{"id":1519,"date":"2023-07-26T01:30:17","date_gmt":"2023-07-26T01:30:17","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/rentang-interkuartil-vs-deviasi-standar\/"},"modified":"2023-07-26T01:30:17","modified_gmt":"2023-07-26T01:30:17","slug":"rentang-interkuartil-vs-deviasi-standar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/rentang-interkuartil-vs-deviasi-standar\/","title":{"rendered":"Rentang antarkuartil dan deviasi standar: apa bedanya?"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Rentang interkuartil<\/strong> dan <strong>deviasi standar<\/strong> adalah dua cara untuk mengukur distribusi nilai dalam suatu kumpulan data.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini memberikan penjelasan singkat masing-masing metrik beserta persamaan dan perbedaan keduanya.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Jarak interkuartil<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Rentang interkuartil<\/strong> (IQR) suatu kumpulan data adalah selisih antara kuartil pertama (persentil ke-25) dan kuartil ketiga (persentil ke-75). Ini mengukur distribusi rata-rata 50% nilai.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>IQR = Q3 \u2013 Q1<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita memiliki kumpulan data berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kumpulan data:<\/strong> 1, 4, 8, 11, 13, 17, 19, 19, 20, 23, 24, 24, 25, 28, 29, 31, 32<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Menurut kalkulator rentang antarkuartil, rentang antarkuartil (IQR) untuk kumpulan data ini dihitung sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>T1:<\/strong> 12<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>T3:<\/strong> 26.5<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>IQR<\/strong> = Q3 \u2013 Q1 = 14,5<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ini memberitahu kita bahwa 50% tengah dari nilai-nilai dalam kumpulan data memiliki deviasi sebesar <strong>14,5<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <strong style=\"color: #000000; font-family: Montserrat, sans-serif; font-size: 24px;\">Deviasi standar<\/strong><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Deviasi standar<\/strong> suatu kumpulan data adalah cara untuk mengukur deviasi tipikal nilai individu dari nilai rata-rata. Ini dihitung sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>s = \u221a(\u03a3( <sub>xi<\/sub> \u2013 <span style=\"text-decoration: overline;\">x<\/span> ) <sup>2<\/sup> \/ (n-1))<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita memiliki kumpulan data berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kumpulan data:<\/strong> 1, 4, 8, 11, 13, 17, 19, 19, 20, 23, 24, 24, 25, 28, 29, 31, 32<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan kalkulator untuk mengetahui bahwa simpangan baku kumpulan data ini adalah <strong>9,25<\/strong> . Ini memberi kita gambaran seberapa jauh nilai tipikal dari rata-rata.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Persamaan dan perbedaan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Rentang interkuartil dan deviasi standar memiliki <strong>kesamaan sebagai berikut:<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Kedua metrik tersebut mengukur distribusi nilai dalam kumpulan data.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, rentang antarkuartil dan deviasi standar memiliki <strong>perbedaan utama sebagai berikut:<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Rentang interkuartil (IQR) tidak terpengaruh oleh outlier ekstrim. Misalnya nilai yang sangat kecil atau sangat besar pada suatu dataset tidak akan mempengaruhi perhitungan IQR karena IQR hanya menggunakan nilai persentil ke 25 dan persentil ke 75 dari dataset tersebut.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Deviasi standar <em>dipengaruhi<\/em> oleh outlier ekstrim. Misalnya, nilai yang sangat besar dalam kumpulan data akan menghasilkan deviasi standar yang jauh lebih besar karena deviasi standar menggunakan setiap nilai dalam kumpulan data dalam rumusnya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kapan menggunakan masing-masing<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Anda harus menggunakan rentang interkuartil untuk mengukur distribusi nilai dalam kumpulan data ketika terdapat outlier yang ekstrim.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebaliknya, Anda sebaiknya menggunakan deviasi standar untuk mengukur distribusi nilai ketika tidak ada outlier yang ekstrim.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk mengilustrasikan alasannya, pertimbangkan kumpulan data berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kumpulan data:<\/strong> 1, 4, 8, 11, 13, 17, 19, 19, 20, 23, 24, 24, 25, 28, 29, 31, 32<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebelumnya di artikel ini, kami menghitung metrik berikut untuk kumpulan data ini:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>IQR:<\/strong> 14,5<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Deviasi standar:<\/strong> 9,25<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, pertimbangkan apakah kumpulan data tersebut memiliki outlier yang ekstrim:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kumpulan data:<\/strong> 1, 4, 8, 11, 13, 17, 19, 19, 20, 23, 24, 24, 25, 28, 29, 31, 32, <strong>378<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan kalkulator untuk menemukan metrik berikut untuk kumpulan data ini:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>IQR:<\/strong> 15<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Deviasi standar:<\/strong> 85,02<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bahwa rentang antarkuartil hampir tidak berubah ketika terdapat outlier, sedangkan deviasi standar meningkat dari 9,25 menjadi 85,02.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/mengukur-tendensi-sentral\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ukuran tendensi sentral: definisi dan contoh<\/a><br \/> Ukuran dispersi: definisi dan contoh<br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/temukan-outlier-dengan-iqr\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara mencari outlier menggunakan rentang interkuartil<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rentang interkuartil dan deviasi standar adalah dua cara untuk mengukur distribusi nilai dalam suatu kumpulan data. Tutorial ini memberikan penjelasan singkat masing-masing metrik beserta persamaan dan perbedaan keduanya. Jarak interkuartil Rentang interkuartil (IQR) suatu kumpulan data adalah selisih antara kuartil pertama (persentil ke-25) dan kuartil ketiga (persentil ke-75). Ini mengukur distribusi rata-rata 50% nilai. IQR [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Rentang antarkuartil dan deviasi standar: apa bedanya?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara rentang interkuartil dan deviasi standar, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/rentang-interkuartil-vs-deviasi-standar\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Rentang antarkuartil dan deviasi standar: apa bedanya?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara rentang interkuartil dan deviasi standar, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/rentang-interkuartil-vs-deviasi-standar\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-26T01:30:17+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/rentang-interkuartil-vs-deviasi-standar\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/rentang-interkuartil-vs-deviasi-standar\/\",\"name\":\"Rentang antarkuartil dan deviasi standar: apa bedanya?\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-26T01:30:17+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-26T01:30:17+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara rentang interkuartil dan deviasi standar, dengan beberapa contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/rentang-interkuartil-vs-deviasi-standar\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/rentang-interkuartil-vs-deviasi-standar\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/rentang-interkuartil-vs-deviasi-standar\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Rentang antarkuartil dan deviasi standar: apa bedanya?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Rentang antarkuartil dan deviasi standar: apa bedanya?","description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara rentang interkuartil dan deviasi standar, dengan beberapa contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/rentang-interkuartil-vs-deviasi-standar\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Rentang antarkuartil dan deviasi standar: apa bedanya?","og_description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara rentang interkuartil dan deviasi standar, dengan beberapa contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/rentang-interkuartil-vs-deviasi-standar\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-26T01:30:17+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/rentang-interkuartil-vs-deviasi-standar\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/rentang-interkuartil-vs-deviasi-standar\/","name":"Rentang antarkuartil dan deviasi standar: apa bedanya?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-26T01:30:17+00:00","dateModified":"2023-07-26T01:30:17+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara rentang interkuartil dan deviasi standar, dengan beberapa contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/rentang-interkuartil-vs-deviasi-standar\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/rentang-interkuartil-vs-deviasi-standar\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/rentang-interkuartil-vs-deviasi-standar\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Rentang antarkuartil dan deviasi standar: apa bedanya?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1519"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1519"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1519\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1519"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1519"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1519"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}