{"id":1573,"date":"2023-07-25T20:02:58","date_gmt":"2023-07-25T20:02:58","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-t-berpasangan-vs-tidak-berpasangan\/"},"modified":"2023-07-25T20:02:58","modified_gmt":"2023-07-25T20:02:58","slug":"uji-t-berpasangan-vs-tidak-berpasangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-t-berpasangan-vs-tidak-berpasangan\/","title":{"rendered":"Uji t berpasangan atau tidak berpasangan: apa bedanya?"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam statistik, ada dua jenis <strong>uji-t dua sampel<\/strong> :<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Uji-t berpasangan:<\/strong> Digunakan untuk membandingkan rata-rata dua sampel ketika masing-masing individu dalam satu sampel juga muncul di sampel lainnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Uji-t tidak berpasangan:<\/strong> digunakan untuk membandingkan rata-rata dua sampel ketika setiap individu dalam satu sampel tidak bergantung pada setiap individu dalam sampel lainnya.<\/span><\/p>\n<p> <em><span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan:<\/strong> Uji-t tidak berpasangan lebih sering disebut uji-t sampel independen.<\/span><\/em><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, seorang profesor ingin menentukan apakah dua teknik belajar yang berbeda menghasilkan nilai rata-rata ujian yang berbeda atau tidak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk melakukan <strong>uji-t berpasangan<\/strong> , ia dapat merekrut 10 siswa dan meminta mereka menggunakan satu teknik belajar selama satu bulan dan mengikuti ujian, kemudian meminta mereka menggunakan teknik belajar kedua selama satu bulan dan mengikuti ujian lain dengan tingkat kesulitan yang sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Seperti inilah tampilan datanya:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-15593\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/paired_unpaired1.png\" alt=\"\" width=\"401\" height=\"302\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena setiap siswa muncul di setiap kelompok, profesor akan melakukan uji-t berpasangan untuk menentukan apakah nilai rata-rata antara kedua kelompok berbeda.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk melakukan <strong>uji-t tidak berpasangan<\/strong> , ia dapat merekrut total 20 siswa dan secara acak membagi mereka menjadi dua kelompok yang terdiri dari 10 orang. Ia dapat meminta satu kelompok untuk menggunakan teknik belajar selama satu bulan dan kelompok lainnya untuk &#8216;menggunakan teknik belajar kedua selama satu bulan. sebulan. bulan dan minta semua siswa mengikuti ujian yang sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Seperti inilah tampilan datanya:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-15594 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/paired_unpaired2.png\" alt=\"\" width=\"402\" height=\"303\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena siswa dalam satu kelompok benar-benar independen terhadap siswa di kelompok lain, profesor akan melakukan uji-t tidak berpasangan untuk menentukan apakah nilai rata-rata antara kedua kelompok berbeda.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Uji-t berpasangan dan tidak berpasangan membuat asumsi berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Data dari kedua sampel diperoleh dengan menggunakan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/metode-pengambilan-sampel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">metode random sampling<\/a> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Data dari kedua sampel harus terdistribusi normal.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Seharusnya tidak ada outlier yang ekstrim pada kedua sampel.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Asumsi ini harus diverifikasi sebelum melakukan uji-t untuk memastikan keandalan hasil pengujian.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Keuntungan dan kerugian<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Uji t berpasangan menawarkan <strong>keuntungan<\/strong> sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Diperlukan sampel yang lebih kecil.<\/strong> Perhatikan bahwa uji-t berpasangan pada contoh sebelumnya hanya memerlukan total 10 siswa, sedangkan uji-t tidak berpasangan memerlukan total 20 siswa.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Setiap sampel berisi individu-individu dengan karakteristik yang sama.<\/strong> Kedua kelompok dijamin memiliki individu dengan kemampuan, kecerdasan, dll. sama karena individu yang sama muncul di setiap kelompok.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, uji-t berpasangan mempunyai potensi <strong>kelemahan<\/strong> sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Potensi pengurangan ukuran sampel.<\/strong> Jika seorang individu keluar dari penelitian, ukuran sampel <em>setiap<\/em> kelompok dikurangi satu sejak individu tersebut muncul di setiap kelompok.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Potensi efek pesanan.