{"id":1546,"date":"2023-07-25T22:52:47","date_gmt":"2023-07-25T22:52:47","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-glm-memprediksi\/"},"modified":"2023-07-25T22:52:47","modified_gmt":"2023-07-25T22:52:47","slug":"r-glm-memprediksi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-glm-memprediksi\/","title":{"rendered":"Cara menggunakan fungsi prediksi dengan glm di r (dengan contoh)"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Fungsi <strong>glm()<\/strong> di R dapat digunakan untuk menyesuaikan model linier umum.<\/span> <span style=\"color: #000000;\">Fitur ini sangat berguna untuk menyesuaikan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-logistik-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">model regresi logistik<\/a> , <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-ikan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">model regresi Poisson,<\/a> dan model kompleks lainnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Setelah kita memasang model, kita kemudian dapat menggunakan fungsi <strong>prediksi()<\/strong> untuk memprediksi nilai respons dari observasi baru.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Fungsi ini menggunakan sintaks berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>prediksi(objek, data baru, tipe = \u201crespons\u201d)<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>objek:<\/strong> Nama penyesuaian model menggunakan fungsi glm()<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>data baru:<\/strong> Nama bingkai data baru yang akan dijadikan prediksi<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>type :<\/strong> Jenis prediksi yang akan dibuat.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut menunjukkan cara menyesuaikan model linier umum di R dan bagaimana kemudian menggunakan model tersebut untuk memprediksi nilai respons dari observasi baru yang belum pernah dilihat sebelumnya.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: Menggunakan fungsi perkiraan dengan glm di R<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk contoh ini, kita akan menggunakan dataset R bawaan yang disebut <strong>mtcars<\/strong> :<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#view first six rows of <em>mtcars<\/em> data frame<\/span>\nhead(mtcars)\n\n                   mpg cyl disp hp drat wt qsec vs am gear carb\nMazda RX4 21.0 6 160 110 3.90 2.620 16.46 0 1 4 4\nMazda RX4 Wag 21.0 6 160 110 3.90 2.875 17.02 0 1 4 4\nDatsun 710 22.8 4 108 93 3.85 2.320 18.61 1 1 4 1\nHornet 4 Drive 21.4 6 258 110 3.08 3.215 19.44 1 0 3 1\nHornet Sportabout 18.7 8 360 175 3.15 3.440 17.02 0 0 3 2\nValiant 18.1 6 225 105 2.76 3,460 20.22 1 0 3 1<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami akan menyesuaikan model regresi logistik berikut di mana kami menggunakan variabel <strong>disp<\/strong> dan <strong>hp<\/strong> untuk memprediksi variabel respon <strong>am<\/strong> (tipe transmisi mobil: 0 = otomatis, 1 = manual).<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#fit logistic regression model<\/span>\nmodel &lt;- glm(am ~ disp + hp, data=mtcars, family=binomial)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view model summary\n<\/span>summary(model)\n\nCall:\nglm(formula = am ~ disp + hp, family = binomial, data = mtcars)\n\nDeviance Residuals: \n    Min 1Q Median 3Q Max  \n-1.9665 -0.3090 -0.0017 0.3934 1.3682  \n\nCoefficients:\n            Estimate Std. Error z value Pr(&gt;|z|)  \n(Intercept) 1.40342 1.36757 1.026 0.3048  \navailable -0.09518 0.04800 -1.983 0.0474 *\nhp 0.12170 0.06777 1.796 0.0725 .\n---\nSignificant. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1\n\n(Dispersion parameter for binomial family taken to be 1)\n\n    Null deviance: 43,230 on 31 degrees of freedom\nResidual deviance: 16,713 on 29 degrees of freedom\nAIC: 22,713\n\nNumber of Fisher Scoring iterations: 8\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita kemudian dapat menggunakan model ini untuk memprediksi probabilitas sebuah mobil baru akan memiliki transmisi otomatis (am=0) atau transmisi manual (am=1) dengan menggunakan kode berikut:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#define new observation\n<span style=\"color: #000000;\">newdata = data. <span style=\"color: #3366ff;\">frame<\/span> (disp=200, hp=100)\n<\/span>\n#use model to predict value of am\n<span style=\"color: #000000;\">predict(model, newdata, type=\" <span style=\"color: #008000;\">response<\/span> \")\n\n         1 \n0.00422564\n<\/span><\/span><\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Model tersebut memperkirakan probabilitas mobil baru memiliki transmisi manual (am=1) adalah <strong>0,004<\/strong> . Artinya, besar kemungkinan mobil baru ini hadir dengan transmisi otomatis.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bahwa kita juga dapat membuat beberapa prediksi sekaligus jika kita memiliki database yang berisi beberapa mobil baru.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kode berikut menunjukkan cara menggunakan model yang dipasang untuk memprediksi kemungkinan transmisi manual untuk tiga mobil baru:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#define new data frame of three cars\n<span style=\"color: #000000;\">newdata = data. <span style=\"color: #3366ff;\">frame<\/span> (disp=c(200, 180, 160),\n                     hp=c(100, 90, 108))\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view data frame<\/span>\nnewdata\n\n  hp disp\n1,200 100\n2 180 90\n3,160,108\n<\/span>\n#use model to predict value of <em>am<\/em> for all three cars\n<span style=\"color: #000000;\">predict(model, newdata, type=\" <span style=\"color: #008000;\">response<\/span> \")\n\n          1 2 3 \n0.004225640 0.008361069 0.335916069 \n<\/span><\/span><\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut cara menafsirkan hasilnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Peluang terambilnya mobil 1 bertransmisi manual adalah <strong>0,004<\/strong> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Peluang terambilnya mobil 2 bertransmisi manual adalah <strong>0,008<\/strong> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Peluang terambilnya mobil 3 bertransmisi manual adalah <strong>0,336<\/strong> .