{"id":1323,"date":"2023-07-26T21:19:13","date_gmt":"2023-07-26T21:19:13","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-pmf\/"},"modified":"2023-07-26T21:19:13","modified_gmt":"2023-07-26T21:19:13","slug":"statistik-pmf","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-pmf\/","title":{"rendered":"Apa yang dimaksud dengan fungsi massa probabilitas (pmf) dalam statistik?"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Fungsi massa probabilitas<\/strong> , sering disingkat <strong>PMF<\/strong> , memberi tahu kita probabilitas suatu variabel acak diskrit mengambil nilai tertentu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya kita melempar sebuah dadu sebanyak satu kali. Jika kita misalkan x menyatakan bilangan tempat dadu mendarat, maka peluang <em>x<\/em> sama dengan nilai yang berbeda dapat digambarkan sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">P(X=1): 1\/6<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">P(X=2): 1\/6<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">P(X=3): 1\/6<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">P(X=4): 1\/6<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">P(X=5): 1\/6<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">P(X=6): 1\/6<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ada peluang yang sama bahwa dadu akan mendarat di nomor mana pun antara 1 dan 6.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut adalah cara kita menuliskan probabilitas ini sebagai fungsi massa probabilitas:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-12928 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/pmf1-1.png\" alt=\"Contoh Fungsi Massa Probabilitas\" width=\"227\" height=\"181\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sisi kiri diagram menunjukkan probabilitas yang terkait dengan hasil di sisi kanan:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-12929 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/pmf2.png\" alt=\"Fungsi massa probabilitas dalam statistik\" width=\"246\" height=\"232\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karakteristik fungsi massa probabilitas adalah semua probabilitas harus berjumlah 1. Anda akan melihat bahwa PMF ini memenuhi kondisi berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jumlah probabilitas = 1\/6 + 1\/6 + 1\/6 + 1\/6 + 1\/6 + 1\/6 = 1.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Dukungan<\/strong> untuk fungsi massa probabilitas mengacu pada himpunan nilai yang dapat diambil oleh variabel acak diskrit. Dalam contoh ini, dukungannya adalah {1, 2, 3, 4, 5, 6} karena nilai dadu dapat mengambil salah satu dari nilai tersebut.<\/span><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #000000;\">Di luar support, nilai PMF adalah nol. Misalnya, peluang dadu mendarat di \u201c0\u201d atau \u201c7\u201d atau \u201c8\u201d adalah nol karena tidak satu pun dari angka-angka ini yang dimasukkan dalam tanda kurung.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Fungsi massa probabilitas dalam praktiknya<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dua contoh fungsi massa probabilitas yang paling umum dalam praktiknya berkaitan dengan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-binomial-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">distribusi binomial<\/a> dan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-ikan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">distribusi Poisson<\/a> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Distribusi binomial<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika suatu variabel acak <em>X<\/em> mengikuti distribusi binomial, maka peluang keberhasilan <em>X<\/em> = <em>k<\/em> dapat dicari dengan rumus berikut:<\/span><\/p>\n<p> <strong>P(X=k) = <sub>n<\/sub> C <sub>k<\/sub> * p <sup>k<\/sup> * (1-p) <sup>nk<\/sup><\/strong><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>n:<\/strong> jumlah percobaan<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>k:<\/strong> jumlah keberhasilan<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>p:<\/strong> probabilitas keberhasilan pada percobaan tertentu<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong><sub>n<\/sub> C <sub>k<\/sub> :<\/strong> banyaknya cara untuk memperoleh <em>k<\/em> keberhasilan dalam <em>n<\/em> percobaan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya kita melempar sebuah koin sebanyak 3 kali. Kita dapat menggunakan rumus di atas untuk menentukan peluang munculnya gambar 0, 1, 2, dan 3 pada 3 pelemparan berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>P(X=0)<\/strong> = <sub>3<\/sub> C <sub>0<\/sub> * 0,5 <sup>0<\/sup> * (1-0,5) <sup>3-0<\/sup> = 1 * 1 * (0,5) <sup>3<\/sup> = <strong>0,125<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>P(X=1)<\/strong> = <sub>3<\/sub> C <sub>1<\/sub> * 0,5 <sup>1<\/sup> * (1-0,5) <sup>3-1<\/sup> = 1 * 1 * (0,5) <sup>2<\/sup> = <strong>0,375<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>P(X=2)<\/strong> = <sub>3<\/sub> C <sub>2<\/sub> * 0,5 <sup>2<\/sup> * (1-0,5) <sup>3-2<\/sup> = 1 * 1 * (0,5) <sup>1<\/sup> = <strong>0,375<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>P(X=3)<\/strong> = <sub>3<\/sub> C <sub>3<\/sub> * 0,5 <sup>3<\/sup> * (1-0,5) <sup>3-3<\/sup> = 1 * 1 * (0,5) <sup>0<\/sup> = <strong>0,125<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Distribusi ikan<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika suatu variabel acak <em>X<\/em> mengikuti distribusi Poisson, maka peluang keberhasilan <em>X<\/em> = <em>k<\/em> dapat dicari dengan rumus berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>P(X=k) = \u03bb <sup>k<\/sup> * e <sup>\u2013 \u03bb<\/sup> \/ k!<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03bb:<\/strong> jumlah rata-rata keberhasilan yang terjadi selama interval tertentu<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>k:<\/strong> jumlah keberhasilan<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><b>e:<\/b> konstanta sama dengan sekitar 2,71828<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, sebuah rumah sakit tertentu mengalami rata-rata 2 kelahiran per jam. Kita dapat menggunakan rumus di atas untuk menentukan peluang mengalami kelahiran 0, 1, 2, 3, dst. dalam satu jam tertentu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>P(X=0)<\/strong> = 2 <sup>0<\/sup> * e <sup>\u2013 2<\/sup> \/ 0! = <strong>0,1353<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <strong style=\"color: #000000;\">P(X=1)<\/strong> <span style=\"color: #000000;\">= 2<\/span> <sup style=\"color: #000000;\">1<\/sup> <span style=\"color: #000000;\">* e<\/span> <sup style=\"color: #000000;\">\u2013 2<\/sup> <span style=\"color: #000000;\">\/ 1! =<\/span> <strong style=\"color: #000000;\">0,2707<\/strong><\/li>\n<li> <strong style=\"color: #000000;\">P(X=2)<\/strong> <span style=\"color: #000000;\">= 2<\/span> <sup style=\"color: #000000;\">2<\/sup> <span style=\"color: #000000;\">* e<\/span> <sup style=\"color: #000000;\">\u2013 2<\/sup> <span style=\"color: #000000;\">\/ 2! =<\/span> <strong style=\"color: #000000;\">0,2707<\/strong><\/li>\n<li> <strong style=\"color: #000000;\">P(X=3)<\/strong> <span style=\"color: #000000;\">= 2<\/span> <sup style=\"color: #000000;\">3<\/sup> <span style=\"color: #000000;\">* e<\/span> <sup style=\"color: #000000;\">\u2013 2<\/sup> <span style=\"color: #000000;\">\/ 3! =<\/span> <strong style=\"color: #000000;\">0,1805<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<h3> <strong>Lihat PMF<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita sering memvisualisasikan fungsi massa probabilitas dengan grafik batang.