{"id":1531,"date":"2023-07-26T00:18:41","date_gmt":"2023-07-26T00:18:41","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-normalitas\/"},"modified":"2023-07-26T00:18:41","modified_gmt":"2023-07-26T00:18:41","slug":"hipotesis-normalitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-normalitas\/","title":{"rendered":"Apa asumsi normalitas dalam statistik?"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Banyak uji statistik mengandalkan apa yang disebut <strong>asumsi normalitas<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hipotesis ini menyatakan bahwa jika kita mengumpulkan banyak sampel acak independen dari suatu populasi dan menghitung nilai yang diinginkan (seperti <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/rata-rata-sampel-dibandingkan-dengan-rata-rata-populasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mean sampel<\/a> ), lalu membuat histogram untuk memvisualisasikan distribusi mean sampel, kita akan mengamati <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kurva-lonceng-excel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kurva lonceng<\/a> yang sempurna.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Banyak teknik statistik yang membuat asumsi ini mengenai data, termasuk:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1.<\/strong> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-sampel-t\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Uji t satu sampel<\/a> : diasumsikan data sampel berdistribusi normal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2.<\/strong> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-dua-sampel-anda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Uji t dua sampel<\/a> : diasumsikan kedua sampel berdistribusi normal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>3.<\/strong> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ANOVA<\/a> : Diasumsikan residu model berdistribusi normal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>4.<\/strong> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Regresi linier<\/a> : Diasumsikan bahwa residu model berdistribusi normal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika asumsi ini tidak dipenuhi, hasil pengujian ini menjadi tidak dapat diandalkan dan kita tidak dapat dengan yakin menggeneralisasikan kesimpulan yang diambil dari sampel data ke <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/populasi-vs.-sampel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">populasi<\/a> secara keseluruhan. Inilah sebabnya mengapa penting untuk memeriksa apakah hipotesis ini terpenuhi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ada dua cara umum untuk memeriksa apakah asumsi normalitas ini terpenuhi:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Visualisasikan normalitas<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Lakukan uji statistik formal<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Bagian berikut menjelaskan grafik spesifik yang dapat Anda buat dan uji statistik spesifik yang dapat Anda lakukan untuk memeriksa normalitas.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Visualisasikan normalitas<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara cepat dan informal untuk memeriksa apakah kumpulan data terdistribusi secara normal adalah dengan membuat plot histogram atau QQ.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Histogram<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika histogram suatu kumpulan data kira-kira berbentuk lonceng, kemungkinan besar data tersebut terdistribusi secara normal.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-15189 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/normaliteassume1.png\" alt=\"\" width=\"420\" height=\"376\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Tanah QQ<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Plot QQ, kependekan dari &#8220;quantile-quantile&#8221;, adalah jenis plot yang menampilkan kuantil teoretis di sepanjang sumbu x (yaitu lokasi data Anda jika mengikuti distribusi normal) dan kuantil sampel di sepanjang sumbu y. (yaitu di mana data Anda sebenarnya berada).<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika nilai data mengikuti garis kira-kira lurus membentuk sudut 45 derajat, maka data dianggap berdistribusi normal.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-15190 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/normaliteassume2.png\" alt=\"\" width=\"391\" height=\"393\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Lakukan uji statistik formal<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Anda juga dapat melakukan uji statistik formal untuk menentukan apakah kumpulan data terdistribusi secara normal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/p-menghargai-signifikansi-statistik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">nilai p<\/a> tes berada di bawah tingkat signifikansi tertentu (misalnya \u03b1 = 0,05), maka Anda mempunyai cukup bukti untuk mengatakan bahwa data <em>tidak<\/em> terdistribusi normal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ada tiga uji statistik yang biasa digunakan untuk menguji normalitas:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Tes Jarque-Bera<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/jarque-akan-menjadi-tes-excel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Melakukan Tes Jarque-Bera di Excel<\/a><\/li>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-melakukan-tes-jarque-bera-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan tes Jarque-Bera di R<\/a><\/li>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/jarque-akan-menjadi-uji-python\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan tes Jarque-Bera dengan Python<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Tes Shapiro-Wilk<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-shapiro-wilk-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan tes Shapiro-Wilk di R<\/a><\/li>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/shapiro-akan-menguji-python\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Melakukan Tes Shapiro-Wilk dengan Python<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Tes Kolmogorov-Smirnov<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-excel-kolmogorov-smirnov\/\">Cara Melakukan Tes Kolmogorov-Smirnov di Excel<\/a><\/li>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-kolmogorov-smirnov-sungai\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan tes Kolmogorov-Smirnov di R<\/a><\/li>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kolmogorov-smirnov-menguji-ular-piton\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan tes Kolmogorov-Smirnov dengan Python<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Apa yang harus dilakukan jika asumsi normalitas dilanggar<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika ternyata data Anda tidak terdistribusi secara normal, Anda memiliki dua pilihan:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Transformasikan data.