{"id":1538,"date":"2023-07-25T23:35:03","date_gmt":"2023-07-25T23:35:03","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-intrakelas-r\/"},"modified":"2023-07-25T23:35:03","modified_gmt":"2023-07-25T23:35:03","slug":"koefisien-korelasi-intrakelas-r","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-intrakelas-r\/","title":{"rendered":"Cara menghitung koefisien korelasi intrakelas di r"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-intrakelas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Koefisien korelasi intrakelas<\/a> (ICC) digunakan untuk menentukan apakah item atau topik dapat dinilai secara andal oleh penilai yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai ICC dapat berkisar dari 0 hingga 1, dengan 0 menunjukkan tidak ada <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-keandalan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">reliabilitas<\/a> di antara penilai dan 1 menunjukkan reliabilitas sempurna.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara termudah untuk menghitung ICC di R adalah dengan menggunakan fungsi <strong>icc()<\/strong> dari paket <strong>irr<\/strong> , yang menggunakan sintaks berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>icc (klasifikasi, model, tipe, unit)<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>catatan:<\/strong> database atau matriks catatan<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>model:<\/strong> Jenis model yang akan digunakan. Pilihannya mencakup \u201csatu arah\u201d atau \u201cdua arah\u201d<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>type:<\/strong> Jenis hubungan yang akan dihitung antar evaluator. Pilihannya mencakup \u201ckonsistensi\u201d atau \u201ckesepakatan\u201d<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>unit:<\/strong> unit analisis. Pilihannya mencakup \u201csederhana\u201d atau \u201csedang\u201d<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini memberikan contoh praktis penggunaan fitur ini.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Buat datanya<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan empat juri berbeda diminta untuk mengevaluasi kualitas 10 ujian masuk perguruan tinggi yang berbeda. Kita dapat membuat kerangka data berikut untuk menampung skor juri:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#create data<\/span>\ndata &lt;- data. <span style=\"color: #3366ff;\">frame<\/span> (A=c(1, 1, 3, 6, 6, 7, 8, 9, 8, 7),\n                   B=c(2, 3, 8, 4, 5, 5, 7, 9, 8, 8),\n                   C=c(0, 4, 1, 5, 5, 6, 6, 9, 8, 8),\n                   D=c(1, 2, 3, 3, 6, 4, 6, 8, 8, 9))\n<\/strong><\/pre>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Hitung koefisien korelasi intrakelas<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan keempat juri dipilih secara acak dari populasi juri yang memenuhi syarat untuk ujian masuk dan kita ingin mengukur kesepakatan mutlak antara juri dan kita ingin menggunakan skor dari sudut pandang satu evaluator saja sebagai dasar pengukuran kita.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan kode berikut di R agar sesuai dengan <strong>model dua arah<\/strong> , menggunakan <strong>persetujuan absolut sebagai<\/strong> hubungan antara penilai dan menggunakan unit <strong>tunggal<\/strong> sebagai unit kepentingan:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#load the interrater reliability package<\/span>\n<span style=\"color: #993300;\">library<\/span> (irr)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#define data\n<\/span>data &lt;- data. <span style=\"color: #3366ff;\">frame<\/span> (A=c(1, 1, 3, 6, 6, 7, 8, 9, 8, 7),\n                   B=c(2, 3, 8, 4, 5, 5, 7, 9, 8, 8),\n                   C=c(0, 4, 1, 5, 5, 6, 6, 9, 8, 8),\n                   D=c(1, 2, 3, 3, 6, 4, 6, 8, 8, 9))\n\n<span style=\"color: #008080;\">#calculate ICC\n<\/span>icc(data, model = \" <span style=\"color: #008000;\">twoway<\/span> \", type = \" <span style=\"color: #008000;\">agreement<\/span> \", unit = \" <span style=\"color: #008000;\">single<\/span> \")\n\n   Model: twoway \n   Type: agreement \n\n   Subjects = 10 \n     Failures = 4 \n   ICC(A,1) = 0.782\n\n F-Test, H0: r0 = 0; H1: r0 &gt; 0 \n    F(9.30) = 15.3, p = 5.93e-09 \n\n 95%-Confidence Interval for ICC Population Values:\n  0.554 &lt; ICC &lt; 0.931<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Koefisien korelasi intrakelas (ICC) ditemukan sebesar <strong>0,782<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut cara mengartikan nilai koefisien korelasi intrakelas menurut <a href=\"https:\/\/pubmed.ncbi.nlm.nih.gov\/27330520\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Koo &amp; Li<\/a> :<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kurang dari 0,50:<\/strong> keandalan buruk<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Antara 0,5 dan 0,75:<\/strong> Keandalan sedang<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Antara 0,75 dan 0,9:<\/strong> Keandalan yang baik<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Lebih besar dari 0,9:<\/strong> Keandalan luar biasa<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Oleh karena itu, kita dapat menyimpulkan bahwa ICC sebesar <strong>0,782<\/strong> menunjukkan bahwa ujian dapat dinilai dengan reliabilitas \u201cbaik\u201d oleh penilai yang berbeda.