{"id":1254,"date":"2023-07-27T03:10:19","date_gmt":"2023-07-27T03:10:19","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-f-parsial\/"},"modified":"2023-07-27T03:10:19","modified_gmt":"2023-07-27T03:10:19","slug":"uji-f-parsial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-f-parsial\/","title":{"rendered":"Apa yang dimaksud dengan uji f parsial?"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Uji F parsial<\/strong> digunakan untuk menentukan ada atau tidaknya perbedaan yang signifikan secara statistik antara <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">model regresi<\/a> dan versi tersarang dari model yang sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Model <em>bersarang<\/em> hanyalah model yang berisi subkumpulan variabel prediktor dalam model regresi keseluruhan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita memiliki model regresi berikut dengan empat variabel prediktor:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Y = \u03b2 <sub>0<\/sub> + \u03b2 <sub>1<\/sub> x <sub>1<\/sub> + \u03b2 <sub>2<\/sub> x <sub>2<\/sub> + \u03b2 <sub>3<\/sub> x <sub>3<\/sub> + \u03b2 <sub>4<\/sub> x <sub>4<\/sub> + \u03b5<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh model bertingkat adalah model berikut yang hanya memiliki dua variabel prediktor asli:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Y = \u03b2 <sub>0<\/sub> + \u03b2 <sub>1<\/sub> x <sub>1<\/sub> + \u03b2 <sub>2<\/sub> x <sub>2<\/sub> + \u03b5<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk mengetahui apakah kedua model tersebut berbeda nyata dapat dilakukan uji F parsial.<\/span><\/p>\n<h3> <strong><span style=\"color: #000000;\">Tes F parsial: dasar-dasarnya<\/span><\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Uji F parsial menghitung statistik uji F berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">F = (( RSS <sub>yang Dikurangi<\/sub> \u2013 RSS <sub>Penuh<\/sub> )\/p) \/ ( RSS <sub>Penuh<\/sub> \/nk)<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>RSS <sub>yang Dikurangi<\/sub><\/strong> : Jumlah sisa kuadrat dari model yang dikurangi (yaitu \u201cbersarang\u201d).<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>RSS <sub>penuh<\/sub><\/strong> : Jumlah sisa kuadrat dari model lengkap.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>p :<\/strong> jumlah prediktor yang dihapus dari model lengkap.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>n:<\/strong> jumlah total observasi dalam kumpulan data.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>k :<\/strong> Jumlah koefisien (termasuk intersep) dalam model lengkap.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bahwa jumlah sisa kuadrat akan selalu lebih kecil untuk model lengkap karena penambahan prediktor akan selalu menghasilkan pengurangan kesalahan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jadi uji F parsial pada dasarnya menguji apakah kelompok prediktor yang Anda hapus dari model lengkap benar-benar berguna dan harus disertakan dalam model lengkap.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pengujian ini menggunakan hipotesis nol dan hipotesis alternatif berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>0<\/sub> :<\/strong> Semua koefisien yang dihilangkan dari model penuh adalah nol.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>A<\/sub> :<\/strong> Setidaknya salah satu koefisien yang dikeluarkan dari model lengkap adalah bukan nol.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika nilai p yang sesuai dengan statistik uji F berada di bawah tingkat signifikansi tertentu (misalnya 0,05), maka kita dapat menolak hipotesis nol dan menyimpulkan bahwa setidaknya salah satu koefisien yang dikeluarkan dari model lengkap adalah signifikan.<\/span><\/p>\n<h3> <strong>Uji F parsial: sebuah contoh<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam praktiknya, kami menggunakan langkah-langkah berikut untuk melakukan uji F parsial:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1.<\/strong> Sesuaikan model regresi penuh dan hitung RSS <sub>penuh<\/sub> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2.<\/strong> Sesuaikan model regresi bersarang dan hitung <sub>pengurangan<\/sub> RSS.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>3.<\/strong> Lakukan ANOVA untuk membandingkan model penuh dan model tereduksi, yang akan menghasilkan statistik uji F yang diperlukan untuk membandingkan model.