{"id":1241,"date":"2023-07-27T04:19:56","date_gmt":"2023-07-27T04:19:56","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/koreksi-bonferroni-di-r\/"},"modified":"2023-07-27T04:19:56","modified_gmt":"2023-07-27T04:19:56","slug":"koreksi-bonferroni-di-r","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/koreksi-bonferroni-di-r\/","title":{"rendered":"Bagaimana melakukan koreksi bonferroni di r"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ANOVA satu arah<\/a> digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata tiga atau lebih kelompok independen.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika nilai p keseluruhan tabel ANOVA berada di bawah tingkat signifikansi tertentu, maka kita memiliki cukup bukti untuk mengatakan bahwa setidaknya salah satu mean kelompok berbeda dari mean kelompok lainnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, hal ini tidak memberi tahu kita kelompok <em>mana<\/em> yang berbeda satu sama lain. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa tidak semua rata-rata kelompok adalah sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk mengetahui secara pasti kelompok mana yang berbeda satu sama lain, kita perlu melakukan uji t berpasangan antara masing-masing kelompok<\/span> <span style=\"color: #000000;\">sambil mengontrol <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kesalahan-keluarga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">tingkat kesalahan kekeluargaan<\/a> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Salah satu cara paling umum untuk mencapai hal ini adalah dengan menggunakan <strong>koreksi Bonferroni<\/strong> saat menghitung nilai p untuk setiap uji t berpasangan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini menjelaskan cara melakukan koreksi Bonferroni di R.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: Koreksi Bonferroni di R<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan seorang guru ingin mengetahui apakah tiga teknik belajar yang berbeda menghasilkan nilai ujian yang berbeda di antara siswa.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk mengujinya, dia secara acak menugaskan 10 siswa untuk menggunakan setiap teknik belajar.<\/span> <span style=\"color: #000000;\">Setelah seminggu menggunakan teknik belajar yang ditugaskan kepada mereka, setiap siswa mengikuti ujian yang sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan langkah-langkah berikut di R untuk menyesuaikan ANOVA satu arah dan menggunakan koreksi Bonferroni untuk menghitung perbedaan berpasangan antara hasil ujian masing-masing kelompok.<\/span><\/p>\n<p> <strong><span style=\"color: #000000;\">Langkah 1: Buat kumpulan data.<\/span><\/strong><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara membuat kumpulan data yang berisi hasil ujian seluruh 30 siswa:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#create data frame<\/span>\ndata &lt;- data.frame(technique = <span style=\"color: #3366ff;\">rep<\/span> (c(\"tech1\", \"tech2\", \"tech3\"), <span style=\"color: #3366ff;\">each<\/span> = <span style=\"color: #008000;\">10<\/span> ),\n                   score = c(76, 77, 77, 81, 82, 82, 83, 84, 85, 89,\n                             81, 82, 83, 83, 83, 84, 87, 90, 92, 93,\n                             77, 78, 79, 88, 89, 90, 91, 95, 95, 98))\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view first six rows of data frame<\/span>\nhead(data)\n\n  technical score\n1 tech1 76\n2 tech1 77\n3 tech1 77\n4 tech1 81\n5 tech1 82\n6 tech1 82\n<\/strong><\/pre>\n<p> <strong><span style=\"color: #000000;\">Langkah 2: Lihat hasil ujian untuk setiap kelompok.<\/span><\/strong><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara membuat diagram kotak untuk memvisualisasikan sebaran hasil ujian tiap kelompok:<\/span> <\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong>boxplot(score ~ technique,\n        data = data,\n        main = \"Exam Scores by Studying Technique\",\n        xlab = \"Studying Technique\",\n        ylab = \"Exam Scores\",\n        col = \"steelblue\",\n        border = \"black\")\n<\/strong><\/pre>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-12294\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/bonf1.png\" alt=\"Koreksi Bonferroni di R\" width=\"411\" height=\"410\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <strong><span style=\"color: #000000;\">Langkah 3: Lakukan ANOVA satu arah.<\/span><\/strong><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara melakukan ANOVA satu arah untuk menguji perbedaan antara rata-rata nilai ujian di setiap kelompok:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#fit the one-way ANOVA model<\/span>\nmodel &lt;- aov(score ~ technique, data = data)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view model output\n<\/span>summary(model)\n\n            Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(&gt;F)  \ntechnical 2 211.5 105.73 3.415 0.0476 *\nResiduals 27 836.0 30.96                 \n---\nSignificant. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p keseluruhan ( <strong>0,0476<\/strong> ) kurang dari 0,05, hal ini menunjukkan bahwa setiap kelompok tidak memiliki rata-rata nilai ujian yang sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya kita akan melakukan uji t berpasangan menggunakan koreksi Bonferroni untuk nilai p untuk menghitung selisih berpasangan antara hasil ujian masing-masing kelompok.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 4: Lakukan uji-t berpasangan.