<\/strong> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/efek-pesanan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Efek urutan<\/a> mengacu pada perbedaan hasil antara kedua kelompok karena urutan perlakuan yang diberikan kepada individu. Misalnya, seseorang mungkin berprestasi lebih baik pada ujian kedua hanya karena mereka meningkatkan keterampilan mengerjakan ujian, bukan karena teknik belajarnya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ingatlah pro dan kontra ini ketika memutuskan apakah akan menggunakan uji t berpasangan atau tidak berpasangan.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Simak tutorial berikut untuk lebih memahami uji-t berpasangan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-sampel-berpasangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar uji-t sampel berpasangan<\/a><\/li>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/sampel-berpasangan-t-uji-excel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan uji-t sampel berpasangan di Excel<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dan gunakan tutorial berikut untuk lebih memahami uji-t tidak berpasangan (alias uji-t sampel independen):<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-dua-sampel-anda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar uji t dua sampel<\/a><\/li>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/dua-sampel-uji-t-excel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan uji-t dua sampel di Excel<\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam statistik, ada dua jenis uji-t dua sampel : Uji-t berpasangan: Digunakan untuk membandingkan rata-rata dua sampel ketika masing-masing individu dalam satu sampel juga muncul di sampel lainnya. Uji-t tidak berpasangan: digunakan untuk membandingkan rata-rata dua sampel ketika setiap individu dalam satu sampel tidak bergantung pada setiap individu dalam sampel lainnya. Catatan: Uji-t tidak berpasangan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Uji t berpasangan atau tidak berpasangan: apa bedanya?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang uji-t berpasangan dan tidak berpasangan, serta beberapa contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-t-berpasangan-vs-tidak-berpasangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Uji t berpasangan atau tidak berpasangan: apa bedanya?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang uji-t berpasangan dan tidak berpasangan, serta beberapa contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-t-berpasangan-vs-tidak-berpasangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-25T20:02:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/paired_unpaired1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-t-berpasangan-vs-tidak-berpasangan\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-t-berpasangan-vs-tidak-berpasangan\/\",\"name\":\"Uji t berpasangan atau tidak berpasangan: apa bedanya?\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-25T20:02:58+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-25T20:02:58+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang uji-t berpasangan dan tidak berpasangan, serta beberapa contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-t-berpasangan-vs-tidak-berpasangan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-t-berpasangan-vs-tidak-berpasangan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-t-berpasangan-vs-tidak-berpasangan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Uji t berpasangan atau tidak berpasangan: apa bedanya?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Uji t berpasangan atau tidak berpasangan: apa bedanya?","description":"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang uji-t berpasangan dan tidak berpasangan, serta beberapa contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-t-berpasangan-vs-tidak-berpasangan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Uji t berpasangan atau tidak berpasangan: apa bedanya?","og_description":"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang uji-t berpasangan dan tidak berpasangan, serta beberapa contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-t-berpasangan-vs-tidak-berpasangan\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-25T20:02:58+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/paired_unpaired1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-t-berpasangan-vs-tidak-berpasangan\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-t-berpasangan-vs-tidak-berpasangan\/","name":"Uji t berpasangan atau tidak berpasangan: apa bedanya?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-25T20:02:58+00:00","dateModified":"2023-07-25T20:02:58+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang uji-t berpasangan dan tidak berpasangan, serta beberapa contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-t-berpasangan-vs-tidak-berpasangan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/uji-t-berpasangan-vs-tidak-berpasangan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-t-berpasangan-vs-tidak-berpasangan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Uji t berpasangan atau tidak berpasangan: apa bedanya?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1573"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1573"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1573\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1573"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1573"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1573"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}