{"id":1581,"date":"2023-07-25T19:02:24","date_gmt":"2023-07-25T19:02:24","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/manajer-tes-excel\/"},"modified":"2023-07-25T19:02:24","modified_gmt":"2023-07-25T19:02:24","slug":"manajer-tes-excel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/manajer-tes-excel\/","title":{"rendered":"Cara melakukan tes scheffe di excel"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ANOVA satu arah<\/a> digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata tiga atau lebih kelompok independen.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika nilai p keseluruhan tabel ANOVA berada di bawah tingkat signifikansi tertentu, maka kita memiliki cukup bukti untuk mengatakan bahwa setidaknya salah satu mean kelompok berbeda dari mean kelompok lainnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, hal ini tidak memberi tahu kita kelompok <em>mana<\/em> yang berbeda satu sama lain. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa tidak semua rata-rata kelompok adalah sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk mengetahui secara pasti kelompok mana yang berbeda satu sama lain, kita perlu melakukan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-post-hoc-anova\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">uji post-hoc<\/a> yang dapat mengontrol <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kesalahan-keluarga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">tingkat kesalahan per keluarga<\/a> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Salah satu tes post hoc yang paling umum digunakan adalah tes Scheffe.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh langkah demi langkah berikut ini memperlihatkan cara melakukan tes Scheffe di Excel.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Masukkan datanya<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan seorang guru ingin mengetahui apakah tiga teknik belajar yang berbeda menghasilkan nilai ujian yang berbeda di antara siswa. Untuk mengujinya, dia secara acak menugaskan 10 siswa untuk menggunakan setiap teknik belajar dan mencatat hasil ujian mereka.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pertama, kita akan memasukkan nilai masing-masing siswa berdasarkan teknik belajar yang digunakan:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-15721 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/scheffeexcel5.png\" alt=\"\" width=\"446\" height=\"436\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Lakukan ANOVA satu arah<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk melakukan ANOVA satu arah, klik tab <strong>Data<\/strong> di sepanjang pita atas, lalu klik opsi <strong>Analisis Data<\/strong> di grup <strong>Analisis<\/strong> .<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-5292 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/deuxsampexcel3.png\" alt=\"\" width=\"472\" height=\"180\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika Anda tidak melihat opsi ini, Anda harus <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-memuat-toolpak-analisis-di-excel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">memuat Analysis ToolPak<\/a> terlebih dahulu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pada jendela baru yang muncul, klik <strong>Anova: Single Factor<\/strong> lalu klik <strong>OK<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Di jendela baru yang muncul, berikan informasi berikut:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-15722 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/scheffeexcel6.png\" alt=\"\" width=\"505\" height=\"511\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Setelah Anda mengklik <strong>OK<\/strong> , maka akan muncul hasil ANOVA satu arah:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-15723 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/scheffeexcel7.png\" alt=\"\" width=\"530\" height=\"472\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p keseluruhan ( <strong>0,016554<\/strong> ) pada tabel ANOVA kurang dari 0,05, berarti setiap kelompok tidak memiliki rata-rata nilai ujian yang sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya kita akan melakukan uji Scheffe untuk mengetahui kelompok mana yang berbeda.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3: Lakukan tes Scheffe<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pertama, kita perlu menghitung nilai kritis Scheffe. Ini dihitung sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai kritis Scheffe = F Nilai kritis * 2<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam contoh kita, nilai kritis Scheffe adalah 3.354131 * 2 = <strong>6.708<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kemudian kita dapat menghitung statistik F untuk setiap perbandingan berpasangan, yang dihitung sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">F-statistik: ( <span style=\"border-top: 1px solid black;\">x<\/span> <sub>1<\/sub> \u2013 <span style=\"border-top: 1px solid black;\">x<\/span> <sub>2<\/sub> ) <sup>2<\/sup> \/ (MS <sub>dalam<\/sub> (1\/n <sub>1<\/sub> + 1\/n <sub>2<\/sub> ))<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita dapat menggunakan rumus berikut untuk menghitung statistik F untuk selisih berpasangan antara setiap teknik:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-15724 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/scheffeexcel9.png\" alt=\"\" width=\"514\" height=\"435\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Satu-satunya statistik F yang melebihi nilai kritis Scheffe adalah perbandingan antara teknik 1 dan teknik 3.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jadi, hanya dua kelompok yang berbeda secara statistik adalah teknik 1 dan teknik 3.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah-unggul\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagaimana Melakukan ANOVA Satu Arah di Excel<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah-unggul\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Melakukan ANOVA Dua Arah di Excel<\/a><br \/><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-excel-tukey-kramer-post-hoc\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Melakukan Tes Post Hoc Tukey-Kramer di Excel<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANOVA satu arah digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata tiga atau lebih kelompok independen. Jika nilai p keseluruhan tabel ANOVA berada di bawah tingkat signifikansi tertentu, maka kita memiliki cukup bukti untuk mengatakan bahwa setidaknya salah satu mean kelompok berbeda dari mean kelompok lainnya. Namun, hal ini tidak memberi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Melakukan Tes Scheffe di Excel - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan tes post-hoc Scheffe di Excel, dengan contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/manajer-tes-excel\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Melakukan Tes Scheffe di Excel - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan tes post-hoc Scheffe di Excel, dengan contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/manajer-tes-excel\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-25T19:02:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/scheffeexcel5.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/manajer-tes-excel\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/manajer-tes-excel\/\",\"name\":\"Cara Melakukan Tes Scheffe di Excel - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-25T19:02:24+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-25T19:02:24+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan tes post-hoc Scheffe di Excel, dengan contoh langkah demi langkah.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/manajer-tes-excel\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/manajer-tes-excel\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/manajer-tes-excel\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara melakukan tes scheffe di excel\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Melakukan Tes Scheffe di Excel - Statorials","description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan tes post-hoc Scheffe di Excel, dengan contoh langkah demi langkah.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/manajer-tes-excel\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Melakukan Tes Scheffe di Excel - Statorials","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan tes post-hoc Scheffe di Excel, dengan contoh langkah demi langkah.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/manajer-tes-excel\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-25T19:02:24+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/scheffeexcel5.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/manajer-tes-excel\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/manajer-tes-excel\/","name":"Cara Melakukan Tes Scheffe di Excel - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-25T19:02:24+00:00","dateModified":"2023-07-25T19:02:24+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan tes post-hoc Scheffe di Excel, dengan contoh langkah demi langkah.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/manajer-tes-excel\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/manajer-tes-excel\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/manajer-tes-excel\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara melakukan tes scheffe di excel"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1581"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1581"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1581\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1581"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1581"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1581"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}