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan tentang penghitungan ICC<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ada beberapa versi berbeda dari ICC yang dapat dihitung, bergantung pada tiga faktor berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Model:<\/strong> efek acak satu arah, efek acak dua arah, atau efek campuran dua arah<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Jenis hubungan:<\/strong> konsistensi atau kesepakatan mutlak<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Unit:<\/strong> penilai tunggal atau rata-rata penilai<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pada contoh sebelumnya, ICC yang kami hitung menggunakan asumsi berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Model:<\/strong> efek acak dua arah<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Jenis hubungan:<\/strong> Kesepakatan mutlak<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Satuan :<\/strong> Asesor Tunggal<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk penjelasan rinci mengenai asumsi tersebut, silakan merujuk ke <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-intrakelas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">artikel ini<\/a> .<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Koefisien korelasi intrakelas (ICC) digunakan untuk menentukan apakah item atau topik dapat dinilai secara andal oleh penilai yang berbeda. Nilai ICC dapat berkisar dari 0 hingga 1, dengan 0 menunjukkan tidak ada reliabilitas di antara penilai dan 1 menunjukkan reliabilitas sempurna. Cara termudah untuk menghitung ICC di R adalah dengan menggunakan fungsi icc() dari paket [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara menghitung koefisien korelasi intrakelas di R<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung koefisien korelasi intrakelas di R, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-intrakelas-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara menghitung koefisien korelasi intrakelas di R\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung koefisien korelasi intrakelas di R, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-intrakelas-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-25T23:35:03+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-intrakelas-r\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-intrakelas-r\/\",\"name\":\"Cara menghitung koefisien korelasi intrakelas di R\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-25T23:35:03+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-25T23:35:03+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung koefisien korelasi intrakelas di R, dengan beberapa contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-intrakelas-r\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-intrakelas-r\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-intrakelas-r\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara menghitung koefisien korelasi intrakelas di r\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara menghitung koefisien korelasi intrakelas di R","description":"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung koefisien korelasi intrakelas di R, dengan beberapa contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-intrakelas-r\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara menghitung koefisien korelasi intrakelas di R","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung koefisien korelasi intrakelas di R, dengan beberapa contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-intrakelas-r\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-25T23:35:03+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-intrakelas-r\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-intrakelas-r\/","name":"Cara menghitung koefisien korelasi intrakelas di R","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-25T23:35:03+00:00","dateModified":"2023-07-25T23:35:03+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung koefisien korelasi intrakelas di R, dengan beberapa contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-intrakelas-r\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-intrakelas-r\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-intrakelas-r\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara menghitung koefisien korelasi intrakelas di r"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1538"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1538"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1538\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1538"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1538"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1538"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}