{"id":1257,"date":"2023-07-27T02:53:55","date_gmt":"2023-07-27T02:53:55","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-rasio-kemungkinan-di-r\/"},"modified":"2023-07-27T02:53:55","modified_gmt":"2023-07-27T02:53:55","slug":"uji-rasio-kemungkinan-di-r","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-rasio-kemungkinan-di-r\/","title":{"rendered":"Cara melakukan uji rasio kemungkinan di r"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Uji rasio kemungkinan<\/strong> membandingkan kesesuaian dua model regresi bertingkat.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/model-bersarang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Model bersarang<\/a> hanyalah model yang berisi subkumpulan variabel prediktor dalam model regresi keseluruhan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita memiliki model regresi berikut dengan empat variabel prediktor:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Y = \u03b2 <sub>0<\/sub> + \u03b2 <sub>1<\/sub> x <sub>1<\/sub> + \u03b2 <sub>2<\/sub> x <sub>2<\/sub> + \u03b2 <sub>3<\/sub> x <sub>3<\/sub> + \u03b2 <sub>4<\/sub> x <sub>4<\/sub> + \u03b5<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh model bertingkat adalah model berikut yang hanya memiliki dua variabel prediktor asli:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Y = \u03b2 <sub>0<\/sub> + \u03b2 <sub>1<\/sub> x <sub>1<\/sub> + \u03b2 <sub>2<\/sub> x <sub>2<\/sub> + \u03b5<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk mengetahui apakah kedua model ini berbeda secara signifikan, kita dapat melakukan uji rasio kemungkinan yang menggunakan hipotesis nol dan hipotesis alternatif berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>0<\/sub> :<\/strong> Model lengkap dan model tersarang sama-sama cocok dengan data. Jadi, Anda harus <strong>menggunakan model bersarang<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>A<\/sub> :<\/strong> Model lengkap lebih cocok dengan data dibandingkan model tersarang. Jadi harus <strong>menggunakan template yang lengkap<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika nilai p dari pengujian tersebut berada di bawah tingkat signifikansi tertentu (misalnya 0,05), maka kita dapat menolak hipotesis nol dan menyimpulkan bahwa model lengkap memberikan kesesuaian yang jauh lebih baik.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut menunjukkan cara melakukan uji rasio kemungkinan di R.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: Uji rasio kemungkinan di R<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara menyesuaikan dua model regresi berikut di R menggunakan data dari kumpulan data <strong>mtcars<\/strong> bawaan:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Model lengkap:<\/strong> mpg = \u03b2 <sub>0<\/sub> + \u03b2 <sub>1<\/sub> tersedia + \u03b2 <sub>2<\/sub> karbohidrat + \u03b2 <sub>3<\/sub> hp + \u03b2 <sub>4<\/sub> silinder<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Model:<\/strong> mpg = \u03b2 <sub>0<\/sub> + \u03b2 <sub>1<\/sub> tersedia + \u03b2 <sub>2<\/sub> karbohidrat<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita akan menggunakan fungsi <strong>lrtest()<\/strong> dari paket <strong>lmtest<\/strong> untuk melakukan uji rasio kemungkinan pada dua model berikut:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #993300;\">library<\/span> (lmtest)<\/span>\n\n#fit full model<\/span>\nmodel_full &lt;- lm(mpg ~ disp + carb + hp + cyl, data = mtcars)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#fit reduced model\n<\/span>model_reduced &lt;- lm(mpg ~ disp + carb, data = mtcars)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#perform likelihood ratio test for differences in models\n<\/span>lrtest(model_full, model_reduced)\n\nLikelihood ratio test\n\nModel 1: mpg ~ disp + carb + hp + cyl\nModel 2: mpg ~ available + carb\n  #Df LogLik Df Chisq Pr(&gt;Chisq)\n1 6 -77.558                     \n2 4 -78.603 -2 2.0902 0.3517<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari hasil tersebut, kita dapat melihat bahwa statistik uji chi-square adalah <strong>2,0902<\/strong> dan nilai p-value yang sesuai adalah <strong>0,3517<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p ini tidak kurang dari 0,05, kita akan gagal menolak hipotesis nol.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Artinya, model lengkap dan model tersarang sama-sama cocok dengan data. Oleh karena itu kita harus menggunakan model bersarang, karena variabel prediktor tambahan dalam model lengkap tidak memberikan peningkatan kecocokan yang signifikan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami kemudian dapat melakukan uji rasio kemungkinan lainnya untuk menentukan apakah model dengan satu variabel prediktor berbeda secara signifikan dari model dengan kedua prediktor:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #993300;\">library<\/span> (lmtest)<\/span>\n\n#fit full model<\/span>\nmodel_full &lt;- lm(mpg ~ disp + carb, data = mtcars)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#fit reduced model\n<\/span>model_reduced &lt;- lm(mpg ~ disp, data = mtcars)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#perform likelihood ratio test for differences in models\n<\/span>lrtest(model_full, model_reduced)\n\nLikelihood ratio test\n\nModel 1: mpg ~ available + carb\nModel 2: mpg ~ available\n  #Df LogLik Df Chisq Pr(&gt;Chisq)   \n1 4 -78.603                        \n2 3 -82.105 -1 7.0034 0.008136 **\n---\nSignificant. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari hasil tersebut terlihat bahwa p-value uji rasio kemungkinan adalah <strong>0,008136<\/strong> . Karena angka ini kurang dari 0,05, kami menolak hipotesis nol.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan demikian, kita dapat menyimpulkan bahwa model dua prediktor memberikan peningkatan kecocokan yang signifikan dibandingkan model prediktor tunggal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jadi, model terakhir kita adalah:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">mpg = \u03b2 <sub>0<\/sub> + \u03b2 <sub>1<\/sub> tersedia + \u03b2 <sub>2<\/sub> karbohidrat<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-sederhana-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Cara melakukan regresi linier sederhana di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Cara melakukan regresi linier berganda di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/arti-kode-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Bagaimana menafsirkan kode makna di R<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Uji rasio kemungkinan membandingkan kesesuaian dua model regresi bertingkat. Model bersarang hanyalah model yang berisi subkumpulan variabel prediktor dalam model regresi keseluruhan. Misalnya, kita memiliki model regresi berikut dengan empat variabel prediktor: Y = \u03b2 0 + \u03b2 1 x 1 + \u03b2 2 x 2 + \u03b2 3 x 3 + \u03b2 4 x [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara melakukan uji rasio kemungkinan di R - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan uji rasio kemungkinan di R, dengan sebuah contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-rasio-kemungkinan-di-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara melakukan uji rasio kemungkinan di R - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan uji rasio kemungkinan di R, dengan sebuah contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-rasio-kemungkinan-di-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-27T02:53:55+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-rasio-kemungkinan-di-r\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-rasio-kemungkinan-di-r\/\",\"name\":\"Cara melakukan uji rasio kemungkinan di R - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-27T02:53:55+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-27T02:53:55+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan uji rasio kemungkinan di R, dengan sebuah contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-rasio-kemungkinan-di-r\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-rasio-kemungkinan-di-r\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-rasio-kemungkinan-di-r\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara melakukan uji rasio kemungkinan di r\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara melakukan uji rasio kemungkinan di R - Statorials","description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan uji rasio kemungkinan di R, dengan sebuah contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-rasio-kemungkinan-di-r\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara melakukan uji rasio kemungkinan di R - Statorials","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan uji rasio kemungkinan di R, dengan sebuah contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-rasio-kemungkinan-di-r\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-27T02:53:55+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-rasio-kemungkinan-di-r\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-rasio-kemungkinan-di-r\/","name":"Cara melakukan uji rasio kemungkinan di R - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-27T02:53:55+00:00","dateModified":"2023-07-27T02:53:55+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan uji rasio kemungkinan di R, dengan sebuah contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-rasio-kemungkinan-di-r\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/uji-rasio-kemungkinan-di-r\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-rasio-kemungkinan-di-r\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara melakukan uji rasio kemungkinan di r"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1257"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1257"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1257\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1257"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1257"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1257"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}