{"id":1477,"date":"2023-07-26T05:53:13","date_gmt":"2023-07-26T05:53:13","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengambilan-sampel-cluster-dua-tahap\/"},"modified":"2023-07-26T05:53:13","modified_gmt":"2023-07-26T05:53:13","slug":"pengambilan-sampel-cluster-dua-tahap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengambilan-sampel-cluster-dua-tahap\/","title":{"rendered":"Pengambilan sampel cluster dua langkah: definisi &amp; contoh"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Cluster sampling<\/strong> adalah salah satu jenis <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/metode-pengambilan-sampel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">metode pengambilan sampel<\/a> dimana kita membagi suatu <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/populasi-vs.-sampel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">populasi<\/a> menjadi beberapa cluster, kemudian secara acak memilih cluster tertentu dan memasukkan semua anggota cluster tersebut ke dalam sampel.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, sebuah perusahaan yang menawarkan tur mengamati paus ingin mensurvei pelanggannya. Dari sepuluh tur yang mereka tawarkan per hari, mereka secara acak memilih empat tur dan menanyakan pengalaman mereka kepada setiap pelanggan.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-14638 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/deux-etapes_cluster1.png\" alt=\"\" width=\"502\" height=\"414\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ini adalah contoh <strong>pengambilan sampel cluster<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perpanjangan dari metode ini dikenal sebagai <strong>pengambilan sampel cluster dua tahap<\/strong> , yang menggunakan langkah-langkah berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1:<\/strong> Bagilah suatu populasi menjadi beberapa kelompok, lalu pilih beberapa secara acak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah<\/strong> <strong>2:<\/strong><\/span> <span style=\"color: #000000;\">Dalam setiap cluster yang dipilih, pilih secara acak beberapa anggota untuk diikutsertakan dalam survei.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, perusahaan wisata mengamati paus mungkin secara acak memilih empat tur, dan kemudian, dalam setiap tur tersebut, perusahaan tersebut mungkin secara acak memilih subkelompok pelanggan untuk dimasukkan dalam survei.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-14639 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/deux-etapes_cluster2.png\" alt=\"Pengambilan sampel cluster dua tahap\" width=\"521\" height=\"429\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam contoh khusus ini, kami secara acak memilih empat klaster, dan kemudian dalam setiap klaster, kami secara acak memilih empat dari tujuh pelanggan untuk dimasukkan dalam survei.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Mengapa menggunakan pengambilan sampel klaster dua tahap?<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Keuntungan <strong>pengambilan sampel kluster<\/strong> adalah memberikan cara yang jauh lebih mudah dalam mengumpulkan sampel dibandingkan dengan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/metode-pengambilan-sampel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">metode pengambilan sampel probabilitas<\/a> lainnya, terutama bila anggota suatu populasi tersebar di wilayah geografis yang luas.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Pengambilan sampel klaster dua tahap<\/strong> melangkah lebih jauh dengan memasukkan hanya beberapa anggota dari setiap klaster yang dipilih secara acak untuk menjadi bagian dari sampel akhir.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita ingin melakukan survei terhadap pendapat guru di Kalifornia mengenai topik tertentu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena California sangat besar, mungkin ada baiknya jika negara bagian tersebut dibagi menjadi beberapa kelompok terlebih dahulu (mungkin &#8220;kabupaten&#8221;) dan kemudian secara acak memilih guru dari sekolah tertentu saja di setiap wilayah untuk memasukkan mereka ke dalam penyelidikan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pendekatan ini memungkinkan kami mengumpulkan sampel jauh lebih cepat dibandingkan sampel acak sederhana dari semua guru di California.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dan karena pengambilan sampel kluster merupakan metode pengambilan sampel probabilitas (yaitu setiap anggota populasi sasaran mempunyai peluang yang sama untuk dimasukkan dalam sampel), metode ini mempunyai kemungkinan besar untuk menghasilkan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/sampel-representatif-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sampel yang mewakili populasi umum<\/a> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Bonus:<\/strong> Untuk contoh pengambilan sampel klaster dua tahap di dunia nyata, lihat <a href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pmc\/articles\/PMC3490933\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">penelitian ini<\/a> yang menggunakan pengambilan sampel klaster dua tahap untuk mendapatkan sampel guna memperkirakan tingkat kematian di Irak.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/metode-pengambilan-sampel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar metode pengambilan sampel<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengambilan-sampel-multi-tahap\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apa itu pengambilan sampel multistage?<\/a><br \/><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/variabilitas-pengambilan-sampel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apa itu variabilitas pengambilan sampel?<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cluster sampling adalah salah satu jenis metode pengambilan sampel dimana kita membagi suatu populasi menjadi beberapa cluster, kemudian secara acak memilih cluster tertentu dan memasukkan semua anggota cluster tersebut ke dalam sampel. Misalnya, sebuah perusahaan yang menawarkan tur mengamati paus ingin mensurvei pelanggannya. Dari sepuluh tur yang mereka tawarkan per hari, mereka secara acak memilih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengambilan sampel cluster dua tahap: definisi dan contoh - Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang pengambilan sampel cluster dua tahap, termasuk definisi formal dan contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengambilan-sampel-cluster-dua-tahap\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengambilan sampel cluster dua tahap: definisi dan contoh - Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang pengambilan sampel cluster dua tahap, termasuk definisi formal dan contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengambilan-sampel-cluster-dua-tahap\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-26T05:53:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/deux-etapes_cluster1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengambilan-sampel-cluster-dua-tahap\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengambilan-sampel-cluster-dua-tahap\/\",\"name\":\"Pengambilan sampel cluster dua tahap: definisi dan contoh - Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-26T05:53:13+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-26T05:53:13+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang pengambilan sampel cluster dua tahap, termasuk definisi formal dan contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengambilan-sampel-cluster-dua-tahap\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengambilan-sampel-cluster-dua-tahap\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengambilan-sampel-cluster-dua-tahap\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengambilan sampel cluster dua langkah: definisi &amp; contoh\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengambilan sampel cluster dua tahap: definisi dan contoh - Statologi","description":"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang pengambilan sampel cluster dua tahap, termasuk definisi formal dan contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengambilan-sampel-cluster-dua-tahap\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pengambilan sampel cluster dua tahap: definisi dan contoh - Statologi","og_description":"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang pengambilan sampel cluster dua tahap, termasuk definisi formal dan contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengambilan-sampel-cluster-dua-tahap\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-26T05:53:13+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/deux-etapes_cluster1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengambilan-sampel-cluster-dua-tahap\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengambilan-sampel-cluster-dua-tahap\/","name":"Pengambilan sampel cluster dua tahap: definisi dan contoh - Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-26T05:53:13+00:00","dateModified":"2023-07-26T05:53:13+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang pengambilan sampel cluster dua tahap, termasuk definisi formal dan contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengambilan-sampel-cluster-dua-tahap\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/pengambilan-sampel-cluster-dua-tahap\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengambilan-sampel-cluster-dua-tahap\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengambilan sampel cluster dua langkah: definisi &amp; contoh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1477"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1477"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1477\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1477"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1477"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1477"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}