{"id":1583,"date":"2023-07-25T18:55:42","date_gmt":"2023-07-25T18:55:42","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/skor-z-berubah\/"},"modified":"2023-07-25T18:55:42","modified_gmt":"2023-07-25T18:55:42","slug":"skor-z-berubah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/skor-z-berubah\/","title":{"rendered":"Apa yang dimaksud dengan skor z yang dimodifikasi? (definisi &amp; #038; contoh)"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam statistik, <strong>skor-z<\/strong> memberi tahu kita berapa banyak standar deviasi suatu nilai dari <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/mengukur-tendensi-sentral\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mean<\/a> . Kami menggunakan rumus berikut untuk menghitung skor-z:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p> <strong><span style=\"color: #000000;\">Skor Z =<\/span><\/strong> <strong><span style=\"color: #000000;\">( <sub>xi<\/sub> \u2013 \u03bc) \/ \u03c3<\/span><\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>x <sub>i<\/sub> :<\/strong> nilai data tunggal<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03bc:<\/strong> rata-rata kumpulan data<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03c3 :<\/strong> deviasi standar kumpulan data<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Skor Z sering digunakan untuk mendeteksi outlier dalam suatu kumpulan data. Misalnya, observasi dengan skor-z kurang dari -3 atau lebih besar dari 3 sering kali dianggap outlier.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, skor-z dapat dipengaruhi oleh nilai data yang sangat besar atau kecil. Inilah sebabnya cara yang lebih kuat untuk mendeteksi outlier adalah dengan menggunakan <strong>z-score yang dimodifikasi<\/strong> , yang dihitung sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Skor-z yang dimodifikasi = 0,6745 ( <sub>xi<\/sub> \u2013 x\u0303) \/ MAD<\/strong><\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>x <sub>i<\/sub> :<\/strong> nilai data tunggal<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>x\u0303 :<\/strong> Median kumpulan data<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>MAD:<\/strong> deviasi absolut median dari kumpulan data<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Skor-z yang dimodifikasi lebih kuat karena menggunakan median untuk menghitung skor-z, dibandingkan dengan rata-rata, <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-outlier-mempengaruhi-mean\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">yang diketahui dipengaruhi oleh outlier<\/a> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/hwbdocuments.env.nm.gov\/Los%20Alamos%20National%20Labs\/TA%2054\/11587.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Iglewicz dan Hoaglin<\/a> merekomendasikan agar nilai dengan skor z yang dimodifikasi kurang dari -3,5 atau lebih besar dari 3,5 diberi label sebagai potensi outlier.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh langkah demi langkah berikut menunjukkan cara menghitung skor-z yang dimodifikasi untuk kumpulan data tertentu.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Buat datanya<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita memiliki kumpulan data berikut dengan 16 nilai:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-15744 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/modifiez1.png\" alt=\"\" width=\"81\" height=\"399\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Temukan Median<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya kita cari mediannya. Ini mewakili titik tengah kumpulan data, yang ternyata adalah <strong>16<\/strong> .<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3: Temukan perbedaan absolut antara setiap nilai dan median<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, kita akan mencari selisih mutlak antara setiap nilai data individu dan mediannya. Misalnya, selisih mutlak antara nilai data pertama dan median dihitung sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Beda mutlak = |6 \u2013 16| = 10<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan rumus yang sama untuk menghitung selisih absolut antara setiap nilai data individual dan median:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-15745 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/modifiez2.png\" alt=\"\" width=\"257\" height=\"388\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 4: Temukan Deviasi Median Absolut<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, kita akan mencari deviasi median absolut. Ini adalah median kolom kedua, yang ternyata adalah <strong>8<\/strong> .<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 5: Temukan skor Z yang dimodifikasi untuk setiap nilai data<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Terakhir, kita dapat menghitung skor-z yang dimodifikasi untuk setiap nilai data menggunakan rumus berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Skor-z yang dimodifikasi = 0,6745 ( <sub>xi<\/sub> \u2013 x\u0303) \/ MAD<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, skor-z yang dimodifikasi untuk nilai data pertama dihitung sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Skor-z yang dimodifikasi = 0,6745*(6-16) \/ 8 = <strong>-0,843<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat mengulangi rumus ini untuk setiap nilai dalam kumpulan data:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-15746 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/modifiez3.png\" alt=\"\" width=\"354\" height=\"373\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat melihat bahwa tidak ada nilai dalam kumpulan data yang memiliki skor-z yang dimodifikasi kurang dari -3,5 atau lebih besar dari 3,5, jadi kami tidak memberi label nilai apa pun dalam kumpulan data ini sebagai potensi outlier.