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, diagram batang berikut menunjukkan probabilitas yang terkait dengan jumlah kelahiran per jam untuk distribusi Poisson yang dijelaskan pada contoh sebelumnya:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-8131 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/poissondist1.png\" alt=\"Bagaimana memvisualisasikan fungsi massa probabilitas\" width=\"490\" height=\"360\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bahwa jumlah kelahiran bisa bertambah hingga tak terhingga, namun probabilitasnya menjadi sangat kecil setelah 10 sehingga Anda bahkan tidak dapat melihatnya pada grafik batang.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Properti PMF<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Fungsi massa probabilitas mempunyai sifat sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Semua probabilitas mendukung positif.<\/strong> Misalnya, peluang munculnya sebuah dadu antara 1 dan 6 adalah positif, sedangkan peluang munculnya semua hasil lainnya adalah nol.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Semua hasil mempunyai peluang antara 0 dan 1.<\/strong> Misalnya, peluang munculnya sebuah dadu antara 1 dan 6 adalah 1\/6, atau 0,1666666 untuk setiap hasil.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Jumlah semua peluang harus sama dengan 1.<\/strong> Misalnya, jumlah peluang munculnya sebuah dadu pada suatu angka tertentu adalah 1\/6 + 1\/6 + 1\/6 + 1\/6 + 1\/6 + 1. \/6 = 1.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> Apa itu variabel acak?<br \/> CDF atau PDF: apa bedanya?<br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-binomial-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengenalan distribusi binomial<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-ikan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengenalan distribusi Poisson<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fungsi massa probabilitas , sering disingkat PMF , memberi tahu kita probabilitas suatu variabel acak diskrit mengambil nilai tertentu. Misalnya kita melempar sebuah dadu sebanyak satu kali. Jika kita misalkan x menyatakan bilangan tempat dadu mendarat, maka peluang x sama dengan nilai yang berbeda dapat digambarkan sebagai berikut: P(X=1): 1\/6 P(X=2): 1\/6 P(X=3): 1\/6 P(X=4): [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa yang dimaksud dengan fungsi massa probabilitas (PMF) dalam statistik?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini memberikan pengenalan singkat tentang fungsi massa probabilitas (PMF) dalam statistik, beserta contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-pmf\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa yang dimaksud dengan fungsi massa probabilitas (PMF) dalam statistik?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini memberikan pengenalan singkat tentang fungsi massa probabilitas (PMF) dalam statistik, beserta contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-pmf\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-26T21:19:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/pmf1-1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-pmf\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-pmf\/\",\"name\":\"Apa yang dimaksud dengan fungsi massa probabilitas (PMF) dalam statistik?\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-26T21:19:13+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-26T21:19:13+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini memberikan pengenalan singkat tentang fungsi massa probabilitas (PMF) dalam statistik, beserta contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-pmf\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-pmf\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-pmf\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa yang dimaksud dengan fungsi massa probabilitas (pmf) dalam statistik?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa yang dimaksud dengan fungsi massa probabilitas (PMF) dalam statistik?","description":"Tutorial ini memberikan pengenalan singkat tentang fungsi massa probabilitas (PMF) dalam statistik, beserta contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-pmf\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa yang dimaksud dengan fungsi massa probabilitas (PMF) dalam statistik?","og_description":"Tutorial ini memberikan pengenalan singkat tentang fungsi massa probabilitas (PMF) dalam statistik, beserta contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-pmf\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-26T21:19:13+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/pmf1-1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-pmf\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-pmf\/","name":"Apa yang dimaksud dengan fungsi massa probabilitas (PMF) dalam statistik?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-26T21:19:13+00:00","dateModified":"2023-07-26T21:19:13+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini memberikan pengenalan singkat tentang fungsi massa probabilitas (PMF) dalam statistik, beserta contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-pmf\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-pmf\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-pmf\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa yang dimaksud dengan fungsi massa probabilitas (pmf) dalam statistik?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1323"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1323"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1323\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1323"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1323"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1323"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}