{"id":1501,"date":"2023-07-26T03:21:07","date_gmt":"2023-07-26T03:21:07","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kepercayaan-vs-interval-kepercayaan\/"},"modified":"2023-07-26T03:21:07","modified_gmt":"2023-07-26T03:21:07","slug":"tingkat-kepercayaan-vs-interval-kepercayaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kepercayaan-vs-interval-kepercayaan\/","title":{"rendered":"Tingkat kepercayaan dan interval kepercayaan: apa bedanya?"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Seringkali dalam statistik kita berupaya mengukur <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-vs-parameter\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">parameter populasi<\/a> \u2013 angka yang menggambarkan karakteristik tertentu dari keseluruhan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/populasi-vs.-sampel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">populasi<\/a> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita mungkin tertarik untuk mengukur rata-rata tinggi badan pria di suatu negara.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena mengumpulkan data tentang tinggi badan setiap pria di negara ini terlalu mahal dan memakan waktu, kami akan mengumpulkan data dari <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/metode-pengambilan-sampel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sampel pria secara acak sederhana<\/a> . Kami kemudian akan menggunakan tinggi rata-rata pria dalam sampel ini untuk memperkirakan tinggi rata-rata seluruh pria di negara tersebut.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sayangnya, tidak ada jaminan bahwa rata-rata tinggi badan laki-laki dalam sampel sama persis dengan rata-rata tinggi badan laki-laki di seluruh populasi. Misalnya, kita dapat memilih sampel laki-laki yang lebih pendek atau mungkin sampel laki-laki yang lebih tinggi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk menangkap ketidakpastian seputar perkiraan rata-rata populasi sebenarnya, kita dapat membuat interval kepercayaan.<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Interval kepercayaan:<\/strong> rentang nilai yang kemungkinan besar memuat parameter populasi dengan tingkat kepercayaan tertentu.<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Interval kepercayaan dihitung menggunakan rumus umum berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Interval kepercayaan<\/strong> = (perkiraan titik) +\/- (nilai kritis)* (kesalahan standar)<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, rumus menghitung selang kepercayaan untuk <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/rata-rata-sampel-dibandingkan-dengan-rata-rata-populasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">rata-rata populasi<\/a> adalah:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Interval kepercayaan =<\/strong> <strong><span style=\"text-decoration: overline;\">x<\/span> +\/- z*(s\/\u221a <span style=\"text-decoration: overline;\">n<\/span> )<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong><span style=\"text-decoration: overline;\">x<\/span> :<\/strong> mean sampel<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>z:<\/strong> nilai kritis z<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>s:<\/strong> deviasi standar sampel<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>n:<\/strong> ukuran sampel<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai kritis z yang Anda gunakan dalam rumus bergantung pada <strong>tingkat kepercayaan<\/strong> yang Anda pilih.<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Tingkat Keyakinan:<\/strong> Persentase seluruh kemungkinan sampel yang diharapkan menyertakan parameter populasi sebenarnya.<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pilihan paling umum untuk tingkat kepercayaan adalah 90%, 95%, dan 99%.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tabel berikut menunjukkan nilai z kritis yang sesuai dengan pilihan tingkat kepercayaan populer berikut:<\/span><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<th style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Tingkat kepercayaan diri<\/strong><\/span><\/th>\n<th style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\"><strong>z nilai kritis<\/strong><\/span><\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">0,90<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">1.645<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">0,95<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">1.96<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">0,99<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">2.58<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p style=\"text-align: left;\"> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita mengukur tinggi 25 pria dan menemukan hal berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Ukuran sampel <strong>n = 25<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Tinggi sampel rata-rata <strong><span style=\"text-decoration: overline;\">x<\/span> = 70 inci<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Simpangan baku sampel <strong>s = 1,2 inci<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut cara menghitung interval kepercayaan untuk rata-rata ukuran populasi sebenarnya dengan menggunakan <strong>tingkat kepercayaan 90%<\/strong> :<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Interval kepercayaan 90%: 70 +\/- 1,645*(1,2\/\u221a25) = <strong>[69,6052, 70,3948]<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ini berarti bahwa jika kita menggunakan metode pengambilan sampel yang sama untuk memilih sampel yang berbeda dan menghitung interval kepercayaan untuk setiap sampel, kita memperkirakan rata-rata ukuran populasi sebenarnya berada dalam interval 90% dari waktu tersebut.