{"id":1334,"date":"2023-07-26T20:21:26","date_gmt":"2023-07-26T20:21:26","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/kuadrat-terkecil-tertimbang-di-r\/"},"modified":"2023-07-26T20:21:26","modified_gmt":"2023-07-26T20:21:26","slug":"kuadrat-terkecil-tertimbang-di-r","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/kuadrat-terkecil-tertimbang-di-r\/","title":{"rendered":"Bagaimana melakukan regresi kuadrat terkecil tertimbang di r"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Salah satu <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/asumsi-regresi-linier\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">asumsi utama regresi linier<\/a> adalah bahwa <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/residu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">residu<\/a> terdistribusi dengan varian yang sama di setiap tingkat variabel prediktor. Asumsi ini dikenal dengan istilah <strong>homoskedastisitas<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika asumsi ini tidak dipenuhi, maka dikatakan terdapat <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-heteroskedastisitas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">heteroskedastisitas<\/a> pada residu. Jika hal ini terjadi, hasil regresi menjadi tidak dapat diandalkan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggunakan <strong>regresi kuadrat terkecil tertimbang<\/strong> , yang memberikan bobot pada <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengamatan-dalam-statistik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">observasi<\/a> sedemikian rupa sehingga observasi dengan varian kesalahan rendah menerima bobot lebih karena berisi lebih banyak informasi dibandingkan dengan observasi dengan varian kesalahan lebih besar.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini memberikan contoh langkah demi langkah tentang cara melakukan regresi kuadrat terkecil tertimbang di R.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Buat datanya<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut membuat kerangka data yang berisi jumlah jam belajar dan nilai ujian yang sesuai untuk 16 siswa:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong>df &lt;- data.frame(hours=c(1, 1, 2, 2, 2, 3, 4, 4, 4, 5, 5, 5, 6, 6, 7, 8),\n                 score=c(48, 78, 72, 70, 66, 92, 93, 75, 75, 80, 95, 97, 90, 96, 99, 99))\n<\/strong><\/pre>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Lakukan Regresi Linier<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, kita akan menggunakan fungsi <strong>lm()<\/strong> agar sesuai dengan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">model regresi linier sederhana<\/a> yang menggunakan jam sebagai variabel prediktor dan skor sebagai <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-tanggapan-penjelas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">variabel respons<\/a> :<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#fit simple linear regression model\n<\/span>model &lt;- lm(score ~ hours, data = df)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view summary of model\n<\/span>summary(model)\n\nCall:\nlm(formula = score ~ hours, data = df)\n\nResiduals:\n    Min 1Q Median 3Q Max \n-17,967 -5,970 -0.719 7,531 15,032 \n\nCoefficients:\n            Estimate Std. Error t value Pr(&gt;|t|)    \n(Intercept) 60,467 5,128 11,791 1.17e-08 ***\nhours 5,500 1,127 4,879 0.000244 ***\n---\nSignificant. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1\n\nResidual standard error: 9.224 on 14 degrees of freedom\nMultiple R-squared: 0.6296, Adjusted R-squared: 0.6032 \nF-statistic: 23.8 on 1 and 14 DF, p-value: 0.0002438\n<\/strong><\/pre>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3: Uji heteroskedastisitas<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, kita akan membuat plot dari residu dan nilai yang dipasang untuk memeriksa heteroskedastisitas secara visual:<\/span> <\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#create residual vs. fitted plot\n<\/span>plot( <span style=\"color: #3366ff;\">fitted<\/span> (model), <span style=\"color: #3366ff;\">resid<\/span> (model), xlab=' <span style=\"color: #008000;\">Fitted Values<\/span> ', ylab=' <span style=\"color: #008000;\">Residuals<\/span> ')\n\n<span style=\"color: #008080;\">#add a horizontal line at 0 \n<\/span>abline(0,0)<\/strong> <\/pre>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-13025 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/wls1.png\" alt=\"\" width=\"429\" height=\"391\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat melihat dari grafik bahwa residu berbentuk \u201ckerucut\u201d: residu tidak terdistribusi dengan varian yang sama di seluruh grafik.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk menguji secara formal heteroskedastisitas, kita dapat melakukan uji Breusch-Pagan:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#load lmtest package\n<\/span><span style=\"color: #993300;\">library<\/span> (lmtest)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#perform Breusch-Pagan test<\/span>\nbptest(model)\n\n\tstudentized Breusch-Pagan test\n\ndata: model\nBP = 3.9597, df = 1, p-value = 0.0466\n<\/strong><\/pre>\n<p> Uji Breusch-Pagan menggunakan hipotesis <span style=\"color: #000000;\">nol dan<\/span> <span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hipotesis<\/a><\/span> alternatif berikut:<\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis nol (H <sub>0<\/sub> ):<\/strong> terdapat homoskedastisitas (residu terdistribusi dengan varian yang sama)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis alternatif ( <sub>HA<\/sub> ):<\/strong> terdapat heteroskedastisitas (sisa tidak terdistribusi dengan varian yang sama)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p dari pengujian ini adalah <strong>0,0466<\/strong> , kami akan menolak hipotesis nol dan menyimpulkan bahwa heteroskedastisitas adalah masalah dalam model ini.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 4: Lakukan regresi kuadrat terkecil tertimbang<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena terdapat heteroskedastisitas, kita akan melakukan kuadrat terkecil tertimbang dengan menetapkan bobot sedemikian rupa sehingga pengamatan dengan varians lebih rendah menerima bobot lebih banyak:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <span style=\"color: #000000;\"><strong><span style=\"color: #008080;\">#define weights to use\n<\/span>wt &lt;- 1 \/ lm( <span style=\"color: #3366ff;\">abs<\/span> (model$residuals) ~ model$fitted. <span style=\"color: #3366ff;\">values<\/span> )$fitted. <span style=\"color: #3366ff;\">values<\/span> ^2\n\n<span style=\"color: #008080;\">#perform weighted least squares regression\n<\/span>wls_model &lt;- lm(score ~ hours, data = df, weights=wt)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view summary of model\n<\/span>summary(wls_model)\n\nCall:\nlm(formula = score ~ hours, data = df, weights = wt)\n\nWeighted Residuals:\n    Min 1Q Median 3Q Max \n-2.0167 -0.9263 -0.2589 0.9873 1.6977 \n\nCoefficients:\n            Estimate Std. Error t value Pr(&gt;|t|)    \n(Intercept) 63.9689 5.1587 12.400 6.13e-09 ***\nhours 4.7091 0.8709 5.407 9.24e-05 ***\n---\nSignificant. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1\n\nResidual standard error: 1.199 on 14 degrees of freedom\nMultiple R-squared: 0.6762, Adjusted R-squared: 0.6531 \nF-statistic: 29.24 on 1 and 14 DF, p-value: 9.236e-05\n<\/strong><\/span><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari hasil tersebut, kita dapat melihat bahwa estimasi koefisien untuk variabel prediktor <em>jam kerja<\/em> sedikit berubah dan kesesuaian model secara keseluruhan meningkat.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Model kuadrat terkecil tertimbang memiliki kesalahan standar sisa sebesar <strong>1,199<\/strong> , dibandingkan dengan <strong>9,224<\/strong> pada model regresi linier sederhana asli.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hal ini menunjukkan bahwa nilai prediksi yang dihasilkan oleh model kuadrat terkecil tertimbang jauh lebih mendekati pengamatan sebenarnya dibandingkan dengan nilai prediksi yang dihasilkan oleh model regresi linier sederhana.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Model kuadrat terkecil tertimbang juga memiliki R-kuadrat sebesar <strong>0,6762<\/strong> , dibandingkan dengan <strong>0,6296<\/strong> pada model regresi linier sederhana asli.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hal ini menunjukkan bahwa model kuadrat terkecil tertimbang lebih mampu menjelaskan varians nilai ujian dibandingkan model regresi linier sederhana.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pengukuran ini menunjukkan bahwa model kuadrat terkecil tertimbang memberikan kesesuaian yang lebih baik terhadap data dibandingkan dengan model regresi linier sederhana.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-sederhana-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan regresi linier sederhana di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan regresi linier berganda di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-kuantil-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagaimana melakukan regresi kuantil di R<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu asumsi utama regresi linier adalah bahwa residu terdistribusi dengan varian yang sama di setiap tingkat variabel prediktor. Asumsi ini dikenal dengan istilah homoskedastisitas . Jika asumsi ini tidak dipenuhi, maka dikatakan terdapat heteroskedastisitas pada residu. Jika hal ini terjadi, hasil regresi menjadi tidak dapat diandalkan. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bagaimana melakukan regresi kuadrat terkecil tertimbang di R<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan regresi kuadrat terkecil tertimbang di R, termasuk contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kuadrat-terkecil-tertimbang-di-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bagaimana melakukan regresi kuadrat terkecil tertimbang di R\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan regresi kuadrat terkecil tertimbang di R, termasuk contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kuadrat-terkecil-tertimbang-di-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-26T20:21:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/wls1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kuadrat-terkecil-tertimbang-di-r\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kuadrat-terkecil-tertimbang-di-r\/\",\"name\":\"Bagaimana melakukan regresi kuadrat terkecil tertimbang di R\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-26T20:21:26+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-26T20:21:26+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan regresi kuadrat terkecil tertimbang di R, termasuk contoh langkah demi langkah.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kuadrat-terkecil-tertimbang-di-r\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/kuadrat-terkecil-tertimbang-di-r\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kuadrat-terkecil-tertimbang-di-r\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bagaimana melakukan regresi kuadrat terkecil tertimbang di r\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bagaimana melakukan regresi kuadrat terkecil tertimbang di R","description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan regresi kuadrat terkecil tertimbang di R, termasuk contoh langkah demi langkah.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/kuadrat-terkecil-tertimbang-di-r\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Bagaimana melakukan regresi kuadrat terkecil tertimbang di R","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan regresi kuadrat terkecil tertimbang di R, termasuk contoh langkah demi langkah.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/kuadrat-terkecil-tertimbang-di-r\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-26T20:21:26+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/wls1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/kuadrat-terkecil-tertimbang-di-r\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/kuadrat-terkecil-tertimbang-di-r\/","name":"Bagaimana melakukan regresi kuadrat terkecil tertimbang di R","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-26T20:21:26+00:00","dateModified":"2023-07-26T20:21:26+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan regresi kuadrat terkecil tertimbang di R, termasuk contoh langkah demi langkah.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/kuadrat-terkecil-tertimbang-di-r\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/kuadrat-terkecil-tertimbang-di-r\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/kuadrat-terkecil-tertimbang-di-r\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bagaimana melakukan regresi kuadrat terkecil tertimbang di r"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1334"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1334"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1334\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1334"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1334"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1334"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}