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kode berikut menunjukkan cara menyesuaikan dua model regresi berikut di R menggunakan data dari kumpulan data <strong>mtcars<\/strong> bawaan:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Model lengkap:<\/strong> mpg = \u03b2 <sub>0<\/sub> + \u03b2 <sub>1<\/sub> tersedia + \u03b2 <sub>2<\/sub> karbohidrat + \u03b2 <sub>3<\/sub> hp + \u03b2 <sub>4<\/sub> silinder<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Model:<\/strong> mpg = \u03b2 <sub>0<\/sub> + \u03b2 <sub>1<\/sub> tersedia + \u03b2 <sub>2<\/sub> karbohidrat<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#fit full model<\/span>\nmodel_full &lt;- lm(mpg ~ disp + carb + hp + cyl, data = mtcars)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#fit reduced model\n<\/span>model_reduced &lt;- lm(mpg ~ disp + carb, data = mtcars)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#perform ANOVA to test for differences in models\n<\/span>anova(model_reduced, model_full)\n\nAnalysis of Variance Table\n\nModel 1: mpg ~ available + carb\nModel 2: mpg ~ disp + carb + hp + cyl\n  Res.Df RSS Df Sum of Sq F Pr(&gt;F)\n1 29 254.82                           \n2 27 238.71 2 16.113 0.9113 0.414<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari hasil tersebut, kita dapat melihat bahwa statistik uji F ANOVA adalah <strong>0,9113<\/strong> dan nilai p yang sesuai adalah <strong>0,414<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p ini tidak kurang dari 0,05, kita akan gagal menolak hipotesis nol. Ini berarti bahwa kita tidak memiliki cukup bukti untuk mengatakan bahwa salah satu variabel prediktor <em>hp<\/em> atau <em>cyl<\/em> signifikan secara statistik.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan kata lain, menambahkan <em>hp<\/em> dan <em>cyl<\/em> ke model regresi tidak meningkatkan kesesuaian model secara signifikan.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Uji F parsial digunakan untuk menentukan ada atau tidaknya perbedaan yang signifikan secara statistik antara model regresi dan versi tersarang dari model yang sama. Model bersarang hanyalah model yang berisi subkumpulan variabel prediktor dalam model regresi keseluruhan. Misalnya, kita memiliki model regresi berikut dengan empat variabel prediktor: Y = \u03b2 0 + \u03b2 1 x [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa yang dimaksud dengan uji F parsial? - Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini memberikan pengenalan sederhana tentang pengujian F parsial, dengan sebuah contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-f-parsial\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa yang dimaksud dengan uji F parsial? - Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini memberikan pengenalan sederhana tentang pengujian F parsial, dengan sebuah contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-f-parsial\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-27T03:10:19+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-f-parsial\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-f-parsial\/\",\"name\":\"Apa yang dimaksud dengan uji F parsial? - Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-27T03:10:19+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-27T03:10:19+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini memberikan pengenalan sederhana tentang pengujian F parsial, dengan sebuah contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-f-parsial\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-f-parsial\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-f-parsial\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa yang dimaksud dengan uji f parsial?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa yang dimaksud dengan uji F parsial? - Statologi","description":"Tutorial ini memberikan pengenalan sederhana tentang pengujian F parsial, dengan sebuah contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-f-parsial\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa yang dimaksud dengan uji F parsial? - Statologi","og_description":"Tutorial ini memberikan pengenalan sederhana tentang pengujian F parsial, dengan sebuah contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-f-parsial\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-27T03:10:19+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-f-parsial\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-f-parsial\/","name":"Apa yang dimaksud dengan uji F parsial? - Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-27T03:10:19+00:00","dateModified":"2023-07-27T03:10:19+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini memberikan pengenalan sederhana tentang pengujian F parsial, dengan sebuah contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-f-parsial\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/uji-f-parsial\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-f-parsial\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa yang dimaksud dengan uji f parsial?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1254"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1254"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1254\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1254"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1254"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1254"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}