05:09:32","modified_gmt":"2023-07-27T05:09:32","slug":"distribusi-normal-vs-distribusi-t","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-t\/","title":{"rendered":"Distribusi normal dan distribusi t: apa bedanya?"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Distribusi normal adalah distribusi yang paling umum digunakan dalam semua statistik dan dikenal simetris dan berbentuk lonceng.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-12187 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/norm_vs_t1.png\" alt=\"\" width=\"431\" height=\"394\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Distribusi yang berkerabat dekat adalah <strong>distribusi t<\/strong> , yang juga simetris dan berbentuk lonceng tetapi mempunyai &#8220;ekor&#8221; yang lebih berat daripada distribusi normal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan kata lain, lebih banyak nilai dalam distribusi yang terletak di ujung daripada di tengah dibandingkan dengan distribusi normal:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-12188 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/norm_vs_t2.png\" alt=\"Distribusi normal vs distribusi t\" width=\"444\" height=\"408\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam jargon statistik, kami menggunakan metrik yang disebut <strong>kurtosis<\/strong> untuk mengukur seberapa &#8220;berat&#8221; suatu distribusi. Jadi, kita dapat mengatakan bahwa kurtosis pada distribusi t lebih besar daripada kurtosis pada distribusi normal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam praktiknya, kita paling sering menggunakan distribusi t saat melakukan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">pengujian hipotesis<\/a> atau membangun interval kepercayaan .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, rumus menghitung selang kepercayaan untuk rata-rata populasi adalah:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Interval kepercayaan =<\/strong> <strong><span style=\"text-decoration: overline;\">x<\/span> +\/- t <sub>1-\u03b1\/2, n-1<\/sub> *(s\/\u221a <span style=\"text-decoration: overline;\">n<\/span> )<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong><span style=\"text-decoration: overline;\">x<\/span> :<\/strong> mean sampel<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>t :<\/strong> nilai t kritis, berdasarkan tingkat signifikansi <em>\u03b1<\/em> dan jumlah sampel <em>n<\/em><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>s:<\/strong> deviasi standar sampel<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>n:<\/strong> ukuran sampel<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam rumus ini, kita menggunakan nilai kritis tabel t dan bukan nilai kritis tabel z jika salah satu kondisi berikut ini benar:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Kami tidak mengetahui deviasi standar populasi.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Ukuran sampel kurang dari atau sama dengan 30.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Diagram alur berikut memberikan cara yang berguna untuk mengetahui apakah Anda harus menggunakan nilai kritis dari tabel t atau tabel z:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-4849 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/z_table_vs_t_table.jpg\" alt=\"Tabel Z versus tabel t\" width=\"432\" height=\"271\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perbedaan utama antara menggunakan distribusi t dan menggunakan distribusi normal ketika membangun interval kepercayaan adalah bahwa nilai kritis dari distribusi t akan lebih besar, sehingga interval kepercayaan <em>menjadi lebih lebar<\/em> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita ingin membuat interval kepercayaan 95% untuk bobot rata-rata suatu populasi penyu, untuk mengumpulkan sampel acak penyu dengan informasi berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Ukuran sampel <strong>n = 25<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata berat sampel <strong>x = 300<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Simpangan baku sampel <strong>s = 18,5<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai kritis z untuk tingkat kepercayaan 95% adalah <strong>1,96<\/strong> sedangkan nilai t kritis untuk selang kepercayaan 95% dengan df = 25-1 = 24 derajat kebebasan adalah <strong>2,0639<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jadi, selang kepercayaan 95% untuk rata-rata populasi yang menggunakan nilai kritis z adalah:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">CI 95% = 300 +\/- 1,96*(18,5\/\u221a <span>25<\/span> ) = <strong>[292,75, 307,25]<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sedangkan interval kepercayaan 95% untuk mean populasi dengan menggunakan nilai t-kritis adalah:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">CI 95% = 300 +\/- 2,0639*(18,5\/\u221a25) = <strong>[292,36, 307,64]<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bahwa interval kepercayaan dengan nilai kritis t lebih lebar.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Idenya di sini adalah ketika kita memiliki ukuran sampel yang kecil, kita kurang yakin akan rata-rata populasi yang sebenarnya, sehingga berguna untuk menggunakan distribusi t untuk menghasilkan interval kepercayaan yang lebih luas yang memiliki peluang lebih besar untuk memuat rata-rata populasi yang sebenarnya.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Visualisasi derajat kebebasan distribusi t<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perlu diperhatikan bahwa dengan bertambahnya derajat kebebasan, distribusi t mendekati distribusi normal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk menggambarkannya, perhatikan grafik berikut yang menunjukkan bentuk distribusi t dengan derajat kebebasan sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">df = 3<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">df = 10<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">df = 30<\/span> <\/li>\n<\/ul>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-12193 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/norm_vs_t3.png\" alt=\"Grafik distribusi normal atau t\" width=\"470\" height=\"427\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Di luar 30 derajat kebebasan, distribusi t dan distribusi normal menjadi sangat mirip sehingga perbedaan antara penggunaan nilai kritis t dan nilai kritis z dalam rumus menjadi dapat diabaikan.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Distribusi normal adalah distribusi yang paling umum digunakan dalam semua statistik dan dikenal simetris dan berbentuk lonceng. Distribusi yang berkerabat dekat adalah distribusi t , yang juga simetris dan berbentuk lonceng tetapi mempunyai &#8220;ekor&#8221; yang lebih berat daripada distribusi normal. Dengan kata lain, lebih banyak nilai dalam distribusi yang terletak di ujung daripada di tengah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Distribusi normal vs distribusi t: apa bedanya?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini memberikan penjelasan sederhana tentang perbedaan distribusi normal dan distribusi t.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-t\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Distribusi normal vs distribusi t: apa bedanya?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini memberikan penjelasan sederhana tentang perbedaan distribusi normal dan distribusi t.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-t\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-27T05:09:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/norm_vs_t1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-t\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-t\/\",\"name\":\"Distribusi normal vs distribusi t: apa bedanya?\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-27T05:09:32+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-27T05:09:32+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini memberikan penjelasan sederhana tentang perbedaan distribusi normal dan distribusi t.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-t\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-t\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-t\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Distribusi normal dan distribusi t: apa bedanya?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Distribusi normal vs distribusi t: apa bedanya?","description":"Tutorial ini memberikan penjelasan sederhana tentang perbedaan distribusi normal dan distribusi t.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-t\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Distribusi normal vs distribusi t: apa bedanya?","og_description":"Tutorial ini memberikan penjelasan sederhana tentang perbedaan distribusi normal dan distribusi t.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-t\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-27T05:09:32+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/norm_vs_t1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-t\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-t\/","name":"Distribusi normal vs distribusi t: apa bedanya?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-27T05:09:32+00:00","dateModified":"2023-07-27T05:09:32+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini memberikan penjelasan sederhana tentang perbedaan distribusi normal dan distribusi t.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-t\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-t\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-t\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Distribusi normal dan distribusi t: apa bedanya?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1231"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1231"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1231\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1231"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1231"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1231"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}