{"id":1422,"date":"2023-07-26T11:11:00","date_gmt":"2023-07-26T11:11:00","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/efek-sisa\/"},"modified":"2023-07-26T11:11:00","modified_gmt":"2023-07-26T11:11:00","slug":"efek-sisa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/efek-sisa\/","title":{"rendered":"Efek carryover: definisi &amp; contoh"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Efek sisa<\/strong> adalah efek yang \u201cditransmisikan\u201d dari satu perlakuan eksperimental ke perlakuan eksperimental lainnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jenis efek ini paling sering terjadi dalam <em>desain penelitian dalam subjek<\/em> di mana peserta yang sama dihadapkan pada setiap kondisi pengobatan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita merekrut subjek untuk berpartisipasi dalam eksperimen di mana mereka menggunakan tiga teknik berbeda untuk menghafal urutan kartu dalam satu tumpukan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena setiap peserta menggunakan masing-masing teknik, ada kemungkinan besar mereka akan meningkatkan kemampuan menghafal kartu hanya melalui latihan, bukan melalui teknik sebenarnya yang mereka gunakan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ini adalah contoh efek carry-over \u2013 peningkatan kemampuan peserta dalam menghafal kartu &#8220;terbawa&#8221; ke setiap teknik berikutnya.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-14059 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/report1-1.png\" alt=\"Efek sisa\" width=\"668\" height=\"275\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jenis efek ini bermasalah karena menyulitkan untuk mengetahui apakah perbedaan kinerja antara perlakuan eksperimental disebabkan oleh efek sisa atau karena perlakuan sebenarnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, seorang peserta mungkin mencapai hasil yang jauh lebih baik dengan menggunakan teknik 3, namun apakah itu karena teknik 3 lebih baik atau karena peserta tersebut mempunyai waktu untuk berlatih dan meningkatkan diri sebelum menggunakan teknik 3?<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Jenis efek sisa<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ada dua jenis utama efek carryover:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Efek praktis<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Efek latihan mengacu pada efek bawaan di mana peserta menjadi lebih baik dalam tugas-tugas tertentu melalui latihan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Artinya, mereka cenderung berkinerja lebih baik dalam perawatan eksperimental berikutnya karena mereka punya waktu untuk berlatih dan meningkatkan kemampuan mereka.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Efek kelelahan<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Efek kelelahan mengacu pada efek sisa di mana peserta mengalami kemunduran dalam tugas-tugas tertentu karena mereka lelah dari melakukan perawatan eksperimental sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, ada kemungkinan peserta mengalami kesulitan menghafal kartu karena semakin banyak teknik yang mereka gunakan, hanya karena mereka lelah atau kelelahan mental.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-14060 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/report2.png\" alt=\"Efek praktis dan efek kelelahan\" width=\"510\" height=\"311\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Bagaimana meminimalkan efek carryover<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ada beberapa cara untuk meminimalkan efek carryover dalam suatu eksperimen, antara lain:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Berikan waktu kepada peserta untuk melakukan pemanasan.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Salah satu cara untuk menghindari efek latihan adalah dengan memberikan waktu kepada peserta untuk melakukan pemanasan terhadap tugas tersebut sehingga mereka tidak mengalami peningkatan pada tugas tersebut <em>selama<\/em> percobaan yang sebenarnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Kurangi tugas.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Salah satu cara untuk mencegah efek kelelahan adalah dengan mempersingkat atau mengurangi intensitas tugas untuk diselesaikan. Hal ini memperkecil kemungkinan peserta mengalami kelelahan saat mereka menyelesaikan lebih banyak tugas.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Gunakan penyeimbang.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Penyeimbangan terjadi ketika peneliti menetapkan perlakuan eksperimental dalam urutan berbeda kepada partisipan yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, peneliti mungkin meminta 10 peserta untuk menggunakan tiga teknik dalam urutan 123, 10 peserta lainnya untuk menggunakan teknik dalam urutan 213, 10 peserta lainnya untuk menggunakan teknik dalam urutan 213, urutan 312, dan seterusnya. Kami.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-14062\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/report3.png\" alt=\"Contoh penyeimbang untuk meminimalkan efek sisa\" width=\"524\" height=\"502\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan menggunakan setiap perintah dalam jumlah yang sama, kita dapat \u201cmenyeimbangkan\u201d efek pesanan apa pun.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kerugian dari metode ini adalah mungkin terlalu memakan waktu atau mahal untuk mengimplementasikan setiap perintah dalam jumlah yang sama.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut memberikan penjelasan tentang efek umum lainnya dalam eksperimen:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/efek-pesanan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apa yang dimaksud dengan efek pengendalian?<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/efek-langit-langit\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apa yang dimaksud dengan efek langit-langit?<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/efek-tanah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apa itu efek dasar?<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Efek sisa adalah efek yang \u201cditransmisikan\u201d dari satu perlakuan eksperimental ke perlakuan eksperimental lainnya. Jenis efek ini paling sering terjadi dalam desain penelitian dalam subjek di mana peserta yang sama dihadapkan pada setiap kondisi pengobatan. Misalnya, kita merekrut subjek untuk berpartisipasi dalam eksperimen di mana mereka menggunakan tiga teknik berbeda untuk menghafal urutan kartu dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Efek carryover: definisi dan contoh - Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini memberikan penjelasan sederhana tentang efek carryover, termasuk definisi dan beberapa contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/efek-sisa\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Efek carryover: definisi dan contoh - Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini memberikan penjelasan sederhana tentang efek carryover, termasuk definisi dan beberapa contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/efek-sisa\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-26T11:11:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/report1-1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/efek-sisa\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/efek-sisa\/\",\"name\":\"Efek carryover: definisi dan contoh - Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-26T11:11:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-26T11:11:00+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini memberikan penjelasan sederhana tentang efek carryover, termasuk definisi dan beberapa contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/efek-sisa\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/efek-sisa\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/efek-sisa\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Efek carryover: definisi &amp; contoh\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Efek carryover: definisi dan contoh - Statologi","description":"Tutorial ini memberikan penjelasan sederhana tentang efek carryover, termasuk definisi dan beberapa contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/efek-sisa\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Efek carryover: definisi dan contoh - Statologi","og_description":"Tutorial ini memberikan penjelasan sederhana tentang efek carryover, termasuk definisi dan beberapa contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/efek-sisa\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-26T11:11:00+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/report1-1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/efek-sisa\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/efek-sisa\/","name":"Efek carryover: definisi dan contoh - Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-26T11:11:00+00:00","dateModified":"2023-07-26T11:11:00+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini memberikan penjelasan sederhana tentang efek carryover, termasuk definisi dan beberapa contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/efek-sisa\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/efek-sisa\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/efek-sisa\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Efek carryover: definisi &amp; contoh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1422"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1422"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1422\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1422"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1422"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1422"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}