{"id":1253,"date":"2023-07-27T03:17:05","date_gmt":"2023-07-27T03:17:05","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-keluaran-regresi-di-r\/"},"modified":"2023-07-27T03:17:05","modified_gmt":"2023-07-27T03:17:05","slug":"menafsirkan-keluaran-regresi-di-r","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-keluaran-regresi-di-r\/","title":{"rendered":"Bagaimana menafsirkan keluaran regresi di r"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk menyesuaikan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">model regresi linier<\/a> di R, kita dapat menggunakan perintah <strong>lm()<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk menampilkan keluaran model regresi, kita dapat menggunakan perintah <strong>ringkasan()<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini menjelaskan cara menginterpretasikan setiap nilai keluaran regresi di R.<\/span><\/p>\n<h3> <strong>Contoh: Menafsirkan Output Regresi di R<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara menyesuaikan model regresi linier berganda dengan kumpulan data <strong>mtcars<\/strong> terintegrasi menggunakan <em>hp<\/em> , <em>drat<\/em> dan <em>wt<\/em> sebagai variabel prediktor dan <em>mpg<\/em> sebagai variabel respons:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#fit regression model using hp, drat, and wt as predictors\n<\/span>model &lt;- lm(mpg ~ hp + drat + wt, data = mtcars)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view model summary\n<\/span>summary(model)\n\nCall:\nlm(formula = mpg ~ hp + drat + wt, data = mtcars)\n\nResiduals:\n    Min 1Q Median 3Q Max \n-3.3598 -1.8374 -0.5099 0.9681 5.7078 \n\nCoefficients:\n             Estimate Std. Error t value Pr(&gt;|t|)    \n(Intercept) 29.394934 6.156303 4.775 5.13e-05 ***\nhp -0.032230 0.008925 -3.611 0.001178 ** \ndrat 1.615049 1.226983 1.316 0.198755    \nwt -3.227954 0.796398 -4.053 0.000364 ***\n---\nSignificant. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1\n\nResidual standard error: 2.561 on 28 degrees of freedom\nMultiple R-squared: 0.8369, Adjusted R-squared: 0.8194 \nF-statistic: 47.88 on 3 and 28 DF, p-value: 3.768e-11\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut cara menafsirkan setiap nilai dalam output:<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Panggilan<\/strong><\/span><\/h3>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong>Call:\nlm(formula = mpg ~ hp + drat + wt, data = mtcars)<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Bagian ini mengingatkan kita pada rumus yang kita gunakan dalam model regresi. Kita dapat melihat bahwa kita menggunakan <strong>mpg<\/strong> sebagai variabel respon dan <strong>hp<\/strong> , <strong>drat<\/strong> dan <strong>wt<\/strong> sebagai variabel prediktor. Setiap variabel berasal dari kumpulan data yang disebut <strong>mtcars<\/strong> .<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Residu<\/strong><\/span><\/h3>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong>Residuals:\n    Min 1Q Median 3Q Max \n-3.3598 -1.8374 -0.5099 0.9681 5.7078 \n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Bagian ini menampilkan ringkasan sebaran residu dari model regresi. Ingatlah bahwa residu adalah selisih antara nilai observasi dan nilai prediksi model regresi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Residu minimum sebesar <strong>-3,3598<\/strong> , residu median sebesar <strong>-0,5099<\/strong> , dan residu maksimum sebesar <strong>5,7078<\/strong> .<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Koefisien<\/strong><\/span><\/h3>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong>Coefficients:\n             Estimate Std. Error t value Pr(&gt;|t|)    \n(Intercept) 29.394934 6.156303 4.775 5.13e-05 ***\nhp -0.032230 0.008925 -3.611 0.001178 ** \ndrat 1.615049 1.226983 1.316 0.198755    \nwt -3.227954 0.796398 -4.053 0.000364 ***\n\n---\nSignificant. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Bagian ini menampilkan estimasi koefisien model regresi. Kita dapat menggunakan koefisien ini untuk membentuk estimasi persamaan regresi berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">mpg = 29.39 \u2013 0.03*hp + 1.62*drat \u2013 3.23*berat<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk setiap variabel prediktor, kami menerima nilai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Estimasi:<\/strong> estimasi koefisien. Hal ini menunjukkan kepada kita peningkatan rata-rata dalam variabel respons yang terkait dengan peningkatan satu unit dalam variabel prediktor, dengan asumsi semua variabel prediktor lainnya tetap konstan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Standar.<\/strong> <strong>Kesalahan<\/strong> : Ini adalah kesalahan standar koefisien. Ini adalah ukuran ketidakpastian estimasi koefisien kami.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>t-value:<\/strong> Ini adalah t-statistik untuk variabel prediktor, dihitung sebagai (Estimate) \/ (Standard Error).<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Pr(&gt;|t|):<\/strong> Ini adalah nilai p yang sesuai dengan statistik t. Jika nilai ini berada di bawah tingkat alfa tertentu (misalnya 0,05), maka variabel prediktif dikatakan signifikan secara statistik.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita menggunakan tingkat alfa \u03b1 = 0,05 untuk menentukan prediktor mana yang signifikan dalam model regresi ini, kita dapat mengatakan bahwa <strong>hp<\/strong> dan <strong>wt<\/strong> merupakan prediktor yang signifikan secara statistik, sedangkan <strong>drat<\/strong> tidak.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Penilaian kecukupan model<\/strong><\/span><\/h3>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong>Residual standard error: 2.561 on 28 degrees of freedom\nMultiple R-squared: 0.8369, Adjusted R-squared: 0.8194 \nF-statistic: 47.88 on 3 and 28 DF, p-value: 3.768e-11\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Bagian terakhir ini menampilkan berbagai angka yang membantu kita menilai seberapa cocok model regresi dengan kumpulan data kita.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kesalahan standar sisa:<\/strong> Ini memberi tahu kita jarak rata-rata antara nilai yang diamati dan garis regresi. Semakin kecil nilainya maka semakin baik model regresi tersebut mampu menyesuaikan data.