{"id":1372,"date":"2023-07-26T16:04:51","date_gmt":"2023-07-26T16:04:51","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-makanan\/"},"modified":"2023-07-26T16:04:51","modified_gmt":"2023-07-26T16:04:51","slug":"tes-makanan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-makanan\/","title":{"rendered":"Apa itu tes makanan? (penjelasan &amp; contoh)"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Uji Chow<\/strong> adalah uji statistik yang dikembangkan oleh ekonom <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Gregory_Chow\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gregory Chow<\/a> yang digunakan untuk menguji apakah koefisien dua model regresi berbeda pada kumpulan data berbeda adalah sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Uji Chow biasanya digunakan dalam bidang ekonometrika dengan data deret waktu untuk menentukan apakah terdapat kerusakan struktural pada data pada suatu titik waktu tertentu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, pertimbangkan plot sebar berikut:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-13608 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/bouffe1.png\" alt=\"\" width=\"499\" height=\"424\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita menggunakan garis regresi untuk meringkas model dalam data, tampilannya akan seperti ini:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-13609 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/chow2.png\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"421\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dan jika kita menggunakan dua garis regresi terpisah untuk meringkas model dalam data, tampilannya akan seperti ini:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-13610 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/chow3.png\" alt=\"Pengujian makanan\" width=\"500\" height=\"417\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Uji Chow memungkinkan kita menguji apakah koefisien regresi setiap garis regresi sama atau tidak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika pengujian menunjukkan bahwa koefisien antar garis regresi tidak sama, hal ini berarti terdapat bukti signifikan adanya kerusakan struktural pada data. Dengan kata lain, tren data sebelum dan sesudah break point struktural ini sangat berbeda.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kapan menggunakan tes Chow<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut menggambarkan situasi di mana Anda mungkin ingin melakukan tes Chow:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1.<\/strong> Tentukan apakah harga saham bergerak pada tingkat yang berbeda sebelum dan sesudah pemilu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2.<\/strong> Menentukan apakah harga rumah berubah sebelum dan sesudah perubahan suku bunga.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>3.<\/strong> Menentukan apakah rata-rata keuntungan perusahaan publik sebelum dan sesudah penerapan undang-undang perpajakan baru berbeda.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam setiap situasi, kita dapat menggunakan uji Chow untuk menentukan apakah terdapat titik putus struktural dalam data pada waktu tertentu.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah-Langkah Melakukan Tes Chow<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan langkah-langkah berikut untuk melakukan tes Chow.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Tentukan hipotesis nol dan hipotesis alternatif.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita menyesuaikan model regresi berikut ke seluruh kumpulan data kita:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">kamu <sub>t<\/sub> = a + bx <sub>1t<\/sub> + cx <sub>t2<\/sub> + \u03b5<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, misalkan kita membagi data menjadi dua kelompok berdasarkan breakpoint struktural dan menyesuaikan model regresi berikut untuk setiap kelompok:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><sub>yt<\/sub> = a <sub>1<\/sub> + b <sub>1<\/sub> x <sub>1t<\/sub> + c <sub>1<\/sub> x <sub>t2<\/sub> + \u03b5<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">kamu <sub>t<\/sub> = a <sub>2<\/sub> + b <sub>2<\/sub> x <sub>1t<\/sub> + c <sub>2<\/sub> x <sub>t2<\/sub> + \u03b5<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami akan menggunakan hipotesis nol dan alternatif berikut untuk uji Chow:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Null (H <sub>0<\/sub> ):<\/strong> a <sub>1<\/sub> = a <sub>2<\/sub> , b <sub>1<\/sub> = b <sub>2<\/sub> dan c <sub>1<\/sub> = c <sub>2<\/sub><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Alternatif ( <sub>HA<\/sub> ):<\/strong> Setidaknya salah satu perbandingan di Null tidak sama.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita menolak hipotesis nol, kita mempunyai cukup bukti untuk mengatakan bahwa terdapat titik putus struktural dalam data dan bahwa dua garis regresi dapat lebih cocok dengan data daripada satu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita gagal menolak hipotesis nol, kita tidak memiliki cukup bukti untuk mengatakan bahwa terdapat titik putus struktural dalam data. Dalam hal ini, kita katakan bahwa garis regresi dapat &#8220;disatukan&#8221; menjadi satu garis regresi yang mewakili pola data dengan cukup baik.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Hitung statistik pengujian.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita mendefinisikan istilah-istilah berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>S <sub>T<\/sub> :<\/strong> Jumlah kuadrat sisa dari total data<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>S <sub>1<\/sub> , S <sub>2<\/sub><\/strong> : jumlah kuadrat sisa masing-masing kelompok<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>N <sub>1<\/sub> , N <sub>2<\/sub> :<\/strong> Banyaknya observasi pada setiap kelompok<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>k :<\/strong> Jumlah parameter<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kemudian kita dapat mengatakan bahwa statistik uji Chow adalah:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Statistik uji chow = [( <sub>ST<\/sub> \u2013 (S <sub>1<\/sub> +S <sub>2<\/sub> ))\/k] \/ [(S <sub>1<\/sub> +S <sub>2<\/sub> )\/ (N <sub>1<\/sub> +N <sub>2<\/sub> -2k)]<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Statistik uji ini mengikuti distribusi F dengan <em>k<\/em> dan dan N <sub>1<\/sub> +N <sub>2<\/sub> -2k derajat kebebasan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3: Tolak atau jangan tolak hipotesis nol.