{"id":1269,"date":"2023-07-27T01:56:53","date_gmt":"2023-07-27T01:56:53","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/data-berpasangan\/"},"modified":"2023-07-27T01:56:53","modified_gmt":"2023-07-27T01:56:53","slug":"data-berpasangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/data-berpasangan\/","title":{"rendered":"Apa itu data tertaut? (penjelasan &amp; contoh)"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ketika dua kumpulan data memiliki panjang yang sama dan setiap observasi dari satu kumpulan data dapat &#8220;dipasangkan&#8221; dengan observasi dari kumpulan data lain, kita menyebutnya <strong>data berpasangan<\/strong> .<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-12490 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/paireddata1.png\" alt=\"Data berpasangan\" width=\"338\" height=\"276\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Agar dua kumpulan data dapat dikaitkan, penting bahwa setiap <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengamatan-dalam-statistik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">observasi<\/a> dari satu kumpulan data hanya dapat dikaitkan dengan satu observasi dari kumpulan data lainnya.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh data yang cocok<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut beberapa contoh data yang cocok:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 1: Pengukuran duplikat.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan peneliti ingin mengetahui apakah suatu timbangan mampu menimbang kotak sepanjang hari di gudang tertentu. Untuk mengujinya, peneliti menggunakan timbangan untuk menimbang 30 kotak berbeda di pagi hari dan kemudian di malam hari.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hasil akhirnya adalah dua kumpulan data di mana bobot pagi dan sore hari dari setiap kotak dapat \u201cdicocokkan\u201d satu sama lain.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-12491 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/paireddata2.png\" alt=\"Contoh data berpasangan pada pengukuran duplikat\" width=\"377\" height=\"281\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 2: pengukuran sebelum dan sesudah.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Seorang dokter ingin mengetahui apakah obat baru dapat menurunkan tekanan darah pasien. Untuk mengujinya, ia mengukur tekanan darah 20 pasien berbeda sebelum dan sesudah menggunakan obat tersebut selama seminggu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hasil akhirnya adalah dua set data, di mana tekanan darah sebelum dan sesudah setiap individu dapat \u201cdisesuaikan\u201d dengan dirinya sendiri.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-12492 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/paireddata3.png\" alt=\"Contoh data yang cocok\" width=\"430\" height=\"267\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Bagaimana menganalisis data berpasangan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ada dua cara umum untuk menganalisis data berpasangan:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Lakukan uji-t berpasangan.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Salah satu cara untuk menganalisis data berpasangan adalah dengan melakukan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-sampel-berpasangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">uji-t sampel berpasangan<\/a> , yang membandingkan rata-rata dua <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/populasi-vs.-sampel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sampel<\/a> ketika setiap observasi dari satu sampel dapat dicocokkan dengan observasi dari sampel lainnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pengujian ini memberi tahu kita apakah nilai rata-rata antara kedua kumpulan data sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Hitung korelasi antara dua kumpulan data.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara lain untuk menganalisis data berpasangan adalah dengan menghitung <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-pearson-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">korelasi<\/a> antara dua kumpulan data.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hal ini memberi kita gambaran tentang arah dan kekuatan hubungan antara nilai kedua kumpulan data.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Data berpasangan dan data tidak cocok<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berbeda dengan data berpasangan, <strong>data tidak berpasangan<\/strong> terjadi ketika observasi dari satu kumpulan data tidak dapat diasosiasikan secara unik dengan observasi dari kumpulan data lain.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #000000;\">Misalnya, peneliti ingin mengetahui apakah program latihan tertentu meningkatkan rata-rata lompatan vertikal pemain bola basket atau tidak.<\/span><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Salah satu cara untuk mengujinya dengan menggunakan <strong>data yang cocok<\/strong> adalah dengan mengukur lompatan vertikal maksimum dari 20 pemain yang sama sebelum dan sesudah menggunakan program latihan:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-12494 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/paireddata4.png\" alt=\"Data berpasangan atau tidak cocok\" width=\"545\" height=\"273\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk mengujinya dengan menggunakan <strong>data tidak berpasangan<\/strong> , peneliti dapat mengukur lompat vertikal maksimal 20 pemain yang belum menggunakan program latihan, kemudian mengukur lompat vertikal maksimal 20 pemain berbeda yang sudah menggunakan program latihan. &#8216;pelatihan:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-12495 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/paireddata5.png\" alt=\"Contoh data tidak berpasangan\" width=\"549\" height=\"279\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Saat bekerja dengan data berpasangan, kami menggunakan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-sampel-berpasangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">uji-t sampel berpasangan<\/a> untuk menentukan apakah perbedaan antara mean sampel berbeda.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dan ketika kami bekerja dengan data yang tidak berpasangan, kami menggunakan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-dua-sampel-anda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">uji-t sampel independen<\/a> untuk menentukan apakah perbedaan antara rata-rata sampel berbeda.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika dua kumpulan data memiliki panjang yang sama dan setiap observasi dari satu kumpulan data dapat &#8220;dipasangkan&#8221; dengan observasi dari kumpulan data lain, kita menyebutnya data berpasangan . Agar dua kumpulan data dapat dikaitkan, penting bahwa setiap observasi dari satu kumpulan data hanya dapat dikaitkan dengan satu observasi dari kumpulan data lainnya. Contoh data yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa itu data yang cocok? (Penjelasan &amp; Contoh) - Statorial<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini memberikan penjelasan singkat tentang data yang cocok, termasuk definisi formal dan beberapa contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/data-berpasangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa itu data yang cocok? (Penjelasan &amp; Contoh) - Statorial\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini memberikan penjelasan singkat tentang data yang cocok, termasuk definisi formal dan beberapa contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/data-berpasangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-27T01:56:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/paireddata1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/data-berpasangan\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/data-berpasangan\/\",\"name\":\"Apa itu data yang cocok? (Penjelasan &amp; Contoh) - Statorial\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-27T01:56:53+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-27T01:56:53+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini memberikan penjelasan singkat tentang data yang cocok, termasuk definisi formal dan beberapa contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/data-berpasangan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/data-berpasangan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/data-berpasangan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa itu data tertaut? (penjelasan &amp; contoh)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa itu data yang cocok? (Penjelasan &amp; Contoh) - Statorial","description":"Tutorial ini memberikan penjelasan singkat tentang data yang cocok, termasuk definisi formal dan beberapa contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/data-berpasangan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa itu data yang cocok? (Penjelasan &amp; Contoh) - Statorial","og_description":"Tutorial ini memberikan penjelasan singkat tentang data yang cocok, termasuk definisi formal dan beberapa contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/data-berpasangan\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-27T01:56:53+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/paireddata1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/data-berpasangan\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/data-berpasangan\/","name":"Apa itu data yang cocok? (Penjelasan &amp; Contoh) - Statorial","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-27T01:56:53+00:00","dateModified":"2023-07-27T01:56:53+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini memberikan penjelasan singkat tentang data yang cocok, termasuk definisi formal dan beberapa contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/data-berpasangan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/data-berpasangan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/data-berpasangan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa itu data tertaut? (penjelasan &amp; contoh)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1269"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1269"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1269\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1269"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1269"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1269"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}