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Derajat kebebasan dihitung sebagai nk-1 dimana n = jumlah observasi dan k = jumlah prediktor. Dalam contoh ini mtcars memiliki 32 observasi dan kami menggunakan 3 prediktor dalam model regresi, sehingga derajat kebebasannya adalah 32 \u2013 3 \u2013 1 = 28.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kelipatan R-kuadrat:<\/strong> Ini disebut koefisien determinasi. Ini memberitahu kita seberapa besar varians dalam <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-tanggapan-penjelas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">variabel respon<\/a> dapat dijelaskan oleh variabel prediktor.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai ini berkisar antara 0 sampai 1. Semakin mendekati 1 maka variabel prediktor semakin mampu memprediksi nilai variabel respon.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>R-squared yang disesuaikan:<\/strong> Ini adalah versi modifikasi dari R-squared yang telah disesuaikan berdasarkan jumlah prediktor dalam model. Itu selalu kurang dari R kuadrat.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">R-kuadrat yang disesuaikan dapat berguna untuk membandingkan kesesuaian model regresi berbeda yang menggunakan jumlah variabel prediktor berbeda.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>F-statistik:<\/strong> Menunjukkan apakah model regresi memberikan kesesuaian yang lebih baik dengan data dibandingkan model yang tidak memuat variabel independen. Pada dasarnya, ini menguji apakah model regresi secara keseluruhan bermanfaat.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>nilai-p:<\/strong> Ini adalah nilai-p yang sesuai dengan statistik F. Jika nilai ini berada di bawah tingkat signifikansi tertentu (misalnya 0,05), maka model regresi lebih cocok dengan data dibandingkan model tanpa prediktor.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Saat membangun model regresi, kami berharap nilai p ini berada di bawah tingkat signifikansi tertentu, karena ini menunjukkan bahwa variabel prediktor benar-benar berguna dalam memprediksi nilai variabel respon.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-sederhana-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Cara melakukan regresi linier sederhana di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Cara melakukan regresi linier berganda di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-r-kuadrat-yang-bagus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Berapa nilai R-kuadrat yang bagus?<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Untuk menyesuaikan model regresi linier di R, kita dapat menggunakan perintah lm() . Untuk menampilkan keluaran model regresi, kita dapat menggunakan perintah ringkasan() . Tutorial ini menjelaskan cara menginterpretasikan setiap nilai keluaran regresi di R. Contoh: Menafsirkan Output Regresi di R Kode berikut menunjukkan cara menyesuaikan model regresi linier berganda dengan kumpulan data mtcars terintegrasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bagaimana menafsirkan keluaran regresi di R<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menginterpretasikan output model regresi di R, dengan sebuah contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-keluaran-regresi-di-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bagaimana menafsirkan keluaran regresi di R\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menginterpretasikan output model regresi di R, dengan sebuah contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-keluaran-regresi-di-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-27T03:17:05+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-keluaran-regresi-di-r\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-keluaran-regresi-di-r\/\",\"name\":\"Bagaimana menafsirkan keluaran regresi di R\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-27T03:17:05+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-27T03:17:05+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara menginterpretasikan output model regresi di R, dengan sebuah contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-keluaran-regresi-di-r\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-keluaran-regresi-di-r\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-keluaran-regresi-di-r\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bagaimana menafsirkan keluaran regresi di r\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bagaimana menafsirkan keluaran regresi di R","description":"Tutorial ini menjelaskan cara menginterpretasikan output model regresi di R, dengan sebuah contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-keluaran-regresi-di-r\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Bagaimana menafsirkan keluaran regresi di R","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara menginterpretasikan output model regresi di R, dengan sebuah contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-keluaran-regresi-di-r\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-27T03:17:05+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-keluaran-regresi-di-r\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-keluaran-regresi-di-r\/","name":"Bagaimana menafsirkan keluaran regresi di R","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-27T03:17:05+00:00","dateModified":"2023-07-27T03:17:05+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara menginterpretasikan output model regresi di R, dengan sebuah contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-keluaran-regresi-di-r\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-keluaran-regresi-di-r\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-keluaran-regresi-di-r\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bagaimana menafsirkan keluaran regresi di r"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1253"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1253"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1253\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1253"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1253"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1253"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}