{"id":1490,"date":"2023-07-26T04:43:08","date_gmt":"2023-07-26T04:43:08","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/validitas-prediksi\/"},"modified":"2023-07-26T04:43:08","modified_gmt":"2023-07-26T04:43:08","slug":"validitas-prediksi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/validitas-prediksi\/","title":{"rendered":"Apa itu validitas prediktif? (definisi &amp; contoh)"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam statistik, istilah <strong>validitas prediktif<\/strong> mengacu pada sejauh mana validnya penggunaan skor pada suatu skala atau tes untuk memprediksi nilai variabel lain di masa depan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita mungkin ingin mengetahui seberapa baik ujian masuk perguruan tinggi tertentu mampu memprediksi nilai rata-rata siswa pada semester pertama.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-14752 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/validite_predictive1.png\" alt=\"\" width=\"514\" height=\"131\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk menentukan apakah validitas prediktif ada, kita dapat menggunakan proses berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Menyelenggarakan ujian masuk perguruan tinggi kepada 1.000 senior.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Setahun kemudian, kumpulkan data IPK semester pertama dari 1.000 mahasiswa yang sama.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Hitung <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-pearson-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">korelasi<\/a> antara nilai ujian masuk dan IPK semester pertama.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika terdapat korelasi yang kuat antara nilai ujian masuk dan IPK semester satu, kemungkinan besar terdapat <strong>validitas prediktif<\/strong> antara kedua variabel tersebut.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan kata lain, nilai yang diperoleh siswa pada ujian masuk perguruan tinggi merupakan <em>prediksi<\/em> IPK yang mungkin ia peroleh selama semester pertama kuliahnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, siswa yang mendapat nilai tinggi pada ujian masuk juga cenderung mendapat nilai tinggi di semester pertama. Sebaliknya, mahasiswa yang berprestasi buruk pada ujian masuk cenderung memiliki IPK yang rendah pada semester pertama.<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan teknis:<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Validitas prediktif merupakan salah satu jenis validitas kriteria yang mengacu pada kemampuan pengukuran suatu variabel dalam memprediksi respon variabel lain.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Variabel yang satu disebut <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-tanggapan-penjelas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">variabel penjelas<\/a> sedangkan variabel yang lain disebut variabel respon atau <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-kriteria\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">variabel kriteria<\/a> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pada contoh kita sebelumnya, variabel penjelasnya adalah ujian masuk dan variabel kriterianya adalah IPK semester pertama.<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh Validitas Prediktif<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut mengilustrasikan beberapa skenario tambahan di mana kita dapat menghitung validitas prediktif.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 1: Tes Prakerja<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebuah perusahaan dapat mengadakan tes pra-kerja yang terdiri dari 40 pertanyaan kepada semua orang yang dipekerjakannya, kemudian mengevaluasi produktivitas karyawan setahun kemudian.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika terdapat tingkat korelasi yang tinggi antara hasil tes dan produktivitas karyawan, maka kita dapat mengatakan bahwa tes tersebut valid untuk memprediksi produktivitas individu di masa depan.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-14754 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/validite_predictive2.png\" alt=\"Contoh validitas prediktif\" width=\"508\" height=\"165\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 2: Tes IQ dan penghasilan<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Para peneliti dapat melakukan tes IQ kepada 100 orang, lalu melacak pendapatan tahunan orang-orang tersebut 10 tahun kemudian.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika terdapat tingkat korelasi yang tinggi antara skor tes IQ dan pendapatan tahunan individu, maka peneliti dapat mengatakan bahwa tes tersebut valid untuk digunakan dalam memprediksi pendapatan individu di masa depan.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-14755 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/validite_predictive3.png\" alt=\"\" width=\"519\" height=\"177\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 3: Kebugaran<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Seorang pelatih pribadi dapat melakukan tes kebugaran kepada para pemula NBA dan kemudian mencatat rata-rata poin per pertandingan yang dicetak oleh para pemain selama lima tahun berikutnya di liga.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika terdapat tingkat korelasi yang tinggi antara skor tes kebugaran dan rata-rata poin per permainan yang dicetak oleh pemain, maka pelatih pribadi dapat mengatakan bahwa tes tersebut valid untuk memprediksi poin masa depan per permainan pemain.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-14756 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/validite_predictive4.png\" alt=\"\" width=\"503\" height=\"168\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Apa yang dianggap sebagai korelasi tinggi untuk validitas prediktif?<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tidak ada nilai spesifik yang dianggap sebagai korelasi \u201ctinggi\u201d antara dua variabel. Namun, semakin tinggi korelasi antara tes dan konstruk yang ingin diukur, semakin tinggi validitas prediktif tes tersebut.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, jika korelasi antara tes pra-kerja dan produktivitas karyawan satu tahun kemudian adalah <strong>0,86<\/strong> , maka tes tersebut lebih dapat memprediksi produktivitas karyawan dibandingkan tes yang hanya memiliki korelasi sebesar <strong>0,35<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, bahkan korelasi yang tampaknya cukup rendah (seperti r = 0,35) masih dapat berguna bagi pemberi kerja karena memberikan mereka setidaknya gambaran tentang kemungkinan produktivitas karyawan tersebut.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/validitas-kriteria\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Penjelasan sederhana tentang validitas kriteria<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-kriteria\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apa yang dimaksud dengan variabel kriteria?<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/validitas-bersamaan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apa itu validitas konkuren?<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam statistik, istilah validitas prediktif mengacu pada sejauh mana validnya penggunaan skor pada suatu skala atau tes untuk memprediksi nilai variabel lain di masa depan. Misalnya, kita mungkin ingin mengetahui seberapa baik ujian masuk perguruan tinggi tertentu mampu memprediksi nilai rata-rata siswa pada semester pertama. Untuk menentukan apakah validitas prediktif ada, kita dapat menggunakan proses [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa itu validitas prediktif? (Definisi dan contoh) - Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang validitas prediktif, termasuk definisi formal dan beberapa contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/validitas-prediksi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa itu validitas prediktif? (Definisi dan contoh) - Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang validitas prediktif, termasuk definisi formal dan beberapa contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/validitas-prediksi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-26T04:43:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/validite_predictive1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/validitas-prediksi\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/validitas-prediksi\/\",\"name\":\"Apa itu validitas prediktif? (Definisi dan contoh) - Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-26T04:43:08+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-26T04:43:08+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang validitas prediktif, termasuk definisi formal dan beberapa contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/validitas-prediksi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/validitas-prediksi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/validitas-prediksi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa itu validitas prediktif? (definisi &amp; contoh)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa itu validitas prediktif? (Definisi dan contoh) - Statologi","description":"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang validitas prediktif, termasuk definisi formal dan beberapa contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/validitas-prediksi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa itu validitas prediktif? (Definisi dan contoh) - Statologi","og_description":"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang validitas prediktif, termasuk definisi formal dan beberapa contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/validitas-prediksi\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-26T04:43:08+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/validite_predictive1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/validitas-prediksi\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/validitas-prediksi\/","name":"Apa itu validitas prediktif? (Definisi dan contoh) - Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-26T04:43:08+00:00","dateModified":"2023-07-26T04:43:08+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang validitas prediktif, termasuk definisi formal dan beberapa contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/validitas-prediksi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/validitas-prediksi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/validitas-prediksi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa itu validitas prediktif? (definisi &amp; contoh)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1490"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1490"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1490\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1490"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1490"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1490"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}