{"id":1397,"date":"2023-07-26T13:29:57","date_gmt":"2023-07-26T13:29:57","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/perkiraan-normal\/"},"modified":"2023-07-26T13:29:57","modified_gmt":"2023-07-26T13:29:57","slug":"perkiraan-normal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/perkiraan-normal\/","title":{"rendered":"Pendekatan binomial normal: definisi &amp; contoh"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika <em>X<\/em> adalah variabel acak yang mengikuti <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-binomial-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">distribusi binomial<\/a> dengan <em>n<\/em> percobaan dan probabilitas keberhasilan <em>p<\/em> untuk suatu percobaan tertentu, maka kita dapat menghitung mean (\u03bc <em>)<\/em> dan deviasi standar (\u03c3) dari:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">\u03bc = np<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">\u03c3 = \u221a <span style=\"border-top: 1px solid black;\">np(1-p)<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ternyata jika <em>n<\/em> cukup besar, maka kita dapat menggunakan distribusi normal untuk memperkirakan probabilitas yang berkaitan dengan distribusi binomial. Ini disebut <strong>pendekatan binomial normal<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Agar <em>n<\/em> menjadi \u201ccukup besar\u201d, ia harus memenuhi kriteria berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">np \u2265 5<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">n(1-p) \u2265 5<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kedua kriteria tersebut terpenuhi, kita dapat menggunakan distribusi normal untuk menjawab pertanyaan probabilitas terkait distribusi binomial.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun distribusi normal merupakan distribusi probabilitas kontinu sedangkan distribusi binomial merupakan distribusi probabilitas diskrit, sehingga perlu menerapkan koreksi kontinuitas saat menghitung probabilitas.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sederhananya, <strong>koreksi kontinuitas<\/strong> adalah nama yang diberikan untuk menambah atau mengurangi 0,5 dari nilai x diskrit.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita ingin mencari peluang sebuah koin mendarat di kepala yang kurang dari atau sama dengan 45 kali dalam 100 kali pelemparan. Artinya, kita ingin mencari P(X \u2264 45). Untuk menggunakan distribusi normal untuk memperkirakan distribusi binomial, kita perlu mencari P(X \u2264 45,5).<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tabel berikut menunjukkan kapan Anda harus menambah atau mengurangi 0,5, bergantung pada jenis probabilitas yang ingin Anda temukan:<\/span><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<th> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Gunakan distribusi binomial<\/strong><\/span><\/th>\n<th> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Menggunakan distribusi normal dengan koreksi kontinuitas<\/strong><\/span><\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">X = 45<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">44,5 &lt; X &lt; 45,5<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">X \u2264 45<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">X &lt; 45,5<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">X &lt; 45<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">X &lt; 44,5<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">X \u2265 45<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">X &gt; 44,5<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">X &gt; 45<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">X &gt; 45,5<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh langkah demi langkah berikut menunjukkan cara menggunakan distribusi normal untuk memperkirakan distribusi binomial.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: perkiraan normal binomial<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita ingin mengetahui probabilitas sebuah koin mendarat di kepala kurang dari atau sama dengan 43 kali dalam 100 kali pelemparan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam situasi ini kami memiliki nilai-nilai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>n<\/strong> (jumlah percobaan) = 100<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>X<\/strong> (jumlah keberhasilan) = 43<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>p<\/strong> (probabilitas keberhasilan pada percobaan yang diberikan) = 0,50<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk menghitung probabilitas koin mendarat di kepala yang kurang dari atau sama dengan 43 kali, kita dapat menggunakan langkah-langkah berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Verifikasi bahwa ukuran sampel cukup besar untuk menggunakan perkiraan normal.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pertama-tama, kita perlu memeriksa apakah kriteria berikut terpenuhi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">np \u2265 5<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">n(1-p) \u2265 5<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam hal ini kita memiliki:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">np = 100*0,5 = 50<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">n(1-p) = 100*(1 \u2013 0,5) = 100*0,5 = 50<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kedua angka tersebut lebih besar dari 5, sehingga kita dapat menggunakan perkiraan normal dengan aman.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Tentukan koreksi kontinuitas yang akan diterapkan.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Mengacu pada tabel di atas, kita melihat bahwa kita harus menambahkan 0,5 ketika bekerja dengan probabilitas dalam bentuk X \u2264 43. Jadi, kita akan menemukan P(X&lt; 43.5).