{"id":1285,"date":"2023-07-27T00:38:59","date_gmt":"2023-07-27T00:38:59","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-forsythe-coklat-di-sungai\/"},"modified":"2023-07-27T00:38:59","modified_gmt":"2023-07-27T00:38:59","slug":"tes-forsythe-coklat-di-sungai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-forsythe-coklat-di-sungai\/","title":{"rendered":"Tes brown \u2013 forsythe di r: contoh langkah demi langkah"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ANOVA satu arah<\/a> digunakan untuk menentukan ada atau tidaknya perbedaan yang signifikan antara rata-rata tiga atau lebih kelompok independen.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Salah satu <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-danova\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">asumsi<\/a> ANOVA satu arah adalah varian populasi yang diambil <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/populasi-vs.-sampel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sampelnya<\/a> adalah sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Salah satu cara paling umum untuk mengujinya adalah dengan menggunakan <strong>uji Brown-Forsythe<\/strong> , yaitu uji statistik yang menggunakan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">asumsi<\/a> berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>0<\/sub> :<\/strong> Varians antar populasi adalah sama.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>A<\/sub><\/strong> : Perbedaan antar populasi tidak sama.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/p-menghargai-signifikansi-statistik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">nilai p<\/a> dari uji tersebut berada di bawah tingkat signifikansi tertentu (misalnya \u03b1 = 0,05), maka kita menolak hipotesis nol dan menyimpulkan bahwa variansnya tidak sama antara populasi yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini memberikan contoh langkah demi langkah tentang cara melakukan tes Brown-Forsythe di R.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Masukkan datanya<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita ingin mengetahui apakah tiga program latihan yang berbeda menghasilkan tingkat penurunan berat badan yang berbeda atau tidak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk mengujinya, kami merekrut 90 orang dan secara acak menugaskan 30 orang untuk menggunakan setiap program. Kami kemudian mengukur penurunan berat badan setiap orang setelah satu bulan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kumpulan data berikut berisi informasi tentang jumlah penurunan berat badan pada setiap program:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#make this example reproducible\n<\/span>set.seed(0)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#create data frame\n<\/span>data &lt;- data.frame(program = <span style=\"color: #3366ff;\">as<\/span> . <span style=\"color: #3366ff;\">factor<\/span> ( <span style=\"color: #3366ff;\">rep<\/span> (c(\" <span style=\"color: #008000;\">A<\/span> \", \" <span style=\"color: #008000;\">B<\/span> \", \" <span style=\"color: #008000;\">C<\/span> \"), <span style=\"color: #3366ff;\">each<\/span> = 30)),\n                   weight_loss = c( <span style=\"color: #3366ff;\">runif<\/span> (30, 0, 3),\n                                   <span style=\"color: #3366ff;\">runif<\/span> (30, 0, 5),\n                                   <span style=\"color: #3366ff;\">runif<\/span> (30, 1, 7)))\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view first six rows of data frame\n<\/span>head(data)\n\n# program weight_loss\n#1 A 2.6900916\n#2 A 0.7965260\n#3 A 1.1163717\n#4 A 1.7185601\n#5 A 2.7246234\n#6 A 0.6050458<\/strong><\/pre>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Ringkas dan visualisasikan data<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebelum melakukan tes Brown-Forsythe, kita dapat membuat plot kotak untuk memvisualisasikan varian penurunan berat badan untuk setiap kelompok:<\/span> <\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong>boxplot(weight_loss ~ program, data = data)\n<\/strong><\/pre>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-12614 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/test1.png\" alt=\"\" width=\"437\" height=\"395\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami juga dapat menghitung varian penurunan berat badan di setiap kelompok:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#load dplyr package<\/span>\n<span style=\"color: #993300;\">library<\/span> (dplyr)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#calculate variance of weight loss by group\n<\/span>data %&gt;%\n<span style=\"color: #3366ff;\">group_by<\/span> (program) %&gt;%\n  <span style=\"color: #3366ff;\">summarize<\/span> (var=var(weight_loss))\n\n# A tibble: 3 x 2\n  program var\n     \n1 A 0.819\n2 B 1.53 \n3 C 2.46<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat melihat bahwa varians antar kelompok berbeda, namun untuk menentukan apakah perbedaan ini <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/signifikansi-statistik-praktis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">signifikan secara statistik<\/a> , kita dapat melakukan uji Brown-Forsythe.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3: Lakukan tes Brown-Forsythe<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk melakukan pengujian Brown-Forsythe di R, kita dapat menggunakan fungsi <strong>bf.test()<\/strong> dari paket <a href=\"https:\/\/www.rdocumentation.org\/packages\/onewaytests\/versions\/2.4\/topics\/bf.test\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">onewaytests<\/a> :<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#load onewaytests package<\/span>\n<span style=\"color: #993300;\">library<\/span> (onewaytests)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#perform Brown-Forsythe test<\/span>\nbf.test(weight_loss ~ program, data = data)\n\n  Brown-Forsythe Test (alpha = 0.05) \n-------------------------------------------------- ----------- \n  data: weight_loss and program \n\n  statistic: 30.83304 \n  num df: 2 \n  name df: 74.0272 \n  p.value: 1.816529e-10 \n\n  Result: Difference is statistically significant. \n-------------------------------------------------- -----------<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai p dari tes tersebut ternyata kurang dari 0,000 dan, seperti yang ditunjukkan oleh hasilnya, perbedaan varian antara ketiga kelompok adalah signifikan secara statistik.