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Cara menangani outlier<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika ada outlier di kumpulan data Anda, Anda memiliki beberapa opsi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Pastikan outlier tersebut bukan akibat kesalahan entri data.<\/strong> Terkadang seseorang memasukkan nilai data yang salah saat menyimpan data. Jika terdapat outlier, verifikasi terlebih dahulu bahwa nilai yang dimasukkan benar dan bukan kesalahan.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Tetapkan nilai baru pada outlier<\/strong> . Jika outlier ternyata disebabkan oleh kesalahan entri data, Anda dapat memutuskan untuk memberinya nilai baru seperti <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/mengukur-tendensi-sentral\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mean atau median<\/a> kumpulan data.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hapus outlier.<\/strong> Jika nilainya benar-benar outlier, Anda dapat memilih untuk menghapusnya jika nilai tersebut akan berdampak signifikan pada analisis Anda secara keseluruhan. Pastikan untuk menyebutkan dalam laporan akhir atau analisis Anda bahwa Anda telah menghapus outlier.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam statistik, skor-z memberi tahu kita berapa banyak standar deviasi suatu nilai dari mean . Kami menggunakan rumus berikut untuk menghitung skor-z: Skor Z = ( xi \u2013 \u03bc) \/ \u03c3 Emas: x i : nilai data tunggal \u03bc: rata-rata kumpulan data \u03c3 : deviasi standar kumpulan data Skor Z sering digunakan untuk mendeteksi outlier [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa yang dimaksud dengan skor Z yang dimodifikasi? (Definisi dan contoh)<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang z-score yang dimodifikasi, termasuk definisi formal dan contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/skor-z-berubah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa yang dimaksud dengan skor Z yang dimodifikasi? (Definisi dan contoh)\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang z-score yang dimodifikasi, termasuk definisi formal dan contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/skor-z-berubah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-25T18:55:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/modifiez1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/skor-z-berubah\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/skor-z-berubah\/\",\"name\":\"Apa yang dimaksud dengan skor Z yang dimodifikasi? (Definisi dan contoh)\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-25T18:55:42+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-25T18:55:42+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang z-score yang dimodifikasi, termasuk definisi formal dan contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/skor-z-berubah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/skor-z-berubah\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/skor-z-berubah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa yang dimaksud dengan skor z yang dimodifikasi? (definisi &amp; #038; contoh)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa yang dimaksud dengan skor Z yang dimodifikasi? (Definisi dan contoh)","description":"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang z-score yang dimodifikasi, termasuk definisi formal dan contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/skor-z-berubah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa yang dimaksud dengan skor Z yang dimodifikasi? (Definisi dan contoh)","og_description":"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang z-score yang dimodifikasi, termasuk definisi formal dan contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/skor-z-berubah\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-25T18:55:42+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/modifiez1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/skor-z-berubah\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/skor-z-berubah\/","name":"Apa yang dimaksud dengan skor Z yang dimodifikasi? (Definisi dan contoh)","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-25T18:55:42+00:00","dateModified":"2023-07-25T18:55:42+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang z-score yang dimodifikasi, termasuk definisi formal dan contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/skor-z-berubah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/skor-z-berubah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/skor-z-berubah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa yang dimaksud dengan skor z yang dimodifikasi? (definisi &amp; #038; contoh)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1583"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1583"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1583\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1583"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1583"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1583"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}