{"id":1459,"date":"2023-07-26T07:41:17","date_gmt":"2023-07-26T07:41:17","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/hukum-probabilitas-total\/"},"modified":"2023-07-26T07:41:17","modified_gmt":"2023-07-26T07:41:17","slug":"hukum-probabilitas-total","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/hukum-probabilitas-total\/","title":{"rendered":"Hukum probabilitas total: definisi &amp; contoh"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam teori probabilitas, <strong>hukum probabilitas total<\/strong> adalah cara yang berguna untuk mencari probabilitas suatu kejadian <em>A<\/em> ketika kita tidak mengetahui secara langsung probabilitas <em>A<\/em> tetapi kita mengetahui bahwa kejadian <em>B<\/em> <sub>1<\/sub> , <em>B<\/em> <sub>2<\/sub> , <em>B<\/em> <sub>3<\/sub> \u2026 membentuk sebuah partisi. dari <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/ruang-sampel-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ruang sampel<\/a> <em>S.<\/em><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Undang-undang ini menetapkan hal-hal berikut:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hukum probabilitas total<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika <em>B<\/em> <sub>1<\/sub> , <em>B<\/em> <sub>2<\/sub> , <em>B<\/em> <sub>3<\/sub> \u2026 membentuk partisi ruang sampel <em>S<\/em> , maka peluang kejadian <em>A<\/em> dapat dihitung sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">P( <em>A<\/em> ) = \u03a3P( <em>A<\/em> | <em>B<\/em> <sub>i<\/sub> )*P( <em>B<\/em> <sub>i<\/sub> )<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara termudah untuk memahami hukum ini adalah dengan mengambil contoh sederhana.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan ada dua kantong dalam sebuah kotak berisi kelereng berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kantong 1 :<\/strong> 7 kelereng merah dan 3 kelereng hijau<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kantong 2 :<\/strong> 2 kelereng merah dan 8 kelereng hijau<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita memilih salah satu kantong secara acak, kemudian secara acak mengambil kelereng dari kantong tersebut, berapakah peluang terambilnya kelereng berwarna hijau?<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam contoh ini, misalkan P( <em>G<\/em> ) = peluang terambilnya kelereng hijau. Kemungkinan itulah yang menarik perhatian kita, namun kita tidak dapat menghitungnya secara langsung.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebagai gantinya, kita perlu menggunakan probabilitas bersyarat dari <em>G<\/em> , jika ada kejadian <em>B<\/em> di mana <em>B<\/em> <sub>i<\/sub> membentuk partisi ruang sampel <em>S.<\/em> Dalam contoh ini, kita mempunyai probabilitas bersyarat berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">P(G| <sub>B1<\/sub> ) = 3\/10 = 0,3<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">P(G| <sub>B2<\/sub> ) = 8\/10 = 0,8<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jadi, dengan menggunakan hukum peluang total, kita dapat menghitung peluang terambilnya kelereng hijau sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">P(G) = \u03a3P(G|B <sub>i<\/sub> )*P(B <sub>i<\/sub> )<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">P(G) = P(G|B <sub>1<\/sub> )*P(B <sub>1<\/sub> ) + P(G|B <sub>2<\/sub> )*P(B <sub>2<\/sub> )<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">P(G) = (0,3)*(0,5) + (0,8)*(0,5)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">P(G) = <strong>0,55<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita memilih salah satu kantong secara acak, lalu secara acak memilih kelereng dari kantong tersebut, peluang terambilnya kelereng hijau adalah <strong>0,55<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Bacalah dua contoh berikut untuk memperkuat pemahaman Anda tentang hukum probabilitas total.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 1: Widget<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perusahaan A memasok 80% widget ke bengkel mobil dan hanya 1% widgetnya yang rusak. Perusahaan B memasok 20% sisa widget ke bengkel mobil dan 3% widgetnya rusak.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-14445 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/loitot1.png\" alt=\"Contoh hukum probabilitas total\" width=\"363\" height=\"302\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika seorang pelanggan secara acak membeli widget dari bengkel mobil, berapa probabilitas widget tersebut rusak?<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita misalkan P( <em>D<\/em> ) = probabilitas suatu widget rusak dan <em>P(B<\/em> <sub>i<\/sub> ) probabilitas bahwa widget tersebut berasal dari salah satu perusahaan, maka kita dapat menghitung probabilitas pembelian widget yang rusak sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">P(D) = \u03a3P(D|B <sub>i<\/sub> )*P(B <sub>i<\/sub> )<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">P(D) = P(D|B <sub>1<\/sub> )*P(B <sub>1<\/sub> ) + P(D|B <sub>2<\/sub> )*P(B <sub>2<\/sub> )<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">P(D) = (0,01)*(0,80) + (0,03)*(0,20)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">P(D) = <strong>0,014<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita membeli widget secara acak dari toko mobil ini, kemungkinan widget tersebut rusak adalah <strong>0,014<\/strong> .<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 2: Hutan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hutan A menempati 50% dari total luas taman tertentu, dan 20% tanaman di hutan ini beracun. Hutan B menempati 30% dari total luas dan 40% tanaman yang dikandungnya beracun. Hutan C menempati 20% sisa wilayah dan 70% tanaman yang ditemukan di sana beracun.