<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3: Temukan mean (\u03bc) dan deviasi standar (\u03c3) dari distribusi binomial.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03bc<\/strong> = n*p = 100*0,5 = 50<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03c3<\/strong> = \u221a <span style=\"text-decoration: overline;\">n*p*(1-p)<\/span> = \u221a <span style=\"text-decoration: overline;\">100*.5*(1-.5)<\/span> = \u221a <span style=\"text-decoration: overline;\">25<\/span> = 5<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 4: Temukan skor-z menggunakan mean dan deviasi standar yang ditemukan pada langkah sebelumnya.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>z<\/strong> = (x \u2013 \u03bc) \/ \u03c3 = (43,5 \u2013 50) \/ 5 = -6,5 \/ 5 = -1,3.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 5: Temukan probabilitas yang terkait dengan skor-z.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kalkulator-cdf-normal-cepat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kalkulator CDF normal<\/a> untuk mencari luas di bawah kurva normal standar di sebelah kiri -1,3 adalah <strong>0,0968<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jadi peluang munculnya mata uang logam yang kurang dari atau sama dengan 43 kali dalam 100 kali pelemparan adalah <strong>0,0968<\/strong> .<\/span><\/p>\n<hr>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh ini menggambarkan hal berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Kami mempunyai situasi di mana variabel acak mengikuti distribusi binomial.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Kami ingin mencari probabilitas mendapatkan nilai tertentu untuk variabel acak ini.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Karena ukuran sampel (n = 100 percobaan) cukup besar, kami dapat menggunakan distribusi normal untuk memperkirakan distribusi binomial.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ini adalah contoh lengkap bagaimana menggunakan pendekatan normal untuk mencari probabilitas yang terkait dengan distribusi binomial.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika X adalah variabel acak yang mengikuti distribusi binomial dengan n percobaan dan probabilitas keberhasilan p untuk suatu percobaan tertentu, maka kita dapat menghitung mean (\u03bc ) dan deviasi standar (\u03c3) dari: \u03bc = np \u03c3 = \u221a np(1-p) Ternyata jika n cukup besar, maka kita dapat menggunakan distribusi normal untuk memperkirakan probabilitas yang berkaitan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pendekatan binomial normal: definisi dan contoh<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini memberikan pengenalan sederhana tentang pendekatan normal distribusi binomial, termasuk definisi dan contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/perkiraan-normal\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pendekatan binomial normal: definisi dan contoh\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini memberikan pengenalan sederhana tentang pendekatan normal distribusi binomial, termasuk definisi dan contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/perkiraan-normal\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-26T13:29:57+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/perkiraan-normal\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/perkiraan-normal\/\",\"name\":\"Pendekatan binomial normal: definisi dan contoh\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-26T13:29:57+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-26T13:29:57+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini memberikan pengenalan sederhana tentang pendekatan normal distribusi binomial, termasuk definisi dan contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/perkiraan-normal\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/perkiraan-normal\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/perkiraan-normal\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pendekatan binomial normal: definisi &amp; contoh\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pendekatan binomial normal: definisi dan contoh","description":"Tutorial ini memberikan pengenalan sederhana tentang pendekatan normal distribusi binomial, termasuk definisi dan contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/perkiraan-normal\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pendekatan binomial normal: definisi dan contoh","og_description":"Tutorial ini memberikan pengenalan sederhana tentang pendekatan normal distribusi binomial, termasuk definisi dan contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/perkiraan-normal\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-26T13:29:57+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/perkiraan-normal\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/perkiraan-normal\/","name":"Pendekatan binomial normal: definisi dan contoh","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-26T13:29:57+00:00","dateModified":"2023-07-26T13:29:57+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini memberikan pengenalan sederhana tentang pendekatan normal distribusi binomial, termasuk definisi dan contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/perkiraan-normal\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/perkiraan-normal\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/perkiraan-normal\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pendekatan binomial normal: definisi &amp; contoh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1397"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1397"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1397\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1397"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1397"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1397"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}