{"id":1242,"date":"2023-07-27T04:14:56","date_gmt":"2023-07-27T04:14:56","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/manajer-tes-di-r\/"},"modified":"2023-07-27T04:14:56","modified_gmt":"2023-07-27T04:14:56","slug":"manajer-tes-di-r","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/manajer-tes-di-r\/","title":{"rendered":"Cara melakukan tes scheffe di r"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ANOVA satu arah<\/a> digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata tiga atau lebih kelompok independen.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika nilai p keseluruhan tabel ANOVA berada di bawah tingkat signifikansi tertentu, maka kita memiliki cukup bukti untuk mengatakan bahwa setidaknya salah satu mean kelompok berbeda dari mean kelompok lainnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, hal ini tidak memberi tahu kita kelompok <em>mana<\/em> yang berbeda satu sama lain. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa tidak semua rata-rata kelompok adalah sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk mengetahui secara pasti kelompok mana yang berbeda satu sama lain, kita perlu melakukan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-post-hoc-anova\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">uji post-hoc<\/a> yang dapat mengontrol tingkat<\/span> <span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kesalahan-keluarga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">kesalahan per keluarga<\/a> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Salah satu tes post hoc yang paling umum digunakan adalah tes Scheffe.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini menjelaskan cara melakukan tes Scheffe di R.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: Tes Scheffe di R<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan seorang guru ingin mengetahui apakah tiga teknik belajar yang berbeda menghasilkan nilai ujian yang berbeda di antara siswa. Untuk mengujinya, dia secara acak menugaskan 10 siswa untuk menggunakan setiap teknik belajar dan mencatat hasil ujian mereka.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan langkah-langkah berikut dalam R untuk menyesuaikan ANOVA satu arah untuk menguji perbedaan rata-rata nilai ujian antara ketiga kelompok dan menggunakan uji Scheffe untuk menentukan dengan tepat kelompok mana yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p> <strong><span style=\"color: #000000;\">Langkah 1: Buat kumpulan data.<\/span><\/strong><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara membuat kumpulan data yang berisi hasil ujian seluruh 30 siswa:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#create data frame<\/span>\ndata &lt;- data.frame(technique = <span style=\"color: #3366ff;\">rep<\/span> (c(\"tech1\", \"tech2\", \"tech3\"), <span style=\"color: #3366ff;\">each<\/span> = <span style=\"color: #008000;\">10<\/span> ),\n                   score = c(76, 77, 77, 81, 82, 82, 83, 84, 85, 89,\n                             81, 82, 83, 83, 83, 84, 87, 90, 92, 93,\n                             77, 78, 79, 88, 89, 90, 91, 95, 95, 98))\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view first six rows of data frame<\/span>\nhead(data)\n\n  technical score\n1 tech1 76\n2 tech1 77\n3 tech1 77\n4 tech1 81\n5 tech1 82\n6 tech1 82\n<\/strong><\/pre>\n<p> <strong><span style=\"color: #000000;\">Langkah 2: Lihat hasil ujian untuk setiap kelompok.<\/span><\/strong><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara membuat diagram kotak untuk memvisualisasikan sebaran hasil ujian tiap kelompok:<\/span> <\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong>boxplot(score ~ technique,\n        data = data,\n        main = \"Exam Scores by Studying Technique\",\n        xlab = \"Studying Technique\",\n        ylab = \"Exam Scores\",\n        col = \"steelblue\",\n        border = \"black\")\n<\/strong><\/pre>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-12294\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/bonf1.png\" alt=\"Koreksi Bonferroni di R\" width=\"411\" height=\"410\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <strong><span style=\"color: #000000;\">Langkah 3: Lakukan ANOVA satu arah.<\/span><\/strong><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara melakukan ANOVA satu arah untuk menguji perbedaan antara rata-rata nilai ujian di setiap kelompok:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#fit the one-way ANOVA model<\/span>\nmodel &lt;- aov(score ~ technique, data = data)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view model output\n<\/span>summary(model)\n\n            Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(&gt;F)  \ntechnical 2 211.5 105.73 3.415 0.0476 *\nResiduals 27 836.0 30.96                 \n---\nSignificant. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p keseluruhan ( <strong>0,0476<\/strong> ) kurang dari 0,05, hal ini menunjukkan bahwa setiap kelompok tidak memiliki rata-rata nilai ujian yang sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya kita akan melakukan uji Scheffe untuk mengetahui kelompok mana yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 4: Lakukan tes Scheffe.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk melakukan pengujian Scheffe, kita akan menggunakan fungsi <strong>ScheffeTest()<\/strong> dari paket <a href=\"https:\/\/cran.r-project.org\/web\/packages\/DescTools\/DescTools.