{"id":1402,"date":"2023-07-26T13:04:46","date_gmt":"2023-07-26T13:04:46","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-vs-regresi\/"},"modified":"2023-07-26T13:04:46","modified_gmt":"2023-07-26T13:04:46","slug":"korelasi-vs-regresi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-vs-regresi\/","title":{"rendered":"Korelasi vs regresi: apa bedanya?"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Korelasi<\/strong> dan <strong>regresi<\/strong> adalah dua istilah statistik yang berkaitan, namun tidak sepenuhnya sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam tutorial ini, kami akan memberikan penjelasan singkat tentang kedua istilah tersebut dan menjelaskan persamaan dan perbedaannya.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Apa itu korelasi?<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Korelasi<\/strong> mengukur hubungan linier antara dua variabel, <em>x<\/em> dan <em>y<\/em> . Ini memiliki nilai antara -1 dan 1 di mana:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">-1 menunjukkan korelasi linier negatif sempurna antara dua variabel<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">0 menunjukkan tidak ada korelasi linier antara dua variabel<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Angka 1 menunjukkan korelasi linier positif sempurna antara dua variabel<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita mempunyai kumpulan data berikut yang berisi dua variabel: (1) Jam belajar dan (2) Nilai ujian yang diterima untuk 20 siswa berbeda:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-13907 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/cor_vs_reg1.png\" alt=\"\" width=\"241\" height=\"456\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita membuat diagram sebar jam belajar versus hasil ujian, tampilannya akan seperti ini:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-13908 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/cor_vs_reg2.png\" alt=\"\" width=\"478\" height=\"441\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hanya dengan melihat grafiknya, kita dapat melihat bahwa siswa yang belajar lebih banyak cenderung memiliki nilai ujian yang lebih baik. Dengan kata lain secara visual kita dapat melihat adanya <strong>korelasi positif<\/strong> antara kedua variabel tersebut.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan menggunakan kalkulator, kita dapat melihat bahwa korelasi kedua variabel tersebut adalah r = <strong>0,915<\/strong> . Nilai yang mendekati 1 berarti terdapat korelasi positif yang kuat antara kedua variabel.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Apa itu regresi?<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Regresi<\/strong> adalah metode yang dapat kita gunakan untuk memahami bagaimana perubahan nilai variabel <em>x<\/em> mempengaruhi nilai variabel <em>y<\/em> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Model regresi menggunakan satu variabel, <em>x<\/em> , sebagai variabel prediktor dan variabel lainnya, <em>y<\/em> , sebagai <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-tanggapan-penjelas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">variabel respon<\/a> . Kemudian ditemukan persamaan dengan bentuk berikut yang paling menggambarkan hubungan antara dua variabel:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u0177 = b <sub>0<\/sub> + b <sub>1<\/sub> x<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u0177 :<\/strong> nilai prediksi variabel respon<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>b <sub>0<\/sub> :<\/strong> Ordinat di titik asal (nilai y ketika x sama dengan nol)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>b <sub>1<\/sub> :<\/strong> Koefisien regresi (rata-rata kenaikan y untuk kenaikan satu satuan x)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>x :<\/strong> nilai variabel prediktif<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, pertimbangkan kumpulan data kami sebelumnya:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-13907 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/cor_vs_reg1.png\" alt=\"\" width=\"241\" height=\"456\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan menggunakan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kalkulator-regresi-linier\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kalkulator regresi linier<\/a> , kami menemukan bahwa persamaan berikut paling menggambarkan hubungan antara kedua variabel ini:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Prediksi nilai ujian = 65,47 + 2,58*(jam belajar)<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara menafsirkan persamaan ini adalah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Prediksi nilai ujian siswa yang belajar nol jam adalah <strong>65,47<\/strong> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata peningkatan nilai ujian yang terkait dengan tambahan jam belajar adalah <strong>2,58<\/strong> .<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita juga dapat menggunakan persamaan ini untuk memprediksi skor yang akan diterima siswa berdasarkan jumlah jam belajar.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, seorang siswa yang belajar 6 jam seharusnya mendapat nilai <strong>80,95<\/strong> :<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Prediksi nilai ujian = 65.47 + 2.58*(6) = <strong>80.95<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita juga dapat memplot persamaan ini sebagai garis pada plot sebar:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-13910 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/cor_vs_reg3.png\" alt=\"Garis korelasi dan regresi pada scatterplot\" width=\"472\" height=\"435\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat melihat bahwa garis regresi \u201ccocok\u201d dengan data dengan cukup baik.