{"id":1460,"date":"2023-07-26T07:32:42","date_gmt":"2023-07-26T07:32:42","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-frekuensi-yang-tidak-dikelompokkan\/"},"modified":"2023-07-26T07:32:42","modified_gmt":"2023-07-26T07:32:42","slug":"distribusi-frekuensi-yang-tidak-dikelompokkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-frekuensi-yang-tidak-dikelompokkan\/","title":{"rendered":"Distribusi frekuensi tidak dikelompokkan: pengertian &amp; contoh"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita melakukan survei yang menanyakan kepada 15 rumah tangga berapa banyak hewan yang mereka miliki di rumahnya. Hasilnya adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1, 1, 1, 1, 2, 2, 2, 3, 3, 4, 5, 5, 6, 7, 8<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Salah satu cara untuk meringkas hasil ini adalah dengan membuat <strong>distribusi frekuensi<\/strong> , yang memberi tahu kita seberapa sering nilai yang berbeda muncul dalam kumpulan data.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita sering menggunakan <strong>distribusi frekuensi berkerumun<\/strong> , di mana kita membuat kelompok nilai dan kemudian merangkum jumlah observasi dalam kumpulan data yang termasuk dalam kelompok tersebut.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut adalah contoh distribusi frekuensi yang dikelompokkan untuk data survei kami:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-14454 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/non-groupe_freq1.png\" alt=\"\" width=\"223\" height=\"156\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pertama-tama kami membuat grup berukuran 2 dan kemudian menghitung jumlah observasi individu dari kumpulan data yang termasuk dalam setiap grup. Misalnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">7 keluarga memiliki 1 atau 2 hewan<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">3 keluarga memiliki 3 atau 4 hewan<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">3 keluarga memiliki 5 atau 6 hewan<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">2 keluarga memiliki 7 atau 8 hewan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jenis distribusi frekuensi lain yang dapat kita buat adalah <strong>distribusi frekuensi tak berkelompok<\/strong> , yang menampilkan frekuensi masing-masing nilai data individual, bukan kelompok nilai data.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut adalah contoh distribusi frekuensi yang tidak dikelompokkan untuk data survei kami:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-14455 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/non-groupe_freq2.png\" alt=\"Contoh distribusi frekuensi yang tidak dikelompokkan\" width=\"228\" height=\"277\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jenis distribusi frekuensi ini memungkinkan kita melihat secara langsung seberapa sering nilai yang berbeda muncul dalam kumpulan data kita. Misalnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">4 keluarga memiliki 1 hewan<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">3 keluarga memiliki 2 hewan<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">2 keluarga memiliki 3 hewan<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">1 keluarga memiliki 4 hewan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dan seterusnya.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kapan menggunakan distribusi frekuensi yang tidak dikelompokkan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Distribusi frekuensi yang tidak dikelompokkan dapat berguna ketika Anda ingin melihat seberapa sering setiap nilai muncul dalam kumpulan data.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Perhatikan bahwa distribusi frekuensi yang tidak dikelompokkan bekerja paling baik dengan kumpulan data kecil yang hanya memiliki sedikit nilai unik.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, pada data survei kami sebelumnya, hanya terdapat 8 nilai unik, sehingga masuk akal untuk membuat distribusi frekuensi yang tidak dikelompokkan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, jika kita memiliki ribuan kumpulan data yang berisi ratusan atau nilai unik, distribusi frekuensi yang tidak dikelompokkan akan sangat memakan waktu dan sulit untuk mengumpulkan informasi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Untuk kumpulan data yang lebih besar, masuk akal untuk membuat distribusi frekuensi yang dikelompokkan.<\/strong><\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Cara memvisualisasikan distribusi frekuensi yang tidak dikelompokkan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara paling sederhana untuk memvisualisasikan nilai dalam distribusi frekuensi yang tidak dikelompokkan adalah dengan membuat <strong>poligon frekuensi<\/strong> , yang menampilkan frekuensi masing-masing nilai dalam grafik sederhana.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut tampilan poligon frekuensi untuk data sampel kita:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-14456 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/non-groupe_freq3.png\" alt=\"Poligon frekuensi untuk distribusi frekuensi tidak dikelompokkan\" width=\"471\" height=\"403\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hal ini membantu kami dengan cepat memahami seberapa sering setiap nilai muncul dalam kumpulan data.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Alternatifnya, kita dapat membuat <strong>diagram batang<\/strong> untuk menampilkan data yang sama persis menggunakan batang, bukan satu garis:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-14458 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/non-groupe_freq4.png\" alt=\"Diagram batang untuk distribusi frekuensi yang tidak dikelompokkan\" width=\"470\" height=\"390\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kedua grafik tersebut memungkinkan kita memahami dengan cepat distribusi nilai dalam kumpulan data kita.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Misalkan kita melakukan survei yang menanyakan kepada 15 rumah tangga berapa banyak hewan yang mereka miliki di rumahnya. Hasilnya adalah sebagai berikut: 1, 1, 1, 1, 2, 2, 2, 3, 3, 4, 5, 5, 6, 7, 8 Salah satu cara untuk meringkas hasil ini adalah dengan membuat distribusi frekuensi , yang memberi tahu kita seberapa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Distribusi frekuensi tidak dikelompokkan: definisi dan contoh<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara membuat distribusi frekuensi tidak dikelompokkan, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-frekuensi-yang-tidak-dikelompokkan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Distribusi frekuensi tidak dikelompokkan: definisi dan contoh\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara membuat distribusi frekuensi tidak dikelompokkan, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-frekuensi-yang-tidak-dikelompokkan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-26T07:32:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/non-groupe_freq1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-frekuensi-yang-tidak-dikelompokkan\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-frekuensi-yang-tidak-dikelompokkan\/\",\"name\":\"Distribusi frekuensi tidak dikelompokkan: definisi dan contoh\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-26T07:32:42+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-26T07:32:42+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara membuat distribusi frekuensi tidak dikelompokkan, dengan beberapa contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-frekuensi-yang-tidak-dikelompokkan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-frekuensi-yang-tidak-dikelompokkan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-frekuensi-yang-tidak-dikelompokkan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Distribusi frekuensi tidak dikelompokkan: pengertian &amp; contoh\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Distribusi frekuensi tidak dikelompokkan: definisi dan contoh","description":"Tutorial ini menjelaskan cara membuat distribusi frekuensi tidak dikelompokkan, dengan beberapa contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-frekuensi-yang-tidak-dikelompokkan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Distribusi frekuensi tidak dikelompokkan: definisi dan contoh","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara membuat distribusi frekuensi tidak dikelompokkan, dengan beberapa contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-frekuensi-yang-tidak-dikelompokkan\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-26T07:32:42+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/non-groupe_freq1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-frekuensi-yang-tidak-dikelompokkan\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-frekuensi-yang-tidak-dikelompokkan\/","name":"Distribusi frekuensi tidak dikelompokkan: definisi dan contoh","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-26T07:32:42+00:00","dateModified":"2023-07-26T07:32:42+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara membuat distribusi frekuensi tidak dikelompokkan, dengan beberapa contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-frekuensi-yang-tidak-dikelompokkan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-frekuensi-yang-tidak-dikelompokkan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-frekuensi-yang-tidak-dikelompokkan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Distribusi frekuensi tidak dikelompokkan: pengertian &amp; contoh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1460"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1460"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1460\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1460"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1460"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1460"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}