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Salah satu opsinya adalah dengan <em>mengubah<\/em> data agar terdistribusi lebih normal. Transformasi umum meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Transformasi Log:<\/strong> Ubah data dari y menjadi <strong>log(y)<\/strong> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Transformasi akar kuadrat:<\/strong> mengubah data dari y menjadi <strong><span style=\"border-top: 1px solid black;\">\u221ay<\/span><\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Transformasi akar pangkat tiga:<\/strong> Transformasi data dari y ke <strong>y <sup>1\/3<\/sup><\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Transformasi Box-Cox:<\/strong> Transformasi data menggunakan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/transformasi-box-cox-ke-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">prosedur Box-Cox<\/a><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan melakukan transformasi tersebut, sebaran nilai data secara umum menjadi lebih terdistribusi secara normal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Lakukan uji nonparametrik<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Uji statistik yang membuat asumsi normalitas disebut <em>uji parametrik<\/em> . Namun ada juga tes <em>non-parametrik<\/em> yang tidak membuat asumsi normalitas.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika ternyata data Anda tidak terdistribusi normal, Anda cukup melakukan uji nonparametrik. Berikut adalah beberapa versi nonparametrik dari uji statistik umum:<\/span><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<th style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Pengujian parametrik<\/strong><\/span><\/th>\n<th style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Setara nonparametrik<\/strong><\/span><\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">Uji sampel t<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">Contoh tes peringkat yang ditandatangani Wilcoxon<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">Uji-t dua sampel<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/man-whitney-tesmu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tes Mann\u2013Whitney U<\/a><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">Uji-t sampel berpasangan<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-peringkat-tanda-wilcoxon\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Dua sampel uji peringkat Wilcoxon ditandatangani<\/a><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">ANOVA satu arah<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-kruskal-wallis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tes Kruskal\u2013Wallis<\/a><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Masing-masing uji non parametrik tersebut memungkinkan dilakukannya uji statistik tanpa memenuhi asumsi normalitas.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/untuk-menguji-hipotesis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Keempat hipotesis dirumuskan dalam uji T<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/asumsi-regresi-linier\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Empat asumsi regresi linier<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-danova\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Empat hipotesis ANOVA<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak uji statistik mengandalkan apa yang disebut asumsi normalitas . Hipotesis ini menyatakan bahwa jika kita mengumpulkan banyak sampel acak independen dari suatu populasi dan menghitung nilai yang diinginkan (seperti mean sampel ), lalu membuat histogram untuk memvisualisasikan distribusi mean sampel, kita akan mengamati kurva lonceng yang sempurna. Banyak teknik statistik yang membuat asumsi ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa asumsi normalitas dalam statistik?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini memberikan penjelasan mengenai asumsi normalitas dalam statistik, beserta definisi dan beberapa contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-normalitas\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa asumsi normalitas dalam statistik?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini memberikan penjelasan mengenai asumsi normalitas dalam statistik, beserta definisi dan beberapa contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-normalitas\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-26T00:18:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/normaliteassume1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-normalitas\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-normalitas\/\",\"name\":\"Apa asumsi normalitas dalam statistik?\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-26T00:18:41+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-26T00:18:41+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini memberikan penjelasan mengenai asumsi normalitas dalam statistik, beserta definisi dan beberapa contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-normalitas\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-normalitas\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-normalitas\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa asumsi normalitas dalam statistik?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa asumsi normalitas dalam statistik?","description":"Tutorial ini memberikan penjelasan mengenai asumsi normalitas dalam statistik, beserta definisi dan beberapa contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-normalitas\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa asumsi normalitas dalam statistik?","og_description":"Tutorial ini memberikan penjelasan mengenai asumsi normalitas dalam statistik, beserta definisi dan beberapa contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-normalitas\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-26T00:18:41+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/normaliteassume1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-normalitas\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-normalitas\/","name":"Apa asumsi normalitas dalam statistik?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-26T00:18:41+00:00","dateModified":"2023-07-26T00:18:41+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini memberikan penjelasan mengenai asumsi normalitas dalam statistik, beserta definisi dan beberapa contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-normalitas\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-normalitas\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-normalitas\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa asumsi normalitas dalam statistik?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1531"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1531"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1531\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1531"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1531"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1531"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}