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika nilai p yang terkait dengan statistik uji ini berada di bawah <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/p-menghargai-signifikansi-statistik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tingkat signifikansi<\/a> tertentu, kita dapat menolak hipotesis nol dan menyimpulkan bahwa terdapat titik putus struktural dalam data.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untungnya, sebagian besar perangkat lunak statistik mampu melakukan pengujian Chow, jadi Anda mungkin tidak perlu melakukan pengujian secara manual.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh melakukan tes Chow<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Lihat <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-chow-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tutorial ini<\/a> untuk melihat contoh langkah demi langkah tentang cara melakukan pengujian Chow untuk kumpulan data tertentu di R.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan Tes Chow<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut beberapa catatan yang perlu diingat tentang tes Chow:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1.<\/strong> Pengujian mengasumsikan bahwa residu model regresi terdistribusi secara independen dan identik dari distribusi normal dengan varians yang tidak diketahui.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2.<\/strong> Uji Chow hanya boleh digunakan jika kerusakan struktural yang ingin Anda uji terjadi pada waktu <em>yang diketahui<\/em> . Dengan kata lain, pengujian tidak boleh digunakan berulang kali untuk menentukan apakah suatu momen tertentu dapat dianggap sebagai kerusakan struktural.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Uji Chow adalah uji statistik yang dikembangkan oleh ekonom Gregory Chow yang digunakan untuk menguji apakah koefisien dua model regresi berbeda pada kumpulan data berbeda adalah sama. Uji Chow biasanya digunakan dalam bidang ekonometrika dengan data deret waktu untuk menentukan apakah terdapat kerusakan struktural pada data pada suatu titik waktu tertentu. Misalnya, pertimbangkan plot sebar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa itu tes makanan? (Penjelasan &amp; Contoh) - Statorial<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini memberikan penjelasan singkat tentang tes Chow, termasuk definisi formal dan contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-makanan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa itu tes makanan? (Penjelasan &amp; Contoh) - Statorial\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini memberikan penjelasan singkat tentang tes Chow, termasuk definisi formal dan contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-makanan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-26T16:04:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/bouffe1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-makanan\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-makanan\/\",\"name\":\"Apa itu tes makanan? (Penjelasan &amp; Contoh) - Statorial\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-26T16:04:51+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-26T16:04:51+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini memberikan penjelasan singkat tentang tes Chow, termasuk definisi formal dan contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-makanan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-makanan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-makanan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa itu tes makanan? (penjelasan &amp; contoh)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa itu tes makanan? (Penjelasan &amp; Contoh) - Statorial","description":"Tutorial ini memberikan penjelasan singkat tentang tes Chow, termasuk definisi formal dan contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-makanan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa itu tes makanan? (Penjelasan &amp; Contoh) - Statorial","og_description":"Tutorial ini memberikan penjelasan singkat tentang tes Chow, termasuk definisi formal dan contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-makanan\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-26T16:04:51+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/bouffe1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-makanan\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-makanan\/","name":"Apa itu tes makanan? (Penjelasan &amp; Contoh) - Statorial","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-26T16:04:51+00:00","dateModified":"2023-07-26T16:04:51+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini memberikan penjelasan singkat tentang tes Chow, termasuk definisi formal dan contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-makanan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/tes-makanan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-makanan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa itu tes makanan? (penjelasan &amp; contoh)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1372"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1372"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1372\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1372"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1372"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1372"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}