{"id":1325,"date":"2023-07-26T21:09:28","date_gmt":"2023-07-26T21:09:28","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-kuantil-di-r\/"},"modified":"2023-07-26T21:09:28","modified_gmt":"2023-07-26T21:09:28","slug":"regresi-kuantil-di-r","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-kuantil-di-r\/","title":{"rendered":"Bagaimana melakukan regresi kuantil di r"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Regresi linier merupakan metode yang dapat kita gunakan untuk memahami hubungan antara satu atau lebih variabel prediktor dan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-tanggapan-penjelas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">variabel respon<\/a> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Biasanya, saat kita melakukan regresi linier, kita ingin memperkirakan nilai rata-rata variabel respon.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, kita dapat menggunakan metode yang disebut <strong>regresi kuantil<\/strong> untuk memperkirakan nilai <em>kuantil<\/em> atau persentil dari nilai respons, seperti persentil ke-70, persentil ke-90, persentil ke-98, dan sebagainya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk melakukan regresi kuantil di R, kita dapat menggunakan fungsi <strong>rq()<\/strong> dari paket <a href=\"https:\/\/cran.r-project.org\/web\/packages\/quantreg\/quantreg.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">quantreg<\/a> , yang menggunakan sintaks berikut:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #993300;\">library<\/span> (quantreg)\n\nmodel &lt;- rq(y ~ x, data = dataset, tau = <span style=\"color: #008000;\">0.5<\/span> )\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>y :<\/strong> variabel respon<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>x:<\/strong> variabel prediktif<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>data:<\/strong> nama kumpulan data<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>tau :<\/strong> Persentil yang ditemukan. Standarnya adalah median (tau = 0,5), namun Anda dapat mengaturnya ke angka apa pun antara 0 dan 1.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini memberikan contoh langkah demi langkah tentang cara menggunakan fungsi ini untuk melakukan regresi kuantil di R.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Masukkan datanya<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk contoh ini, kami akan membuat kumpulan data yang berisi jam belajar dan hasil ujian yang diperoleh untuk 100 mahasiswa berbeda di sebuah universitas:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#make this example reproducible\n<\/span>set.seed(0)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#create data frame<\/span> \nhours &lt;- runif(100, 1, 10)\nscore &lt;- 60 + 2*hours + rnorm(100, mean=0, sd=.45*hours)\ndf &lt;- data.frame(hours, score)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view first six rows<\/span>\nhead(df)\n\n     hours score\n1 9.070275 79.22682\n2 3.389578 66.20457\n3 4.349115 73.47623\n4 6.155680 70.10823\n5 9.173870 78.12119\n6 2.815137 65.94716\n<\/strong><\/pre>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Lakukan Regresi Kuantil<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, kita akan menyesuaikan model regresi kuantil dengan menggunakan jam belajar sebagai variabel prediktor dan nilai ujian sebagai variabel respon.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami akan menggunakan model tersebut untuk memprediksi perkiraan nilai ujian persentil ke-90 berdasarkan jumlah jam belajar:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #993300;\">library<\/span> (quantreg)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#fit model\n<\/span>model &lt;- rq(score ~ hours, data = df, tau = <span style=\"color: #008000;\">0.9<\/span> )\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view summary of model\n<\/span>summary(model)\n\nCall: rq(formula = score ~ hours, tau = 0.9, data = df)\n\ntau: [1] 0.9\n\nCoefficients:\n            coefficients lower bd upper bd\n(Intercept) 60.25185 59.27193 62.56459\nhours 2.43746 1.98094 2.76989\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari hasilnya kita dapat melihat persamaan regresi estimasi:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai ujian persentil ke-90 = 60,25 + 2,437*(jam)<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, nilai persentil ke-90 untuk seluruh siswa yang belajar 8 jam seharusnya adalah 79,75:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Persentil ke-90 nilai ujian = 60,25 + 2,437*(8) = <strong>79,75<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Outputnya juga menampilkan batas kepercayaan atas dan bawah untuk intersep dan waktu variabel prediktor.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3: Visualisasikan hasilnya<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita juga dapat memvisualisasikan hasil regresi dengan membuat plot sebar dengan persamaan regresi kuantil yang dilapiskan pada grafik:<\/span> <\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #993300;\">library<\/span> (ggplot2)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#create scatterplot with quantile regression line\n<\/span>ggplot(df, aes(hours,score)) +\n  geom_point() + \n  geom_abline(intercept= <span style=\"color: #3366ff;\">coef<\/span> (model)[1], slope= <span style=\"color: #3366ff;\">coef<\/span> (model)[2])<\/strong> <\/pre>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-12951 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/quantileregr1.png\" alt=\"Contoh regresi kuantil di R\" width=\"444\" height=\"449\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berbeda dengan garis regresi linier tradisional, perhatikan bahwa garis yang dipasang ini tidak melewati inti data. Sebaliknya, ia melewati perkiraan persentil ke-90 pada setiap tingkat variabel prediktor.