<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Komentar<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nama kolom dalam bingkai data baru harus sama persis dengan nama kolom dalam bingkai data yang digunakan untuk membuat model.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bahwa dalam contoh sebelumnya, bingkai data yang kami gunakan untuk membuat model berisi nama kolom berikut untuk variabel prediktor kami:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>menampilkan<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>HP<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jadi ketika kami membuat bingkai data baru yang disebut <strong>data baru,<\/strong> kami memastikan untuk memberi nama pada kolomnya juga:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>menampilkan<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>HP<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika nama kolom tidak cocok, Anda akan menerima pesan kesalahan berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kesalahan dalam eval (predvars, data, env)<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ingatlah hal ini saat menggunakan fungsi <strong>prediksi()<\/strong> .<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menjelaskan cara melakukan tugas umum lainnya di R:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-sederhana-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan regresi linier sederhana di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan regresi linier berganda di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-polinomial-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagaimana melakukan regresi polinomial di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/interval-prediksi-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara membuat interval prediksi di R<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fungsi glm() di R dapat digunakan untuk menyesuaikan model linier umum. Fitur ini sangat berguna untuk menyesuaikan model regresi logistik , model regresi Poisson, dan model kompleks lainnya. Setelah kita memasang model, kita kemudian dapat menggunakan fungsi prediksi() untuk memprediksi nilai respons dari observasi baru. Fungsi ini menggunakan sintaks berikut: prediksi(objek, data baru, tipe = [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara menggunakan fungsi prediksi dengan glm di R (dengan contoh)<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menggunakan fungsi prediksi dengan glm di R, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-glm-memprediksi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara menggunakan fungsi prediksi dengan glm di R (dengan contoh)\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menggunakan fungsi prediksi dengan glm di R, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-glm-memprediksi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-25T22:52:47+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-glm-memprediksi\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-glm-memprediksi\/\",\"name\":\"Cara menggunakan fungsi prediksi dengan glm di R (dengan contoh)\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-25T22:52:47+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-25T22:52:47+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara menggunakan fungsi prediksi dengan glm di R, dengan beberapa contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-glm-memprediksi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-glm-memprediksi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-glm-memprediksi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara menggunakan fungsi prediksi dengan glm di r (dengan contoh)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara menggunakan fungsi prediksi dengan glm di R (dengan contoh)","description":"Tutorial ini menjelaskan cara menggunakan fungsi prediksi dengan glm di R, dengan beberapa contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-glm-memprediksi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara menggunakan fungsi prediksi dengan glm di R (dengan contoh)","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara menggunakan fungsi prediksi dengan glm di R, dengan beberapa contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-glm-memprediksi\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-25T22:52:47+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-glm-memprediksi\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-glm-memprediksi\/","name":"Cara menggunakan fungsi prediksi dengan glm di R (dengan contoh)","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-25T22:52:47+00:00","dateModified":"2023-07-25T22:52:47+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara menggunakan fungsi prediksi dengan glm di R, dengan beberapa contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-glm-memprediksi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/r-glm-memprediksi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-glm-memprediksi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara menggunakan fungsi prediksi dengan glm di r (dengan contoh)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1546"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1546"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1546\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1546"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1546"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1546"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}