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk melakukan uji-t berpasangan dengan koreksi Bonferroni di R, kita dapat menggunakan fungsi <a href=\"https:\/\/www.rdocumentation.org\/packages\/stats\/versions\/3.6.2\/topics\/pairwise.t.test\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">pairwise.t.test()<\/a> , yang menggunakan sintaks berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>berpasangan.t.test(x, g, p.adjust.method=\u201dbonferroni\u201d)<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>x:<\/strong> vektor numerik dari nilai respons<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>g:<\/strong> Vektor yang menentukan nama kelompok (misalnya teknik belajar)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara menggunakan fungsi ini untuk contoh kita:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#perform pairwise t-tests with Bonferroni's correction<\/span>\npairwise.t.test(data$score, data$technique, p.adjust.method=\" <span style=\"color: #008000;\">bonferroni<\/span> \")\n\n\tPairwise comparisons using t tests with pooled SD \n\ndata: data$score and data$technique \n\n      tech1 tech2\ntech2 0.309 -    \ntech3 0.048 1.000\n\nP value adjustment method: bonferroni<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara menafsirkan hasilnya adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai p yang disesuaikan untuk perbedaan rata-rata nilai ujian antara Teknik 1 dan Teknik 2 adalah <strong>0,309<\/strong> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai p yang disesuaikan untuk perbedaan rata-rata nilai ujian antara Teknik 1 dan Teknik 3 adalah <strong>0,048<\/strong> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai p yang disesuaikan untuk perbedaan rata-rata nilai ujian antara Teknik 2 dan Teknik 3 adalah <strong>1000<\/strong> .<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan hasil terlihat bahwa perbedaan yang signifikan hanya terdapat pada teknik 1 dan teknik 3.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Pengantar ANOVA Satu Arah<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Bagaimana melakukan ANOVA satu arah di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-tukey-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Cara melakukan tes Tukey di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-dunnetts-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Bagaimana melakukan tes Dunnett di R<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANOVA satu arah digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata tiga atau lebih kelompok independen. Jika nilai p keseluruhan tabel ANOVA berada di bawah tingkat signifikansi tertentu, maka kita memiliki cukup bukti untuk mengatakan bahwa setidaknya salah satu mean kelompok berbeda dari mean kelompok lainnya. Namun, hal ini tidak memberi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara melakukan koreksi Bonferroni di R - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan koreksi Bonferroni di R, termasuk contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/koreksi-bonferroni-di-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara melakukan koreksi Bonferroni di R - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan koreksi Bonferroni di R, termasuk contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/koreksi-bonferroni-di-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-27T04:19:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/bonf1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/koreksi-bonferroni-di-r\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/koreksi-bonferroni-di-r\/\",\"name\":\"Cara melakukan koreksi Bonferroni di R - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-27T04:19:56+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-27T04:19:56+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan koreksi Bonferroni di R, termasuk contoh langkah demi langkah.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/koreksi-bonferroni-di-r\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/koreksi-bonferroni-di-r\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/koreksi-bonferroni-di-r\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bagaimana melakukan koreksi bonferroni di r\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara melakukan koreksi Bonferroni di R - Statorials","description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan koreksi Bonferroni di R, termasuk contoh langkah demi langkah.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/koreksi-bonferroni-di-r\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara melakukan koreksi Bonferroni di R - Statorials","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan koreksi Bonferroni di R, termasuk contoh langkah demi langkah.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/koreksi-bonferroni-di-r\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-27T04:19:56+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/bonf1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/koreksi-bonferroni-di-r\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/koreksi-bonferroni-di-r\/","name":"Cara melakukan koreksi Bonferroni di R - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-27T04:19:56+00:00","dateModified":"2023-07-27T04:19:56+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan koreksi Bonferroni di R, termasuk contoh langkah demi langkah.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/koreksi-bonferroni-di-r\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/koreksi-bonferroni-di-r\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/koreksi-bonferroni-di-r\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bagaimana melakukan koreksi bonferroni di r"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1241"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1241"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1241\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1241"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1241"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1241"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}