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat melihat perbedaan antara persamaan regresi kuantil pas dan persamaan regresi linier sederhana dengan menambahkan argumen <strong>geom_smooth()<\/strong> :<\/span> <\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #993300;\">library<\/span> (ggplot2)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#create scatterplot with quantile regression line <em>and<\/em> simple linear regression line\n<\/span>ggplot(df, aes(hours,score)) +\n  geom_point() + \n  geom_abline(intercept= <span style=\"color: #3366ff;\">coef<\/span> (model)[1], slope= <span style=\"color: #3366ff;\">coef<\/span> (model)[2]) +\n  geom_smooth(method=\" <span style=\"color: #008000;\">lm<\/span> \", se= <span style=\"color: #008000;\">F<\/span> )<\/strong> <\/pre>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-12952 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/quantileregr2.png\" alt=\"Regresi kuantil vs plot regresi linier sederhana\" width=\"457\" height=\"439\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Garis hitam menampilkan garis regresi kuantil yang disesuaikan dengan persentil ke-90 dan garis biru menampilkan garis regresi linier sederhana yang memperkirakan nilai rata-rata variabel respon.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Seperti yang diharapkan, garis regresi linier sederhana menelusuri data dan menunjukkan perkiraan nilai rata-rata nilai ujian pada setiap tingkat jam.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menjelaskan cara melakukan tugas umum lainnya di R:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-sederhana-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan regresi linier sederhana di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan regresi linier berganda di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-kuadrat-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagaimana melakukan regresi kuadrat di R<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Regresi linier merupakan metode yang dapat kita gunakan untuk memahami hubungan antara satu atau lebih variabel prediktor dan variabel respon . Biasanya, saat kita melakukan regresi linier, kita ingin memperkirakan nilai rata-rata variabel respon. Namun, kita dapat menggunakan metode yang disebut regresi kuantil untuk memperkirakan nilai kuantil atau persentil dari nilai respons, seperti persentil ke-70, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bagaimana melakukan regresi kuantil di R - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan regresi kuantil di R, termasuk contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-kuantil-di-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bagaimana melakukan regresi kuantil di R - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan regresi kuantil di R, termasuk contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-kuantil-di-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-26T21:09:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/quantileregr1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-kuantil-di-r\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-kuantil-di-r\/\",\"name\":\"Bagaimana melakukan regresi kuantil di R - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-26T21:09:28+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-26T21:09:28+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan regresi kuantil di R, termasuk contoh langkah demi langkah.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-kuantil-di-r\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-kuantil-di-r\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-kuantil-di-r\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bagaimana melakukan regresi kuantil di r\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bagaimana melakukan regresi kuantil di R - Statorials","description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan regresi kuantil di R, termasuk contoh langkah demi langkah.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-kuantil-di-r\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Bagaimana melakukan regresi kuantil di R - Statorials","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan regresi kuantil di R, termasuk contoh langkah demi langkah.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-kuantil-di-r\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-26T21:09:28+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/quantileregr1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-kuantil-di-r\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-kuantil-di-r\/","name":"Bagaimana melakukan regresi kuantil di R - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-26T21:09:28+00:00","dateModified":"2023-07-26T21:09:28+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan regresi kuantil di R, termasuk contoh langkah demi langkah.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-kuantil-di-r\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-kuantil-di-r\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-kuantil-di-r\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bagaimana melakukan regresi kuantil di r"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1325"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1325"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1325\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1325"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1325"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1325"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}