{"id":1419,"date":"2023-07-26T11:28:32","date_gmt":"2023-07-26T11:28:32","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-batang-dan-daun-dengan-desimal\/"},"modified":"2023-07-26T11:28:32","modified_gmt":"2023-07-26T11:28:32","slug":"diagram-batang-dan-daun-dengan-desimal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-batang-dan-daun-dengan-desimal\/","title":{"rendered":"Cara membuat plot batang dan daun dengan desimal"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bagan batang dan daun adalah jenis bagan yang menampilkan data dengan membagi setiap nilai dalam kumpulan data menjadi &#8220;batang&#8221; dan &#8220;daun&#8221;.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita memiliki kumpulan data berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kumpulan data:<\/strong> 12, 14, 18, 22, 22, 23, 25, 25, 28, 45, 47, 48<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita mendefinisikan digit pertama setiap nilai sebagai &#8220;batang&#8221; dan digit kedua sebagai &#8220;daun&#8221;, maka kita dapat membuat diagram batang dan daun berikut:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-14036 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/tigefeuilledecimal1-1.png\" alt=\"\" width=\"164\" height=\"247\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Meskipun plot batang dan daun biasanya digunakan dengan nilai bilangan bulat, plot tersebut juga dapat digunakan untuk nilai dengan tempat desimal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut mengilustrasikan cara membuat plot batang dan daun dengan desimal.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 1: Grafik Batang dan Daun dengan Satu Tempat Desimal<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita memiliki kumpulan data berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kumpulan data:<\/strong> 11.6, 12.2, 12.5, 12.6, 13.7, 13.8, 14.1, 15.2<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita mendefinisikan angka sebelum koma sebagai batang dan angka setelah koma sebagai daun, maka kita dapat membuat diagram batang dan daun berikut:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-14037 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/tigefeuilledecimal2.png\" alt=\"Diagram batang dan daun dengan desimal\" width=\"152\" height=\"276\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Saat membuat plot batang dan daun ini, penting untuk menyertakan <strong>kunci<\/strong> di bagian bawah sehingga pembaca mengetahui cara menafsirkan nilai batang dan daun.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 2: Grafik Batang dan Daun dengan Beberapa Tempat Desimal<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita memiliki kumpulan data berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kumpulan data:<\/strong> 3.26, 3.28, 3.34, 3.38, 3.41, 3.42, 3.44, 3.59, 3.63<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita menetapkan bilangan bulat dan nilai pertama setelah desimal sebagai batang, dan nilai kedua setelah desimal sebagai daun, maka kita dapat membuat plot batang dan daun berikut:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-14038 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/tigefeuilledecimal3.png\" alt=\"Diagram batang dan daun dengan dua tempat desimal\" width=\"145\" height=\"283\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sekali lagi, kunci di bagian bawah plot memberitahu kita bagaimana menafsirkan nilai plot.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 3: Menafsirkan Diagram Batang dan Daun dengan Desimal<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita mempunyai diagram batang dan daun berikut dengan desimal:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-14039 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/tigefeuilledecimal4.png\" alt=\"Diagram Batang dan Daun dengan Contoh Desimal\" width=\"148\" height=\"267\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Pertanyaan 1:<\/strong> Berapa nilai maksimum dalam kumpulan data?<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai maksimumnya adalah <strong>8.3<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Pertanyaan 2:<\/strong> Apa cakupan kumpulan datanya?<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Rentang dataset merupakan selisih antara nilai terbesar dan terkecil. Jadi kisarannya adalah 8.3 \u2013 4.5 = <strong>3.8<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Pertanyaan 3:<\/strong> Apa mode kumpulan datanya?<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Modus adalah nilai yang paling sering muncul. Itu akan menjadi <strong>8.2<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Pertanyaan 4:<\/strong> Berapakah median dari kumpulan data tersebut?<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Median didefinisikan sebagai nilai \u201crata-rata\u201d dari kumpulan data. Untuk mencari nilai ini, kita dapat menuliskan masing-masing nilai individual ke dalam kumpulan data dan mencari nilai mediannya:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kumpulan data: 4.5, 4.7, 4.9, 5.2, 5.4, <span style=\"color: #ff0000;\"><strong>6.1<\/strong><\/span> , 7.8, 8.2, 8.2, 8.2, 8.3<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Mediannya adalah <strong>6,1<\/strong> .<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> Pengantar Petak Batang dan Daun<br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-batang-dan-daun-bolak-balik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengenalan plot batang dan daun secara berurutan<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/generator-diagram-batang-dan-daun\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Generator Petak Batang dan Daun<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-batang-dan-daun-excel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Membuat Plot Batang dan Daun di Excel<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagan batang dan daun adalah jenis bagan yang menampilkan data dengan membagi setiap nilai dalam kumpulan data menjadi &#8220;batang&#8221; dan &#8220;daun&#8221;. Misalnya, kita memiliki kumpulan data berikut: Kumpulan data: 12, 14, 18, 22, 22, 23, 25, 25, 28, 45, 47, 48 Jika kita mendefinisikan digit pertama setiap nilai sebagai &#8220;batang&#8221; dan digit kedua sebagai &#8220;daun&#8221;, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Membuat Plot Batang dan Daun dengan Desimal<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara membuat dan menginterpretasikan diagram batang dan daun dengan desimal, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-batang-dan-daun-dengan-desimal\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Membuat Plot Batang dan Daun dengan Desimal\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara membuat dan menginterpretasikan diagram batang dan daun dengan desimal, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-batang-dan-daun-dengan-desimal\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-26T11:28:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/tigefeuilledecimal1-1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-batang-dan-daun-dengan-desimal\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-batang-dan-daun-dengan-desimal\/\",\"name\":\"Cara Membuat Plot Batang dan Daun dengan Desimal\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-26T11:28:32+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-26T11:28:32+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara membuat dan menginterpretasikan diagram batang dan daun dengan desimal, dengan beberapa contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-batang-dan-daun-dengan-desimal\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-batang-dan-daun-dengan-desimal\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-batang-dan-daun-dengan-desimal\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara membuat plot batang dan daun dengan desimal\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Membuat Plot Batang dan Daun dengan Desimal","description":"Tutorial ini menjelaskan cara membuat dan menginterpretasikan diagram batang dan daun dengan desimal, dengan beberapa contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-batang-dan-daun-dengan-desimal\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Membuat Plot Batang dan Daun dengan Desimal","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara membuat dan menginterpretasikan diagram batang dan daun dengan desimal, dengan beberapa contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-batang-dan-daun-dengan-desimal\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-26T11:28:32+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/tigefeuilledecimal1-1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-batang-dan-daun-dengan-desimal\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-batang-dan-daun-dengan-desimal\/","name":"Cara Membuat Plot Batang dan Daun dengan Desimal","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-26T11:28:32+00:00","dateModified":"2023-07-26T11:28:32+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara membuat dan menginterpretasikan diagram batang dan daun dengan desimal, dengan beberapa contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-batang-dan-daun-dengan-desimal\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-batang-dan-daun-dengan-desimal\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-batang-dan-daun-dengan-desimal\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara membuat plot batang dan daun dengan desimal"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1419"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1419"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1419\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1419"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1419"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1419"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}