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-14447 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/loitot2.png\" alt=\"\" width=\"343\" height=\"263\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita secara acak masuk ke taman ini dan memetik tanaman dari tanah, seberapa besar kemungkinan tanaman tersebut beracun?<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita misalkan P( <em>P<\/em> ) = peluang tanaman tersebut beracun, dan <em>P(B <sub>i<\/sub> )<\/em> peluang bahwa kita telah memasuki salah satu dari tiga hutan, maka kita dapat menghitung peluang bahwa tanaman yang dipilih secara acak beracun seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">P(P) = \u03a3P(P|B <sub>i<\/sub> )*P(B <sub>i<\/sub> )<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">P(P) = P(P|B <sub>1<\/sub> )*P(B <sub>1<\/sub> ) + P(P|B <sub>2<\/sub> )*P(B <sub>2<\/sub> ) + P(P|B <sub>3<\/sub> )*P(B <sub>3<\/sub> )<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">P(P) = (0,20)*(0,50) + (0,40)*(0,30) + (0,70)*(0,20)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">P(P) = <strong>0,36<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita memilih tanaman secara acak dari dalam tanah, kemungkinan tanaman tersebut beracun adalah <strong>0,36<\/strong> .<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut memberikan informasi tambahan tentang topik probabilitas:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/rata-rata-distribusi-probabilitas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagaimana mencari mean dari distribusi probabilitas<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/deviasi-standar-dari-distribusi-probabilitas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagaimana mencari simpangan baku dari suatu distribusi probabilitas<\/a><br \/> Kalkulator Distribusi Probabilitas<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam teori probabilitas, hukum probabilitas total adalah cara yang berguna untuk mencari probabilitas suatu kejadian A ketika kita tidak mengetahui secara langsung probabilitas A tetapi kita mengetahui bahwa kejadian B 1 , B 2 , B 3 \u2026 membentuk sebuah partisi. dari ruang sampel S. Undang-undang ini menetapkan hal-hal berikut: Hukum probabilitas total Jika B [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Hukum probabilitas total: definisi dan contoh<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang hukum probabilitas total, termasuk definisi formal dan beberapa contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/hukum-probabilitas-total\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hukum probabilitas total: definisi dan contoh\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang hukum probabilitas total, termasuk definisi formal dan beberapa contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/hukum-probabilitas-total\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-26T07:41:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/loitot1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/hukum-probabilitas-total\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/hukum-probabilitas-total\/\",\"name\":\"Hukum probabilitas total: definisi dan contoh\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-26T07:41:17+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-26T07:41:17+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang hukum probabilitas total, termasuk definisi formal dan beberapa contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/hukum-probabilitas-total\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/hukum-probabilitas-total\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/hukum-probabilitas-total\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Hukum probabilitas total: definisi &amp; contoh\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hukum probabilitas total: definisi dan contoh","description":"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang hukum probabilitas total, termasuk definisi formal dan beberapa contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/hukum-probabilitas-total\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Hukum probabilitas total: definisi dan contoh","og_description":"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang hukum probabilitas total, termasuk definisi formal dan beberapa contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/hukum-probabilitas-total\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-26T07:41:17+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/loitot1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/hukum-probabilitas-total\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/hukum-probabilitas-total\/","name":"Hukum probabilitas total: definisi dan contoh","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-26T07:41:17+00:00","dateModified":"2023-07-26T07:41:17+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang hukum probabilitas total, termasuk definisi formal dan beberapa contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/hukum-probabilitas-total\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/hukum-probabilitas-total\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/hukum-probabilitas-total\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Hukum probabilitas total: definisi &amp; contoh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1459"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1459"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1459\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1459"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1459"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1459"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}