{"id":1578,"date":"2023-07-25T19:20:47","date_gmt":"2023-07-25T19:20:47","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-di-r-bersarang\/"},"modified":"2023-07-25T19:20:47","modified_gmt":"2023-07-25T19:20:47","slug":"anova-di-r-bersarang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-di-r-bersarang\/","title":{"rendered":"Cara melakukan nested anova di r (langkah demi langkah)"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-bersarang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ANOVA bersarang<\/a> adalah jenis ANOVA (\u201canalisis varians\u201d) di mana setidaknya satu faktor <em>disarangkan<\/em> ke dalam faktor lain.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, seorang peneliti ingin mengetahui apakah tiga jenis pupuk menghasilkan tingkat pertumbuhan tanaman yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk mengujinya, tiga teknisi berbeda masing-masing menaburkan pupuk A pada empat tanaman, tiga teknisi lainnya masing-masing menaburkan pupuk B pada empat tanaman, dan tiga teknisi lainnya masing-masing menaburkan pupuk C pada empat tanaman.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam skenario ini, <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-tanggapan-penjelas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">variabel responnya<\/a> adalah pertumbuhan tanaman dan kedua faktornya adalah teknisi dan pupuk. Ternyata teknisi itu <em>terletak<\/em> di dalam pupuk:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-15679 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/imbrique1-1.png\" alt=\"Contoh ANOVA Bersarang\" width=\"677\" height=\"167\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh langkah demi langkah berikut menunjukkan cara melakukan ANOVA bersarang ini di R.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Buat datanya<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pertama, mari buat bingkai data untuk menampung data kita di R:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#create data\n<\/span>df &lt;- data. <span style=\"color: #3366ff;\">frame<\/span> (growth=c(13, 16, 16, 12, 15, 16, 19, 16, 15, 15, 12, 15,\n                          19, 19, 20, 22, 23, 18, 16, 18, 19, 20, 21, 21,\n                          21, 23, 24, 22, 25, 20, 20, 22, 24, 22, 25, 26),\n                 fertilizer=c(rep(c(' <span style=\"color: #ff0000;\">A<\/span> ', ' <span style=\"color: #ff0000;\">B<\/span> ', ' <span style=\"color: #ff0000;\">C<\/span> '), each= <span style=\"color: #008000;\">12<\/span> )),\n                 tech=c(rep(1:9, each= <span style=\"color: #008000;\">4<\/span> )))\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view first six rows of data\n<\/span>head(df)\n\n  growth fertilizer tech\n1 13 A 1\n2 16 A 1\n3 16 A 1\n4 12 A 1\n5 15 A 2\n6 16 A 2<\/strong><\/pre>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Sesuaikan ANOVA Bersarang<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan sintaks berikut untuk menyesuaikan ANOVA bersarang di R:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>aov(jawaban ~ faktor A \/ faktor B)<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>respon:<\/strong> variabel respon<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>faktor A:<\/strong> faktor pertama<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>faktor B:<\/strong> faktor kedua yang bersarang di faktor pertama<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara menyesuaikan ANOVA bersarang untuk kumpulan data kami:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#fit nested ANOVA\n<\/span>nest &lt;- aov(df$growth ~ df$fertilizer \/ factor(df$tech))\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view summary of nested ANOVA\n<\/span>summary(nest)\n\n                              Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(&gt;F)    \ndf$fertilizer 2 372.7 186.33 53.238 4.27e-10 ***\ndf$fertilizer:factor(df$tech) 6 31.8 5.31 1.516 0.211    \nResiduals 27 94.5 3.50                     \n---\nSignificant. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1<\/strong><\/pre>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3: Tafsirkan hasilnya<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat melihat kolom p-value untuk menentukan apakah setiap faktor mempunyai pengaruh signifikan secara statistik terhadap pertumbuhan tanaman atau tidak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari tabel di atas terlihat bahwa pupuk mempunyai pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap pertumbuhan tanaman (p-value &lt; 0,05), namun teknisi tidak (p-value = 0,211).<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hal ini menunjukkan bahwa jika kita ingin meningkatkan pertumbuhan tanaman, kita perlu fokus pada pupuk yang digunakan dibandingkan pada teknisi individu yang mengaplikasikan pupuk tersebut.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 4: Visualisasikan hasilnya<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Terakhir, kita dapat menggunakan plot kotak untuk memvisualisasikan distribusi pertumbuhan tanaman berdasarkan pupuk dan teknisi:<\/span> <\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#load ggplot2 data visualization package\n<\/span><span style=\"color: #993300;\">library<\/span> (ggplot2)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#create boxplots to visualize plant growth\n<\/span>ggplot(df, <span style=\"color: #3366ff;\">aes<\/span> (x=factor(tech), y=growth, fill=fertilizer)) +\n  geom_boxplot()\n<\/strong><\/pre>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-15690 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/imbriquer1.png\" alt=\"\" width=\"429\" height=\"427\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Grafik tersebut menunjukkan bahwa terdapat variasi pertumbuhan yang signifikan antara ketiga pupuk yang berbeda, namun variasi antar teknisi dalam setiap kelompok pupuk tidak terlalu besar.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hal ini tampaknya sesuai dengan hasil ANOVA tersarang dan menegaskan bahwa pupuk mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan tanaman, namun teknisi secara individu tidak.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagaimana melakukan ANOVA satu arah di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-ra-dua-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan ANOVA dua arah di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-di-sungai\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagaimana melakukan pengukuran berulang ANOVA di R<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANOVA bersarang adalah jenis ANOVA (\u201canalisis varians\u201d) di mana setidaknya satu faktor disarangkan ke dalam faktor lain. Misalnya, seorang peneliti ingin mengetahui apakah tiga jenis pupuk menghasilkan tingkat pertumbuhan tanaman yang berbeda. Untuk mengujinya, tiga teknisi berbeda masing-masing menaburkan pupuk A pada empat tanaman, tiga teknisi lainnya masing-masing menaburkan pupuk B pada empat tanaman, dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Melakukan Nested ANOVA di R (Langkah demi Langkah)<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA bersarang di R, termasuk contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-di-r-bersarang\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Melakukan Nested ANOVA di R (Langkah demi Langkah)\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA bersarang di R, termasuk contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-di-r-bersarang\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-25T19:20:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/imbrique1-1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-di-r-bersarang\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-di-r-bersarang\/\",\"name\":\"Cara Melakukan Nested ANOVA di R (Langkah demi Langkah)\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-25T19:20:47+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-25T19:20:47+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA bersarang di R, termasuk contoh langkah demi langkah.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-di-r-bersarang\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-di-r-bersarang\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-di-r-bersarang\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara melakukan nested anova di r (langkah demi langkah)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Melakukan Nested ANOVA di R (Langkah demi Langkah)","description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA bersarang di R, termasuk contoh langkah demi langkah.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-di-r-bersarang\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Melakukan Nested ANOVA di R (Langkah demi Langkah)","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA bersarang di R, termasuk contoh langkah demi langkah.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-di-r-bersarang\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-25T19:20:47+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/imbrique1-1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-di-r-bersarang\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-di-r-bersarang\/","name":"Cara Melakukan Nested ANOVA di R (Langkah demi Langkah)","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-25T19:20:47+00:00","dateModified":"2023-07-25T19:20:47+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA bersarang di R, termasuk contoh langkah demi langkah.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-di-r-bersarang\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/anova-di-r-bersarang\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-di-r-bersarang\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara melakukan nested anova di r (langkah demi langkah)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1578"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1578"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1578\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1578"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1578"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1578"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}