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ingat sebelumnya bahwa korelasi antara kedua variabel adalah r = <strong>0,915<\/strong> . Ternyata kita dapat mengkuadratkan nilai tersebut dan mendapatkan suatu bilangan yang disebut \u201cr kuadrat\u201d yang menggambarkan proporsi total <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/penjelasan-sederhana-tentang-cara-menafsirkan-varians\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">varians<\/a> pada variabel respon yang dapat dijelaskan oleh variabel prediktor.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam contoh ini, r <sup>2<\/sup> = 0,915 <sup>2<\/sup> = <strong>0,837<\/strong> . Artinya 83,7% variasi nilai ujian dapat dijelaskan oleh jumlah jam belajar.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Korelasi vs regresi: persamaan dan perbedaan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut rangkuman persamaan dan perbedaan korelasi dan regresi:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kesamaan:<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Keduanya mengukur arah hubungan antara dua variabel.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Keduanya mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Perbedaan:<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Regresi mampu menunjukkan hubungan sebab akibat antara dua variabel. Korelasi tidak melakukan hal itu.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Regresi dapat menggunakan persamaan untuk memprediksi nilai suatu variabel berdasarkan nilai variabel lainnya. Korelasi tidak melakukan hal itu.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Regresi menggunakan persamaan untuk mengukur hubungan antara dua variabel. Korelasi menggunakan satu angka.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menawarkan penjelasan lebih mendalam tentang topik yang dibahas dalam artikel ini.<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-pearson-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar Koefisien Korelasi Pearson<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar Regresi Linier Sederhana<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kalkulator-regresi-linier\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kalkulator Regresi Linier Sederhana<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-r-kuadrat-yang-bagus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Berapa nilai R-kuadrat yang bagus?<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Korelasi dan regresi adalah dua istilah statistik yang berkaitan, namun tidak sepenuhnya sama. Dalam tutorial ini, kami akan memberikan penjelasan singkat tentang kedua istilah tersebut dan menjelaskan persamaan dan perbedaannya. Apa itu korelasi? Korelasi mengukur hubungan linier antara dua variabel, x dan y . Ini memiliki nilai antara -1 dan 1 di mana: -1 menunjukkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Korelasi vs Regresi: Apa Bedanya?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan persamaan dan perbedaan antara korelasi dan regresi, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-vs-regresi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Korelasi vs Regresi: Apa Bedanya?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan persamaan dan perbedaan antara korelasi dan regresi, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-vs-regresi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-26T13:04:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/cor_vs_reg1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-vs-regresi\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-vs-regresi\/\",\"name\":\"Korelasi vs Regresi: Apa Bedanya?\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-26T13:04:46+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-26T13:04:46+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan persamaan dan perbedaan antara korelasi dan regresi, dengan beberapa contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-vs-regresi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-vs-regresi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-vs-regresi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Korelasi vs regresi: apa bedanya?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Korelasi vs Regresi: Apa Bedanya?","description":"Tutorial ini menjelaskan persamaan dan perbedaan antara korelasi dan regresi, dengan beberapa contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-vs-regresi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Korelasi vs Regresi: Apa Bedanya?","og_description":"Tutorial ini menjelaskan persamaan dan perbedaan antara korelasi dan regresi, dengan beberapa contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-vs-regresi\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-26T13:04:46+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/cor_vs_reg1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-vs-regresi\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-vs-regresi\/","name":"Korelasi vs Regresi: Apa Bedanya?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-26T13:04:46+00:00","dateModified":"2023-07-26T13:04:46+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan persamaan dan perbedaan antara korelasi dan regresi, dengan beberapa contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-vs-regresi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-vs-regresi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-vs-regresi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Korelasi vs regresi: apa bedanya?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1402"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1402"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1402\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1402"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1402"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1402"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}