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">DescTools<\/a> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara menggunakan fungsi ini untuk contoh kita:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#load DescTools package<\/span>\nlibrary(DescTools)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#perform Scheffe's test\n<\/span>ScheffeTest(model)\n\n  Posthoc multiple comparisons of means: Scheffe Test \n    95% family-wise confidence level\n\n$technical\n            diff lwr.ci upr.ci pval    \ntech2-tech1 4.2 -2.24527202 10.645272 0.2582    \ntech3-tech1 6.4 -0.04527202 12.845272 0.0519 .  \ntech3-tech2 2.2 -4.24527202 8.645272 0.6803    \n\n---\nSignificant. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara menafsirkan hasilnya adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata selisih hasil ujian antara teknik 2 dan teknik 1 adalah <strong>4,2<\/strong> . Nilai p yang sesuai untuk perbedaan rata-rata adalah <strong>0,2582<\/strong> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata selisih hasil ujian antara teknik 3 dan teknik 1 adalah <strong>6,4<\/strong> . Nilai p yang sesuai untuk perbedaan rata-rata adalah <strong>0,0519<\/strong> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata selisih hasil ujian antara teknik 3 dan teknik 2 adalah <strong>2,2<\/strong> . Nilai p yang sesuai untuk perbedaan rata-rata adalah <strong>0,6803<\/strong> .<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Bergantung pada tingkat signifikansi yang kami putuskan untuk digunakan, hanya dua kelompok yang tampak berbeda secara signifikan secara statistik adalah Teknik 3 dan Teknik 1.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Bagaimana melakukan ANOVA satu arah di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-tukey-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Cara melakukan tes Tukey di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/koreksi-bonferroni-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Bagaimana melakukan koreksi Bonferroni di R<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANOVA satu arah digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata tiga atau lebih kelompok independen. Jika nilai p keseluruhan tabel ANOVA berada di bawah tingkat signifikansi tertentu, maka kita memiliki cukup bukti untuk mengatakan bahwa setidaknya salah satu mean kelompok berbeda dari mean kelompok lainnya. Namun, hal ini tidak memberi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara melakukan tes Scheffe di R - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan tes post-hoc Scheffe di R, dengan sebuah contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/manajer-tes-di-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara melakukan tes Scheffe di R - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan tes post-hoc Scheffe di R, dengan sebuah contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/manajer-tes-di-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-27T04:14:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/bonf1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/manajer-tes-di-r\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/manajer-tes-di-r\/\",\"name\":\"Cara melakukan tes Scheffe di R - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-27T04:14:56+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-27T04:14:56+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan tes post-hoc Scheffe di R, dengan sebuah contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/manajer-tes-di-r\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/manajer-tes-di-r\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/manajer-tes-di-r\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara melakukan tes scheffe di r\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara melakukan tes Scheffe di R - Statorials","description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan tes post-hoc Scheffe di R, dengan sebuah contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/manajer-tes-di-r\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara melakukan tes Scheffe di R - Statorials","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan tes post-hoc Scheffe di R, dengan sebuah contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/manajer-tes-di-r\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-27T04:14:56+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/bonf1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/manajer-tes-di-r\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/manajer-tes-di-r\/","name":"Cara melakukan tes Scheffe di R - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-27T04:14:56+00:00","dateModified":"2023-07-27T04:14:56+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan tes post-hoc Scheffe di R, dengan sebuah contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/manajer-tes-di-r\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/manajer-tes-di-r\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/manajer-tes-di-r\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara melakukan tes scheffe di r"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1242"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1242"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1242\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1242"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1242"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1242"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}