<\/span><\/p>\n<h3> <strong>Langkah selanjutnya<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika Anda tidak dapat menolak hipotesis nol uji Brown-Forsythe, maka Anda dapat melakukan ANOVA satu arah pada data tersebut.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun jika hipotesis nol ditolak, berarti asumsi persamaan varians dilanggar. Dalam hal ini, Anda memiliki dua opsi:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Tetap lakukan ANOVA satu arah.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ternyata ANOVA satu arah sebenarnya kuat terhadap varian yang tidak sama asalkan varian terbesar tidak lebih besar dari 4 kali varian terkecil.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pada langkah 2 contoh di atas, kita menemukan bahwa varian terkecil adalah 0,819 dan varian terbesar adalah 2,46. Jadi perbandingan varian terbesar dan terkecil adalah 2,46 \/ 0,819 = <strong>3,003<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai ini kurang dari 4, kita cukup melakukan ANOVA satu arah.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Lakukan tes Kruskal-Wallis<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika rasio varian terbesar dan varian terkecil lebih besar dari 4, seseorang dapat memilih untuk melakukan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-kruskal-wallis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">uji Kruskal-Wallis<\/a> . Hal ini dianggap setara nonparametrik dari ANOVA satu arah.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Anda dapat menemukan contoh langkah demi langkah tes Kruskal-Wallis di R di sini .<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANOVA satu arah digunakan untuk menentukan ada atau tidaknya perbedaan yang signifikan antara rata-rata tiga atau lebih kelompok independen. Salah satu asumsi ANOVA satu arah adalah varian populasi yang diambil sampelnya adalah sama. Salah satu cara paling umum untuk mengujinya adalah dengan menggunakan uji Brown-Forsythe , yaitu uji statistik yang menggunakan asumsi berikut: H 0 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tes Brown\u2013Forsythe di R: contoh langkah demi langkah - Statorial<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan pengujian Brown-Forsythe di R, dengan contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-forsythe-coklat-di-sungai\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tes Brown\u2013Forsythe di R: contoh langkah demi langkah - Statorial\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan pengujian Brown-Forsythe di R, dengan contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-forsythe-coklat-di-sungai\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-27T00:38:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/test1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-forsythe-coklat-di-sungai\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-forsythe-coklat-di-sungai\/\",\"name\":\"Tes Brown\u2013Forsythe di R: contoh langkah demi langkah - Statorial\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-27T00:38:59+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-27T00:38:59+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan pengujian Brown-Forsythe di R, dengan contoh langkah demi langkah.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-forsythe-coklat-di-sungai\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-forsythe-coklat-di-sungai\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-forsythe-coklat-di-sungai\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tes brown \u2013 forsythe di r: contoh langkah demi langkah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tes Brown\u2013Forsythe di R: contoh langkah demi langkah - Statorial","description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan pengujian Brown-Forsythe di R, dengan contoh langkah demi langkah.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-forsythe-coklat-di-sungai\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tes Brown\u2013Forsythe di R: contoh langkah demi langkah - Statorial","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan pengujian Brown-Forsythe di R, dengan contoh langkah demi langkah.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-forsythe-coklat-di-sungai\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-27T00:38:59+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/test1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-forsythe-coklat-di-sungai\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-forsythe-coklat-di-sungai\/","name":"Tes Brown\u2013Forsythe di R: contoh langkah demi langkah - Statorial","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-27T00:38:59+00:00","dateModified":"2023-07-27T00:38:59+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan pengujian Brown-Forsythe di R, dengan contoh langkah demi langkah.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-forsythe-coklat-di-sungai\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/tes-forsythe-coklat-di-sungai\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-forsythe-coklat-di-sungai\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tes brown \u2013 forsythe di r: contoh langkah demi langkah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1285"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1285"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1285\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1285"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1285"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1285"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}