{"id":1597,"date":"2023-07-25T17:34:04","date_gmt":"2023-07-25T17:34:04","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-python-yang-tidak-masuk-akal\/"},"modified":"2023-07-25T17:34:04","modified_gmt":"2023-07-25T17:34:04","slug":"tes-python-yang-tidak-masuk-akal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-python-yang-tidak-masuk-akal\/","title":{"rendered":"Cara melakukan tes post-hoc nemenyi dengan python"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-orang-goreng\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Uji Friedman<\/a> merupakan alternatif nonparametrik <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-python\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">terhadap pengukuran berulang ANOVA<\/a> . Hal ini digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata tiga kelompok atau lebih di mana subjek yang sama muncul di setiap kelompok.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika nilai p dari uji Friedman signifikan secara statistik, maka kita dapat melakukan <strong>uji post-hoc Nemenyi<\/strong> untuk menentukan secara pasti kelompok mana yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh langkah demi langkah berikut menunjukkan cara melakukan pengujian Nemenyi dengan Python.<\/span><\/p>\n<h3> <strong>Langkah 1: Buat datanya<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan seorang peneliti ingin mengetahui apakah waktu reaksi pasien sama dengan tiga obat berbeda. Untuk mengujinya, ia mengukur waktu reaksi (dalam detik) dari 10 pasien berbeda terhadap masing-masing tiga obat.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat membuat tiga tabel berikut yang berisi waktu respons setiap pasien terhadap masing-masing dari tiga obat tersebut:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong>group1 = [4, 6, 3, 4, 3, 2, 2, 7, 6, 5]\ngroup2 = [5, 6, 8, 7, 7, 8, 4, 6, 4, 5]\ngroup3 = [2, 2, 5, 3, 2, 2, 1, 4, 3, 2]<\/strong><\/pre>\n<h3> <strong>Langkah 2: Lakukan tes Friedman<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, kita akan melakukan tes Friedman menggunakan <a href=\"https:\/\/docs.scipy.org\/doc\/scipy\/reference\/generated\/scipy.stats.friedmanchisquare.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">fungsi friedmanchisquare()<\/a> dari perpustakaan scipy.stats:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #107d3f;\">from<\/span> scipy <span style=\"color: #107d3f;\">import<\/span> stats\n\n<span style=\"color: #008080;\">#perform Friedman Test\n<\/span>stats. <span style=\"color: #3366ff;\">friedmanchisquare<\/span> (group1, group2, group3)\n\nFriedmanchisquareResult(statistic=13.3513513, pvalue=0.00126122012)<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Uji Friedman menggunakan hipotesis nol dan hipotesis alternatif berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis nol (H <sub>0<\/sub> ):<\/strong> Rata-rata setiap populasi adalah sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis alternatif: (Ha):<\/strong> Setidaknya satu mean populasi berbeda dengan mean populasi lainnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam contoh ini, statistik pengujiannya adalah <strong>13,35135<\/strong> dan nilai p yang sesuai adalah <strong>0,00126<\/strong> . Karena nilai p ini kurang dari 0,05, kita dapat menolak hipotesis nol yang menyatakan bahwa waktu respons rata-rata untuk ketiga obat adalah sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan kata lain, kami memiliki cukup bukti untuk menyimpulkan bahwa jenis obat yang digunakan menyebabkan perbedaan waktu respons yang signifikan secara statistik.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3: Lakukan tes Nemenyi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kemudian kita dapat melakukan uji post-hoc Nemenyi untuk menentukan secara pasti kelompok mana yang mempunyai rata-rata berbeda.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk melakukan ini, kita perlu menginstal perpustakaan scikit-posthocs:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #107d3f;\"><span style=\"color: #000000;\">pip<\/span> install <span style=\"color: #000000;\">scikit-posthocs\n<\/span><\/span><\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, kita akan menggunakan fungsi <strong>posthoc_nemenyi_friedman()<\/strong> untuk melakukan pengujian post-hoc Nemenyi:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #107d3f;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #008000;\">import<\/span> scikit_posthocs <span style=\"color: #008000;\">as<\/span> sp\n<span style=\"color: #008000;\">import<\/span> numpy <span style=\"color: #008000;\">as<\/span> np\n\n<span style=\"color: #008080;\">#combine three groups into one array\n<\/span>data = np. <span style=\"color: #3366ff;\">array<\/span> ([group1, group2, group3])\n\n<span style=\"color: #008080;\">#perform Nemenyi post-hoc test\n<\/span>sp. <span style=\"color: #3366ff;\">posthoc_nemenyi_friedman<\/span> ( <span style=\"color: #3366ff;\">data.T<\/span> )\n\n\t0 1 2\n0 1.000000 0.437407 0.065303\n1 0.437407 1.000000 0.001533\n2 0.065303 0.001533 1.000000\n<\/span><\/span><\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan:<\/strong> Kami harus mengubah urutan array numpy (data.T) agar dapat melakukan pengujian post-hoc dengan benar.