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sekarang anggaplah kita menghitung interval kepercayaan menggunakan <strong>tingkat kepercayaan 95%:<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Interval kepercayaan 95%: 70 +\/- 1,96*(1,2\/\u221a25) = <strong>[69,5296, 70,4704]<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bahwa interval kepercayaan ini lebih lebar dari interval kepercayaan sebelumnya. Memang benar, semakin tinggi tingkat kepercayaan, semakin lebar interval kepercayaannya.<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Semakin tinggi tingkat kepercayaannya, semakin lebar interval kepercayaannya.<\/strong><\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hal ini seharusnya masuk akal: tingkat kepercayaan yang lebih luas memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk memuat parameter populasi yang sebenarnya.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Ringkasan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kesimpulan:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Interval kepercayaan<\/strong> adalah rentang nilai yang kemungkinan memuat parameter populasi dengan tingkat kepercayaan tertentu. Ini menggunakan rumus dasar berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Interval kepercayaan = (perkiraan titik) +\/- (nilai kritis)* (kesalahan standar)<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Tingkat kepercayaan<\/strong> menentukan nilai kritis yang akan digunakan dalam rumus ini. Semakin tinggi tingkat kepercayaannya, semakin besar nilai kritisnya sehingga semakin lebar selang kepercayaannya.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> Pengantar Interval Keyakinan<br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar Pengujian Hipotesis<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/perkiraan-poin-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apa yang dimaksud dengan perkiraan poin?<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seringkali dalam statistik kita berupaya mengukur parameter populasi \u2013 angka yang menggambarkan karakteristik tertentu dari keseluruhan populasi . Misalnya, kita mungkin tertarik untuk mengukur rata-rata tinggi badan pria di suatu negara. Karena mengumpulkan data tentang tinggi badan setiap pria di negara ini terlalu mahal dan memakan waktu, kami akan mengumpulkan data dari sampel pria secara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tingkat kepercayaan dan interval kepercayaan: apa bedanya?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini memberikan penjelasan sederhana tentang perbedaan antara tingkat kepercayaan dan interval kepercayaan, beserta contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kepercayaan-vs-interval-kepercayaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tingkat kepercayaan dan interval kepercayaan: apa bedanya?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini memberikan penjelasan sederhana tentang perbedaan antara tingkat kepercayaan dan interval kepercayaan, beserta contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kepercayaan-vs-interval-kepercayaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-26T03:21:07+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kepercayaan-vs-interval-kepercayaan\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kepercayaan-vs-interval-kepercayaan\/\",\"name\":\"Tingkat kepercayaan dan interval kepercayaan: apa bedanya?\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-26T03:21:07+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-26T03:21:07+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini memberikan penjelasan sederhana tentang perbedaan antara tingkat kepercayaan dan interval kepercayaan, beserta contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kepercayaan-vs-interval-kepercayaan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kepercayaan-vs-interval-kepercayaan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kepercayaan-vs-interval-kepercayaan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tingkat kepercayaan dan interval kepercayaan: apa bedanya?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tingkat kepercayaan dan interval kepercayaan: apa bedanya?","description":"Tutorial ini memberikan penjelasan sederhana tentang perbedaan antara tingkat kepercayaan dan interval kepercayaan, beserta contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kepercayaan-vs-interval-kepercayaan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tingkat kepercayaan dan interval kepercayaan: apa bedanya?","og_description":"Tutorial ini memberikan penjelasan sederhana tentang perbedaan antara tingkat kepercayaan dan interval kepercayaan, beserta contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kepercayaan-vs-interval-kepercayaan\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-26T03:21:07+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kepercayaan-vs-interval-kepercayaan\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kepercayaan-vs-interval-kepercayaan\/","name":"Tingkat kepercayaan dan interval kepercayaan: apa bedanya?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-26T03:21:07+00:00","dateModified":"2023-07-26T03:21:07+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini memberikan penjelasan sederhana tentang perbedaan antara tingkat kepercayaan dan interval kepercayaan, beserta contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kepercayaan-vs-interval-kepercayaan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kepercayaan-vs-interval-kepercayaan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kepercayaan-vs-interval-kepercayaan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tingkat kepercayaan dan interval kepercayaan: apa bedanya?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1501"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1501"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1501\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1501"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1501"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1501"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}