{"id":1409,"date":"2023-07-26T12:23:03","date_gmt":"2023-07-26T12:23:03","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-vs-asosiasi\/"},"modified":"2023-07-26T12:23:03","modified_gmt":"2023-07-26T12:23:03","slug":"korelasi-vs-asosiasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-vs-asosiasi\/","title":{"rendered":"Korelasi vs. asosiasi: apa bedanya?"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dua istilah yang terkadang digunakan secara bergantian adalah <strong>korelasi<\/strong> dan <strong>asosiasi<\/strong> . Namun dalam bidang statistika, kedua istilah ini mempunyai arti yang sedikit berbeda.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Secara khusus, ketika kita menggunakan kata <strong>korelasi<\/strong> , kita biasanya berbicara tentang <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-pearson-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">koefisien korelasi Pearson<\/a> . Ini adalah ukuran hubungan linier antara dua variabel acak <em>X<\/em> dan <em>Y.<\/em> Nilainya antara -1 dan 1 dimana:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">-1 menunjukkan korelasi linier negatif sempurna antara dua variabel<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">0 menunjukkan tidak ada korelasi linier antara dua variabel<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Angka 1 menunjukkan korelasi linier positif sempurna antara dua variabel<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebaliknya, ketika ahli statistik menggunakan kata <strong>asosiasi<\/strong> , mereka dapat berbicara tentang hubungan <em>apa pun<\/em> antara dua variabel, baik linier <em>maupun<\/em> nonlinier.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk mengilustrasikan gagasan ini, perhatikan contoh berikut.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Memvisualisasikan korelasi dan asosiasi dengan point cloud<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami menggunakan dua kata untuk menggambarkan korelasi antara dua variabel acak:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1 arah<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Positif:<\/strong> dua variabel acak berkorelasi positif jika <em>Y<\/em> cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya <em>X.<\/em><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Negatif:<\/strong> dua variabel acak mempunyai korelasi negatif jika <em>Y<\/em> cenderung menurun seiring bertambahnya <em>X.<\/em><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Kekuatan<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Rendah:<\/strong> dua variabel acak memiliki korelasi yang rendah jika titik-titik dalam plot sebar tersebar jarang.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kuat:<\/strong> Dua variabel acak memiliki korelasi yang kuat jika titik-titik dalam plot sebar dikelompokkan secara berdekatan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Plot sebar berikut mengilustrasikan contoh setiap jenis korelasi:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-13980 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/correlation_vs_association1.png\" alt=\"\" width=\"595\" height=\"521\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dibandingkan dengan korelasi, kata <strong>asosiasi<\/strong> dapat memberi tahu kita ada tidaknya <em>hubungan<\/em> antara dua variabel acak: linier <em>atau<\/em> nonlinier.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Plot sebar berikut menggambarkan beberapa contoh:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-13981 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/correlation_vs_association2.png\" alt=\"Korelasi vs asosiasi\" width=\"598\" height=\"521\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Plot sebar di pojok kiri atas menggambarkan hubungan kuadrat antara dua variabel acak, artinya <em>ada<\/em> hubungan antara kedua variabel tetapi tidak linier.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita menghitung korelasi kedua variabel, kemungkinan besar mendekati nol karena tidak ada hubungan linier di antara keduanya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, sekadar mengetahui bahwa korelasi antara kedua variabel adalah nol dapat menyesatkan karena menyembunyikan fakta bahwa terdapat hubungan non-linier.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Korelasi vs. asosiasi: ringkasan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Istilah korelasi dan asosiasi mempunyai persamaan dan perbedaan sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kesamaan:<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Kedua istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan ada atau tidaknya hubungan antara dua variabel acak.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Kedua istilah tersebut dapat menggunakan plot sebar untuk menganalisis hubungan antara dua variabel acak.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Perbedaan:<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Korelasi hanya dapat mengetahui apakah dua variabel acak mempunyai hubungan linier, sedangkan asosiasi dapat mengetahui apakah dua variabel acak mempunyai hubungan linier <em>atau<\/em> nonlinier.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Korelasi mengukur hubungan antara dua variabel acak dengan menggunakan angka antara -1 dan 1, namun asosiasi tidak menggunakan angka tertentu untuk mengukur suatu hubungan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-pearson-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar Koefisien Korelasi Pearson<\/a><br \/> Pengantar point cloud<br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-vs-regresi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Korelasi vs Regresi: Apa Bedanya?<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dua istilah yang terkadang digunakan secara bergantian adalah korelasi dan asosiasi . Namun dalam bidang statistika, kedua istilah ini mempunyai arti yang sedikit berbeda. Secara khusus, ketika kita menggunakan kata korelasi , kita biasanya berbicara tentang koefisien korelasi Pearson . Ini adalah ukuran hubungan linier antara dua variabel acak X dan Y. Nilainya antara -1 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Korelasi vs. asosiasi: apa bedanya?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara korelasi dan asosiasi, termasuk definisi dan contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-vs-asosiasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Korelasi vs. asosiasi: apa bedanya?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara korelasi dan asosiasi, termasuk definisi dan contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-vs-asosiasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-26T12:23:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/correlation_vs_association1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-vs-asosiasi\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-vs-asosiasi\/\",\"name\":\"Korelasi vs. asosiasi: apa bedanya?\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-26T12:23:03+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-26T12:23:03+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara korelasi dan asosiasi, termasuk definisi dan contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-vs-asosiasi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-vs-asosiasi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-vs-asosiasi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Korelasi vs. asosiasi: apa bedanya?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Korelasi vs. asosiasi: apa bedanya?","description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara korelasi dan asosiasi, termasuk definisi dan contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-vs-asosiasi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Korelasi vs. asosiasi: apa bedanya?","og_description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara korelasi dan asosiasi, termasuk definisi dan contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-vs-asosiasi\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-26T12:23:03+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/correlation_vs_association1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-vs-asosiasi\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-vs-asosiasi\/","name":"Korelasi vs. asosiasi: apa bedanya?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-26T12:23:03+00:00","dateModified":"2023-07-26T12:23:03+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara korelasi dan asosiasi, termasuk definisi dan contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-vs-asosiasi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-vs-asosiasi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-vs-asosiasi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Korelasi vs. asosiasi: apa bedanya?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1409"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1409"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1409\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1409"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1409"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1409"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}