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tes post-hoc Nemeyi mengembalikan nilai p untuk setiap perbandingan rata-rata berpasangan. Dari hasilnya kita dapat melihat nilai p berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai P kelompok 0 dibandingkan kelompok 1: <strong>0,4374<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai P kelompok 0 dibandingkan kelompok 2: <strong>0,0653<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai P kelompok 1 dibandingkan kelompok 2 : <strong>0,0015<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pada \u03b1 = 0,05, hanya dua kelompok yang mempunyai rata-rata perbedaan signifikan secara statistik adalah Kelompok 1 dan Kelompok 2.<\/span><\/p>\n<p> <em><span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan :<\/strong> Uji Nemenyi mengkonversi nomor kelompok dari 1, 2, 3 menjadi 0, 1, 2. Jadi kelompok pada data asli yang berbeda nyata adalah kelompok 2 dan 3.<\/span><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Uji Friedman merupakan alternatif nonparametrik terhadap pengukuran berulang ANOVA . Hal ini digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata tiga kelompok atau lebih di mana subjek yang sama muncul di setiap kelompok. Jika nilai p dari uji Friedman signifikan secara statistik, maka kita dapat melakukan uji post-hoc Nemenyi untuk menentukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Melakukan Tes Post-Hoc Nemenyi dengan Python<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan tes post-hoc Nemenyi dengan Python, termasuk contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-python-yang-tidak-masuk-akal\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Melakukan Tes Post-Hoc Nemenyi dengan Python\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan tes post-hoc Nemenyi dengan Python, termasuk contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-python-yang-tidak-masuk-akal\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-25T17:34:04+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-python-yang-tidak-masuk-akal\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-python-yang-tidak-masuk-akal\/\",\"name\":\"Cara Melakukan Tes Post-Hoc Nemenyi dengan Python\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-25T17:34:04+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-25T17:34:04+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan tes post-hoc Nemenyi dengan Python, termasuk contoh langkah demi langkah.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-python-yang-tidak-masuk-akal\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-python-yang-tidak-masuk-akal\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-python-yang-tidak-masuk-akal\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara melakukan tes post-hoc nemenyi dengan python\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Melakukan Tes Post-Hoc Nemenyi dengan Python","description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan tes post-hoc Nemenyi dengan Python, termasuk contoh langkah demi langkah.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-python-yang-tidak-masuk-akal\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Melakukan Tes Post-Hoc Nemenyi dengan Python","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan tes post-hoc Nemenyi dengan Python, termasuk contoh langkah demi langkah.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-python-yang-tidak-masuk-akal\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-25T17:34:04+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-python-yang-tidak-masuk-akal\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-python-yang-tidak-masuk-akal\/","name":"Cara Melakukan Tes Post-Hoc Nemenyi dengan Python","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-25T17:34:04+00:00","dateModified":"2023-07-25T17:34:04+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan tes post-hoc Nemenyi dengan Python, termasuk contoh langkah demi langkah.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-python-yang-tidak-masuk-akal\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/tes-python-yang-tidak-masuk-akal\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-python-yang-tidak-masuk-akal\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara melakukan tes post-hoc nemenyi dengan python"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1597"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1597"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1597\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1597"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1597"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1597"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}